Categories
Gunung

5 Gunung Yang Ada Di Tengah Laut

Gunung merupakan sebuah daerah yang sangat menonjol dibandingkan dengan sekitarnya dan dapat mencapai tinggi lebih dari 600 meter di atas permukaan laut. Gunung juga menjadi bagian dari bentuk relief planet Bumi.

Umumnya gunung-gunung yang berada di seluruh dunia dapat dengan mudah ditemukan berada daratan. Namun siapa sangka jika di beberapa tempat di dunia gunung juga terdapat di tengah laut.

Gunung ini terpisah jauh dari daratan dan dikelilingi oleh lautan saja. Tidak heran jika gunung di tengah lautan ini sebagian besar tidak dijadikan tempat tinggal atau merupakan pulau gunung tak berpenghuni.

Dan berikut daftar gunung yang berada di tengah laut!

1. Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau menjadi gunung tengah laut yang paling terkenal di dunia. Bahkan menurut sejarahnya, gunung Anak Krakatau merupakan gunung yang muncul setelah gunung Krakatau mengalami erupsi beberapa tahun silam.

Secara administratif gunung Anak Krakatau masuk ke dalam wilayah Provinsi Lampung dan berada di antara pulau Sumatera dan pulau Jawa. Gunung ini mempunyai tinggi hingga puncak mencapai sekitar 700 meter di atas permukaan laut, dan mengalami pertambahan sekitar 4 cm setiap tahunnya.

Gunung Anak Krakatau termasuk gunung berapi aktif dan tidak dapat sembarangan dikunjungi. Bahkan beberapa tahun terakhir gunung ini cukup sering mengalami erupsi meskipun dalam skala yang kecil.

2. Gunung Paluweh

Gunung Paluweh atau gunung Rokatenda menjadi gunung tengah laut berikutnya dan termasuk ke dalam gunung berapi. Gunung Paluweh berada di bagian utara Pulau Flores dan masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Gunung ini sebenarnya sebuah pulau bernama Palu’e yang memiliki tipe strato. Gunung Paluweh merupakan titik tertinggi dari pulau Palu’e dengan tinggi mencapai 875 meter di atas permukaan laut.

Tercatat jika Gunung Paluweh pernah meletus pada tahun 2013 sebanyak dua kali. Letusan terakhir menewaskan sebanyak 6 orang dan membuat ribuan warga mengungsi.

Salah satu keunikan dari gunung Paluweh yakni menjadi satu-satunya sumber air tawar terutama bagi penduduk setempat dengan memanfaatkan uap panas bumi melalui proses sublimasi.

3. Gunung Batutara

Gunung Batutara merupakan gunung berjenis stratovolcano yang terletak di Pulau Komba, Laut Flores. Menurut sejarah, gunung Batutara pertama kali mengalami letusan pada tahun 1852 yang disertai oleh semburan lava. Sedangkan letusan kedua terjadi di tahun 2008 dan pada pertengahan tahun 2017, kembali meletus hingga mengeluarkan lava setiap 20 menit sekali.

Letusan yang dihasilkan oleh gunung Batutara memang tidak begitu besar, hanya berupa semburan api dan lava yang mengalir ke laut. Justru hal tersebut memberikan hiburan tersendiri bagi yang tertarik melihat gunung Batutara, tentunya dari jarak yang aman.

4. Gunung Sangiang

Gunung Sangiang termasuk gunung tengah laut yang berada di sebuah pulau tak berpenghuni. Lokasinya berada di bagian timur laut Pulau Sumba dan masuk ke dalam wilayah administratif Bima, Nusa Tenggara Barat.

Bagi sebagian besar masyarakat sekitar, gunung Sangiang lebih dimanfaatkan sebagai tempat untuk berladang. Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Sangiang Barat menggunakan kapal motor yang dapat mencapai Gunung Sangiang.

Gunung Sangian termasuk gunung berapi aktif dan sempat mengalami letusan pada pertengahan tahun 2014. Diketahui tinggi gunung Sangiang mencapai 1.986 meter di atas permukaan laut dan terbagi menjadi dua puncak yakni, puncak Doro Api (1.949 mdpl) dan puncak Doro Mantol (1.795 mdpl), bahkan dari puncak gunungnya dapat terlihat keindahan laut dan daratan Bima.

5. Gunung Mahangetang (Banua Wuhu)

Gunung Mahangetang yang terletak di Sulawesi Utara memiliki arti “tengah laut” lokasinya berada jauh dari daratan dan sebagian tubuhnya berada di bawah laut antara 6-8 meter. Gunung ini memilik julukan lain yakni Banua Wuhu dan pernah mengalami letusan dengan kekuatan yang cukup besar.

Tidak heran jika hingga saat ini Gunung Mahangetang masih aktif mengeluarkan gas dan panas. Hal ini dapat terlihat ketika sedang melakukan penyelaman di sekitar bawah gunung. Akan tampak gelembung-gelembung gas keluar dari dasar dan suhu air yang terasa sedikit panas.

Uniknya di sekitar tubuh gunung, tidak akan ditemukan terumbu karang. Hal ini disebabkan karena suhu air yang tinggi dan belerang yang keluar dari dalam gunung.