Categories
Ilmu Sosial

Negara Laos: Karakteristik – Penduduk dan Faktanya

Negara Laos dan negara Myanmar masuk menjadi anggota ASEAN dalam waktu yang bersamaan yakni pada tanggal 23 Juli 1997. Berdasarkan sejarah, negara Laos pernah dijajah oleh bangsa Prancis dan menjadi negara berdaulat sejak tanggal 22 Oktober 1953 dalam bentuk kerajaan.

Selang beberapa tahun, Laos merubah statusnya menjadi Republik Laos pada tanggal 2 Desember 1975 dengan menganut sistem pemerintahan komunis. Kepala pemerintahan negara Laos yakni seorang presiden bernama Choummaly Sayasone yang dibantu perdana menteri, Bouasone Bouphavanh.

Yang menarik dari negara Laos yakni, negara satu – satunya di Asia Tenggara yang tidak mempunyai wilayah laut atau pesisir (land-lock) atau lebih dikenal sebagai negara pedalaman. Dengan kondisi geografis tersebut memberikan banyak kekurangan dari segi keamanan dan pertahanan jika negara tersebut mengalami penyerangan dari negara lain.

Karakteristik Negara Laos

Negara Laos atau Republik Demokraik Rakyat Laos mempunyai ibu kota bernama Vientiane, merupakan negara yang dikelilingi daratan dan berada di kawasan utara Semenanjung Indocina.

Nama Laos berasal dari kata Lan Xang yang artinya kerajaan gajah, sebab pada abad ke-14 hingga ke-18 negara ini mendapat sebutan Negeri Seribu Gajah.

Negara yang mempunyai luas wilayah sekitar 236.800 km persegi tersebut, secara astronomis berada di antara 14oLU – 22oLU dan antara 100oBT – 108oBT. Jika dilihat secara geografis, Laos berbatasan wilayah dengan:

Sama halnya dengan negara – negara yang berada di kawasan Asia Tenggara, Laos mempunyai iklim tropis dengan suhu udara rata – rata per tahun sekitar 26 – 28oC dan curah hujan sekitar 1.500 – 2.500 mm per tahun.

Musim di Laos terbagi menjadi 3 musim, yakni:

  • Musim kemarau (bulan November – Februari)
  • Musim pancaroba yang kering (Maret – Mei)
  • Musim hujan (Juni – Oktober).

Kondisi alam Laos banyak ditumbuhi oleh pepohonan yang lebat serta pegunungan dengan salah satu gunung tertinggi bernama Phou Bia, memiliki tinggi sekitar 2.817 m di atas permukaan laut.

Pegunungan Rantai Annam menjadi perbatasan alami dengan Vietnam yang berada di sisi timur, sedangkan Sungai Mekong menjadi pembatas dengan negara Thailand.

Penduduk Negara Laos

Jumlah populasi yang berada di Laos tergolong tidak terlalu banyak atau jarang. Di tahun 2004 saja jumlah penduduk Laos hanya mencapai 5,8 juta jiwa dan tahun 2016 jumlah penduduk berkisar 6.758.353 jiwa.

Mayoritas suku bangsa yang hidup di Laos adalah suku Lao, meskipun begitu terdapat suku – suku lainnya yang juga berada di Laos, antara lain:

  • Suku Lao: 53%
  • Suku Khmou: 11%
  • Suku Hmong: 9,2%
  • Suku Phouthay: 3,4%
  • Suku Tai: 3,1%
  • Suku Makong: 2,5%
  • Suku Katang: 2,2%
  • Suku Lue: 2%
  • Suku Akha: 1,8%
  • Lain-lainnya: 11,6%

Untuk bahasa yang digunakan, Laos memiliki bahasa nasional yakni bahasa Lao, namun untuk komunikasi sehari – hari menggunakan bahasa Thai, Inggris dan Prancis. Kepercayaan masyarakat Laos sebagian besar menganut agama Buddha (64,7%), tidak mempunyai agama (31,4%) sisanya sekitar 3,8%.

Kekayaan Alam dan Perekonomian Negara Laos

Meskipun tidak mempunyai wilayah perairan, Laos memiliki wilayah hutan yang cukup luas yakni sekitar setengah dari luas daratannya. Terdapat berbagai macam jenis hutan mulai dari hutan tropis, hutan bambu, serta hutan campuran.

Di daerah Lembah Sungai Mekong, banyak dibudidayakan berbagai macam tanaman pertanian dan perkebunan seperti padi, pisang, kopi, tembakau dan jagung. Tidak hanya itu saja, negara Laos juga memiliki berbagai sumber tambang mulai dari timah, tembaga, perak dan emas.

Sistem perekonomian yang dialami oleh Laos masih dalam proses perkembangan. Seperti halnya yang terjadi di beberapa negara berkembang, hanya kota – kota besar saja yang paling banyak mengalami perubahan ketimbang wilayah – wilayah yang berada di pedalaman.

Untuk pendapatan negara, Laos mengandalkan berbagai macam bidang seperti pertanian, kehutanan, pertambangan, perdagangan, industri dan pariwisata.

  • Pertanian adalah sektor utama dari negara Laos yakni sebesar 41% dengan hasil utama berupa padi, tembakau, jagung, kopi, kapas dan lain sebagainya, kegiatan ini banyak bergantung oleh sistem irigasi dari sungai Mekong.
  • Timah dan bijih besi adalah hasil tambang utama di Laos, sedangkan hasil tambang yang lain masih belum bisa dikelola secara maksimal. Untuk meningkatkannya, Laos mendapat bantuan dari IMF dan bantuan internasional lain dengan melakukan investasi.
  • Pengolahan hasil hutan hingga menghasilkan produk berupa kayu potong juga menyumbang pendapatan bagi negara.
  • Pemerintah Laos juga mengembangkan pariwisata dengan memperkenalkan berbagai macam kebudayaan lokal.

Fakta-Fakta Negara Laos

1. Negara dengan banyak bom

Saat terjadi Perang Vietnam yang terjadi pada tahun 1964 – 1973, Amerika Serikat menjatuhkan lebih dari 2 juta ton bon di daratan Laos, dan sekitar 30% bom tidak meledak. Tidak heran jika banyak penduduk yang terkadang menemukan bom di lahan ketika sedang mengolah tanah untuk bertani atau bahkan sedang melawati daerah tertentu, sebab ada kasus dimana bom yang ditemukan meledak atau masih aktif.

2. Negeri Seribu Gajah

Julukan Negeri Seribu Gajah bukan tanpa alasan, sebab Laos mempunyai jumlah gajah yang sangat banyak, bahkan nama Laos yang berasal dari kata Lan Xang memiliki arti kerajaan gajah. Sayangnya populasi gajak di Laos mengalami penurunan secara drastis akibat penebangan hutan.

3. Mempunyai bir terbaik di Asia

Laos terkenal mempunyai bir terbaik di Asia yang bernama Beerlao. Bir ini terbuat dari beras Jasmine dan ragi yang berasal dari Jerman, karena rasanya yang enak Beelao pernah mendapat penghargaan dan telah dipublikasikan di New York Times dan Wall Street Journal.

4. Wat Si Muang

Salah satu tempat wisata yang terkenal di Laos yakni Wat Si Muang yaitu sebuah kuil Buddha yang berada di reruntuhan kuil Hindu Khmer Kuno. Konon kuil ini dijaga oleh ruh wanita yang sedang hamil bernama Nang Si.

5. Kota Savannakhet

Kota ini merupakan kota yang paling banyak dikunjungi di Laos. Hal ini disebabkan karena posisinya berada di jalur perdagangan kuno serta menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan pantai Laut Cina Selatan dan juga daerah pegunungan di Kamboja.