Categories
Bencana Alam

Angin Topan: Pengertian, Penyebab, Dampak, Tanda- tanda, dan Upaya Penanggulangan

Angin merupakan salah satu sumber daya alam (baca: sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak) yang ada di bumi. Angin selalu dapat kita temui dimana saja. Angin tidak dapat kita lihat, namun dapat kita rasakan. Angin membuat badan kita menjadi segar ketika cuaca sedang terik. Namun ketika cuaca sedang hujan atau mendung, angin membuat badan kita menjadi dingin. Angin mempunyai banyak manfaat bagi kita (manusia) dan bagi makhluk hidup lain serta bagi lingkungan (baca: fungsi lingkungan) kita. namun, angin juga bisa menjadi bencana bagi kita ketika angin tersebut bertiup terlalu kencang sehingga dapat merusak lingkungan. Sudah banyak contoh yang terjadi mengenai angin yang merusak lingkungan. Beberapa angin yang mempunyai kekuatan sangat besar antara lain adalah angin topan, tornado, angin bahorok, dan lain sebagainya. Terkadang setiap daerah mempunyai nama yang berbeda- beda untuk angin yang sifatnya merusak.

Angin berkekuatan besar seringkali datang pada waktu tertentu, dan kedatangan angin ini akan merusak lingkungan, seperti membuat pohon menjadi tumbang, merusakkan bangunan dan lain sebagainya. Biasanya angin yang besar ini datang disertai peristiwa tertentu seperti jenis- jenis hujan deras, cuaca mendung, dan lain sebagainya. Kedatangan angin seperti ini juga disebabkan oleh beberapa penyebab. Pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan mengenai salah satu jenis angin yang sifatnya merusak. Angin yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah angin topan. Kita akan membahas mengenai pengertian, penyebab, dampak serta cara penanggulangan angin topan.

Pengertian Angin Topan

Kita mungkin pernah mendengan mengenai angin topan. Angin topan merupakan angin yang berhembus dengan kekuatan kencang atau sangat kuat. Angin topan terjadi di daerah yang mempunyai iklim tropis, terutama di daerah yang dekat dengan garis balik utara dan garis balik selatan (kecuali yang sangat dekat dengan garis lintang nol derajat atau garis khatulistiwa). Angin topan berwujud pusaran angin yang kencang dengan kecepatan angin sekitar 120 km/ jam atau lebih, bahkan di level tertingginya kecepatan angin topan mencapai hingga 250 km per jamnya. Luar biasa. Angin topan biasa muncul ketika pergantian musim.

Penyebab Terjadinya Angin Topan

Jenis- jenis angin yang menimbulkan banyak bencana atau jenis angin yang besar ini biasanya terjadi karena disebabkan oleh beberapa hal tertentu. Sama halnya dengan angin topan. Di beberapa daerah mungkin angin topan dikenal dengan nama lain, namun kemiripan diantara angin- angin ini. Adapun beberapa penyebab angin topan antara lain sebagai berikut:

  1. Perbedaan tekanan

Angin topan biasa terjadi karena disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara dalam suatu sistem cuaca. Tekanan udara yang berbeda ini membentuk suatu pusaran dalam suatu sistem cuaca. Angin topan lebih sering terjadi di samudera (baca: daftar samudera di dunia) karena tekanan udaranya lebih berbeda dibandingkan dengan yang ada di ekosistem darat. biasanya, angin topan lebih berpotensi terjadi ketika musim kemarau di siang hari. hal ini karena pada waktu itu suhu sedang mencapai puncaknya, sementara di dalam samudera tidak ada yang mengimbanginya. Dengan demikian, angin topan menjadi peristiwa yang biasa terjadi di daerah samudera.

  1. Suhu udara yang sangat panas

Angin topan juga terjadi ketika suhu udara sangat panas, tepatnya pada siang hari. pada saat tengah hari, ketika udara menjadi sangat panas, maka lapisan atmosfer bumi juga akan menerima suhu panas yang lebih besar, namun tekanan udaranya rendah. Karena hal itulah maka akan terjadi perpindahan tekanan udara dari tempat yang mempunyai suhu rendah menuju ke tempat yang mempunyai suhu tinggi. peristiwa ini akan membentuk sebuah pusaran angin yang kita kenal sebagai angin topan.

  1. Penguapan air laut yang berjumlah besar

Angin topan lebih banyak terjadi di lautan daripada di daratan, terlebih di kawasan samudera yang dekat dengan garis khatulistiwa namun tidak terlalu dekat. Beberapa samudera yang notabene sering terjadi angin topan adalah di samudera Pasifik dan Samudera Atlantik. Ketika tengah hari, maka suhu akan mencapai lebih dari batas normal yakni sebesar 27 derajat naik sedemikian rupa. Hal ini secara otomatis akan menyebabkan permukaan laut memiliki suhu yang lebih tinggi daripada suhu di bawah laut. Hal tersebutlan yang memicu terjadinya penguapan yang sangat besar dan juga sangat cepat. Pada proses penguapan tersebut juga terjadi proses pembekuan, sehingga akan menyebabkan pusaran air yang mempunyai kecepatan tinggi.

  1. Pusaran angin yang terjadi berjam- jam

Terbentuknya angin topan juga karena disebabkan adanya pusaran angin yang telah berlangsung selama beberapa jam. Angin topan yang terjadi di Indonesia dikenal juga sebagai angin badai. Biasanya angin ini datang dengan mendadak. Sebelum terbentuk angin topan atau angin badai ini, biasanya terjadi proses pembentukan pusaran angin yang berlangsung selama beberapa jam. Dengan adanya tanda yang telah berlangsung selama berjam- jam inilah seharusnya angin topan sudah bisa diantisipasi agar tidak menimbulkan korban jiwa dan juga kerusakan berat. Terlebih lagi sudah ada alat- alat canggih semacam satelit yang bisa mendeteksi keberadaan angin topan lebih tepat. Dengan adanya prediksi terjadinya angin topan, maka pencegahan terhadap angin topan secara lebih dini dapat dilakukan.

  1. Kerumitan lain dalam cuaca

Angin topan apat dijelaskan secara ilmiah dan secara gamblang mengenai penyebabnya apabila terjadi di tengah samudera. Namun akan lain halnya dengan angin topan apabila terjadi daratan dan di tengah pemukiman masyarakat. Hal ini sangat berbahaya. namun untuk penyebabnya secara pasti mengenai angin topan yang terjadi di daratan ini belum dapat dipastikan. Segala kerumitan mengenai kondisi cuaca dan juga kondisi suhu udara bisa dimungkinkan menjadi penyebab dari angin topan ini. karena jika di daratan angin topan bisa datang sewaktu- waktu, maka manusia harus selalu waspada akan hal ini. karena angin topan bisa menelan banyak korban jiwa, bahkan bisa menjadai salah satu penyebab tanah longsor.

Nah, itulah beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya angin topan. Angin topan yang apabila di Indonesia lebih dikenal dengan angin badai ini biasanya terjadi di tengah macam- macam laut. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa angin topan juga dapat menerjang pemukiman masyarakat.

Dampak Terjadinya Angin Topan

Angin topan merupakan angin yang bersifat merugikan karena kekuatannya yang dasyat. Kebanyakan angin topan terjadi di tengah- tengah samudera yang kemudian hanya menelan korban jiwa sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Namun angin topan terkadang juga terjadi di daratan, dimana ketika di daratan akan sangat berbahaya karena dapat menimbulkan banyak sekali korban jiwa. Selain merenggut korban jiwa, keberadaan angin topan juga menimbulkan banyak kerugian lainnya. Angin topan menimbulkan kerugian di berbagai bidang yang berbeda. Beberapa kerugian atau dampak dari angin topan antara lain sebagai berikut:

  1. Bidang perhubungan

Dampak dari angin topan yang pertama mengenai bidang perhubungan. Karena angin topan kebanyakan terjadi di tengah lautan, maka sangat erat hubungannya dengan kegiatan perhubungan yang notabene merupakan hubungan antara wilayah satu negara dengan negara lainnya. Angin topan tidak hanya mempengaruhi bidang transportasi laut saja, namun juga bidang transportasi darat dan juga udara. Karena tekanan udara dan juga angin yang tidak stabil, maka untuk penerbangan tentu akan ditunda karena jadwal penerbangan sangat rentan dengan yang namanya cuaca. Pesawat menjadi tidak aman apabila terbang dalam cuaca yang tidak stabil. Untuk transportasi darat, angin topan jelas mempengaruhi kelancaran transportasi darat karena dapat membuat kondisi darat menjadi porak poranda dan bisa menumbangkan pohon- pohon yang ada di daratan. Sementara untuk transportasi laut, keberadaan angin topan sudah tidak diragukan lagi untuk dapat mempengaruhi kelancaran transportasi. Kapal- kapal yang melintas tersebut jelas bisa tergulung oleh ombak yang bisa mencapai tinggi bermeter- meter.

  1. Bidang telekomunikasi

Dampak angin topan yang selanjutnya mempengaruhi bidang telekomunikasi. Telekomunikasi bisa berjalan lancar dengan bantuan satelit. Apabila keberadaan satelit menjadi terganggu maka sistem komunikasi juga akan terganggu. Adanya tekanan udara yang berbeda dan angin kencang juga bisa mempengaruhi atmosfer bumi (baca: manfaat atmosfer bumi), terutama di lapisan ionosfer dimana terjadinya perpindahan gelombang elektronik dari berbagai alat komunikasi, televisi dan juga radio. Maka dari itulah jika ada hujan deras disertai dengan petir dan juga kilat, kita dihimbau untuk tidak menyalakan televisi supaya tidak ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.

  1. Bidang pariwisata

Selanutnya dampak angin topan mempengaruhi bidang pariwisata. Dampak dari angin topan ini paling banyak mempengaruhi di bidang pariwisata. Bidang pariwisata menonjolkan keindahan alam yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Namun ketika angin topan menyerang, maka akan menimbulkan berbagai kerusakan yang membuat lingkungan menjadi tidak indah lagi. Selain tidak indah juga dapat menimbulkan berbagai macam marabahaya bagi para wisatawan. Sektor pariwisata yang terkena dampaknya bukan hanya pariwisata laut saja, namun juga pariwisata darat.

  1. Bidang pertanian

Selanjutnya ada di bidang pertanian. Kita mengetahui bahwa rata- rata pertanian terjadi di area darat, meskipun ada beberapa pertanian yang terjadi di wilayah lautan seperti pertanian rumput laut, dan tumbuh- tumbuhan laut yang lainnya. Wajar saja apabila terjadinya angin topan dapat mengganggu kelangsungan bidang pertanian. Kecepatan angin yang ideal rata- rata adalah 19 hingga 35 km per jamnya. Dengan kecepatan yang demikian maka akan terjadi penyerbukan yang sempurna. Sementara itu angin topan mempunyai kecepatan yang sangat kencang dan juga kekuatan yang sangat besar. Hal ini jelas akan mengganggu penyerbukan dan membuat pertanian menjadi gagal panen. Selain membuat pertanian gagal panen, angin topan juga akan merusak lahan pertanian sehingga menjadi sulit untuk digunakan atau ditanami.

  1. Bidang pembangunan

Angin topan juga dapat mengganggu terjadinya proses pembangunan yang tengah dilakukan. Salah satunya alasan yang bisa menjelaskan hal ini adalah karena bangunan bisa terangkat hingga ke dasarnya, atau bahkan bergeser hingga akhirnya menjadi roboh. Hal ini terjadi karena kekuatan dari angin topan yang dasyat. Angin topan juga bisa mengangkat atap dari bangunan tersebut. Angin topan juga bisa merobohkan tiang besi yang menjadi penyangga suatu bangunan. Sehingga apabila tiang tersebut roboh, maka yang akan terjadi adalah bangunan juga akan ikut roboh.

Nah, itulah beberapa dampak yang kemungkinan besar dapat timbul karena adanya terjangan angin topan. Angin topan yang terjadi dapat mengakibatkan kerusakan yang ganas, maka dari itulah manusia harus waspada terhadap terpaan angin topan yang datang sewaktu- waktu. Dan lebih penting lagi harus mengupayakan berbagai cara untuk dapat menanggulangi terjadinya angin topan supaya tidak menimbulkan banyak kerusakan dan juga menelan korban jiwa.

Tanda- tanda Datangnya Angin Topan

Bencana alam bisa datang dengan tiba- tiba tanda memberikan sesuatu pertanda apapun. Yang demikian ini merupakan hal yang paling berbahaya karena masyarakat tidak mengetahui apa- apa dan tiba- tiba terjadi bencana yang tidak diinginkan. Karena masyarakat tidak melakukan persiapan apa- apa, maka korban jiwa bisa berjatuhan karenanya. Namun beberapa bencana alam mempunyai tanda- tanda sebelum terjadi. Hal ini merupakan sesuatu yang menolong karena masyarakat akan mempunyai waktu untuk bersiap diri menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Angin topan tergolong diantara keduanya. Nah, bagaimana itu? Angin topan terkadang datang dengan tiba- tiba sehingga bisa jadi menimbulkan banyak korban jiwa, namun terkadang angin topan juga datang dengan pertanda tertentu. untuk mengantisipasi terjatuhnya banyak korban, kita perlu untuk mengetahui tanda- tanda datangnya angin topan. Beberapa tanda- datangnya angin topan antara lain sebagai berikut:

  1. Terjadinya peningkatan suhu yang sangat drastis

Tanda pertama yang terjadi ketika akan terjadi angin topan adalah meningkatnya suhu di sekitar kita dengan sangat drastis. Hal ini bisa kita rasakan karena peningkatan suhu akan membuat badan menjadi panas dan juga terasa gerah. Ketika peningkatan suhu ini terjadi secara tiba- tiba, berarti akan ada sesuatu yang tidak beres terjadi. Maka dari itulah peningkatan suhu drastis dan terjadi dengan tiba- tiba patut untuk kita waspadai.

  1. Burung dan binatang lainnya bergerak menjauhi laut

Tanda kedua adalah adanya perilaku dari binatang- binatang tertentu. Sudah menjadi hal yang wajar apabila menjelang terjadinya bencana alam, kita mendapati perilaku yang ganjil dari beberapa binatang. Hal ini karena binatang jauh lebih peka daripada manusia mengenai panca indera mereka. Adalah hal yang wajar apabila binatang mengetahui lebih dulu tentang akan terjadinya peristiwa alam daripada manusia. maka dari itulah manusia perlu juga untuk mengamati perilaku binatang. Salah satu tanda yang terjadi menjelang datangnya angin topan adalah perilaku beberapa bianatang yang terlihat menjauhi lautan secara berbondong- bondong. Binatang ini misalnya burung, dan lain sebagainya. Ketika melihat perilaku yang tidak wajar seperti ini, sebaiknya kita mengikuti jejak binatang tersebut dengan mengikutinya menjauhi area lautan.

  1. Adanya angin dengan kecepatan yang sangat cepat

Tanda yang selanjutnya menjelang terjadinya angin topan adalah munculnya suatu angin yang mempunyai kecepatan tinggi. Angin- angin tersebut tidak hanya berkekuatan tinggi saja, namun juga memiliki sifat panas dan juga kering, sehingga ketika badan kita diterpa olehnya maka akan timbul rasa yang tidak nyaman sama sekali. Angin yang bersifat kering dan juga panas ini akan menjadi salah satu tanda- tanda terjadinya angin topan. Maka dari itulah ketika tanda ini terjadi dan dibarengi dengan tanda yang telah disebutkan sebelumnya, maka kita harus sudah siap siaga dan waspada akan terjadinya angin topan.

  1. Munculnya awan- awan tertentu dengan tiba- tiba

Tanda yang lainnya menjelang akan terjadinya angin topan adalah munculnya beberapa jenis awan tertentu dengan tiba- tiba. Awan- awan  (baca: proses terjadinya awan) ini datang dengan tiba- tiba, misalnya adalah awan Cumulus maupun awan yang berwarna keperak- perakan yang bergerombol sangat tebal di langit. Waktu atau durasi yang dibutuhkan untuk membentuk pusaran angin adalah sekitar 1 jam lamanya dan disertai dengan angin kencang, sehingga pepohonan juga akan ikut bergoyang.

Nah, itulah beberapa tanda yang bisa kita lihat dan kita rasakan menjelang datangnya angin topan. Apabila tanda- tanda tersebut datang secara bersama- sama, maka kita harus lebih waspada. Kita harus bisa melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi angin topan supaya tidak menimbulkan banyak korban jiwa.

Upaya Penanggulangan Angin Topan

Semua jenis bencana alam dapat mengakibatkan kemungkinan yang terburuk. Hal ini tidak lepas dengan angin topan. Angin topan juga dapat mengakibatkan kemungkinan yang terburuk. Oleh karena dapat mengakibatkan dampak negatif, maka perlu untuk diupayakan berbagai macam cara untuk  dapat menanggulangi bencana ini. Sebenarnya, datangnya angin topan memang tidak dapat dicegah dikarenakan memang merupakan bencana alam. Namun beberapa cara bisa diupayakan agar dampak atau kerugian yang ditimbulkan tidak terlalu banyak. Berikut ini merupakan beberapa upaya untuk dapat meminimalisir akibat buruk terjadinya angin topan.

  1. Membuat bangunan dengan pondasi yang dalam dan kuat

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk terjadinya angin topan adalah membuat pondasi yang dalam dan juga kuat. Terutama di daerah- daerah yang rawan akan bencana alam angin topan ini. Mengapa pondasi harus dalam dan juga kuat? Agar lebih kokoh tentunya. Hal ini terutama harus dilakukan pada daerah yang mempunyai resiko terkena angin topan yang tinggi. mengingat seperi yang telah disebutkan diatas bahwasannya angin topan dapat dengan mudah mengangkat atap bangunan, dan bahkan mengangkat dasar atau pondasi bangunan hingga bergeser dari tempatnya.

  1. Pelatihan mitigasi bencana angin topan

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk terjadinya angin topan adalah melakukan pelatihan atau mitigasi bencana angin topan bagi warga masyarakat. Terutama warga masyarakat yang berada di daerah rawan angin topan. Hal ini tentu akan sangat berguna sebagai upaya pertahanan diri terhadap angin topan, serta untuk melatih diri mengenai tindakan yang paling tepat yang harus dilakukan ketika terjadi angin topan.

  1. Tidak membangun bangunan di tempat yang rawan angin topan

Upaya yang paling aman diantara yang lainnya adalah menghindari daerah yang rawan terjadi angin topan untuk digunakan sebagai daerah pemukiman. Namun hal ini sulit untuk dilakukan, mengingat angin topan dapat berpotensi terjadi di daerah mana saja yang sekiranya dekat dengan garis khatulistiwa. Jadi upaya ini merupakan upaya yang paling aman, namun juga merupakan upaya yang paling sulit untuk dilakukan mengingat sebuah tempat sangat dibutuhkan untuk melakukan berbagai macam aktivitas.

  1. Memasang alat pendeteksi terjadinya angin topan

Langkah yang satu ini merupakan sebuah langkah untuk mengantisipasi terjadinya dampak buruk serta korban jiwa yang banyak, yakni memasang alat pendeteksi terjadinya angin topan. Angin topan merupakan salah satu bencana alam yang berbahaya. maka dari itulah keberadaannya haruslah sangat diwaspadai. Ketika alat pendeteksi angin topan sudah menggapai tanda- tanda terjadinya angin topan, maka masyarakat di daerah yang terkena angin topan tersebut harus segera mengungsi, supaya masyarakat lebih terkondisikan dan jauh dari marabahaya.

Itulah beberapa cara yang dapat kita lakukan atau kita upayakan untuk dapat mencegah terjadinya dampak buruk dari angin topan yang telalu banyak. Hal ini dapat kita lakukan secara dini supaya masyarakat lebih bisa mengantisipasi dan mengambil tindakan yang tegas dan tepat.