Categories
Gunung

9 Jenis-jenis Letusan Gunung Berapi dan Berdasarkan Kekuatan dan Dapur Magma

Gunung (baca: gunung paling berbahaya di duniamerupakan sumber daya alam yang banyak ditemukan di Indonesia. Sebagian dari kiita mungkin tidak menyadari bahwa gunung adalah potensi sumber daya alam yang sangat memberikan manfaat. Gunung berapi mempunyai banyak sekali manfaat yang dapat diberikan kepada manusia, meskipun banyak pula kerugian yang dapat ditimbulkan ketika gunung tersebut meletus (baca: dampak letusan gunung berapi pada lingkungan). Gunung berapi yang masih aktif dapat mengalami erupsi atau letusan dalam satu periode. Biasanya periode meletusnya gunung antara satu dengan yang lainnya berbeda- beda. Sebenarnya kegiatan erupsi atau letusan gunung ini merupakan kegiatan yang baik, karena dapat mengurangi beban yang ada di dalam perut Bumi (baca: inti bumi).

Tipe- tipe gunung berapi ada banyak. Karena tipe gunung berapi yang bermacam- macam, letusan gunung berapi pun juga bermacam- macam. Letusan gunung berapi terdiri atas berbagai jenis. Mengenai jenis- jenis gunung berapi ini akan kita bahas bersama dalam artikel ini.

Jenis- Jenis Letusan Gunung Berapi

Jenis- jenis gunung berapi menimbulkan letusan gunung berapi (baca: gunung meletus) yang berbeda- beda pula. Beberapa jenis letusan gunung berapi ini dapat dibedakan menurut beberapa kategori. Beberapa jenis letusan gunung berapi antara lain sebagai berikut:

  1. Berdarasarkan kekuatan dan kandungan material

Setiap gunung berapi pastilah mempunyai bahan- bahan material yang terkandung di dalamnya. Bahan- bahan material tersebut dimuntahkan oleh gunung berapi dan jadilah erupsi. Nah, berdasarkan kekuatan serta kandungan material yang ada di dalam perut Bumi, letusan gunung berapi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut:

  • Erupsi Eksplosif

Jenis erupsi yang pertama berdasarkan kekuatan serta kandungan bahan- bahan material yang ada di perut Bumi adalah erupsi eksplosif. Erupsi Eksplosif merupakan erupsi yang mempunyai tekanan gas magmatis yang sangat besar yang terdapat di dalam perut Bumi. Karena tekanan gas yang sangat besar, maka letusan yang dihasilkan pun sangat besar. Letusan yang sangat besar ini akan menyebabkan terbentuknya kawah yang besar setelah terjadinya letusan. Letusan eksplosif ini akan mengeluarkan material yang berbentuk padat dan juga cair.

Di Indonesia ada jenis gunung berapi yang mempunyai letusan jenis letusan eksplosif ini. salah satu contoh gunung tersebut adalah Gunung Batur yang ada di Bali.

  • Erupsi Efusif

Selain erupsi eksplosif, selanjutnya adalah erupsi efusif. Erupsi efusif merupakan erupsi yang mempunyai tekanan gas magmatis yang tidak terlalu kuat sehingga tidak terjadi ledakan yang sangat kuat. Tidak hanya kekuatan ledakan yang berbeda dengan erupsi eksplosif, namun juga bentuk meterial yang akan dikeluarkan. Dalam erupsi efusif (baca: erupsi eksplosif dan efusif) bentuk material yang dikeluarkan adalah material cair yang disertai dengan beberapa material padat tapi bentuknya sangat kecil.

Contoh gunung yang mengalami erupsi efusif ini adalah Gunung Mauna Loa yang ada di Hawaii.

Nah, itulah kedua jenis letusan gunung berapi berdasar pada kekuatan dan juga kandungan material yang dikandung dalam perut Bumi.

  1. Berdasarkan dapur magma, kekentalan magma dan juga tekanan gas

Selain material- material yang terkandung di dalam perut Bumi tepatnya yang ada di dalam gunung, gunung juga mengandung magma serta gas yang sangat banyak. Dan berdasarkan dapur magma (baca: erupsi magma), kekentalan magma (baca: proses intrusi magma) dan juga tekanan gas yang ada di dalam gunung, letusan gunung dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut:

  • Tipe Hawaii

Jenis letusan yang pertama adalah letusan tipe Hawaii. Letusan tipe Hawaii ini terjadi dikarenakan lava yang keluar dari perut Bumi ini mempunyai bentuk yang cair. Oleh karena bentuknya yang cair, maka lava ini mudah untuk mengalir keluar. Dan benar saja, seperti namanya, gunung- gunung yang mengalami letusan jenis ini kebanyakan ada di Hawaii, seperti Gunung Mauna Loa, Mauna Kea, dan Kilauea.

  • Tipe Stromboli

Selain tipe Hawaii, ada pula letusan gunung tipe Stromboli. Letusan gunung tipe Stromboli ini merupakan jenis letusan yang terjadi pada gununf berapi dengan interval tertentu. jadi, jeda antara satu letusan dengan letusan yang lain ini sama. Material- material yang dimuntahkan juga merupakan material yang umum, seperti pasir, abu vulkanik, bom dan juga lapili. Contoh gunung berapi yang mengalami letusan tipe ini antara lain gunung yang berada di Kepulaian Lipari, dimana letusan terjadi hampir setial 12 menit sekali. Selain itu ada gunung Vesuvius di Italia, serta Gunung Raung yang ada di Pulau Jawa.

  • Tipe Volkano

Tipe letusan yang ketiga adalah letusan tipe Volkano. Letusan tipe volkano ini adalah letusan yang mengeluarkan material- material yang berbentuk bahan padatan, seperti bom, lapili, dan abu. Namun ada pula material yang cair yakni lava. letusan tipe volkano ini kekuatannya tergantung pada kekuatan erupsi dan juga kedalaman dari dapur magma. Beberapa contoh gunung yang merupakan jenis gunung Volkano adalah gunung Etna dan Vesuvius di Italia, dan di Indonesia adalah gunung Semeru, yang merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa.

  • Tipe Merapi

Seperti namanya, letusan jenis Merapi ini adalpah letusan gunung berapi seperti yang dialami oleh gunung Merapi di Jawa Tengah. Gunung atau letusan tipe ini akan mengeluarkan lava yang kental. Karena lavanya yang kental, maka jika dingin lava ini dapat menyumbat lubang kepundan. Tersumbatnya lubang kepundan ini akan menyebabkan tekanan di bawah Bumi menumpuk semakin besar sehingga ketika sampai di batas kritis, sumbetan tersebut akan pecah dan pecahannya ikut terdorong keluar. Material yang keluar ini akan terdorong menuruni lereng gunung sebagai ladu. Selain itu, ciri khas lain dari letusan tipe Merapi ini adalah keluarnya awan panas, atau orang Jawa biasa menyebutnya sebagai “Wedhus Gembel”.

  • Tipe Perret atau Plinian

Tipe atau letusan jenis ini merupakan letusan yang sangat berbahaya. mengapa? Karena dapat menyebabkan keluarnya materi letusan sampai dengan ketinggian 80 kilometer. Bahkan bisa langsung menghancurkan lubang kepundan serta puncak gunung. Contoh gunung yang mengalami letusan tipe ini andalah Gunung Krakatau.

  • Tipe Pelle

Tipe letusan ini dapat menyebabkan ledakan. Hal ini karena penyumbatan yang ada pada lubang kepundan yang bentuknya menyerupai jarum. Karena penyumbatan ini maka menyebabkan tekanan dari dalam bumi yang seharusnya dikeluarkan manjadi tertumpuk sehingga lama- kelamaan gunung akan mengalami latusan.

  • Tipe Sint Vincent

Letusan tipe ini dapat menyebabkan air danau (baca: macam- macam danau) kawah akan tumpah bersama dengan lava sehingga mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan diterjang lahar panas. Beberapa contoh gunung ini antara lain Gunung Sint Vincent.

Nah, itulah beberapa jenis- jenis letusan gunung berapi yang kita ketahui. Perlu kita pelajari untuk menambah pengetahuan kita. Semoga Bermanfaat.