11 Jenis-jenis Minyak Bumi dan Gas Alam

Minyak bumi dan gas alam merupakan sumber daya alam di Indonesia yang keberadaannya saat ini sulit dicari. Keduanya merupakan sumber daya alam yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui ( baca : Cara Melestarikan Sumber Daya Alam di Bumi ). Akan tetapi tingkat konsumtifitas dari keduanya dari tahun ke tahun semakin meningkat karena memang kebutuhan sehari-hari. Adapun jenis minyak bumi dan gas alam tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Bensin

Bensin atau gasoline merupakan bahan bakar yang sama terkenalnya dengan minyak tanah. Bensin diperoleh dari tahap distilasi minyak bumi pada minyak mentah (baca : Proses Pengolahan Minyak Mentah). Bensin yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor ditentukan oleh aspek jumlah bilangan oktan yang terdapat pada bensin tersebut, semakin tinggi bilangan oktan pada bensin maka semakin bagus kualitasnya. Penambahan bilangan oktan pada bensin dapat dilakukan dengan menambahkan zat seperti TEL dan MTBE.

2. Kerosin

Kerosin atau minyak tanah merupakan bahan bakar yang sudah terkenal di masyarakat dari sejak dulu. Kerosin memiliki ciri mudah terbakar dan tidak berwarna dan didapatkan dari proses distilasi minyak bumi pada suhu 150-275 derajat Celcius. Sebelum siap dijual ke masyarakat, kerosin akan ditambahkan zat pewarna kuning terlebih dahulu untuk dapat membedakan antara kerosin dengan air. Selain digunakan dalam kebutuhan rumah tangga seperti memasak, kerosin juga digunakan sebagai bahan bakar pesawat dengan syarat diproses lebih lanjut.

Artikel terkait : Cara Mengolah Minyak Bumi

3. Premium

Premium merupakan bahan bakar lanjutan dari bensin yang telah ditambahkan bilangan oktannya. Warna dari premium sendiri adalah berwarna sedikit kekuningan dan jernih. Adapun bilangan oktan pada premium diantaranya adalah oktan 88. Apabila bilangan oktan dari premium ditambah lagi maka kualitasnya akan menjadi lebih baik, akan tetapi disebut dengan pertamax plus.

Artikel terkait : Hasil Olahan Minyak Bumi

4. Solar

Solar (diesel) merupakan bahan bakar yang didapatkan dari proses distilasi minyak mentah dengan dibakar pada suhu 200-300 derajat Celcius. Solar pada kehidupan sehari-hari digunakan untuk bahan bakar utama pada mesin diesel dengan cirinya memiliki warna sedikit kuning dan tidak mudah menguap pada suhu yang normal. Kualitas solar diuji dari aspek-aspek seperti kestabilannya ketika disimpan dalam jangka waktu tertentu, kekentalannya, kandungan sulfur yang kecil, mudah terbakar serta meminimalisir terjadinya ketukan.

Artikel terkait : Jenis-jenis Sumber Daya Alam

5. Avtur

Avtur (aviation turbine) adalah salah satu bahan bakar yang digunakan dalam industri pesawat terbang yang berguna untuk menggerakan mesin turbin. Avtur ini terbuat dari minyak tanah yang diolah lebih lanjut. Kandungan energi dalam avtur ini lebih besar daripada minyak tanah, sehingga hal ini memberikan tenaga yang besar untuk menggerakan turbin pesawat. Mutu dari avtur didasarkan pada aspek-aspek seperti tingkat kemurnian bahan bakar tersebut, perubahannya pada suhu yang rendah serta bagaimana proses pembakaran bahan bakar.

Artikel terkait : Sumber Daya Alam Energi

6. Avgas

Avgas (aviation gasoline) merupakan bahan bakar yang kegunaannya hampir sama dengan avtur, akan tetapi avgas digunakan untuk pesawat terbang yang memiliki ruang pembakaran didalam dan mesinnya berupa piston (piston engine). Selain itu, avgas juga dipergunakan dalam bahan bakar pesawat tempur serta mobil balap.

Avgas didapatkan dari proses pengembangan gasoline (bensin) yang didasarkan pada titik beku, titik nyala dan volality. Perlu diketahui bahwa avgas ini memiliki kandungan timbal yang digunakan untuk menghindari adanya ketukan dalam mesin pesawat ataupun mobil dengan tujuan untuk meningkatkan angka oktan.

7. LPG

LPG (liquefied petroleum gas) adalah gas yang saat ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gas LPG didapatkan dari proses pengolahan minyak bumi yang melalui proses kondensasi. Tujuan gas bumi yang diolah menjadi LPG adalah untuk meringankan pengankutan ke konsumen, hal ini dikarenakan volume gas LPG yang telah melalui proses pencairan akan menjadi lebih ringan volumenya.

Berdasarkan jenisnya, LPG terbagi atas 3 macam, yaitu LPG Propana, LPG Butana dan LPG Mix (merupakan campuran dari LPG Propana dan Butana). Perlu diperhatikan adalah jangan sampai LPG tersebut mengalami kebocoran hingga menimbulkan ledakan yang cukup besar yang membahayakan.

Artikel terkait : Cara Pelestarian Gas Alam

8. CNG

CNG (compressed natural gas) merupakan gas bumi yang telah dipampatkan di tekanan yang tinggi agar volumenya menjadi lebih rendah dari keadaan standarnya. Di Indonesia istilah CNG lebih dikenal dengan istilah BBG (bahan bakar gas). Adapun tujuan dari pemampatan ini adalah supaya menghasilkan lebih banyak gas yang nantinya dapat ditransportasikan tiap satuan volume vesselnya.

Artikel terkait : Manfaat Gas Alam

Pada proses transportasi gas alam yang kemudian terbentuk CNG membutuhkan setidaknya 3 fasilitas yang diantaranya adalah fasilitas pengiriman, fasilitas transportasi dan fasilitas penerima. Dalam kehidupan sehari-hari CNG dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti kendaraan ringan hingga menengah.

9. LNG

LNG ( liquefied natural gas) merupakan salah satu jenis gas metana yang memiliki komposisi metana sebanyak 90% yang kemudian dicairkan pada suhu -163 derajat celcius serta pada tekanan atmosferik. Sebelum dicairkan, gas tersebut harus terlebih dahulu melalui proses pemurnian dengan tujuan untuk menghilangkan unsur kimia yang tidak begitu penting seperti CO2, H2O, H2S dan Hg.

Proses pemurnian tersebut akan mengurangi volume gas menjadi lebih ringan sehingga hal ini akan membuat LNG menjadi mudah digunakan dalam jumlah yang banyak. Biasanya LNG akan ditransportasikan dengan kapal menuju terminal LNG yang terlebih dahulu akan disimpan dalam sebuah tangki yang memiliki tekanan atmosferik, kemudian LNG tersebut akan dikonversi menjadi gas dan akan disalurkan dengan sistem transmisi.

Artikel terkait : Pengolahan Limbah Gas


10. Metana

Gas metana merupakan gas alam murni yang paling banyak terdapat di bumi serta memiliki sifat mudah terbakar. Proses pemurnian metana dapat ditemukan dalam sumur gas, sumur minyak dan sumur kondensat. Setelah melalui proses pemurnian, maka metana siap digunakan sebagai penghasil listrik dengan turbin uap. Selain itu, metana juga digunakan dalam kegiatan rumah tangga untuk memasak, sebagai pemanas ruangan dan lain sebagainya. Akan tetapi perlu berhati-hati dalam pemakaian gas metana ini karena sifatnya yang mudah terbakar.

Artikel terkait : Cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global

11. Etana

Etana adalah senyawa gas yang mudah ditemukan setelah gas metana. Etana adalah gas hidrokarbon yang diperolah dari proses penyulingan minyak bumi yang memiliki kalor lebih tinggi dibandingkan dengan metana. Pemanfaatan etana antara lain adalah untuk digunakan dalam produksi etilen, produk polyethylene, kemasan, kawat dan lain sebagainya.

Artikel terkait : Cara Menjaga Kelestarian Udara

Minyak bumi pada umumnya dibedakan berdasarkan usia dan kedalamannya di permukaan tanah serta tingkat kekentalannya. Adapun jenis minyak bumi yang dijual di pasar internasional adalah:

  • Young Swallow – Adalah jenis minyak bumi yang bersifat masam (sour) dan memiliki tingkat kekentalan yang tinggi. Pada umumnya sumur minyak bumi jenis ini berada di negara bagian Timur Tengah.
  • Old Swallow – Adalah jenis minyak bumi yang tidak sekental Young Swallow dan memiliki titik didih yang lebih rendah. Pengolahan Old Swallow ini nantinya akan menghasilkan beberapa fraksi minyak bumi.
  • Old Deep and Young Deep – Adalah jenis minyak bumi dengan kekentalan yang paling rendah dibandingkan 2 jenis sebelumnya. Titik didih dari minyak ini juga lebih rendah dari 2 jenis sebelumnya dan biasanya jenis ini nantinya akan menghasilkan fraksi bensin.

Artikel terkait : Proses Pembentukan Minyak Bumi

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Biogeografi