Categories
Biogeografi

6 Cara Pelestarian Gas Alam di Indonesia

Gas alam sebenarnya termasuk dalam jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (baca : Jenis Jenis Sumber Daya Alam). Terbentuknya gas alam disebabkan oleh adanya jasad makhluk hidup yang mati ribuan tahun yang lalu dan tertimbun di dalam tanah pada rentang waktu yang lama. Jasad makhluk hidup yang tertimbun di lapisan tanah dalam waktu yang lama itu lebih dikenal dengan sebutan fosil. Fosil mendapat tekanan dan suhu yang tinggi sehingga ikatan organik yang terkandung di dalamnya terlepas dan membentuk gas alam.

Komposisi dari gas alam terdiri dari sebagian besar metana dan sebagian kecil dari hidrokarbon berat seperti propana, butana dan etana. Komposisi senyawa tersebut membuat gas alam mudah terbakar atau meledak jika terkena api. Sifatnya yang mudah terbakar menjadikan gas alam sebagai salah satu sumber bahan bakar. Hasil pembakaran menggunakan gas alam ini lebih sempurna dan bersih (clean burning). Oleh karena itu, gas alam sering digunakan sebagai bahan bakar  dalam rumah tangga maupun industri. Selain digunakan sebagai bahan bakar, gas alam juga dijadikan bahan baku dalam proses industri. Misalnya gas alam digunakan sebagai campuran dalam proses pembuatan plastik, methanol, pupuk kimia dan petrokimia.

Meski tidak sepopuler minyak bumi, jumlah cadangan gas alam lebih besar dari pada minyak bumi. Indonesia sendiri termasuk dalam 20 besar negara dengan cadangan gas alam terbanyak di dunia. Ladang gas alam di Indonesia berada di Loksumawe- Aceh, Prambulih- Sumatera Selatan dan juga lepas pantai Laut Jawa. Karena banyaknya kandungan gas alam di bumi Indonesia, negara kita menjadikan gas alam sebagai komoditi ekspor. Gas alam tersebut diekspor dalam wujud LNG atau Liquefied Natural Gas. Meskipun keberadaan gas alam di Indonesia melimpah ruah, akan tetapi pelestarian gas alam harus tetap dilakukan agar cadangan gas alam tidak cepat habis. Berikut adalah beberapa cara pelestarian gas alam. (baca juga : Pelestarian Lingkungan)

  1. Menggunakan gas alam dengan bijak

Cara pelestarian gas alam yang pertama yakni menggunakan gas alam secara bijak. Maksud dari penggunaan secara bijak di sini adalah menggunakannya secara hati- hati dan efisien. Mengapa harus hati- hati? Seperti yang kita tahu, gas alam mudah terbakar dan meledak. Apabila dalam penggunaannya tidak hati- hati, maka akan terjadi pemborosan gas alam. Jika pada pengelolaan gas alam terjadi kelalaian atau kebocoran, maka gas alam yang akan terbuang begitu saja.

Penggunaan gas alam dalam kehidupan sehari- hari juga harus dihemat, gunakan seperlunya saja. Meskipun cadangan gas alam di bumi Indonesia sangat melimpah, akan tetapi gas alam tetap saja bisa habis dan butuh waktu ratusan tahun untuk terbentuk kembali. Oleh karena itu, penggunaan gas alam harus seefisien mungkin.

  1. Menggunakan bahan bakar alternatif

Cara kedua untuk melestarikan gas alam adalah dengan menggunakan bahan bakar alternatif pengganti gas alam. Bahan bakar alternatif ini bisa berupa biogas. Biogas hampir serupa dengan gas alam, hanya saja bahan bakar alternatif satu ini berasal dari bahan organik selain fosil (baca : Kekurangan dan Kelebihan Bahan Bakar Fosil). Jika proses pembentukan gas alam membutuhkan waktu lama, lain hal nya dengan biogas. Bahan organik yang berperan dalam pembentukan biogas dapat dijumpai dengan mudah, sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan biogas.

Contoh bahan organik pembentuk biogas adalah kotoran makhluk hidup, timbunan bahan organik di rawa- rawa, dan timbunan sampah organik di TPA (baca: Cara Pemanfaatan Sampah). Tekanan yang dihasilkan oleh biogas tidak terlalu tinggi sehingga lebih aman digunakan. Selain itu, biogas lebih murah bahkan bisa diperoleh secara gratis karena bahan pembentuknya merupakan bahan buangan (sampah).

  1. Memperhatikan etika lingkungan

Cara melestarikan gas alam yang ketiga adalah memperhatikan etika lingkungan dalam proses eksplorasinya. Gas alam yang terbentuk dari bahan organik fosil menandakan bahwa keberadaan gas alam jauh di bawah permukaan bumi (baca : Pengertian Bumi). Gas alam sering dijumpai berada dalam satu tempat dengan minyak bumi. Jika suhu perut bumi lebih tinggi, maka kandungan gas alam di dalam tanah lebih banyak dari minyak bumi (baca : Proses Pembentukan Minyak Bumi). Tapi apabila suhu lapisan tanah relatif rendah, maka jumlah minyak bumi akan lebih banyak jika dibandingkan dengan gas alam. (baca juga : Cara Mengolah Minyak Bumi)

Dalam proses eksplorasi gas alam harus memperhatikan prinsip etika lingkungan. Terlebih lagi jika lokasi ladang berada di lepas pantai (off shore). Pihak penanggung jawab produksi gas alam harus mempertimbangkan akibat apasaja yang bisa terjadi paska proses eksplorasi. Eksplorasi gas alam tidak boleh berlebihan. Pemulihan lingkungan juga harus dilakukan setelah proses penambangan gas alam berakhir. Hal- hal tersebut harus benar- benar diperhatikan agar keseimbangan lingkungan tempat tinggal makhluk hidup tetap terjaga. Dengan menjaga lingkungan tempat terbentuknya gas alam, maka kelestarian gas alam tidak akan terancam. (baca juga : Cara Melestarikan Lingkungan Alam)

  1. Membuat peraturan yang jelas tentang pemanfaatan gas alam

Pemerintah Indonesia sudah membuat peraturan tentang minyak bumi dan gas. Peraturan tersebut sudah sah dalam bentuk Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001. Dalam peraturan tersebut disebutkan pada pasal 4 bahwa “Minyak dan Gas Bumi sebagai sumber daya alam strategis takterbarukan yang terkandung di dalam Wilayah Hukum Pertambangan Indonesia merupakan kekayaan nasional yang dikuasai oleh negara.

Oleh karena itu BUMN yang ditunjuk negara untuk mengelola minyak bumi dan gas harus benar- benar melaksanakan apa yang tertulis dalam undang- undang sehingga tidak ada eksploitasi gas alam untuk kepentingan pribadi. Dengan adanya peraturan yang jelas dan dilaksanakan dengan baik, maka pemanfaatan gas alam bisa lebih optimal dan kelestariannya pun tetap terjaga. (baca juga : Pengelolaan Sumber Daya Alam)

  1. Memanfaatkan energi yang tidak bisa habis

Gas alam dan minyak bumi adalah sumber energi yang tidak bisa diperbaharui (baca juga : Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui dan Tidak Dapat Diperbaharui). Oleh karena itu, manusia harus pintar- pintar memanfaatkan energi yang disediakan alam. Manusia bisa lebih menggali dan menemukan teknologi yang memanfaatkan sumber daya alam biotik maupun abiotik yang tidak ada habisnya. Contoh sumber daya alam yang tidak ada habisnya adalah energi matahari, angin, panas bumi dan air (baca : Pemanfaatan Sumber Daya Air).

Pembangkit listrik tenaga uap yang biasanya mengandalkan gas alam bisa beralih ke energi panas bumi. Penggunaan gas alam sebagai bahan bakar kendaraan bisa diganti dengan pemanfaatan energi panas menggunakan panel surya untuk kendaraan bermotor. Pemakaian gas alam untuk keperluan memasak bisa diganti dengan biogas.

  1. Menekan pertumbuhan penduduk

Pertumbuhan penduduk mempunyai korelasi dengan konsumsi sumber energi. Semakin banyak jumlah penduduk maka semakin tinggi pula konsumsi akan sumber energi. Hal ini tentu mengancam cadangan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti gas alam. Oleh karena itu, pertumbuhan penduduk harus ditekan agar kebutuhan manusia terhadap gas alam dan sumber energi lainnya tidak semakin tinggi. (baca juga : Manfaat Sensus Penduduk)