Proses Intrusi Magma beserta Penjelasannya

Magma merupakan batuan-batuan cair yang terletak di kamar magma di bawah permukaan bumi. Magma di bumi merupakan larutan silika bersuhu tinggi yang kompleks dan merupakan asal semua jenis batuan beku. Magma berada dalam tekanan tinggi dan kadangkala memancut keluar melalui pembukaan gunung berapi dalam bentuk aliran lava atau letusan gunung berapi.

Magma memiliki suhu yang sangat panas, sekitar 700-1.300 ‘C. Panas ini membuat magma selalu berwujud cair, kecuali ia bergerak ke permukaan bumi dan mengalami penurunan suhu. Magma bisa menviptakan bentangan alam baru yang secara fisika dan kimiawi sangat berbeda dengan sifat dasarnya. Perubahan itu terjadi lewat proses intrusi magma.

Magma kebanyakan berada diantara kerak bumi dan lapisan mantel bumi. Lapisan mantel bumi dan kerak bumi umumnya berbentuk padat, sehingga keberadaan magma yang berwujud cair diantara keduanya sangat penting untuk mempelajari peristiwa geologi yang terjadi. Perbedaan suhu, struktural dan dan tekanan antara kerak bumi dna mantel bumi “memaksa” magma terbentuk dengan cara yang berbeda-beda. Setidaknya ditemukan bahwa magma terbentuk melalui tiga cara, yaitu melalui peristiwa decompression melting, transfer of heat dan flux melting. (Baca: 5 Proses Terjadinya Magma – Suhu Dan Kandungannya)

Hasil letusan gunung berapi ini mengandung larutan gas yang tidak pernah sampai ke permukaan bumi. Magma terkumpul dalam kamar magma yang terasing di bawah kerak bumi dan mengandung komposisi yang berlainan menurut tempat magma itu didapati.

Magma terus bergerak. Ia bisa bergerak ke segala arah, bahkan sampai ke permukaan bumi. Magma bergerak melalui saluran-saluran pipa yang disebut diatrema. bila pergerakan magma sampai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Namun tak jarang, pergerakan magma itu tidak sampai ke permukaan bumi. Itulah yang disebut Intrusi magma.

(Baca : Perbedaan Intrusi dan Ekstrusi Magma)

Proses Terjadinya Intrusi Magma

Intrusi magma atau disebut juga Plutonisme adalah peristiwa naiknya magma dan menyusup diantara lapisan batuan, namun tidak sampai ke permukaan bumi. Intrusi magma terjadi karena magma yang naik tidak mencapai permukaan bumi karena tenaga yang dimilikinya sangat kecil, sehingga ia menyusup ke celah-celah lapisan batuan di dalam lapisan kulit bumi.

Pergerakan yang terjadi karena intrusi magma kekuatannya bervariasi. Mulai dari beberapa centimeter saja sampai puluhan kilometer. Namun sejauh dan sekuat apapun pergerakannnya, tak pernah sampai ke permukaan. Pergerakan magma ini menyebabkan perubahan topografi dan bentang alam di permukaan bumi. Setiap daerah dengan geografis tertentu membentuk celah intrusi magma yang berbeda-beda. Para ilmuwan belum bisa mendeteksi proses intrusi magma sampai batu-batu di atasnya mulai terkikis, kecuali ada gundukan batu di atasnya. Dalam hal ini tekanan tinggi dari magma mendorong batu ke atas.

(Baca juga : 6 Bentuk-Bentuk Intrusi Magma Dan Penjelasannya)

Intrusi magma menghasilkan berbagai macam topografi yang khas. Topografi itu berupa Batolit, Lakolit, Sill, Diatrema, Intrusi Korok dan Apolisa. Beikut penjelasan masing-masingnya.

1. Batolit

Yang terbentuk di dalam dapur magma akibat penuruhan suhu di bawah gunung berapi. Setiap gunung api memiliki dapur magmanya sendiri-sendiri dan setiap gunung api juga memiliki kondisi lempengan yang berbeda juga. Aktivitas satu gunung api tidak berhubungan dengan gunung api lainnya. Artinya, peningkatan aktivitas gunung api itu dipengaruhi oleh dapur magma dan lempengan di dalamnya.

Ketika terjadi letusan gunung api, batolit sangat mempengaruhi tinggi rendahnya tekanan pada gunung berapi. Semakin dalam letak batolit, semakin tinggi tekanannya. Begitu juga sebaliknya. Volume batolit juga mempengaruhi besar rendahnya letusan gunung berapi, karena batolit merupakan bagian penting dalam gunung berapi. Batolit memiliki ukuran yang cukup besar dan tidak beraturan.

2. Lakolit

Lakolit adalah magma yang menyusup diantara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan diatasnya terangkat hingga menyerupai lensa cembung, sementara permukaan di atasnya tetap rata.

Lakolit berukuran cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan intrusi magma lainnya, yakni sampai 16 km (1o mil) saja diameternya. Ketebalan lakolit berkisar antara beberapa ratus meter sampai ribuan meter, tergantung wilayahnya. Perbandingan diameter dan ketebalan Lakolit selalu kurang dari 10. Jika lebih besar dari 10, maka ia digolongkan ke intrusi magma yang lain. Contoh lakolit adalah pegunungan Henry, di negara bagian Uttah.

3. Sill

Sill adalah intrusi magma tipis yang menyusup di celah celah bebatuan. Sill atau yang disebut juga dengan sheet (lembaran) terbentuk diantara lapisan batu yang sudah ada sebelumnya. Letak sill berdiri pararel dengan lapisan batuan lain yang menyertakannya. Meskipun kadang kadang berada pads posisi vertikal, sill lebihs ering ditemukan pada keadaan horizontal (mwlintang).

Sill memiliki ketebalan satu satu sampai ratusan kaki dengan luas permukaan sampai ratusan mil. Sill tersusun dari hampir semua je nis bebatuan. Para ilmuwan sudah lama menaruh perhatian pada bagian dasar Sill. Bagian dasar sill ini menunjukkan karakteristik kristalisasi oleh magma.

Berdasarkan jumlah intrusi magma yang terjadi dan jenis jenis batuan yang dikandungnya, sill dibagi menjadi tiga macam :

  • Simple Sill, adalah sill yang dihasilkan oleh satu proses intrusi magma
  • Multiple Sill, adalah sill yang dihasilkan oleh dua atau lebih intrusi magma.
  • Composite Sill, adalah sill yang mengandung lebih dari satu jenis batuan yang berada diantara lapisan batuan lain yang telah mengalami satu episode intrusi magma

4. Diatrema

Diatrema adalah batuan yang mengisi pipa letusan, berbentuk silinder, mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi. Diatrema terjadi setelah intrusi magma menghasilkan ledakan bergas. Jika menembus permukaan, diatrema akan membentuk kerucut stuff, maar dan pipa vulkanik lainnya.

Diatrema bisa menunjukkan kandungan mineral bernilai ekonomis yang ada di perut bumi. Contoh intrusi magma diatrema paling terkenal adalah yang membentuk medan bijih gaalena sullivan (timah-seng-perak) di British Columbia, Kanada. Selain itu di Kanada juga pernah terjadi diatrema blackfoot dan diatrema cross.

4. Intrusi Korok

Intrusi korok atau disebut juga gang adalah batuan hasil intrusi magma yang menembus litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng. Perbedaan antara intrusi korok dengan sill adalah jika sill merupakan batuan beku diantara dua lapisan, maka intrusi korok posisinya memotong kedua lapisan itu.

5. Apolisa

Apolisa adalah percabangan dari intrusi korok. Karena “hanya” percabangan, apolisa berukuran lebih kecil dari intrusi korok. Apolisa sering disebut sebagai urat-urat magma.