Categories
Bencana Alam

8 Cara Mencegah Banjir dan Tanah Longsor

Banjir telah menjadi momok yang bertahun-tahun meliputi Indonesia, khususnya ibu kota negara kita Jakarta.  Apabila musim hujan sudah tiba, maka bukan hanya di televisi, radio, atau media informasi lainnya, kata banjir akan sering menghampiri indera pendengaran kita. Dimulai dari banjir musiman, banjir 5 tahunan, banjir kiriman dan istilah banjir lainnya tidak akan habis-habis untuk diperbincangkan. Banjir dalam hal ini yang dimaksud adalah banjir air, bukan banjir lumpur,  banjir lahar, banjir rob atau selainnya.

Dampak yang ditimbulkan banjir

Banjir adalah kondisi saat sungai dan tempat penampungan air sudah tidak bisa menampung kubik air yang ada dan meluap ke daratan. Biasanya hal ini juga diakibatkan oleh kurangnya daerah resapan yang ada. Hal ini tentunya sangat meresahkan dan menyebabkan banyak kerugian. Tidak hanya bersifat ekonomis, namun juga mengganggu kesehatan karena membawa banyak bibit penyakit. Berikut ini adalah macam-macam dampak yang ditimbulkan karena adanya banjir:

  • Adanya korban jiwa, dalam skala yang besar seperti pada banjir bandang di medan beberapa waktu lalu atau dalam cakupan yang cukup luas. Tidak jarang banjir juga bisa memakan korban. Tidak hanya luka ringan, berat, bahkan kematian.
  • Sarana dan prasarana menjadi rusak, akibat arus air yang cukup kencang terkadang dapat menyeret dan merusak sarana dan prasarana yang ada seperti rumah penduduk, bangunan kantor dan fasilitas umum, jembatan, dan masih banyak lagi.
  • Harta benda banyak yang hilang, hal ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya saat banjir yang terjadi memiliki kuat arus yang cukup besar maka tak jarang ikut menyeret harta benda yang ada. Tak jarang oknum yang tidak bertanggung jawab turut campur dalam penjarahan rumah para korban banjir.
  • Areal pertanian menjadi rusak, Tumbuhan adalah makhluk hidup yang sangat rentan terhadap perubahan kondisi yang terjadi di sekitar mereka. Bahkan terkadang cuaca panas pun dapat merusak kondisi tanaman. pada saat banjir, bukan hanya kondisi berlebihnya air yang membuat tanaman rusak, namun sampah, batu-batu (baca : jenis-jenis batuan) , ranting, dan benda-benda lain yang terseret banjir dapat merusak tidak hanya tumbuhan, namun juga areal pertanian. Dampak jangka panjangnya adalah gagal panen hingga merosotnya kondisi ekonomi para petani.
  • Timbulnya berbagai macam penyakit, air yang terbawa oleh banjir berasal dari berbagai sumber. tentu saja banyak mengandung bakteri dan penyakit. Beberapa penyakit yang muncul akibat banjir diantaranya: infeksi kulit, virus leptospirosis, hepatitis A, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, terganggunya sistem pencernaan, janin tumbuh kerdil, penyakit kulit, dan lain sebagainya.

Pencegahan Banjir

Untuk mencegah banjir dan berbagai dampak negatif yang dapat terjadi sebaiknya kita mulai melakukan pencegahan sedini mungkin. Diharapkan dengan keseriusan berbagai pihak dalam pelaksanaan pencegahan banjir ini, kita bukan hanya dapat meminimalisir banjir yang terjadi namun juga bisa menghindarinya. Berikut adalah ulasan beberapa cara mencegah banjir, yaitu :

1. Membuang Sampah Pada Tempatnya

Bukan hal yang baru kita ketahui, bahwa sampah menjadi salah satu penyebab banjir.  Orang-orang yang tidak bertanggung jawab membuang sampah di jalanan dan terbawa masuk ke gorong-gorong. Akhirnya sampah tersebut terbawa hingga ke sungai dan mengakibatkan banyak dampak negatif lainnya.

Pendangkalan sungai adalah salah satu akibatnya. Dalam jangka panjang, pada saat curah hujan tinggi (baca : manfaat curah hujan yang tinggi bagi kehidupan manusia) , kubik air yang tak tertampung akan mengakibatkan banjir. Karena itulah mari membuang sampah pada tempatnya. Bukan hanya untuk mencegah banjir, namun lingkungan yang bersih akan lebih menyehatkan, bukan?

2. Membuat Saluran Air atau Terowongan Air Bawah Tanah

Banjir merupakan masalah pembuangan air. Jika sudah mengetahui akan dibuang kemana, maka membuat saluran air merupakan salah satu cara pencegahan banjir. Saluran air yang dibuat tidak boleh terhubung ke sungai mati atau sungai yang buntu (baca : ekosistem sungai) . Tapi harus dipastikan tujuannya, yaitu terhubung dengan sungai yang memiliki aliran air yang lancar dan terhubung langsung ke laut (baca : ekosistem air laut).

Di Jepang, saluran air yang dibuat berupa terowongan air bawah tanah yang cukup besar dan menuju langsung ke lautan (baca : manfaat laut). Di maksudkan dengan konstruksi ini maka kubik air yang masuk ke perkotaan dapat langsung di alirkan ke lautan dalam waktu yang singkat.

3. Mendirikan Bangunan/Konstruksi Pencegah Banjir

Bukan hanya saluran air yang baik, tapi bangunan pencegahan banjir dapat dijadikan sebagai salah satu metode pencegahan banjir (baca :jenis-jenis banjir). Bendungan dan waduk adalah konstruksi yang tepat untuk dijadikan media pencegahan banjr, dikarenakan dapat menampung kubik air yang cukup banyak sebelum di alirkan ke laut (baca : manfaat penampungan air). Sehingga air tidak sampai mengalir ke pemukiman penduduk.

4. Membersihkan dan Merawat Fasilitas Penyaluran Air

Setelah saluran air yang baik dan konstruksi bangunan pencegahan banjir telah dibangun, maka kewajiban kita adalah untuk rutin membersihkan dan melakukan perawatan sedini mungkin. Saluran air yang kotor akan memiliki aliran air yang tidak lancar dan tersumbat. Sedangkan bendungan yang tidak terawat, lebih rentan rusak dan mengalami pendangkalan . Hal ini memungkinkan potensi banjir yang lebih besar.

5. Menanam Pohon Berbatang Besar di Sekitar Rumah

Banyak saran pencegahan banjir yang mengatakan tentang penanaman pohon, namun itu saja tidak cukup. Pohon yang ditanam baiknya merupakan pohon yang dapat tumbuh besar. Hal ini dikarenakan, pohon yang besar memiliki akar yang kuat dan menciptakan rongga-rongga tanah yang lebih baik. Hal ini berfungsi agar air dapat cepat diserap oleh akar  dan resapan air ke tanah dapat lebih optimal.

6. Penciptaan Green Open Space (kawasan terbuka hijau)

Kawasan Terbuka Hijau adalah kawasan yang khusus ditujukan untuk penanaman pohon di daerah perkotaan. Hal ini digunakan sebagai pengganti hutan. Pada kota-kota yang cukup luas dan jarak kehutan cukup jauh, area resapan air sangat sedikit. Sehingga dibutuhkan area tambahan dengan fungsi pengganti.

7. Melestarikan Hutan

Hutan berfungsi sebagai sponge. Dengan menyerap air hujan dan mengalirkan perlahan-lahan ke anak-anak sungai. Mengapa   disebut sponge? hal ini dikarenakan fungsi hutan yang mampu menyerap air hujan hingga 20% (baca : fungsi hutan). Sebagian air hujan akan diikat dan sebagian lagi akan dibebaskan kembali ke atmosfer dengan melakukan kondensasi air pada saat tumbuhan melakukan fotosintesis.

Karena itulah upaya melestarikan hutan sangat penting untuk dilakukan, Selain sebagai upaya pencegahan banjir namun juga sebagai upaya pelestarian lingkungan (baca : pemanfaatan hutan). Reboisasi adalah salah satu upaya untuk melakukan pelestarian hutan.

8. Membuat Lubang Biopori

Lubang biopori adalah lubang sedalam kira2 30 cm ke dalam tanah dan berisi sampah daun-daunan. Cara kerja lubang biopori adalah dengan menarik hama cacing oleh sampah daun-daunan yang ada. Cacing kemudian akan membuat pori-pori tanah sehingga menambah tingkat resapan pada tanah (baca : lapisan tanah).