3 Karakteristik Limbah – Fisik, Kimia, dan Biologi (#Terlengkap)


Seiring berkembangnya zaman dan juga semakin banyaknya kebutuhan manusia. Seperti gadget atau teknologi yang berkembang, kebutuhan yang telah meningkat serta berbagai penemuan yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sayangnya kemajuan ini memang menjadi momok alias masalah tersendiri di Indonesia maupun di bumi. Maka semakin banyak pemenuhan kebutuhan baik dengan membuat barang, penemuan, cara atau apapun yang bertujuan untuk membantu manusia dan dianggap sebagai salah satu hal utama yang dibutuhkan sekarang. Hal inilah yang menyebabkan muncul pabrik-pabrik industri dan pabrik pembuat barang, serta kantor pelayanan jasa yang memberikan berbagai macam kelebihan dan kelemahannya.

Baca juga:

Karakteristik Limbah

Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, dari berbagai skala rumah tangga layaknya industri pertambangan, dan hasil produksi lainnya. Limbah dianggap lebih banyak menghasilkan hal negatif dibandingkan positif sehingga menjadi limbah mengganggu. Karena itulah, masyarakat haruslah memberi perhatian akan kedatangan limbah.

Karakteristik fisik Limbah

Karakteristik fisik LimbahAdapun karakteristik fisik limbah terbagi menjadi beberapa jenis yaitu :

1. Zat Padat 

Pertama dalam karakteristik fisik limbah zat yang paling bisa dideteksi adalah zat padat. Dimana total zat atau biasa disebut sebagai zat solid yakni seluruh zat padat yang tetap ada sebagai residu setelah proses pemanasan pada suhu 103°C sampai 105°C dalam laboratorium, sehingga tidak akan hancur dengan suhu panas yang rendah. Partikel padat didefenisikan sebagai supensed solid yang dapat menembus kertas saring dengan diameter minimal 1 mikro dan cukup sulit dihancurkan.

2. Bau 

Bau merupakan efek yang ditimbulkan dengan adanya limbah. Dinamakan sisa maka memiliki bau yang tidak sedap. Bau tersebut dihasilkan oleh adanya gas-gas hasil dekomposisi atau  penguraian zat organik dalam air limbah (jika limbah khusus mencemari air). Gas-gas yang dapat menimbulkan bau dalam air limbah antara lain, amonia dan senyawa organik sulfida.

Sulfida akan anda temukan jika berada di perairan yang kotor sebagai dekomposisi senyawa organik dan sampah industri. Sulfida biasanya ditemukan sebagai sulfat, jika terdapat dalam air kotor dan akan mengalami oksidasi dengan udara dan membentuk sulfida yang menimbulkan bau tidak sedap. Sehingga anda mungkin akan mencium bau yang tidak sedap jika melewati sungai yang tercemar. Dalam kondisi asam, air yang mengandung ion sulfida dapat menghasilkan hydrogen sulfida yang sangat beracun meskipun dalam konsentarsi yang rendah (0,2 ppm) dan berbahaya meskipun hanya digunakan untuk membasuh kulit.

Baca Juga :

3. Suhu 

Untuk suhu air limbah biasanya lebih tinggi dari pada suhu disekitarnya, suhu yang cukup tinggi ini juga menurunkan kadar DO (Dissolved Oxygen). Anda bisa mendeteksinya dengan menggunakan termometer biasa.

4. Warna 

Warna adalah karakteristik fisik paling mudah dilihat. Air limbah memiliki warna tertentu tergantung dari kandungan air limbahnya. Seringkali air limbah yang baru saja dibuang berwarna abu-abu ataupun akan berubah menjadi hitam. Warna ini dikarenakan adanya proses dekomposisi bahan organik dan menurunnya jumlah oksigen sampai menjadi nol dan memudarkan warnanya. Sayangnya air yang tidak berwarna bukan berarti tidak berbahaya.

5. Kekeruhan 

Air limbah terlihat keruh disebabkan zat organik, lumpur, tanah liat, serta organisme lainnya yang mengapung dan membutuhkan waktu mengendap yang lama. Semakin keruh air limbah dapat dikatakan semakin besar kandungan limbahnya yang bisa diidentifikasi sekilas saja.

Baca juga:


Karakteristik Kimia Limbah

1. Bahan Organik

Karakteristik Limbah dilihat dari bahan kimianya adalah berupa bahan organik. Air limbah terdapat beberapa kandungan bahan organik berupa protein 65%, karbohidrat 25% dan lemak ataupun minyak 10%. Lemak dalam limbah domestik bisa berasal dari sisa makanan, yang jika dibuang ke sungai akan mengapung dan menutupi permukaan air sehingga termasuk kedalam bahan organik. (Baca juga: Ekosistem Sungai) Minyak dan lemak memang tidak dapat terdegradasi dalam waktu yang singkat, karena membutuhkan waktu cukup lama maka keberadaannya akan mengganggu aktivitas organisme didalamnya dan ekosistem yang ada dalam tempat tercemar limbah.

2. BOD (Biologycal Oxygen Demand) 

BOD atau Biologycal Oxygen Demand merupakan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikro organisme dalam lingkungan air untuk mengubah bahan organik yang ada didalam lingkungan air terkait. Air buangan yang mengandung BOD akan berbahaya jika dibuang langsung.

Baca Juga :

3. DO (Dissolved Oxygen) 

Dissolved Oxygen atau oksigen terlarut yaitu sebuah kebutuhan dasar yang menyokong kehidupan tanaman dan hewan didalam air. Air memiliki kemampuan untuk menyediakan oksigen untuk kelangsungan makhluk hidup yang ada didalamnya seperti halnya di laut.

Air mengandung kira-kira 8 ppm oksigen terlarut, standar minimum oksigen terlarut yang diperlukan untuk kehidupan ikan adalah 5 ppm, apabila dibawah jumlah ini maka ikan dan biota air lainnya tidak dapat melangsungkan kehidupan dan mati.  Oksigen terlarut yang terdapat dalam air berasal dari fotosintesis tumbuhan air dan juga oksigen dari atmosfer yang masuk kedalam air.

Meskipun ikan dan hewan lainnya di dalam air bernafas menggunakan alat pernafasan khusus, namun mereka tetap membutuhkan kandungan oksigen terlarut dalam air. Sayangnya oksigen ini akan rusak dan hilang jika adanya limbah dan juga berbagai pembuangan yang merusak oksigen terlarut tersebut.

Baca Juga :

4. COD (Chemical Oxygen Demand) 

COD yaitu jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasi bahan organik dilihat secara kimiawi yang terdapat didalam air dengan sempurna agar bahan tersebut bisa berubah menjadi bentuk lainnya dengan cara alami.

5. pH (Puissance d’Hydrogen Scale) 

pH atau pun derajat keasaman adalah ukuran yang menunjukan kadar asam dan juga basa dalam suatu larutan. Larutan bersifat netral jika memiliki pH = 7,  sedangkan larutan bersifat basa jika pH > 7 dan bersifat asam jika < 7. Air limbah memiliki pH netral yang disebabkan karena adanya buffer air.

Ketika air limbah memiliki pH yang tidak netral maka akan menjadi limbah yang membahayakan. Apabila terjadi perubahan keasaman pada air limbah menjadi pH naik (alkali) maupun menjadi pH turun (asam), dapat mengganggu ekosistem air. Sedangkan pH air limbah yang sangat rendah bersifat korosif terhadap logam seperti baja serta dapat mengakibatkan perkaratan pada pipa besi.

Baca juga:

Karakteristik Biologi Limbah

Setelah Kimia dan Fisik maka karakteristik akan dilihat dari Biologi Limbah, limbah juga mempengaruhi benda tak hidup dan juga benda hidup yang bisa menimbulkan penyakit yang membahayakan. Bakteri yang digunakan sebagai indikator adalah Escherichia coli dimana bakteri yang hidup dalam kotoran manusia dan hewan ini bisa ditemukan juga dalam limbah yang dianggap membahayakan dan mencemari.

Baca Juga :

Dampak Negatif Limbah

Selain karakteristik limbah yang sudah dibahas, berikut beberapa dampak yang ditimbulkan dari adanya limbah di lingkungan tempat tinggal :

1. Eutrofikasi

Eutrofikasi yakni efek atau dampak limbah pertama pada perairan. Dimana perairan menjadi terlalu subur sehingga terjadi ledakan jumlah fitoplankton yang saling berebut mendapat cahaya untuk fotosintesis. Bukannya baik, fitoplankton di bagian bawah akan mengalami kematian secara massal termasuk hewan seperti ikan dan tanaman yang membutuhkan sinar matahari lainnya. Selain itu  terjadi kompetisi dalam mengkonsumsi O2 karena terlalu banyak organisme pada tempat tersebut. Alga dianggap cukup membahayakan untuk sebuah ekosistem di laut.

2. Plastik

Plastik, yang menjadi masalah terbesar dan paling berbahaya, selain itu masalah plastik tidak pernah ada ujungnya. Sangat banyak hewan yang hidup di laut mengkonsumsi plastik karena kesalahan dan buruknya pengelolaan limbah. Jika diekspos akan banyak hewan yang harus memakan plastik karena pembuangan yang sembarangan dan tentu saja membahayakan.

Plastik tidak dapat dicerna dan akan terus berada pada organ pencernaan hewan ini dan menyebabkan mereka mati. Selain itu, tanah yang ada pada bumi sudah banyak tercemar plastik, karena plastik tidak bisa diuraikan dan akan tetap menjadi sampah hingga puluhan tahun kedepan.

Baca Juga :

3. Menaikan Emisi CO2

Peningkatan emisi CO2 akibat dari banyaknya transportasi, penggunaan listrik berlebihan serta buangan industri akan memberi efek peningkatan kadar keasaman laut.  Hal ini menyebabkan adanya peningkatan CO2 atau karbon dioksida dan tentu akan berakibat buruk bagi manusia terkait dengan kesehatan pernafasan.  Padahal semua hal yang menyebabkan CO2 meningkat rata-rata sikap atau ulah dari manusia. Salah satu fungsi laut adalah sebagai penyerap dan penetral CO2 terbesar di bumi. Saat CO2 di atmosfir meningkat maka laut juga akan menyerap lebih banyak CO2 yang mengakibatkan meningkatnya derajat keasaman laut. Hal ini mempengaruhi kemampuan karang dan hewan bercangkang lainnya untuk membentuk cangkang. Jika hal ini berlangsung secara terus menerus maka hewan-hewan tersebut akan punah dalam jangka waktu dekat.

Dampak kesehatan yang akan ditimbulkan dari limbah antara lain adalah sebagai berikut:

  • Menyebabkan adanya sampah beracun dan berbahaya bagi semua makhluk hidup
  • Timbul penyakit yang menular dari rantai makanan dan juga penyakit baru yang tidak terdeteksi sebelumnya
  • Timbulnya penyakit jamur yang sulit dihilangkan
  • Menyebabkan penyakit kolera, diare, dan tifus serta penyakit berbahaya lainnya. Mungkin terdengar penyakit yang ringan namun bisa menyebabkan kematian
  • Timbul sampah yang dapat menimbulkan penyakit yang berhubungan dengan tikus serta hewan serangga berbahaya dan menularkan virus lainnya. Karena kita tidak pernah bisa memantau hal lainnya
  • Timbul sampah yang akan menjadi tempat perkembangbiakan lalat sehingga mudah menularkan infeksi serta hal yang membuat kita lemah dan mudah sakit.

Baca juga :

Jadi itulah beberapa karakteristik limbah yang sudah kami bahas. Limbah sendiri dapat merusak lingkungan hidup dengan zat-zat kimianya. Dampak yang ditimbulkan dari adanya limbah juga tidak main-main. Bagi kesehatan limbah sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Thursday 27th, July 2017 / 07:11 Oleh :
Kategori : Geografi Teknik