20 Fakta Tentang Zaman Es

Para ahli mengetahui jika planet Bumi terus mengalami perubahan hingga mencapai bentuk yang ideal seperti saat ini. Sejak awal pembentukan, Bumi terus berubah bahkan menurut skala waktu relatif perubahannya terbagi menjadi empat kelompok besar masa atau era.

Salah satunya yakni Era atau Masa Kenozoikum yang berlangsung sejak 65 juta tahun lalu. Pada Masa Kenozoikum sendiri terbagi lagi menjadi 2 jenis zaman yakni zaman Tersier dan zaman Kuarter.

Untuk zaman Kuarter terdapat salah satu periode yang dikenal dengan sebutan zaman es. Diketahui jika zaman es dimulai sekitar 20.000 tahun yang lalu dan telah berakhir sekitar 10.000 tahun lalu atau pada saat awal Holocene (akhir Pleistocene).

Zaman es merupakan kondisi waktu suhu menurun dalam jangka waktu sangat lama dalam iklim Bumi yang mengakibatkan terjadi peningkatan dalam keluasan es pada kawasan kutub serta gletser gunung. Jika dilihat secara geologis, zaman es merujuk pada waktu lapisan es di belahan bumi selatan dan utara.

Berikut beberapa fakta mengenai zaman es yang perlu diketahui.

  1. Salah satu penyebab terjadinya zaman es yakni terjadinya proses pendinginan aerosol yang sering dialami oleh planet Bumi.
  2. Saat zaman es terjadi, Bumi mengalami penurunan suhu secara bertahap sehingga terjadi perluasan lapisan es di hampir seluruh permukaan Bumi.
  3. Terdapat dua fase waktu yang terjadi secara bergantian selama zaman es berlangsung, yakni fase glasial dan fase interglasial. Fase glasial merupakan fase saat planet Bumi berada pada kondisi sangat dingin, sedangkan fase interglasial yakni fase ketika suhu Bumi menjadi hangat.
  4. Menurut para ahli zaman es merupakan suatu fase yang alami, bahkan selama sejarah planet Bumi telah mengalami 5 kali zaman es. Masing-masing kelima zaman es terjadi selama beberapa ratus juta tahun.
  5. Saat ini manusia di Bumi sedang berada pada zaman es sebab secara teknis masih terdapat lapisan  es abadi yang terdapat di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Lebih spesifik lagi Bumi berada di fase interglasial sehingga suhu Bumi terbilang hangat bagi manusia.
  6. Ketika fase glasial akhir lapisan es dari Kutub Selatan atau Antartika menyebar dari Kanada hingga Skandinavia. Sedangkan lapisan es di Arktik atau Kutub Utara menyebar ke Australia, selatan negara Chili dan Afrika Selatan.
  7. Air laut mengalami penurunan hingga 120 meter lebih rendah dari posisinya saat ini. Hal ini disebabkan karena air dan udara membeku di bagian utara dan selatan Bumi.
  8. Indonesia pernah menjadi benua besar di bagian barat dan timur ketika zaman es terjadi. Saat itu selat Malaka, laut Natuna, laut Jawa, laut Arafura adalah sebuah daratan, sedangkan pulau Sumatera, Malaysia, pulau Jawa, dan pulau Kalimantan menjadi satu di bagian barat, dan untuk bagian timur terdapat pergabungan Papua dan Australia.
  9. Benua Sundaland merupakan sebutan untuk wilayah Indonesia barat dan benua Sahul untuk wilayah Indonesia timur ketika zaman es berlangsung.
  10. Ketika zaman es, daratan Negara Rusia bersatu dengan daratan Amerika menjadi benua Beringia, dan benua Doggerland untuk gabungan daratan Inggris dengan benua Eropa.
  11. Menurut jurnal Nature, para peneliti menggunakan permodelan untuk mengetahui suhu rata-rata zaman es. Berdasarkan penelitian suhu global rata-rata sekitar 19.000 sampai dengan 23.000 tahun lalu yakni 6 derajat celcius, lebih dingin jika dibandingkan dengan suhu global di abad ke-20 (14 derajat celcius).
  12. Secara umum pendinginan selama zaman es, berlangsung tidak merata di seluruh wilayah di Bumi. Suhu paling rendah terjadi kawasan kutub dan semakin meningkat di daerah garis khatulistiwa.
  13. Es-es yang ada di zaman es fase glasial sangat berpengaruh dalam membuat samudera Arktik dan laut Nordik menjadi suatu perairan tawar. Kedua perairan tersebut tertutup oleh es hingga 900 meter dan secara cepat pada fase akhir glasial berubah menjadi asin akibat samudera Atlantik.
  14. Lapisan es yang menutupi samudera Arktik bertahan hingga 150.000 sampai dengan 130.000 tahun lalu. Kemudian terjadi lagi pada 70.000 hingga 60.000 tahun lalu. Akibatnya banyak air tawar menumpuk di bagian bawah es dan membuat samudera Arktik memiliki air yang segar selama ribuan tahun.
  15. Zaman es berakhir yang mencapai puncaknya pada 18.000 tahun lalu, melahirkan spesies baru yakni Homo sapiens atau manusia yang menjadi makhluk darat paling dominan di Bumi.
  16. Homo sapiens hidup sebagai suku pemburu-pengumpul, membuat pakaian hangat dari bulu binatang, membangun tempat perlindungan dari tulang mammoth, bahkan mengumpulkan persediaan makanan dengan cara menguburnya pada permafrost atau lemari es alam.
  17. Hewan yang hidup di zaman es beradaptasi dengan mempunyai bulu tebal agar dapat bertahan hidup di suhu yang sangat dingin.
  18. Hewan-hewan megafauna seperti mammoth, harimau gigi pedang, beruang raksasa, dan mastodon mengalami kepunahan saat periode zaman es akhir.
  19. Pemanasan global seperti sekarang ini menyebabkan fase interglasial berlangsung lebih lama. Menurut para ahli fase interglasial dapat berakhir sekitar 30 ribu tahun lagi.
  20. Terdapat Minor atau Little Ice Age di antara zaman es besar. Tercatat minor Ice Age terakhir kali terjadi pada abad ke-12 dan ke-14 dengan yang terburuk pada tahun 1500 sampai dengan 1850, mengakibatkan belahan Bumi bagian utara menjadi sangat dingin, lautan membeku, negara-negara pegunungan mendapat serangan gletser, dan selama beberapa tahun tidak ada musim panas. Hingga kini para ilmuwan masih mencari penyebab minor ice age tersebut.
fbWhatsappTwitterLinkedIn