Categories
Gunung

20 Gunung Berapi yang Tidak Aktif di Indonesia

Coba kita perhatikan alam di sekeliling kita? Jika kita berada di Indonesia, maka kita akan dengan mudah menemukan berbagai keindahan alam. Beberapa objek alamiah yang berhasil membuat mata kita tidak bosan- bosan memandang adalah pemandangan alam. Jenis pemandangan alam ada banyak sekali, terlebih kita hidup di Indonesia, dimana ada ribuan pemandangan alam yang akan membuat kita tidak bosan- bosan. Objek- objek pandangan atau pemandangan alam yang ada di Bumi Indonesia antara lain gunung (baca: erupsi gunung berapi), pantai (baca: ekosistem pantai), danau (baca:macam- macam danau), air terjun (baca:air terjun tertinggi di indonesia), sungai (baca: ekosistem sungai), dan lain sebagainya. Objek- objek wisata tersebut menjadi favorit dan tujuan hampir semua traveller yang ada di Indonesia. Objek- objek wisata tersebut selain indah juga tidak terlalu mahal, karena biasanya tiket dibeli dengan harga yang murah.

Gunung Berapi Tidak Aktif di Indonesia

Berbicara mengenai objek wisata alam seperti yang telah disebutkan di atas, kita mengenal salah satunya adalah gunung (baca: gunung tertinggi di kalimantan). Gunung juga merupakan salah satu objek wisata yang cukup diminati. Selain karena udara yang dimilikinya sejuk, wisata gunung ternyata mampu menantang adrenalin. Di ketinggian, kita akan melihat pemandangan yang tak pernah kita lihat sebelumnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa orang- orang suka mendaki gunung.

Dalam kegiatan pendakian, kita harus memperhatikan kondisi gunung yang akan kita daki. Tidak hanya medan yang aman, namun juga kondisi gunung. Kita mengenal ada gunung berapi (baca: jenis letusan gunung berapi) aktif dan tidak aktif. Ketika kita mendaki gunung berapi, maka kita harus memperhatikan apakah kondisi gunung sedang aman atau tidak. Namun ketika gunung yang kita daki merupakan gunung api yang tidak aktif, maka satu hal sudah dalam kondisi aman. Maka dari itulah memilih bukan gunung api menjadi satu poin positif yang harus diperhatikan. Berbicara mengenai gunung berapi yang tidak aktif, kali ini kita akan mengenal gunung- gunung berapi yang tidak aktif di Indonesia pada artikel kali ini. Berikut ini adalah gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi di Indonesia:

  1. Gunung Argapura, Jawa Timur

gunung argopuroGunung berapi yang sudah tidak aktif di Indonesia yang pertama adalah gunung Argapura. Gunung Argapura merupakan gunung yang berada di wilayah provinsi Jawa Timur. Gunung Argapura juga sering dipanggil Gunung Argopuro. Gunung Argapura memiliki ketinggian 3. 088 meter di atas permukaan air laut (baca: ekosistem air laut). Gunung Argapura berada di kawasan Suaka Margasatwa Pegunungan Yang, maka dari itulah kompleks pegunungan ini sering disebut sebagai  Yang- Argapura. Gunung Argapura merupakan pucak gunung yang paling tinggi dari Pegunungan Iyang yang terdapat pada posisi di antara Gunung Semeru dan juga Gunung Raung. Gunung Argapura memiliki beberapa puncak yang terkenal, yakni Puncak Rengganis atau Welirang, dan yang paling tinggi dinamakan puncak Argopuro (Gunung Argapura ini) yang berada pada jarak sekitar 200 meter arah selatan Puncak Rengganis. Puncak Argopuro ditandai dengan sebuah tugu ketinggian atau triangulasi.

Secara umum, gunung Argopuro memiliki ketinggian sekitar 3. 088 meter di atas permukaan air laut. Banyak gunung di Jawa Timur yang telah didaki, termasuk juga gunung Argapura ini. Pendakian Gunung Argapura memiliki jalur pendakian yang cukup panjang meskipun ketinggiannya hanya sekitar 3.000 meter di atas permukaan air laut (baca: bentuk permukaan bumi). Bahkan gunung Argapura merupakan gunung yang memiliki trek pendakian terpanjang di Pulau Jawa, yakni sekitar 63 km.

  1. Gunung Arjuna, Jawa Timur

gunung arjunaGunung berapi yang sudah tidak aktif selanjutnya adalah gunung Arjuna. Sama seperti gunung Argapura, gunung Arjuna ini berada di Provinsi Jawa Timur, tepetnya di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dengan Kabupaten Pasuruan. Gunung berapi kerucut (tidak aktif) ini memiliki ketinggian yang mencapai 3.339 meter di atas permukaan air laut, dan merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah gunung Semeru dan juga Gunung Raung. Gunung Arjuna berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Pendakian ke gunung Arjuno ini bisa dicapai melalui beberapa titik pendakian yang cukup terkenal, yakni titik pendakian Lawang, Tretes, dan juga Batu.

Gunung Arjuna terletak bersebelahan dengan Gunung Welirang, Gunung Kembar I dan Gunung Kembar II. Puncak gunung Arjuna ini terletak di satu pegunungan yang sama dengan puncak gunung Welirang, sehingga kompleks gunung ini sering disebut juga dengan Arjuno – Welirang.

  1. Gunung Aseupan, Banten

gunung aseupanGunung berapi yang sudah tidak aktif selanjutnya adalah Gunung Aseupan  yang berada di Provinsi Banten. Gunung Aseupan ini lebih tepatnya berada di Kabupaten Pandeglang. Gunung Aseupan merupakan gunung yang dianggap mistis bagi penduduk di sekitarnya. Gunung yang memiliki ketinggian hingga 1. 174 meter di atas permukaan air laut ini jarang didaki oleh para pendaki gunung. Hal ini dibuktikan dengan minimnya informasi yang dibagikan tentang gunung ini, dan juga rapatnya jalur pendakian yang sebagian besar ditutupi oleh tanaman paku- pakuan. Yang menarik dari Gunung Aseupan ini adalah bahwa gunung ini digunakan sebagai habitat dari tanaman langka, yakni kantong semar. Populasi Kantong semar dapat dite temukaan di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan air laut (baca:macam-macam laut) .

  1. Gunung Cikurai, Jawa Barat

gunung cikuraySelanjutnya ada gunung Cikurai yang berada di provinsi Jawa Barat. Gunung Cikurai juga merupakan salah satu gunung api yang sudah tidak aktif lagi. Gunung Cikurai ini merupakan salah satu gunung yang bertipe Stratovolcano yang berada di Dayeuhmanggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung Cikurai ini memiliki ketinggian hingga 2. 81 meter di atas permukaan air laut. Gunung Cikurai, pada puncaknya tidak terdapat kawah aktif karena bukan termasuk gunung yang aktif. Apabila dilihat dari keadaan iklimnya (baca: iklim di indonesia), hutan ini memiiliki iklim tropis dimana masih banyak tumbuhan tropis yang hidup di gunung ini.

  1. Gunung Lurus, Jawa Timur

gunung lurusSelanjutnya adalah gunung Lurus. Gunungini merupakan gunung berapi yang sudahtidak aktif lagi. Gunung Lurus terletak di provisi Jawa Timur menyusul gunug- gunung yang telah disebutkan di atas. Gunung Lurus  terletak di pantai utara (baca: manfaat pantai) Jawa  hingga ke Timur yang termasuk dalam kawasan Pegunungan Iyang. Gunung Lurus berada di ketinggian 539 meter di atas permukaan air laut.

  1. Gunung Batok, Jawa Timur

gunung batokSetelah gunung Lurus, gunung api yang sudah tidak aktif selanjutnya adalah Gunung Batok. Gunung Batok merupakan gunung yang ada di Daerah Jawa Timur. Gunung Batok merupakan gunung yang cukup tinggi, dimana ketinggian dari gunung ini mencapai 2. 440 meter di atas permukaan air laut. Gunung Batok berdiri gagah di antara empat Kabupaten yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan juga Kabupaten Malang. Secara geografis, Gunung Batok ini memiliki letak yang berdekatan dengan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Gunung Batok merupakan salah satu gunung yang terletak di kawasan Pegunungan Tengger d,an termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (baca: taman hutan raya). Gunung Batok memang tidak seterkenal gunung- gunung tetangganya yakni Bromo dan Semeru, namun percayalah, pemandangan yang dimiliki oleh gunung Batok ini tidak akan kalah menarik dari kedua gunung terkenal yang menjadi tetangganya itu.

  1. Gunung Sumbing, Temanggung – Magelang – Wonosobo

gunung sumbingSiapa yang tak mengenal Puncak Sumbing atau Gunung Sumbing? Gunung Sumbing merupakan gunung yang sangat terkenal di kalangan rakyat Jawa Tengah dan Yogyakarta.  Gunung Sumbing merupakan satu objek wisata yang sangat diminati oleh berbagai kalangan. Gunung Sumbing bukan hanya dinikmati oleh para pendaki, namun juga orang yang melewati daerah di sekitar Gunung ini. Gunung Sumbing memiliki ketinggian sekitar 3. 371 meter di atas permukaan air laut. Dengan ketinggian yang dimilikinya, Gunung Sumbing menjadi gunung tertinggi ketiga di pulau Jawa setelah Gunung Semeru dan Gunung Slamet. Selain tinggi, Gunung Sumbing juga sangat terkenal keindahannya. Berdiri di wilayah tiga kabupaten yakni Temanggung, Magelang dan Wonosobo, bersama dengan Gunung Sindoro, gunung Sumbing membentuk pemandangan gunung kembar seperti halnya Gunung Merapi dan Merbabu. Celah yang memisahkan gunung Sumbing dengan gunung Sindoro merupakan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo yang sering disebut dengan “Kledung Pass”. Jalur ini menjadi jalan yang memiliki pemandangan yang sangat indah.

  1. Gunung Jayawijaya, Papua

gunung jayawijayaSiapa yang tak mengenal Gunung Jayawijaya? Gunung Jayawijaya merupakan gunung yang sangat terkenal di Indonesia karena merupakan gunung tertinggi di Indonesia. Ialah puncak Jaya yang berada di Papua. Saking tingginya, puncak dari gunung ini bahkan hingga dihiasi salju. Gunung Jayawijaya yang berada di pulau Papua ini memiliki ketinggian hingga 4. 884 meter di atas permukaan air laut, yakni di puncak Jaya. Pegunungan Jayawijaya merupakan rangkaian pegunungan tertinggi di Indonesia. Salju yang ada di atas puncaknya pun merupakan salju abadi yang berada di wilayah tropis. Namun seiring dengan perkembangan zaman, jumlah salju abadi ini kian menipis akibat adanya pemanasan global. Hal ini tentu saja merupakan pertanda yang kurang baik.

  1. Gunung Papandayan, Jawa Barat

gunung papandayanSelanjutnya adalah gunung Papandayan sebagai salah satu gunung api yang sudah tidak aktif lagi. Gunung Papandayan merupakan gunung yang terkenal di daerah Jawa Barat. Gunung ini terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung Papandayan memiliki ketinggian mencapai 2. 665 meter di atas permukaan air laut. Gunung Papandayan memiliki beberapa kawah yang terkenal, diantaranya adalah Kawah Ma, Kawah Ngangklak, Kawah Baru dan Kawah Manuk. Masing- masing dari kawah tersebut mengelauarkan isi dari dalam perut Bumi. Ada banyak cerita dan sejarah mengenai gunung Papandayan ini. Gunung Papandayan meskipun disebut- sebut sebagai gunung berapi yang sudah tidak aktif, namun telah beberapa kali mengalami erupsi. Bahkan yang terakhir belum lama terjadi, yakni pada tahun 2010 gunung ini masih menunjukkan aktivitas kegunungapiannya sehingga dapat kita simpulkan bahwa kita harus selalu waspada pada gunung yang satu ini.

  1. Gunung Leuser, Nangroe Aceh Darussalam

gunung leuserGunung Leuser merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Selain dikenal sebagai gunung tertinggi kedua, gunung Leuser juga dikenal dengan wilayahnya. Gunung Lauser merupakan gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi. Gunung ini memiliki ketinggian yang mencapai  meter diatas permukaan air laut. Gunung Leuser ini merupakan wilayah yang terkenal karena memiliki sebuah taman yang diberi nama Taman Nasional Gunung Leuser. Taman ini memiliki luas hingga jutaan hektar. Di taman ini kita dapat menemukan bentuk- bentuk pelestarian alam atau lingkungan, termasuk di dalamnya adalah pelestarian tumbuhan dan binatang.

  1. Gunung Masurai, Jambi

gunung masuraiSelanjutnya adalah gunung Masurai sebagai salah satu gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi di Indonesia. Gunung Masurai merupakan gunung yang terletak di wilayah provinsi Jambi. Gunung Masurai memiliki ketinggian  sekitar 2. 980 meter di atas permukaan air laut. Gunung Masurai ini secara administratif terletak di tiga kecamatan yakni kecamatan Lembah Masurai, Kecamatan Jangkat, dan Kecamatan Sungai Tenang. Gunung Masurai ini juga berada di kawasan Konservasi yakni Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

  1. Gunung Sindoro, Jawa Tengah

gunung sindoroGunung yang menjadi kembaran Gunung Sumbing, ialah Gunung Sindoro. Gunung Sindoro merupakan suatu gunung yang berada di wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Wonosobo. Gunung Sindoro memiliki ketinggian hingga 3. 150 meter di atas permukaan laut. Gunung Sindoro memiliki beberapa kawah yang menghiasi badan gunungnya, kawah- kawah ini menjadi bukti bahwa gunung Sindoro pernah aktif. Dari sejarah letusannya, tampak bahwa gunung Sindoro ini pernah mengalami letusan ringan hingga sedang.

  1. Gunung Pesagi, Lampung

gunung pesagiSelanjutnya adalah Gunung Pesagi yang ada di Provinsi Lampung. Gunung ini merupakan gunung yang menyimpan banyak keindahan, bukan hanya keindahan alam namun juga lainnya. Gunung Pesagi adalah gunung yang paling tinggi di Lampung, dimana ketinggian gunung ini mencapai 2.389 meter di atas permukaan air laut. Menurut sejarah yang beredar, gunung Pesagi ini merupakan cikal bakal keturunan dari suku Lampung.

  1. Gunung Menyapa, Sikka – Kalimantan Timur

gunung menyapaSelanjutnya adalah Gunung Menyapa yang terletak di Kalimantan Timur. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan air laut. Gunung Menyapa adalah gunung yang cukup terkenal di wilayah ini

  1. Gunung Catur, Bali

Gunung CaturGunung Catur merupakan salah satu gunung purba yang ada di Pulau Bali. Gunung ini memiliki ketinggian hingga 2.096 mdpl. Gunung ini telah dilengkapi fasilitas pendakian yang cukup modern, termasuk ada tangga padas yang membuat para pendaki dapat mendaki dengan mudah gunung ini.

  1. Gunung Cucurumbeng, Flores – Nusa Tenggara Timur

Gunung selanjutnya adalah Gunung Cucurumbeng. Gunung yang namanya cukup sulit ini berada di Provinsi NusaTenggara Timur.

  1. Gunung Binaiya, Maluku

gunung binaiyaGunung Binaiya merupakan suatu gunung yang berada di provinsi Maluku. Gunung ini merupakan gunung berapi yang tidak aktif lagi dengan ketinggian yang cukup lumayan tinggi.

  1. Gunung Manglayang, Jawa Barat

gunung manglayangGunung Manglayang merupakan gunung yang berada di wilayah Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian yang mencapai 1.818 mdpl. Gunung ini bertipe Stratovolcano yang berada di Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang.

  1. Gunung Bromo, Jawa Timur

gunung bromoGunung Bromo juga merupakan salah satu gunung yang sudah tidak aktif lagi. Gunung Bromo terletak di Provinsi Jawa Timur. Kawasan Gunung Bromo menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal karena keindahannya.

  1. Gunung Slamet

gunung slametGunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Gunung Slamet merupakan gunung yang sudah tidak aktif lagi. Gunung ini juga biasa dijadikan objek pendakian.

Nah itulah beberapa gunung berapi di Indonesia yang statusnya sudah tidak aktif lagi. Gunung- gunung yang tidak aktif ini banyak yang dijadikan objek pendakian oleh orang- orang yang hobi mendaki gunung.

Baca juga: