Categories
Astronomi

Iklim di Indonesia: Jenis dan Penjelasannya

Iklim merupakan kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dan melipiti wilayah yang luas. Bumi memiliki geografis tempat yang berbeda- beda. Tidak hanya geografis saja, namun secara astronomis di daerah mempunyai letak berbeda- beda dan karakteristiknya berbeda- beda. Iklim sangat erat kaitannya dengan letak astronomis. Dalam ilmu geografi kita mengenal beberapa jenis iklim yang dikaitkan dengan letak astronomis. Secara umum, dikaitkan dengan letak garis lintang, iklim dibagi menjadi dua macam yaitu iklim matahari (baca: bagian- bagian matahari) dan iklim fisis. Untuk penjelasan masing- masing iklim adalah sebagai berikut:

  1. Iklim matahari

Iklim matahari merupakan iklim yang didasarkan pada jumlah sinar matahari (banyak sedikitnya sinar matahari) yang diterima oleh permukaan Bumi (baca: kerak Bumi). Iklim matahari ini dapat dibagi menjadi beberapa macam. Macam- macam iklim matahari adalah sebagai berikut:

  • Iklim Tropis

Jenis iklim matahari yang pertama adalah iklim tropis. Iklim tropis merupakan iklim yang sangat cukup menerima sinar matahari. Wilayah yang mempunyai iklim tropis terletak antara 0ᵒ – 23,5ᵒ LU / LS. Dengan letak astronomis yang demikian, maka iklim tropis ini mencakup hampir 40% dari permukaan Bumi. Iklim tropis mempunyai ciri- ciri khusus, yakni sebagai berikut:

  1. Suhu udara rata- rata tinggi yakni antara 20ᵒ – 23ᵒ Celcius. Dan di beberapa tempat suhu bisa mencapai 30ᵒ C.
  2. Amplitudo suhu rata- rata tahunan kecil. Di daerah khatulistiwa, amplitudo antara 1ᵒ – 5ᵒ Celcius
  3. Amplitudo harian lebih besar
  4. Tekanan udaranya rendah dan terjadi perubahan secara perlahan- lahan dan beraturan
  5. Curah hujan banyak, dan merupakan iklim dengan curah hujan tertinggi di dunia.

Itulah beberapa ciri dari iklim tropis. Iklim tropis juga merupakan iklim yang paling panas karena memperoleh sinar matahari paling banyak.

  • Iklim Sub Tropis

Setelah iklim tropis, selanjutnya ada iklim sub tropis. Iklim sub tropis merupakan iklim peralihan antara iklim  tropis dan iklim sedang. Iklim sub tropis dimiliki oleh daerah- daerah yang berada di wilayah 23,5ᵒ – 40ᵒ LU/ LS. Iklim sub tropis mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:

  1. Terdapat empat musim, yaitu musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur. Namun musim panas tidak terlalu panas di iklim ini, begitu pula musim dingin tidak terlalu dingin.
  2. Suhu sepanjang tahun tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
  3. Batas yang tegas tidak dapat ditentukan di wilayah iklim ini dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke daerah iklim sedang.

Itulah beberapa ciri dari iklim sub tropis. Daerah di iklim sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya adalah kering disebut dengan daerah ilim Mediterania. Dan daerah yang musim hujannya jatuh pada musim panas, serta musim dinginya kering disebut dengan daerah iklim Tiongkok.

  • Iklim Sedang

Selanjutnya adalah iklim sedang. Iklim sedang merupakan iklim yang dimiliki oleh daerah- daerah yang berada di wilayah antara 40ᵒ – 66,5ᵒ LU/ LS. Iklim sedang ini mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:

  1. Amplitudo suhu tahunan lebih besar daripada amplitudo suhu harian.
  2. Amplitudo suhu harian lebih kecil jika dibandingkan dengan yang terdapat di iklim tropis.
  3. Terdapat banyak gerakan- gerakan udara siklonal, tekanan udara yang berubah- ubah, arah angin yang sering berubah dan tidak menentu, sering terjadi badai dengan tiba- tiba.

Itulah beberapa ciri dari iklim sedang. Iklim ini tidak mendapatkan penyinaran matahari dalam jumlah besar.

  • Iklim dingin (iklim kutub)

Yang terakhir dari iklim matahari adalah iklim dingin atau iklim kutub. Sesuai dengan namanya, iklim ini terdapat di daerah kutub. Sesuai dengan namanya pula bahwa suhu udara di iklim ini sangatlah rendah. Iklim ini dibagi menjadi dua jenis, yakni iklim tundra (baca: bioma tundra) dan iklim es (baca: hujan es).

  1. Iklim Fisis

Selain iklim matahari ada iklim lain yakni iklim fisis. Iklim fisis merupakan iklim yang menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka Bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Yang dimaksud dengan pengaruh lingkungan alam maksudnya adalah pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka Bumi, serta angin dan curah hujan. Secara umum, iklim fisis dibagi ke dalam lima macam, yakni iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung atau pegunungan dan iklim musim atau muson. Untuk penjelasan dari masing- masing iklim adalah sebagai berikut:

  • Iklim laut atau Maritim

Iklim laut disebut juga sebagai iklim maritim, yakni iklim yang berada di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Meski sama- sama beriklim laut namun keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangatlah berbeda. Ciri- ciri iklim laut (baca: macam-macam laut) yang berada di daerah tropis dan sub tropis adalah sebagai berikut:

  1. Suhu rata- rata tahunan rendah
  2. Amplitudo suhu harian kecil
  3. Banyak terdapat awan
  4. Sering hujan lebat dan juga disertai badai

Sementara ciri- ciri iklim laut di daerah sedang adalah sebagai berikut:

  1. Amplitudo suhu harian dan juga tahunan kecil
  2. Banyak terdapat awan
  3. Benyak turun hujan di musim dingin, biasanya hujan yang turun adalah hujan rintik- rintik
  4. Pergantian antara musim panas dan musim dingin terjadi tidak mendadak.

Itulah beberapa ciri dari iklim laut yang berada di daerah tropis dan sub tropis, namun juga di daerah beriklim sedang.

  • Iklim darat atau Kontinen

Biasanya, lawan dari laut adalah darat. Dan bebar saja. Kita sebelumnya bertemu mengenai iklim laut, dan sekarang kita akan membicarakan mengenai iklim darat. Iklim darat juga disebut sebagai iklim kontinen. Sama seperti iklim laut, iklim darat juga berada di daerah- daerah sub tropis dan tropis, serta ada yang di daerah sedang. Adapun ciri- ciri iklim darat di wiayah tropis dan sub tropis adalah sebagai berikut:

  1. Amplitudo suhu hariannya sangat besar, sementara suhu tahunannya kecil.
  2. Curah hujan sangat sedikit dengan waktu hujan sebentar dan terkadang disertai angin topan.

Sementara ciri dari iklim darat yang berada di wilayah beriklim sedang adalah sebagai berikut:

  1. Amplitudo suhu tahunan besar
  2. Suhu rata- rata ketika musim panas tiba cukup tinggi dan katika musim dingin rendah
  3. Curah hujan sangat sedikit dan jatuh ketika musim panas berlangsung.

Itulah beberapa informasi mengeai iklim darat besert ciri- cirinya dari dua tempat yang berbeda.

  • Iklim dataran tinggi

Jenis iklim fisis yang ketiga adalah iklim dataran tinggi. sesuai dengan namanya, iklim ini terdapat di wilayah dataran tinggi. ciri- ciri iklim ini adalah sebagai berikut:

  1. Amplitudo suhu harian dan tahunanbesar
  2. Udara bersifat keribg
  3. Kelembaban udara sangat rendah
  4. Jarang dituruni hujan
  • Iklim gunung

Selanjutnya ada iklim gunung. Iklim gunung merupajan iklim yang berada di wilayah gunung atau pegunungan. Ciri- ciri iklim gunung antara lain adalah:

  1. Terdapat di daerah sedang
  2. Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
  3. Hujan banyak yang jatuh di lereng bagian bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan
  4. Terkadang bisa turun salju.

Itulah beberapa ciri dari iklim gunung. Masih ada satu lagi iklim fisis, yakni iklim muson.

  • Iklim muson

Iklim muson merupakan iklim yang bisa berganti- ganti setiap setengah tahun satu kali. Beberapa ciri dari iklim ini antara lain adalah:

  1. Setengah tahun akan dilalui oleh angin laut yang bersifat basah, sehingga menimbulkan hujan.
  2. Setengah tahun berikutnya akan bertiup angin darat yang bersifat kering, sehingga menimbulkan musim kemarau.

Itulah beberapa informasi mengenai jenis- jenis iklim yang ada di dunia. Bagaimana sudah jelas kan? Jika demikian, merut Anda Indonesia termasuk iklim yang seperti apa?

Iklim di Indonesia

Iklim merupakan cuaca yang ada di suatu tempat. Dengan pengertian seperti ini maka kita bisa mengatakan bahwa setiap negara mempunyai iklimnya masing- masing. Begitu pula dengan Indonesia. Indonesia merupakan negara yang mempunyai letak strategis menurut geografis. Dan secara astronomis pun letak Indonesia sangat strategis (baca: letak geografis dan astronomis Indonesia). Dengan demikian Indonesia mempunyai iklimnya sendiri. apa sajakah iklim yang dimiliki Indonesia?

Sebenarnya Indonesia merupakan negara yang mempunyai 3 jenis iklim yakni iklim musim (iklim muson), iklim tropika (iklim panas) dan iklim laut. Dari ketiga iklim tersebut yang paling melekat dengan Indonesia dan paling dikenal oleh orang banyak adalah iklim tropis atau iklim panas. Iklim tropis merupakan iklim yang dimiliki oleh negara atau wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa, sehingga tidak banyak negara yang memiliki iklim tropis dimana matahari bersinar dengan cerahnya ini. Maka dari itulah banyak wisatawan dari mancanegara, terutama dari negara- negara beriklim sub tropis hingga sedang sangat senang berkunjung ke Indonesia untuk berjemur dibawah terik matahari. Lalu, sebenarnya apa dan bagaimana iklim di Indonesia itu? Kita akan membahasnya disini.

  1. Iklim Musim atau Iklim Muson

Salah satu jenis iklim yang dimiliki Indoensia adalah iklim muson atau iklim musim. Terjadinya iklim ini tidak lain karena pengaruh angin muson yang bertiup di Indonesia dan berganti arah setiap setengah tahun sekali. Angin muson yang bertiup berganti arah tersebut akan membarikan dampak iklim pada Indonesia yang berbeda di setiap setengah tahunnya. Hembusan angin muson pada masing- masing arah ini akan memberikan dampak positif dan negatif.

Angin muson terdiri atas angin muson barat daya (baca: proses terjadinya angin muson barat) dan angin muson timur laut (baca: proses terjadinya angin muson timur). Sebenarnya karena angin muson ini pula Indonesia merasakan dua musim yang berbeda, yakni musim penghujan dan musim kemarau (baca: pembagian musim di Indonesia). Untuk mengetahui lebih detail kita akan membahas mengenai angin muson ini.

  • Angin muson barat daya

Angin muson yang pertama adalah angin muson barat daya. Sesuai dengan namanya, angin muson ini merupakan angin muson yang berhembus dari barat daya atau benua Asia. Karena berhembus  dari arah barat daya, maka angin ini melewati samudera yang luas, akibatnya Indonesia mengalami musim pengujan karena angin tersebut membawa uap air yang banyak dari samudera- samudera (baca: daftar samudera di dunia) yang telah dilewatinya. Angin muson ini berhembus dari Bulan Oktober hingga bulan April.

Berkat angin muson barat daya, Indonesia mengalami musim penghujan. Oleh karena itulah angin ini membawa beberapa dampak, baik dampak negatif maupun positif bagi alam maupun makhluk hidup.

Dampak positif angin muson barat daya, antara lain:

  1. Menyuburkan tanah
  2. Mendukung panen petani
  3. Ketersediaan air selalu melimpah
  4. Tanaman menjadi subur dan hijau
  5. Binatang, tumbuhan dan manusia diuntungkan karena tidak kesulitan mencari air

Dampak negatif angin muson barat daya, antara lain:

  1. Hujan yang terus menerus dapat menyebabkan banjir (baca: jenis-jenis banjir)
  2. Sebagian petani menjadi gagal panen karena hujan yang turun terlalu sering
  3. Lingkungan menjadi becek dan kotor
  4. Banyak berkembangnya bibit penyakit
  5. Perkembangbiakan serangga semakin meningkat.

Itulah beberapa dampak yang dihasilkan oleh angin muson barat daya, baik dampak positif maupun negatif.

  • Angin muson timur laut

Angin muson timur laut merupakan kebalikan dari angin muson barat daya. Karena bertiup dari timur laut maka angin ini membawa banyak partikel- partikel gurun (melewati gurun pasir). Akibatnya, Indonesia akan mengalami musim kemarau, dimana hujan tidak sering datang. Sama halnya dengan angin muson barat daya, angin muson timur laut nantinya juga akan menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif.

Dampak positif angin muson timur laut, antara lain:

  1. Mempercepat proses pengeringan padi bagi petani
  2. Tidak ada hambatan untuk beraktivitas di luar
  3. Matahari bersinar cerah sehingga pas untuk berjemur

Dampak negatif angin muson timur laut adalah:

  1. Sumber air langka jika hujan tak kunjung datang
  2. Banyak tanaman yang akan mati
  3. Manusia, binatang dan tanaman akan direpotkan karena kesulitan mencari air

Itulah beberapa dampak yang dihasilkan oleh angin muson timur laut, baik dampak positif maupun negatif.

  1. Iklim Tropika/ Tropis atau Iklim Panas

Selain iklim muson yang dipengarihi oleh angin muson, selajtnya jenis iklim yang dimiliki oleh Indonesia adalah iklim tropis atau tropika atau disebut juga dengan iklim panas. Tidak seperti iklim muson atau musim yang dipengaruhi oleh hembusan angin, iklim tropika ini justru dipengaruhi oleh letak astronomis Indonesia. Sesuai dengan yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa daerah yang berada di sekitar garis khatulistiwa akan memiliki iklim tropika, dan ini terjadi pada Indonesia. Indonesia yang wilayahnya dilalui garis khatulistiwa menjadikan negara ini memiliki iklim tropika atau panas.

Iklim tropika atau tropis atau iklim panas merupakan iklim yang menjaring daerah yang berada di 23,5ᵒ – 40ᵒ LU/ LS dan ini hampir mencapai 40% dari permukaan Bumi. Iklim tropika atau tropis ini menjadikan negara Indonesia kaya akan sinar matahari dan mempunyai curah hujan yang banyak pula. Hal seperti ini akan mendatangkan banyak keuntungan maupun kerugian.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari iklim tropis antara lain adalah:

  • Indonesia mendapat sinar matahari cukup sehingga tanaman bisa tumbuh dengan subur
  • Berkat matahari yang terik, maka banyak wisatawan berkunjung untuk sekedar berjemur
  • Indonesia mempunyai curah hujan yang cukup, sehingga tanah Indonesia menjadi subur (baca: ciri-ciri tanah subur dan tidak subur) dan banyak tanaman yang cocok ditanam di Indonesia

Itulah beberapa keutungan yang akan diperoleh dari iklim tropika yang dimiliki oleh Indonesia. Selain keuntungan, tntu saja ada ketidak untungan yang dirasakan dari iklim tropis ini. salah satunya adalah Indonesia tidak memiliki 4 musim seperti negara- negara yang beriklim sub tropis.

  1. Iklim Laut

Iklim selanjutnya yang dimiliki Indonesia adalah iklim laut. Mengapa Indonesia memiliki iklim laut? Tentu saja karena wilayah Indonesia sebagain besar wilayahnya adalah berupa lautan. Maka dari itulah Indonesia memiliki iklim laut.lalu, apakah iklim laut itu? Iklim laut merupakan iklim yang banyak mendatangkan hujan yang sifatnya lembab sehingga Indonesia akan mengalami musim hujan yang berkepanjangan. Iklim laut akan mendatangkan banyak kenyamanan bagi masyarakat Indonesia karena iklim laut mempunyai banyak keuntungan yang akan membantu masyarakat Indonesia. Iklim laut dapat meliputi daerah iklim tropis, sub tropis dan iklim sedang.

Itulah ketiga iklim yang ada di Indoesia. Oleh karena letak Indonesia secara geografis dan secara astronomis, maka Indonesia mempunyai tiga iklim yang berlainan. Meski demikian ketiga iklim tersebut sangat dinamis terjadi di Indonesia dan menimbulkan banyak keuntungan yang bisa dirasakan masyarakat Indonesia.

Peristiwa yang Berpengaruh pada Iklim di Indonesia

Tidak dapat dipungkiri bahwasannya iklim di suatu negara juga dipengarui oleh lingkungan sekitar negara tersebut. Selain lingkungan sekitar, terkadang ada beberapa peristiwa dunia yang akan mempengaruhi iklim di suatu negara. Begitu pula dengan iklim di Indonesia, dapat dipengaruhi oleh peristiwa- peristiwa alam sebagai berikut:

  1. El Nino dan La Nina

El nino dan La nina, mungkin sudah menjadi kata yang akrab di telinga kita. El Nino meruakan peristiwa alam yang cukup berpengaruh. Perubahan El Nino dapat menyebabkan curah hujan di sebagain besar wilayah Indonesia menjadi berkurang. Sementara La Nina dapat menyebabkan curah hujan di sebagian besar Indonesia mengalami penurunan suhu permukaan air laut.

  1. Suhu Permukaan Laut di Wilayah Asia

Suhu permukaan laut di Indonesia ternyata mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi curah hujan di Indonesia.

  1. Daerah Pertemuan Angin antara Tropis

Daerah pertemuan angin antar tropis merupakan tempat daerah panas dan akan selalu naik , sehingga jarang ada angin. Daerah ini terjadi pertemuan antara angin pasat timur laut dan angin pasat tenggara yang akan menyebabkan udara terangkat dan dapat menghasilkan badai konvektif. Tentu hal ini akan sangat berpengaruh pada iklim di Indoensia.

  1. Dipole Mode

Peristiwa selanjutnya yang akan mempengaruhi keadaan iklim Indonesia adalah dipole mode. Dipole mode merupakan peristiwa yag ditandai dengan adanya perbedaan anomali suhu permukaan alut antara Samudera Hindia tropis di bagian barat dengan Samudera Hindia bagian timur. anomali ini mempunyai kondisi yang sangat dingin, bahkan lebih dingin dari cuaca normal.

Itulah beberapa peristiwa alam di dunia yang dapat berpengaruh terhadap iklim Indoensia. Pengaruh yang diakibatkan oleh peritiwa- peristiwa tersebut bisa saja berpengaruh langsung dan sangat terlihat, namun ada pula yang pengaruhnya tidak secara langsung dan justru terjadi dalam jangka panjang. Inilah beberapa informasi yang didapatkan dari iklim di Indonesia. Semoga bermanfaat.