Categories
Bencana Alam

16 Dampak Tanah Longsor Terhadap Lingkungan dan Masyarakat

Di indonesia sering terjadi bencana tanah longsor, dikarenakan perubahan cuaca atau iklim di Indonesia seperti halnya musim kemarau yang panjang dan disusul dengan musim hujan yang tidak ada hentinya. Salah satu faktor penyebab iklim musim di Indonesia ini juga pola hidup manusia yang melebihi kemampuan alam dan perubahan arah angin yang melintasi Indonesia. Rotasi bumi dan revolusi bumi juga mempengaruhi perubahan iklim khususnya di Indonesia. Bentuk permukaan Bumi khususnya di Indonesia yang banyak pegunungan ini juga menjadi salah satu faktor penyebab longsor.

Akibat dari kejadian tersebut terjadi pengembangan rongga-rongga dalam tanah yang luar biasa, sehingga mengakibatkan banjir dimana-mana. Bermula dari tanah merekah di musim kering itu, air hujan akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Selain itu sudut lereng yang terjal atau mencapai kemiringan sekitar 150 hingga 180 derajat dapat menyebabkan kerusakan tanah karena adanya longsor. Tentu akibat paling pahit akan dialami oleh orang yang tinggal di sekitarnya.

Dampak Tanah Longsor

dampak tanah longsorPengertian Longsor sendiri adalah sebuah peristiwa geologi yang biasa terjadi karena pergerakan tanah dengan berbagai tipe dan jenis yang bermacam – macam. Salah satu contoh jenisnya seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar di tanah. Dilihat secara umum kejadian tanah longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pemicu dan faktor pendorong.

Faktor yang mempengaruhi kondisi material itu sendiri disebut faktor pendorong. Sedangkan faktor yang menyebabkan bergeraknya material disebut faktor pemicu. Meskipun penyebab utama kejadian longsor adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada beberapa faktor lainnya yang juga berpengaruh, diantaranya sebagai berikut :

  • Getaran dari sebuah mesin, penggunaan bahan – bahan peledak dan petir.
  • Bencana seperti halnya jenis-jenis gempa bumi kecil atau besar juga menyebabkan longsor, karena getarannya terjadi tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng.
  • Hujan lebat, mengakibatkan saturasi memperlemah lereng dari bebatuan dan tanah.

Bencana ini dapat terjadi pula jika gaya pendorong pada bagian lereng lebih besar daripada gaya penahan. Hal tersebut diakibatkan oleh besarnya sudut kemiringan lereng, berat jenis tanah batuan, air, serta beban. Tanah Longsor yang sering terjadi tersebut biasanya disebabkan karena bebatuan yang sudah mulai rapuh dan kepadatan tanah yang sudah berkurang karena penahan tanah sudah tidah ada, seperti halnya pohon dan tumbuhan lain. Semua ini bermula ketika musim kering yang panjang, pada saat itu terjadi penguapan air tanah dalam jumlah yang besar. Hal tersebut karena masuknya air kedalam pori-pori Tanah yang tadinya mengembang karena kemarau panjang. Walaupun dalam jangka pendek tindak menimbulkan efek negatif, namun lambat tahun dan ketika musim hujan hadir akan menimbulkan bencana alam.

Pada kenyataannya kejadian tersebut banyak dialami oleh masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di sekitar lereng yang terjal. Bahkan masyarakat yang tinggal di lereng yang tidak begitu terjal juga mengalaminya. Sering terjadinya Tanah longsor dan banyaknya Tanah merah yang ada di Indonesia menunjukan bahwa tanah Indonesia sudah masuk dalam kategori tanah bergerak. Dari informasi tersebut tentunya ketika sering terjadi tanah longsor akan muncul beberapa dampak yang perlu kita ketahui dan waspadai.

Dampak Negatif dari Tanah Longsor

1. Korban Jiwa

Masyarakat akan merasa kesulitan ketika bencana Tanah longsor, karena terjadi secara mendadak dan kadang kala tidak ada gejala akan terjadinya bencana tersebut. Kebanyakan bencana alam terjadi di dunia ini memakan korban jiwa, salah satunya bencana tanah longsor ini. Bencana pada umumnya terjadi ketika hujan lebat dan masyarakat pasti berteduh dirumah masing-masing. Sementara itu, tanah longsor merupakan bencana alam yang datang secara tiba-tiba seperti halnya bencana tsunami. Kemungkinannya sangat kecil ketika terjadi bencana tersebut dan masyarakat mau menyelamatkan diri. Semakin meningkatnya korban jiwa akibat bencana alam tanah longsor ini, juga berdampak mengurangi sumber daya manusia yang mempunyai potensi. Ketika bencana longsor terjadi sebenarnya kita dapat meminta bantuan terhadap relawan SAR yang mempunyai potensi sumber daya manusia dalam bidang tersebut.
Para relawan pun juga kesulitan dalam mengevakuasi korban dari bencana tersebut, karena tidak semudah yang dibayangkan. Dalam mengevakuasi harus berhati-hati karena posisi korban tertimbun tanah. Selain mereka kesulitan dalam mengevakuasi, mereka juga harus waspada jika ada longsor susulan. Hal tersebut menyebabkan menghambat proses evakuasi yang kadang kala korban berhasil dievakuasi hingga berhari-hari.

2. Kehilangan Tempat Tinggal

Hal yang juga akan dialami oleh masyarakat adalah kehilangan tempat tinggal. Rumah masyarakat yang disekitar terasering sebenarnya menjadi perhatian khusus, karena kemungkinan besar rawan longsor. Pengertian terasering yang dimaksud tersebut sebenarnya tidak semua jenis lahan terasering, hanya yang mempunyai kemiringan yang melebihi batas saja. Ketika terjadi bencana longsor, rumah penduduk yang akan rusak bahkan hancur yang berada di daerah lereng terlebih dahulu.

Penyebab utama hal tersebut, karena tanah yang dekat dengan lereng itu mudah mengalami pergeseran setiap waktu. Pergeseran tanah di daerah lereng terjadi tidak hanya pada musim hujan, namun di musim kemarau pula. Sehingga ketika musim hujan tiba, rongga tanah akibat pergeseran di musim kemarau terisi air dan longsor dengan cepat. Sekuat apapun cakar ayam sebuah rumah di daerah lereng, kemungkinan besar tetap tidak bisa bertahan atau pun kokoh.

3. Terputus Jalur Transportasi

Disamping merugikan masyarakat sekitarnya, juga merugikan masyarakat luar daerah yang sedang melakukan perjalanan dan melintas di area tersebut. Hal itu terjadi ketika kejadian bencana itu disekitar jalur transportasi, terutama yang sering digunakan para pengemudi kendaraan. Jalur transportasi yang berada disekitar perbukitan, lembah, hutan dan pegunungan itu sering terjadi pengalihan jalur karena terjadi bencana lonsor.

4. Perekonomian Tersendat

Yang dimaksud dengan perekonomian tersendat, saat tanah longsor terjadi tentunya akan merusak sumber mata pencaharian para warga. Ketika hal itu terjadi, alur perekonomian mulai terputus, seorang produsen tidak dapat memproduksi barang dagangannya lagi. Sedangkan konsumen mempunyai kebutuhan yang aktif selalu, neraca perekonomian masyarakat mulai terputus karena dampak bencana ini. Sumber daya alam yang biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari juga semakin berkurang, karena punah terkena dampak bencana ini.

5. Rusaknya Infrastruktur

Bencana ini juga berakibat fatal pada infrastruktur terutama pada pemukiman penduduk disekitar tanah longsor itu. Pemukiman masyarakat tentu akan mengalami kerusakan sesuai berdasarkan separah apa kejadian longsor tersebut. Selain itu, berdampak pula pada kerusakan sarana kesehatan, pendidikan serta tempat peribadatan. Jika dihitung materi, selain memakan korban jiwa yang banyak juga sangat merugikan dalam hal materi. Terutama bagi masyarakat sekitar daerah tanah longsor tersebut.

6. Trauma Psikis

Bencana longsor tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, namun juga menimbulkan kerugian psikis bagi masyarakat sekitar. Pada umumnya makhluk hidup didunia ini, terutama manuasia mempunyai mental seseorang berbeda-beda, ada yang tidak bisa menerima keadaan yang terjadi pada dirinya, keluarganya atau pun orang terdekat. Akibat tanah longsor dapat membahayakan kondisi psikis masyarakat sekitar,karena kurangnya pengetahuan dapat menjadi diri sendiri (fisik dan psikis). Salah satu bentuk trauma psikis masyarakat menjadi bingung, dimana akan tinggal, bagaimana melangsungkan kehidupannya tanpa rumah dan lahan pertaniannya.

7. Harga Tanah Turun

Ketika berbicara harga tanah tentunya juga berbicara tentang alih fungsi tanah dikarenakan tanah tersebut didaerah yang kurang menguntungkan. Akibat bencana tanah longsor, tanah yang mestinya perekonomian masyarakat atau pun untuk lahan pekerjaan malah lahan tersebut dikosongkan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kerugian yang besar. Kadang karena masyarakat belum paham tentang ciri-ciri lahan basah, seringkali membeli tanah yang kiranya dapat harga murah dan bisa di tanami padi. Namun tidak lama terjadi longsor di lahan tersebut yang membuat pemilik harus menjualnya kembali. Karena pemilik tidak ingin menanggung resiko dan berfikir bahwa lahan tersebut sudah tidak ada gunanya lagi. Maka dari itu sebelum tanah tersebut longsor dan harga tanah turun, masyarakat juga harus paham tentang cara melestarikan tanah agar lubang pori-pori tidak terlalu dalam dan tanah tersebut padat.

8. Keselamatan Masyarakat Sekitar Terancam

Masyarakat yang awalnya nyaman dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari akan berubah drastis menjadi tidak tenang, karena keselamatannya terancam oleh bencana longsor ini. Mereka menjadi ragu ketika akan melakukan aktivitas seperti biasanya, apalagi ketika cuaca yang sudah berawan hitam dan ada tanda-tanda akan hujan lebat. Masyarakat yang lahan sekitarnya rawan bencana tentunya juga harus paham tentang jenis-jenis hujan yang mengamcam keselamatan mereka. Disisi lain hujan juga bisa dimanfaatkan, dan masyarakat juga harus paham tentang pemanfaatan air hujan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

9. Rusaknya Sanitasi Lingkungan

Sanitasi atau pembudayaan hidup bersih ini menjadi perihal utama masyarakat untuk menjaga keutuhan planet bumi ini dari bencana alam. Salah satu bentuk sanitasi ini adalah menjaga saluran air dan pengedalikan pencemaran air untuk mengurangi kerusakan sanitasi lingkungan. Masyarakat sekitar juga perlu belajar tentang sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui agar teringat akan pentingnya air untuk melangsungkan kehidupan.

Dampak Positif dari Tanah Longsor

Namun, dibalik beberapa dampak negatif dari bencana alam tanah longsor ini, sebenarnya tidak luput pula dari dampak positif yang membuahkan kesadaran bagi masyarakat sekitarnya. Berikut beberapa contoh dampak positif dari adanya bencana tersebut :

  1. Tanah longsor menumbuhkan motivasi kepada masyarakat untuk waspada terhadap bencana longsor susulan ataupun bencana yang lain.
  2. Meningkatkan rasa peduli terhadap korban bencana dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
  3. Meningkatkan kesadaran diri supaya tidak melakukan penebangan hutan, memperluas lahan ataupun pemanfaatan hutan yang merugikan.
  4. Motivasi dan penelitian oleh ahli geologi tentang penyebab tanah longsor.
  5. Sadar akan pentingnya peran manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
  6. Melestarikan hutan untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam hutan itu sendiri.
  7. Sadar akan manfaat hutan lindung bagi keselamatan makhluk hidup di dunia ini.

Beberapa dampak negatif maupun positif tersebut semoga bisa menjadi pengetahuan bersama bagi kita. Menjaga lingkungan adalah salah satu cara mencegah terjadinya bencana alam, terutama tanah longsor. Serta masyarakat juga perlu mengetahui bagaimana cara melestarikan alam untuk menghambat terjadinya bencana alam.

Artikel Terkait” state=”closed”

Artikel Lainnya