Tanah Latosol : Pengertian, Karakteristik, dan Jenis Tanaman yang Hidup

Manusia, binatang, dan tumbuh- tumbuhan merupakan makhluk hidup yang menghuni planet Bumi (baca: planet di tata surya). Planet Bumi jika dilihat dari luar angkasa akan memiliki warna putih, biru dan juga coklat (baca: ciri- ciri planet ). Warna biru berarti perairan yang berupa lautan atau samudera (baca: daftar samudera di dunia) yang membentang luas di permukaan Bumi. Warna coklat atau kehitam- hitaman melambangkan daratan, sementara warna putih bisa saja menggambarkan salju di permukaan Bumi.

Permukaan Bumi adalah tempat dimana makhluk hidup tinggal. Dari warna- warna yang telah disebutkan di atas, kita mengetahui bahwasannya permukaan Bumi terdiri dari dua macam, yakni perairan dan juga daratan. Perairan bisa saja berupa macam- macam laut, samudera atau beberapa sumber air yang ada di tengah- tengah daratan seperti macam-macam danau. Sementara daratan terdiri dari tanah. Daratan di Bumi memang sebagian besar terdiri tanah.

Berbicara mengenai daratan (baca: ekosistem darat). Daratan merupakan tempat yang dihuni oleh manusia. Selain manusia, ada pula binatang, tumbuh- tumbuhan bahkan mikroorganisme yang tinggal di daratan. Berbicara mengenai daratan ini kita akan terlepas dari persoalan tanah. Tanah adalah faktor utama yang membentuk daratan. Tanah adalah pijakan manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari- hari. Tanpa adanya tanah, maka beragam kegiatan manusia pun akan sulit dilaksanakan. Di berbagai belahan Bumi, ada banyak sekali jenis daerah yang tidak serupa dengan yang lainnya. Dengan kata lain antara daerah satu dengan daerah lainnya memiliki karakteristik yang berbeda- beda. Hal ini juga akan berdampak pada jenis tanah yang ada di masing- masing daerah. Oleh karena tanah yang berbeda- beda maka tanah ada banyak sekali jenisnya.

Jenis- jenis Tanah

Tanah sebagai salah satu bentuk elemen yang sangat dibutuhkan oleh makhuk hidup. Tanah merupakan tempat berpijak bagi semua makhluk hidup yang hidup di daratan. Oleh karena itulah tanaman hanya akan bertumbuh besar  apabila diletakkan langsung ke tanah. Sama halnya dengan air yang mempunyai jenis bermacam- macam, ternyata tanah juga mempunyai jenis yang berbeda- beda. Jenis tanah yang berbeda- beda ini slah satunya karena disebabkan oleh lokasi. Jenis- jenis tanah ini ada banyak. Beberapa jenis tanah yang dapat kita temukan antara lain adalah Tanah liatTanah humusTanah kapurTanah aluvialTanah podsolTanah andosolTanah entisolTanah grumusolTanah litosol, Tanah mergel, Tanah organosol, Tanah laterit dan lain sebagainya.

Itulah beberapa macam jenis tanah yang dapat kita temui dalam kahidupan sehati- hari. dari beberapa jenis tanah tersebut ada satu tanah yang akan kita bahas dalam artikel ini. Tanah yang dimaksud adalah tanah latosol atau inceptisol.

Pengertian Tanah Latosol

Bagi planet Bumi, tanah memang bukan merupakan hal yang asing. Karena kerak Bumi merupakan permukaan yang terdiri dari daratan dan perairan saja. Sementara daratan sendiri paling banyak berupa tanah. Karena berbagai tempat di Bumi mempunyai karakteristik yang berbeda- beda, maka  adalah yang wajar apabila tanah yang ada di Bumi berbeda- beda pula. Perbedaan tanah di setiap daerah ini dikarenakan berbagai macam faktor. Adapun salah satu jenis tanah yang ada adalah tanah latosol. Tanah latosol merupakan tanah yang tidak sulit untuk kita jumpai di Indonesia.

Tanah laterit dikenal juga sebagai tanah inceptisol yang pernah kita bahas sebelumnya. Tanah latosol atau tanah insepticol merupakan tanah yang mempunyai lapisan solum. Lapisan solum yang dimiliki oleh tanah latosl ini cenderung tebal dan bahkan sangat tebal. Lapisan solum tanah ini antara 130 cm hingga 5 meter dan bahkan lebih. Batas horison dari tanah ini tidaklah begitu terlihat jelas. Untuk informasi yang lebih mendetail mengenai tanah ini kita akan membahasnya di dalam artikel ini. Artikel ini akan menjelaskan mengenai tanah latosol dan berbagai informasi mengenai tanah tersebut.

Karakteristik Tanah Latosol

Sebagai salah satu jenis tanah yang ada di permukaan Bumi, tanah latosol berbeda dengan jenis tanah yang lainnya. Setiap jenis tanah mempunyai ciri- cirinya masing- masing. Begitu pula dengan tanah latosol ini. Tanah latosol atau tanah inceptisol merupakan tanah yang mempunyai beberapa ciri atau karakteristik tertentu. Adapun ciri- ciri dari tanah latosol  atau inceptisol antara lain sebagai berikut:

  • Memiliki solum tanah yang agak tebal hingga tebal, yakni mulai sekitar 130 cm hingga lebih dari 5 meter.
  • Tanahnya berwarna merah, coklat, hingga kekuning- kuningan
  • Tekstur tanah pada umumnya adalah liat
  • Struktur tanah pada umumnya adalah remah dengan konsistensi gembur
  • Memiliki pH 4,5 hingga 6,5, yakni dari asam hingga agak asam
  • Memiliki bahan organik sekitar 3% hingga 9%, namun pada umumnya hanya 5% saja
  • Mengandung unsur hara yang sedang hingga tinggi. unsur hara yang terkandung di dalam tanah bisa dilihat dari warnanya. Semakin merah warna tanah maka unsur hara yang terkandung adalah semakin sedikit.
  • Mempunyai infiltrasi agak cepat hingga agak lambat
  • Daya tanah air cukup baik
  • Lumayan tahan terhadap erosi tanah

Itulah beberapa karakteristik atau ciri- ciri yang dimiliki oleh tanah latosol atau tanah inceptisol. Ciri- ciri tersebut merupakan ciri khas dari tanah latosol yang kemungkinan besar tidak akan dimiliki oleh jenis tanah yang lainnya. Dari ciri- ciri tersebut maka kita sudah bisa membedakan bagaimana rupa tanah latosol jika kita menemui di sekitar lingkungan kita.

Kandungan Tanah Latosol

Tanah sebagai elemen dari Bumi yang keberadaannya sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itulah tanah merupakan elemen yang sangat pokok. Adapun fungsi tanah tidak hanya sebagai pijakan dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari- hari saja, namun masih banyak lagi fungsi atau manfaat dari tanah. Salah satu manfaat dari tanah adalah untuk bercocok tanam. Agar tumbuh- tumbuhan hidup subur dengan menancapkan akar mereka di dalam tanah, maka tanah harus mempunyai kandungan- kandungan yang dapat menyuburkan tanaman. Semua jenis tanah di dunia ini mempunyai kandungan yang berbeda- beda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini juga berlaku untuk tanah latosol. Tanah latosol atau inceptisol mempunyai kandungan yang berbeda dengan tanah- tanah yang lainnya. Adapun kandungan yang dimiliki oleh tanah latosol antara lain adalah sebagai berikut:

  • Memiliki solum tanah yang tebal
  • Bahan organik rata- rata sebesar 5%
  • Unsur hara sedang hingga tinggi

Tanaman yang Dapat Hidup di Tanah Latosol

Tanah latosol atau inceptisol yang merupakan jenis tanah mineral, cukup cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh di tanah latosol atau inceptisol antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Tebu

Tanaman yang dapat tumbuh di tanah latosol atau inceptisol yang pertama adalah tebu. Tebu merupakan tanaman yang sangat penting karena digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gula pasir. Tanaman tebu ini baik di tanam pada tanah latosol di ketinggian kurang dari 1.300 m di atas permukaan laut. Sedangkan curah hujan yang baik adalah sekitar 1.500 hingga 3.000 mm per tahun dan suhu rata- rata adalah 24 hingga 30ᵒ Celcius.

  1. Kakao atau coklat

Selain tebu dan tembakau, tanah latosol juga baik untuk menanam coklat. Tanah latosol ini baik untuk ditanami coklat pada ketinggian 500 – 800 m DPL, memiliki curah hujan antara 1.100 hingga 3.000 mm per tahun, memiliki suhu antara 15 – 31ᵒ C dan kelembapan udara antara 7- hingga 80%


  1. Tembakau

Selain tebu, tanah latosol juga dapat ditumbuhi oleh tanaman yang lainnya, yaitu tembakau. Tembakau adalah bahan baku untuk membuat rokok. Tidak dipungkiri, Indonesia sendiri banya mempunyai ladang tembakau. Tenaman tembakau akan tumbuh dengan maksimal apabila ditanam pada tanah latosol di tempat yang mempunyai ketinggian antara 80 hingga 550 m di atas permukaan air laut, curah hujan sekitar 2.000 mm per tahu, suhu sekitar 18- 27ᵒ Celcius dan disinari matahari secara penuh.

  1. Panili

Tanah latosol juga baik untuk ditumbuhi oleh tanaman panili. Tempat yang baik yang dipilih adalah yang memiliki ketinggian antara 0 hingga 800 m DPL, memiliki curah hujan antara 850 – 2.950 mm per tahun, suhu sekitar 20ᵒ Celcius, dan kelembapan atara 70 – 80%.

  1. Pala

Tanaman selanjutnya adalah pala. Pala cocok ditanam di tanah inseptisol pada ketinggian antara 0 – 700 m DPL, curah hujan antara 2.000 – 3.000 mm per tahun, dan suhu antara 20 – 30ᵒ C.

Itulah beberapa tanaman yang dapat tumbuh, bahkan sangat baik untuk tumbuh di tanah latosol. Di Indonesia sendiri persebaran tanah latosol ini ada di daerah Papua, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan juga Maluku. Tanah latosol atau inceptisol ini banyak terdapat di lembah- lembah, jalur aliran sungai atau dataran pantai (baca: ekosistem pantai).

, , , ,
Oleh :
Kategori : Tanah