Categories
Biogeografi

Plankton Air Tawar beserta Penjelasan dan Jenisnya

Plankton adalah makhluk hidup yang berukuran kecil, serta salah satu dari kekayaan alam yang ada di bumi, terutama di Indonesia(Baca: Pengertian Kekayaan Alam Indonesia beserta Manfaatnya). Habitat plankton adalah daerah perairan, seperti perairan tawar maupun asin. Plankton dapat dikatakan sebagai salah satu sumber daya alam nabati maupun hewani. Pada dasarnya plankton adalah sisa- sisa jasad makhluk hidup. Plankton adalah makanan bagi ikan- ikan di laut seperti ikan paus atau ikan– ikan diperairan laut dalam dan dangkal (Baca: Ekosistem Laut Dalam dan Laut Dangkal di Indonesia). Plankton adalah salah satu jenis makhluk hidup yang terdiri dari tanaman dan hewan. Selain itu, plankton juga ada yang berjenis bakteri serta mikrobiologi. Plankton sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Jenis- jenis plankton antara lain: berdasarkan fungsinya, berdasarkan penyebarannya, berdasarkan daur hidup, dan berdasarkan ukuran tubuhnya.

1. Berdasarkan Fungsinya

Plankton adalah makhluk hidup air yang memiliki banyak jenis. Jenis- jenis plankton dilihat dari fungsi hidupnya. Plankton dapat dikatakan sekumpulan makhluk yang memiliki peran penting bagi kehidupan di dalam air, baik itu di air tawar dan di air asin (Baca: Ekosistem Air Tawar dan Air Laut). Jenis- jenis plankton berdasarkan fungsinya adalah:

  1. Fitoplankton adalah plankton dengan jenis tumbuh- tumbuhan. Plankton ini dapat membuat makanan sendiri melalui fotosistesis ukuran plankton ini hanya sekitar 2 hingga 200 mikro meter. Sehingga tidak dapat dilhat oleh mata. Akan tetapi, jika plankton ini saling berkumpul, akan terlihat kehijauan. Karena di dalam plankton ini mengandung klorofil. Plankton ini termasuk produsen utama di dalam kehidupan laut.
  2. Zooplankton adalah plankton jenis hewani. Plankton berasal dari sisa- sisa hewan. Zooplankton tidak dapat membuat makanan sendiri, sehingga sangat bergantung dengan fitoplankton sebagai sumber makanan. Ukuran dari zooplankton adalah 0.2 hingga 2 mm. akan tetapi plankton yang dapat berukuran sangat besar, seperti ubur- ubur yang dapat berukuran hingga 1 meter.
  3. Bakterioplankton adalah plankton yang berbentuk seperti bakteri, serta memiliki tugas yang sama dengan bakteri, yaitu mengurai sisa- sisa tubuh makhluk hidup yang mati. Kegiatan plankton ini dalam mengurai jasad makhklk hidup, sangat membantu fitoplankton dalam fotosintesis. Interaksi antara fitoplankton dengan bakterioplankton adalah jenis simbiosis mutualisme (Baca: Interaksi dalam Ekosistem Biotik dan Abiotik).
  4. Vivioplankton adalah virus yang berbentuk plankton. Plankton ini berukuran sangat kecil. Tidak lebih dari 0,2 mikrometer. Karena virus, maka plankton ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa inang. Yang biasa dijadikan inang adalah fitoplankton dan bakterioplankton. Viviplankton dapat mendaur carbon yang ada di dalam air.

2. Berdasarkan Daur Hidupnya

Plankton adalah jenis hewan atau tumbuhan yang memiliki sistem daur ulang tubuh yang sangat unik, dan berbeda dari makhluk hidup lainnya. Plankton ini dapat berubah menjadi bentuk lain saat telah mencapai usia, atau benar- benar menajdi plankton hingga akhir hayat. Plankton berdasarkan daur hidupnya adalah:

  1. Holoplankton adalah plankton dengan sifar planktonik. Planktonik adalah sifat dimana plankton jenis ini tidak pernah merayap. Dan hanya mengambang mengikuti arus yang dibawa oleh air. Holoplankton tersusun dari fitoplankton dan zooplankton.
  2. Meroplankton adalah jenis yang dapat dikatakan sebagai plankton setengah- setangah. Karena olankton jenis hanya akan menjadi plankton saat masih kecil atau saat masih menjadi larva. Saat sudah dewasa, maka plankton jenis ini akan berubah menjadi hewan berjenis nektus atau bentus. Nektus adalah hewan yang selalu berada di dasar laut, dan tidak bisa melayang. Sedangkan bentus adalah hewan yang selalu melayang dan terbawa arus.
  3. Tikoplankton adalah plankton yang berjenis bentus. Karena berjenis bentus, plankton ini selalu pasrah mengikuti kamana arah arus akan membawanya.

3. Berdasarkan Penyebarannya

Laut adalah bagian bumi yang miliki kedalaman lapisan. Lapisan- lapisan memisahkan setiap ekosistem di dalamnya (Baca: Ekosistem Air Laut : Pengertian, Ciri-ciri dan Jenisnya). Hal ini juga sama terjadi dengan plankton. Plankton juga hidup berdasarkan lapisan kedalaman laut serta dimana dia akan tinggal. Jenis plankton berdasarkan penyebarannya terbagi menjadi dua, yaitu horizontal dan vertikal.

  1. Horizontal adalah persebaran plakton dilihat melalui daerah dimana plankton tersebut hidup. pada jenis ini, dibagi menjadi dua yaitu neritik dan oseanik
    1. Neritik adalah plankton yang hidup di tempat dengan kadar garam yang rendah. Plankton jenis ini dapat tinggal di air tawar maupun air payau. Salah satu daerah dengan air payau adalah rawa- rawa. Jenis plankton di sini mengalami komposisi tubuh yang komplek. Hal ini karena adanya pasang surut air laut, yang menyebabkan tubuh berubah sesuai jenis air.
    2. Oseanik adalah plankton yang hidup di lautan luas. Jumlah plankton ini jauh lebih banyak dan lebih bervariasi.
  2. Vertikal adalah jenis plankton yang tersebar berdasarkan tingkat kedalaman. Tingkat kedalaman di sini dapat dilihat dari tingkat kedalaman sungai, maupun tingkat lapisan kedalaman laut. Semakin dalam, suhu di laut akan semakin dingin, dan sinar matahari akan semakin sulit untuk masuk. Jenis plankton ini dibagi menjadi 3 yaitu:
    1. Epiplankton adalah plankton yang hidup hingga kedalaman 100 meter. Jenis plankton ini terbagi menjadi 3, yaitu neuston yang berada hampir dipermukaan, hiponeuston berada sekitar 10 cm, dari permukaa, dan pleuston yang sebagian tubuhnya menyembul ke permukaan air.
    2. Mesoplankton

Mesoplankton adalah olankton yang hidup dikedalaman 100 hingga 400 meter. Daerah ini adalah daerah yang mendapatkan sedikit cahaya. Sehingga lebih banyak ditemukan zooplankton daripada fitoplankton

  1. Hipoplankton adalah plankton yang hidup di perairan dalam. Plankton ini hidup pada kedalaman lebih dari 400 meter. Plankton ini dapat ditemukan di lautan paling dalam di dunia.

4. Berdasarkan Ukurannya

Plankton memiliki banyak ukuran. Setiap ukuran terbagi menjadi 6 jenis. Yaitu:

  1. Ultrananoplankton adalah plankton yang memiliki ukuran sangat kecil. Ukuran nanoplankton kurang fari 2 mikrometer. Sehingga plankton ini hampir tidak dapat dilihat oleh mata manusia.
  2. Nanoplankton adalah plankton yang berukuran mulai dari 2 mikrometer hingga 20 mikrometer.
  3. Netplankton adalah plankton yang sering tertangkap jaring nelayan yang berukuran 20 mikrometer.
  4. Mesoplankton adalah plankton yang memiliki ukuran 0,2 hingga 2 mm
  5. Makroplankton adalah plankton yang memiliki ukuran 2 cm hingga 20 cm
  6. Megaplankton adalah plankton terbesar dengan ukuran 20 cm hingga 200 cm

Plankton pada dasarnya dapat hidup di segala jenis air. Akan tetapi ada beberapa plankton yang lebih mudah ditemukan di air tawar, karena karakternya yang lebih dapat hidup di air tawar.

Plankton yang Hidup di Air Tawar

Plankton air tawar adalah plankton yang hidup di air tawar. Air tawar adalah salah satu jenis ekosistem air. Plankton ini lebih banyak berjenis fitoplankton. Plankton air tawar berbentuk tanaman yang biasa menjadi makanan bagi ikan- ikan air tawar. Plankton air tawar rata- rata berbentuk seperti tanaman alga. Plankton air tawar, sudah mulai di budidaya oleh manusia. Hal ini karena, memberi makan ikan dengan plankton, lebih baik dan lebih mudah. Beberapa plankton jenis fitoplankton di budidaya di tambak- tambak. Jenis- jenis plankton air tawar adalah:

1. Alga Hijau

Jenis fitiplankton yang memiliki banyak klorofil di dalamnya. alga hijau sering kita jumpai di ekosistem danau, waduk, maupun rawa- rawa. Akan tetapi, alga hijau ini juga dapat hidup di laut. Jenis- jenis alga hijau ini adalah:

  1. Cholorella adalah jenis alga hijau yang memiliki sel tungga. Memiliki ukuran yang sangat kecil, dan berkembang biak dengan cara membelah sel.
  2. Choloroccum adalah salah satu jenis alga hijau yang juga bersel tunggal. Baik cholorella maupun choloroccum adalah jenis plankton yang diam, dan tidak bergerak.
  3. Chlamidomonas adalah alga hijau bersel tungga yang dapat bergerak.

Selain contoh di atas, ada juga jenis alga hijau yang berbentuk koloni. Setiap koloni dibagi menjadi 3 yaitu koloni yang tidak bergerak, bergerak, dan berbentuk seperti benang hijau.

2. Chrysopyta atau Alga Keemasan

Alga jenis ini adalah plankton yang memiliki warna tubuh hijau keemasan. Alga ini dapat hidup di air tawar maupun di air laut. Alga keemasan memiliki jenis yang bersel tunggal dan bersel majemuk. Ada 3 macam jenis alga keemasan ini, yaitu:

  1. Alga hijau keemasan adalah jenis alga yang memiliki pigmen hasil penggabungan antara unsur hijau dari klorofil serta unsur kuning dari xantofil.
  2. Alga keemasan adalah jenis alga yang memiliki warna hasil dari pigmen emas atau karoten dan klorofil. Alga ini adalah alga yang memiliki sel tunggal.
  3. Diatom adalah jenis alga yang banyak ditemukan di tanah yang basah. Jenis alga ini, membuat tanah menjadi berwarna keemasan. Alga jenis ini adalah jenis alga yang memiliki sel majemuk, dan bereproduksi dengan cara membelah diri.

3. Pyrrhophyta atau Alga Api

Alga jenis ini adalah plankton yang memiliki warna kekuningan. Nama lain dari alga ini adalah Dino Flagellata. Alga ini adalah alga yang memiliki satu sel, dan berkembang biak dengan cara membelah diri.

4. Euglenophyta

Euglenophyta adalah jenis plankton air tawar yang unik. Hal ini karena jenis plankton ini memiliki bentuk seperti binatang, serta mampu bergerak bebas karena memiliki alat gerak berupa flagel. Tetapi, Euglenophyta termasuk jenis tumbuhan, karena memiliki klorofil di dalamnya, serta mampu berfotosintesis. Jenis plankton ini juga memakan zat- zat organik. Jenis plankton ini berkembak biak dengan cara membelah diri. Plankton jenis ini mudah ditemukan di ekosistem sungai.

Baca Juga: