Categories
Geografi Teknik

Pengolahan Limbah Gas dan Langkahnya

Limbah, adalah suatu kata yang sering kali kita dengar. Limbah sering kali kita artikan sebagai bahan sisa atau juga sampah. Manusia dan mekhluk hidup lainnya mengalami berbagai macam proses dalam kehidupannya sehari- hari. Hampir dari semua kegiatan manusia menghasilkan banyak sekali limbah. Limbah- limbah yang dihasilkan oleh manusia wujud dan jenisnya bermacam- macam dan ada banyak sekali. Apabila kita diharapkan untuk menyebutkan limbah yang akan kita hasilkan sehari- hari mungkin kita akan kesulitan untuk menghitungnya karena saking banyaknya. Limbah yang dihasilkan ini bisa berasal dari kegiatan rumah tangga maupun kegiatan industri. Bentuk- bentuk limbah ini berbeda- beda, yaitu bentuk padatan, cair dan juga gas.

Limbah adalah sesuatu yang sangat merugikan. Limbah dikatakan sebagai sesuatu yang bisa menyebabkan kerugian karena limbah adalah sisa dari suatu kegiatan yang biasanya memang kehilangan nilai gunanya. Limbah biasanya dipandang sebelah mata dan keberadaannya dirasa mengganggu. Meskipun demikian terkadang ada beberapa limbah yang masih bisa dimanfaatkan. Namun limbah ternyata justru bisa mendatangkan bahaya apabila tidak ditangan dengan cara yang tepat. Setiap jenis limbah mempunyai cara penanganan yang berbeda- beda. Hal ini dikarenakan karakteristik yang dimiliki oleh limbah itu sendiri. Artikel ini akan menjelaskan mengenai salah satu jenis limbah dan juga penanganannya, yakni limbah gas.

Macam- macam Limbah

Limbah adalah sesuatu yang biasa dibuang oleh masyarakat. Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai limbah gas, sebaiknya kita mengenal mengenai jenis- jenis limbah yang ada. Untuk lebih jelasnya, macam- macam limbah (baca: pengolahan limbah domestik) adalah sebagai berikut:

  1. Limbah cair

Jenis limbah yang pertama adalah limbah cair. Limbah cair ini juga dikenal sebagai entitas pencemar air. Sesuai dengan namanya, yang disebut sebagai limbah cair adalah limbah yang mempuyai bentuk cair. Biasanya limbah cair ini akan dibuang langsung ke saluran air (baca: ciri- ciri air tanah permukaan) seperti selokan, sungai (baca: ekosistem sungai) bahkan lautan. Limbah cair mempunyai sifat yang berbeda-beda, ada yang berbahaya dan ada pula yang dapat dinetralisir secara cepat.

Limbah cair  yang berbahaya yang dibuang langsung ke saluran seperti sungai (baca: manfaat sungai), laut (baca: macam- macam laut), maupun selokan tanpa dinetralisir  terlebih dahulu pada akhirnya akan membuat sumber- sumber air (baca: proses terjadinya mata air)  tersebut menjadi tercemar. Contoh limbah cair ini antara lain adalah air sabun sisa mencuci pakaian dan piring, limbah tempe, limbah tahu, kandungan besi pada air, kebocoran minyak di laut, serta sisa- sisa bahan kimia lainnya.

  1. Limbah padat

Selain limbah cair, jenis limbah industri  selanjutnya adalah limbah padat. Limbah padat merupakan buangan dari hasil- hasil industri maupun rumah tangga yang tidak terpakai lagi yang berbentuk padatan, lumpur maupun bubur. Limbah padat seperti ini apabila dibuang di dalam air pasti akan membuat air tersebut menjadi tercemar dan dapat menyebabkan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya akan mati.

Sementara apabila dibuang di wilayah daratan (baca: ekosistem darat) tanpa adanya proses pengolahan, maka akan mencemari tanah di wilayah tersebut. Beberapa contoh dari limbah padat antara lain adalah sisa- sisa sayuran, sisa buah- buahan, bungkus makanan, plastik, kantong, sisa pakaian, sampah kertas, kabel, listrik, bubur- bubur sisa semen, dan lain sebagainya.

  1. Limbah gas

Selain limbah cair dan limbah padat, ada pula jenis limbah lainnya yakni limbah gas. Limbah gas merupakan limbah yang disebabkan oleh sumber alami maupun sebagai hasil aktivitas manusia yang berbentuk molekul- molekul gas. Pada umumnya, limbah gas ini memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di Bumi (baca: kerak Bumi). Limbah gas ini tentu saja berbentuk gas. Oleh karena bentuknya gas, maka limbah pabrik gas ini biasanya mencemari udara. Beberapa contoh limbah gas ini antara lain adalah kebocoran gas, pembakaran  pabrik, asap pabrik sisa produksi, asap- asap kendaraan,  asap- asap mesin dan lain sebagainya.

Itulah beberapa jenis limbah yang ada di sekitar kehidupan manusia sehari- hari. Limbah- limbah yang telah disebutkan di atas dihasilkan oleh proses produksi maupun konsumsi. Bagaimanapun bentuk limbah yang telah disebutkan, ketiganya membutuhkan penanganan dan pengolahan yang tepat agar tidak menimbulkan masalah.

Dampak Pencemaran Limbah Gas

Limbah gas merupakan limbah yang fleksibel dan keberadaannya dapat tercampur dengan udara. Apabila tidak dilakukan penanganan maka limbah gas akan menyebabkan masalah yang berbahaya. beberapa dampak adanya pencemaran limbah (baca: dampak polusi air) gas ini antara lain adalah:

Itulah beberapa dampak yang kemungkinan akan terjadi aoabila ada pencemaran dari limbah gas. Dampak- dampak tersebut awalnya hanya skala kecil saja, namun apabila dibiarkan akan merembet menjadi skala besar dan banyak orang yang akan merasakan kerugiannya.

Pengolahan Limbah Gas

Limbah gas merupakan limbah yang berbentuk gas. Karena bentuknya yang gas, maka limbah ini sangat fleksibel dan tentu saja jika dibiarkan akan mencemari udara (baca: penyebab pencemaran udara). Limbah gas supaya tidak semakin berdampak buruk maka perlu adanya penanganan yang pas. Limbah gas perlu mendapatkan pengolahan khusus. Biasanya pengolahan limbah gas ini melibatkan alat- alat khusus yang membantu mengatasi pencemaran udara.

Pada umumnya, pengolahan limbah gas ini bertujuan untuk menangani adanya pencemaran udara (baca juga: pencemaran air dan pencemaran tanah). Secara umum ada 2 metode yang dapat digunakan untuk mengatasi hal ini, yaitu mengurangi pencemaran dari sumbernya dan melakukan pengenceran limbah gas. Berikut ini beberapa langkah pengolahan limbah gas  agar dapat menangani terjadinya pencemaran udara serta materi- materi partikulat yang terbawa limbah gas tersebut:

  1. Pengurangan gas buang

Gas- gas berbahaya yang terkandung di dalam limbah gas perlu untuk dikontrol jumlahnya supaya tidak mencemari udara yang ada di sekitar kita. ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol jumlah gas berbahaya ini, antara lain:

  • Desulfurisasi. Cara ini dapat dilakukan dengan menggunakan filter basah atau wet scrubber. Desulfurisasi ini dapat menghilangkan gas sulfur oksida sebagai hasil pembakaran bahan bakar. Selain sulfur oksida, cara ini juga dapat mengontrol jumlah gas- gas buang lainnya seperti nitrogen oksida, karbon monoksida, dan hidrokarbon.
  • Menurunkan suhu pembakaran. Cara ini dapat dilakukan dengan cara memasang alat pengubah katalitik dengan tujuan menyempurnakan pembakaran. Gas – gas buang yang dapat dikontrol dengan menggunakan alat ini antara lain adalah nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon.
  • Menggunakan bahan bakar alternatif. Penggunaan bahan bakar alternatif juga dapat menjadi cara menangani pencemaran udara oleh adanya limbah gas. Pakailah bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan tidak banyak mengandung bahan- bahan kimia yang berbahaya.
  1. Penggunaan metode fisik- kimia

Metode fisik dan kimia dapat dilakukan untuk memurnikan gas buangan agar lebih ramah lingkungan. Metode fisik- kimia ini dilakukan berdasarkan perubahan fase atau penyerapan pada suatu adsorban, yang dijelaskan sebagai berikut:

  • Metode fase gas

Metode ini digunakan untuk menyamarkan bau busuk yang tidak disukai dengan memberikan bau- bauan yang enak. Pada dasarnya metode ini bukan untuk menghilangkan gas, namun hanya untuk menyamarkan saja.

  • Metode fase cair

Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk penyerapan gas yang memiliki tingkat kelarutan yang tinggi pada zat cair. Gas buangan dialirkan kemudian dikontakkan dengan senyawa penyerap gas (adsorban) yang mana pada umumnya menggunakan air (baca: jenis-jenis air). Kemudian adsorban akan dimurnikan kembali jika memungkinkan, dimanfaatkan untuk penggunaan lainnya, atau dibuang.

  • Metode fase padat

Metode ini digunakan untuk penyerapan gas oleh senyawa penyerap atau adsorban dalam bentuk padat. Proses ini dimulai dengan melarikan gas dan mengontakkannya dengan dengan adsorban padat. Molekul gas akan terserap dan terkondensasi di permukaan adsorban secara fisik maupun kimia. Contoh salah satu adsorban yang sering digunakan adalah arang aktif. Arang aktif ini banyak bentuknya.

Arang aktif dalam bentuk granular banyak digunakan sebagai penyerap bau dan juga warna. Arang aktif dalam bentuk serat banyak digunakan untuk menyerap bau dan warna pula. Arang aktif jenis serat ini mempunyai daya serap yang lebih tinggi daripada jenis granular. Daya serap secara fisik dan kimia ini hanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari saja sebelum mencapai titik jenuh.

  • Metode pembakaran

Metode ini dilakukan dengan cara membakar langsung gas senyawa organik pada tingkat suhu yang cukup sehingga dapat menghasilkan karbondioksida dan air. Namun metode ini mempunyai kelemahan, yaitu membutuhkan biaya yang lumayan besar, sehingga banyak orang menghindari metode ini.

Itulah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengolah limbah gas agar nantinya tidak terlalu mencemari udara. Cara- cara tersebut dapat dilakukan secara indivial maupun kolektif. Sehingga kita bisa memulainya dari diri sendiri kemudian kepada masyarakat.