5 Dampak Pencemaran Tanah Terhadap Lingkungan

Sistem tata surya yang ada sistem yang sangat kompleks namun sangat teratur. Dikatakan sebagai sistem yang sangat kompleks karena terdiri atas banyak benda dan juga mencakup area yang sangat luas. Dari sekian banyak benda yang berada di tata surya, kita tentu sangat mengenal dengan yang namanya planet. Bumi adalah satu planet yang ada di tata surya.

Diantara planet- planet lainnya, hanyalah planet Bumi yang dapat dihuni oleh makhluk hidup. Planet Bumi adalah planet yang sangat berbeda dan sangat instimewa. Hal ini karena planet Bumi memiliki ciri- ciri planet yang menunukkan bahwa planet Bumi tersebut dapat dihuni oleh makhluk hidup. Struktur Bumi yang terdiri dari tanah dan batuan (baca: jenis batuan) serta cukup air (baca: jenis air) dan lapisan udara membuat tumbuhan dapat hidup dan berkembang di Bumi. Tidak hanya tumbuhan saja, berbagai komponen yang dimiliki oleh Bumi juga mendukung kehidupan manusia dan juga binatang.

Tanah di Bumi

Salah satu hal yang mendukung kehidupan makhluk hidup di Bumi adalah struktur dan jenis tanah yang ada di Bumi sendiri. Bagaimanapun juga, makhluk hidup memerlukan banyak cadangan air dan beberapa zat lainnya. Maka dari itulah makhluk hidup sangat membutuhkan struktur atau jenis tanah yang dapat dengan mudah menyerap air dan juga menyimpan air tersebut menjadi cadngan yang kelak akan dibutuhkan di masa yang akan datang. Begitlah kiria kira struktur tanah yang ada di planet Bumi ini, maka dari itulah banyak makhluk hidup dapar hidup dan berkembang di Bumi.

Pencemaran Tanah

Seperti halnya tanah dan juga udara yang bisa mengalami pencemaran (baca: penyebab udara tercemar). Tanah ternyata juga bisa mengalami proses pencemaran. Hal ini sering terjadi seirin dengan meningkatnya aktifitas manusia. Pencemaran tanah ini berarti tanah yang ada sudah tidak murni lagi dan tercampur oleh berbagai bahan kimia maupun non kimia yang menyebabkan polusi (polutan). Polutan- polutan ini akan diterima oleh tanah melalui berbagai aktivitas yang telah dilakukan sehari- hari. Oleh karena itulah, manusia terkadang tidak menyadari ketika menimbulkan pencemaran pada tanah. Pencemaran pada tanah ini akan menyebabkan tanah menjadi tidak murni dan tidak seperti keadaan semula.

Dampak Pencemaran Tanah

Semua hal yang telah mengalami pencemaran pasti ujungnya akan menimbulkan berbagai dampak yang negatif, tidak terkecuali tanah ini. Jika udara dan air yang tercemar akan menimbulkan berbagai macam dampak negatif, maka tanah pun juga demikian. Ada berbagai macam dampak negatif dari adanya pencemaran tanah ini. Beberapa macam dampak pencemaran tanah antara lain sebagai berikut:

  1. Mengurangi kesuburan tanah

Dampak pertama yang akan kita rasakan dari adanya tanah yang tercemar pastinya akan menurunkan kesuburan pada tanah itu sendiri.  seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwasannya tanah ini pada dasarnya mempunyai keunggulan. Salah satu keunggulan tanah adalah mempunyai nilai kesuburan sehingga banyak tanaman bisa hidup dengan subur.

Namun ketika tanah ini sudah tercemar dengan berbagai macam zat yang merugikan (baik zat kimia maupun non kimia), hal ini akan menurunkan tingkat kesuburan tanah tersebut. Tanah akan menjadi tidak subur karena zat- zat polutan sudah merusak jaringan kesuburan tanah tersebut. Akibatnya, banyak tanaman yang tidak akan bisa tumbuh dengan baik.

  1. Membuat tumbuh- tumbuhan dan makhluk hidup lainnya mati

Masih serangkaian dengan dampak pencemaran tanah yang akan menurunkan tingkat kesuburan. Hal ini juga akan berakibat pada masa hidup tanaman. Tamanan yang awalnya tumbuh dengan subur, lama- kelamaan akan menjadi layu, bahkan akan mati.

Selain tanaman, pencemaran pada tanah ini juga akan berdampak pada makhluk hidup lainnya (seperti binatang dan manusia). Zat- zat polutan yang ada di dalam tanah akan masuk ke dalam janrungan tumbuhan. Dan ketika tumbuhan tersebut dimakan oleh manusia maupun binatang, maka efek negatifnya dapat tersalurkan pada binatang atau manusia yang memakan tumbuhan tersebut.

  1. Menyebabkan pencemaran pada udara

Pencemaran tanah juga akan berdampak pada pencemaran udara. Hal ini karena zat- zat yang mencemari tanah tersebut (misalnya sampah) dalam jangka waktu yang lama akan membuat udara yang ada di sekitarnya menjadi tidak sehat. Akibatnya udara tersebut menjadi tidak nyaman untuk dihirup. Selain itu, apabila yang membuat pencemaran pada tanah adalah sampah, maka ketika akan terjadi proses dekomposisi maka akan menimbulkan bau yang begitu mneyengat. Dan inilah yang disebut dengan pencemaran udara.

  1. Menimbulkan wabah penyakit

Dampak pencemaran tanah yang selajutnya adalah menyebabkan timbulnya banyak bibit penyakit. Tanah yang tercemar merupakan rumah yang sangat nyaman bagi patogen- patogen yang menimbulkan banyak penyakit. Hal ini dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama akan menyebabkan berbagai penyakit datang dan siap menyerang  makhluk hidup yang ada dan menempati tanah yang tercemar tersebut. Yang akan menikmati datangnya penyakit ini tidak hanya manusia saja, namun juga binatang dan tumbuh- tumbuhan lainnya.

  1. Merusak ekosistem

Ekosistem (baca: eksoistem darat dan ekosistem air) merupakan wujud interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan serta komponen- komponen yang ada di dalamnya (baik komponen biotik maupun komponen abiotik). Tanah termasuk ke dalam komponen abiotik sehingga tercemarnya tanah pastinya akan menyebabkan menyebabakn keseimbangan ekosistem menjadi terganggu. Akibatnya lingkungan menjadi tidak nyaman dan banyak fungsi yang seharusnya didapatkan justru akan berubah menjadi suatu wujud kerugian.

  1. Merusak keindahan atau estetika

Hal yang pasti terjadi selanjutnya akibat adanya pencemaran tanah adalah rusaknya nilai keindahan atau estetika lingkungan. Keindahan lingkungan tidak hanya terdapat pada apa yang kita lihat saja, namun juga apa yang kita dengar dan apa pula yang kita rasa. Pencemaran tanah akan banyak sekali merusak nilai- nilai keindahan tersebut.

Tidak hanya itu saja, dan yang paling penting pencemaran tanah ini akan menyebabkan kondisi lingkungan yang kita tempati menjadi tidak nyaman sama sekali. Terlebih apabila pencemarah tanah tersebut disebabkan oleh sampah. Sampah- sampah akan membuat berbagai macam kerugian bagi makhluk hidup. Selain tidak sedap dipandang mata, sampah juga akan menyebabkan bau yang sangat menyengat. Ini sungguh tidak nyaman digunakan sebagai tempat bermukim.

Itulah beberapa dampak dari pencemaran tanah yang dapat kita rasakan. Selain dampak- dampat tersebut masih banyak lagi dampak yang dapat kita rasakan baik kita sadari maupun tidak. Oleh karenai itulah kita sebagai manusia harus menjaga tanah dari berbagai bentuk pencemaran.

Lapisan Tanah

Tanah yang kita pijak atau koita tempati ini ternyat mempunyai berbagai macam lapisan. Tanah yang ada di planet Bumi setidaknya mempunyai 4 lapisan. Lapisan- lapisan tanah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Lapisan tanah atas

Lapisan tanah ini adalah lapisan tanah yang berada di paling atas hingga kedalaman 30 cm. lapisan atas ini banyak sekali tedapat bahan- bahan organik. Lapisan tanah yang sangat subur ini diperoleh karena pelapukan dedaunan yang jatuh dan juga karena sisa- sisa jasad makhluk hidup yang sidah mati, baik itu jasad manusia maupun binatang. Lapisan yang paling subur (baca: ciri-ciri tanah subur) ini kira- kira mempunyai warna yang cenderung gelap diaripada lapisan –lapisan lainnya. Selain itu, lapisan ini akan terlihat lebih gembur dan menjadi tempat hidup banyak mikroorganisme.

  1. Lapisan tanah tengah

Lapisan tanah tengah ini berada di kedalaman 30 cm hingga 1 m. jika dilihat dari warnanya, lapisan tanah ini akan terlihat lebih cerah bila dibandingkan lapisan tanah atas. Lapisan tanah tengah ini terbentuk dari campuran pelapukan yang berada di lapisan tanah bawahnya dan juga sisa- sisa material yang berasal dari lapisan tanah atas yang akan larut terbawa  air. Sehingga sisa- sisa campuran pelapukan dan juga material tersebut akan mengendap dan memadat.

  1. Lapisan tanah bawah

Lapisan tanah bawah ini merupakan lapisan tanah yang sudah mengandung bebatuan (baca: batuan penyusun lapisan Bumi) yang mengalami pelapukan dan tercampur dengan tanah endapan atau tanah liat yang ada di atasnya. Namun, pada lapisan ini kita akan dapat menjumpai ada batuan yang belum mengalami pelapukan sebagian, sedangkan sebagian lagi sedang menjalani proses pelapukan (baca: proses terjadinya siklus batuan). Pelapukan yang terjadi oleh batu tersebut akan mempunyai warna yang sama dengan batuas asalnya atau batuan penyusunnya.

  1. Lapisan batuan induk

Lapisan batuan ini sesuai dengan namaya, yakni terdiri atas berbagai macam batuan (baca: batuan beku) padat dan berada di paling dalam. Kita semua mengetahui bahwa jenis batuan padat ini berbeda- beda antara satu daerah  dengan daerah  yang lainnya. Hal ini akan menyebabkan produk atau jenis tanah juga akan berbeda- beda. Di lapisan ini batuan sangat mudah pecah namun lapisan ini sangat sulit untuk ditembus oleh air dan juga akar tanaman. Kita dapat menandai lapisan ini dengan melihat dari warnanya. Lapisan batuan induk ini berwarna terang pitih atau keabu- abuan hingga kemerah- merahan.

Itulah beberapa jenis lapisan pada tanah. Informasi tersebut diurutkan dari yang paling atas hingga ke lapisan tanah yang bawah.

Jenis- jenis Tanah di Indonesia

Selain mengetahui struktur dan lapisan tanah, kita juga perlu mengetahui mengenai jenis- jenis tanah yang ada di Indonesia, beberapa jenis tanah yang ada di Indonesia  adalah bebagai berikut:

  • Tanah humus, adalah tanah yang beara di bagian paling atas. Tanah ini merupakan tanah yang subur diantara jenis tanah yang lainnya. Tanah gambut ini berasal dari pelapukan daun dan juga batang- batang pohon yang ada di hutan hujan tropis.
  • Tanah pasir, adalah tanah yang yang terbentuk dari batuan beku dan juga batuan sedimen yang memiliki butiran kasar dan juga kerikil. Tanah pasir ini merupakan jenis tanah yang kurang baik untuk pertanian karena kesuburannya
  • Tanah aluvial, adalah tanah yang terbentuk karena lumpur yang ada di sungai dan mengendap di wilayah yang lebih rendah. Seperti halnya tanah humus, tanah ini juga bersifat subur.
  • Tanah podsol, adalah tanah subur yang biasanya berada di daerah pegunungan yang memiliki curah hujan tinggi serta suhu yang rendah.
  • Tanah vulkanik, merupakan tanah yang terbentuk dari adanya pelapukan materi gunung berapi. Tanah ini juga merupakan tanah yang subur dan mengandung kandungan zat hara yang sangat tinggi. Tanah vulkanik ini akan mudah kita jumpai di lereng- lereng gunung berapi.
  • Tanah blaterit, merupakan tanah yang tidak subur. Pada mulanya tanah laterit ini merupakan tanah yang subur dan banyak mengandung unsur hara, namun karena terlalur dan dibawa oleh air hujan maka unsur hasa yang menjadikan tanah tersebut subur akan hilang. Akibatnya tanah tersebut sudah merupakan tanah yang subur lagi.
  • Tanah kapur, merupakan tanah yang terbentuk dari adanya pelapukan batuan kapur. Tanah ini merupakan tanah yang tidak subur. Tanah ini biasanya berwarna putih.
  • Tanah gambut, merupakan tanah yang terbentuk dari hasil pelapukan tumbuhan- tumbuhan yang hidup di rawa. Tanah gambut ini juga merupakan salah satu tanah yang memiliki sifat tidak subur sehingga tidak cocok digunakan untuk pertanian.
fbWhatsappTwitterLinkedIn