8 Cara Melestarikan Tanah agar Tanah Tetap Subur

Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang tersusun dari bahan organik dan juga mineral. Keberadaan tanah sangat penting bagi kehidupan semua makhluk di bumi. Tanah adalah tempat hidup bagi berbagai jenis mikroorganisme yang ada di bumi. Selain itu, tanah memiliki peran penting dalam kehidupan tanaman, yakni sebagai penyedia unsur hara, menyimpan air untuk tumbuhan, serta sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar yang menopang tegaknya tanaman.

Dalam bidang klimatologi, tanah mempunyai peran sebagai tempat menyimpan air dan mencegah terjadinya erosi (baca : Cara Mencegah Erosi Tanah). Meski faktanya, tanah sendiri juga sering mengalami erosi. Terjadinya banjir dan tanah longsor telah menyebabkan erosi tanah atau pengikisan tanah oleh air (baca : Penyebab Tanah Longsor). Hal tersebut tentu berdampak pada berkurangnya kesuburan tanah dan terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Melihat begitu pentingnya peranan tanah dan bahaya dari kerusakan tanah, maka perlu dilakukan upaya untuk melestarikan tanah.

Berikut adalah beberapa cara melestarikan tanah :

  1. Penghijauan

Penghijauan dapat dilakukan pada tanah- tanah yang sedang tidak digunakan untuk bercocok tanam dan juga lahan- lahan kritis yang diakibatkan oleh bencana alam dan aktivitas penambangan. Jenis tanaman yang digunakan untuk penghijauan misalnya pohon pinus, puspa dan agatis. Penanaman pohon tersebut dilakukan agar tanah tidak menjadi gersang, meningkatkan kadar bahan organik dan sangat baik untuk kesuburan tanah. Selain itu juga mengurangi kerusakan tanah yang disebabkan oleh sinar matahari, tanah longsor dan juga banjir.  (baca : Cara Mencegah Banjir)

  1. Menerapkan wanatani

Wanatani atau agroforestry merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian tanah yang dilakukan dengan cara menggabungkan antara tanaman tahunan dengan tanaman komoditas pertanian yang ditanam secara bersama- sama atau bergantian. Tanaman tahunan tersebut dapat berupa pohon- pohonan yang dapat mengurangi erosi tanah. Sedangkan tanaman komoditas pertanian dapat memberikan efek perlindungan bagi tanah dari tetesan air hujan yang juga mampu merusak tanah.

Penanaman tanaman komoditas pertanian dapat dilakukan bergantian sesuai musim tanam. Misalnya ketika musim kemarau lahan ditanami dengan tanaman jagung dan tebu, jika musim penghujan tiba maka lahan akan ditanami dengan tanaman padi. Setiap tanaman komoditas pertanian membutuhkan unsur hara yang berbeda. Apabila suatu lahan pertanian ditanami hanya satu jenis tanaman, maka salah satu unsur hara akan habis. Sedangkan unsur hara yang lain menjadi tidak terpakai. Dengan menerapkan wanatani maka keseimbangan unsur hara di dalam tanah akan terjaga. (baca : Jenis Tanah Untuk Pertanian)

  1. Mengurangi penceramaran tanah

Pencemaran tanah dapat dikurangi dengan cara menertibkan pembuangan sampah dan mendaur ulang sampah. Industri yang menghasilkan limbah juga harus berperan aktif dalam menjaga kelestarian tanah. Perlu dilakukan pembuangan limbah yang efektif dan aman sehingga logam berat dan zat- zat berbahaya yang sulit hancur tidak menyebabkan polusi tanah. (baca : Dampak Pencemaran Tanah dan Dampak Polusi Tanah)

  1. Membuat kanopi alami bagi tanah

Pohon dapat digunakan sebagai kanopi alami bagi tanah yang ada di bawahnya. Kanopi alami tersebut mempunyai manfaat sebagai penahan laju jatuhnya air hujan sehingga mengurangi tenaga kinetik air hujan yang sampai ke tanah. Semakin rapat pohon yang di tanam, maka semakin kecil ancaman kerusakan tanah oleh air hujan. Batang pohon akan mengalirkan air hujan ke bawah sehingga meresap ke dalam tanah. Sedangan akar pohon yang menghujam ke dalam tanah dapat mempertahankan kestabilan posisi tanah dan memperbaiki tanah. Akar pohon digunakan sebagai tempat hidup mikroorganisme di dalam tanah sehingga dapat menjaga kesuburan tanah.

  1. Menggunakan soil conditioner

Pencegahan erosi dapat dilakukan dengan metode kimia yakni dengan memanfaatkan bahan- bahan yang memperbaiki struktur tanah yang juga sering disebut dengan soil conditioner. Bahan- bahan kimia ini mempunyai pengaruh yang besar dan berjangka panjang bagi kestabilan agregat tanah. Soil conditioner juga dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman musiman pada tanah liat, dan sangat baik untuk lahan pertanian maupun perkebunan yang baru saja dibuka.

  1. Menggunakan pupuk kimia secara bijaksana.

Pupuk memang dapat menambah unsur hara di dalam tanah. Akan tetapi penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran tanah oleh zat kimia yang terdapat dalam pupuk anorganik. Untuk itu, perlu digalakkan penggunaan pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos yang lebih aman bagi kesuburan tanah.

  1. Menggunakan metode vegetatif dalam konservasi tanah

Metode vegetatif merupakan salah satu cara pengawetan tanah yang bertujuan untuk melindungi tanah dari daya perusakan aliran air dan memperbaiki penyerapan air oleh tumbuhan. Metode ini meliputi :

  • Cover crop – Metode ini dilakukan dengan cara membenamkan atau mengubur sisa- sisa tumbuhan ke dalam tanah sehingga meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air dan memelihara unsur hara.
  • Crop rotation – Crop rotation merupakan sistem penanaman berbagai macam tanaman secara bergiliran dengan urutan waktu tertentu.
  • BufferingBentuk konservasi ini dilakukan dengan menanam tanaman keras dan rumput- rumputan pada tanah yang berada pada lereng curam.
  • MulchingLorak mati yang ditimbun dengan sisa- sisa tanaman sehingga melindungi permukaan tanah dari aliran air yang cepat.
  1. Menerapkan metode mekanik dalam konservasi tanah

Metode mekanik merupakan salah satu usaha pengawetan tanah yang bertujuan untuk mengendalikan erosi tanah (baca : Macam – Macam Erosi). Metode tersebut meliputi :

  • Terrassering ( penterasan lahan  miring )  – Lahan lereng yang dibuat bertingkat- tingkat ini bertujuan  untuk memperkecil kemiringan lereng dan  mengurangi panjang lereng. Dengan berkurangnya kemiringan dan panjang lereng maka akan mengurangi kecepatan air dan menampung air yang meresap ke dalam
  • Contour tillage / contour farming ( pengolahan tanah sejajar dengan garis kontur )  – Tujuan dari cara pengolahan tanah ini adalah untuk membuat pola berupa rongga- rongga pada tanah  yang sejajar dengan kontur tanah. Pola ini membentuk igir- igir kecil yang dapat memperbesar infilrasi air dan memperlambat aliran air. (baca : Pengikisan Oleh Air)
  • Contour plowing – Teknik membajak tanah yang mana dilakukan searah dengan garis kontur sehingga tanah mempunyai alur – alur horizontal untuk mencegah terjadinya erosi. (baca : Proses Terjadinya Erosi)
  • Pembuatan cek dam – Pembuatan bendungan kecil dimaksudkan agar air dapat dibendung kemudian dialirkan ke parit- parit sehingga dapat disalurkan untuk irigasi. Hal tersebut dapat mengendalikan proses erosi tanah oleh air, menebalkan lapisan tanah dan produktivitas tanah menjadi lebih tinggi.
  • Pembuatan pematang – Tujuan dari pembuatan pematang dan saluran air yang sejajar dengan garis kontur adalah untuk menahan aliran air dan disalurkan ke daerah lain yang aman dari bahaya erosi dan tanah longsor. (baca : Akibat Terjadinya Tanah Longsor)
, , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Tanah