Categories
Laut

12 Bentuk Muka Bumi Lautan dan Penjelasannya

Laut mempunyai berbagai macam bentuk muka atau relief. Relief permukaan bumi di lautan ini disebabkan oleh tenaga pembentuk muka bumi yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. (baca :  Akibat Tenaga Eksogen)

Berikut adalah penjelasan dan contoh dari keragaman bentuk muka bumi di lautan yang merupakan bentuk muka bumi lautan :

  1. Paparan benua/ Landasan Benua/ Dangkalan

Paparan benua disebut juga continental shelf merupakan wilayah laut dangkal yang masih termasuk bagian dari daratan pulau (kepanjangan dari benua) dengan kedalaman rata- rata 200 meter. Continental shelf termasuk dalam relief datar atau landai dengan kemiringan 0 sampai 1 derajat, dan mempunyai lebar antara 0 sampai 1.200 kilo meter dihitung dari garis pantai (baca : Pengertian Landasan Kontinen).

Contoh dari paparan benua yakni Dangkalan Sahul di bagian timur Indonesia dan Dangkalan Sunda di Indonesia bagian barat, Dangkalan Korea di Laut Kuning, Dangkalan Laut Barents di Pantai Arktik Eropa, Paparan Siberia di Samudera Arktik dan Dangkalan Laut Utara yang terletak di antara Inggris dengan Benua Eropa. (baca : Benua di Dunia)

  1. Lereng benua

Lereng benua memiliki sebutan continental slope yaitu lereng yang berada di antara paparan benua dan laut dalam. Lereng benua memiliki kedalaman lebih dari 200 meter dan kurang dari 1.500 meter. Contoh dari lereng benua ialah Laut Cina Selatan. (baca : Benua Terbesar di Dunia)

  1. Palung laut

Disebut juga trog/trench merupakan dasar laut berbentuk seperti huruf ‘V’ yang sangat sempit, curam dan memiliki kedalaman lebih dari 5.000 meter. Begitu dalamnya palung laut sehingga sangat sedikit atau bahkan tidak ada sinar matahari yang dapat masuk ke zona laut ini. Penyebab terbentuknya relief ini adalah karena adanya patahan atau gerak lipatan kulit bumi. Contoh palung laut yakni Palung Sunda (kedalaman 7.450 meter) di selatan Pulau Jawa, Palung Laut Puerto Rico (kedalaman 9.175 meter), Palung Mindanau (kedalaman 10.500 meter) di sebelah timur Philipina dan Palung Mariana (kedalaman 10.911 meter) di Teritori Guam.

  1. Lubuk laut

Lubuk laut (basin) atau ledok laut merupakan daerah berupa cekungan besar berbentuk huruf ‘U’ yang dalam dan luas. Contoh dari lubuk laut adalah Cekungan Sulawesi dengan kedalaman 6.220 meter, Lubuk Laut Aru dengan kedalaman 3.680 meter, Lubuk Laut Halmahera dengan kedalaman 2.030 meter, Lubuk Laut Sulu dengan kedalaman 5.000 meter dan Lubuk Laut Sangihe dengan kedalaman 3.820 meter.

  1. Ambang laut

Ambang laut atau drempel yaitu dasar laut yang mencuat sehingga memisahkan satu perairan dengan perairan yang lain. Contohnya adalah Ambang Laut Sulu, Ambang Laut Halmahera, Ambang Laut Aru, Ambang Laut Gibraltar dan Ambang Laut Sulawesi

  1. Punggung laut

Punggung laut yaitu bagian dasar laut atau bukit di dasar laut yang menjulang ke atas tetapi puncaknya belum menyembul ke atas permukaan laut. Punggung laut ini terletak di antara dua lempeng litosfer yang bergerak saling menjauh. Punggung laut yang berlereng landai disebut dengan rise, sedangkan punggung laut dengan lereng yang curam disebut ridge. Jika puncak dari punggung laut menyembul ke permukaan laut maka akan membentuk menjadi pulau. Contoh punggung laut di Indonesia yang membentuk pulau diantaranya adalah Kepulauan Selatan Daya (punggung laut yang membentuk dari Kepulauan Leti sampai Pulau Seram).

  1. Gunung laut

Gunung laut atau sea mount adalah gunung yang terbentuk di dasar laut akibat adanya aktivitas vulkasnisme. Samudera Pasifik merupakan semudera dengan gunung laut terbanyak dari pada dengan samudera lainnya. (baca : Perbedaan Laut dan Samudera)

Gunung laut mempunyai kaki gunung di dasar laut dan puncak gunugnya bisa muncul ke permukaan laut. Contoh gunung laut yang puncaknya masih berada di bawah permukaan laut adalah gunung api di Laut Banda, sedangkan gunung laut yang puncaknya sampai ke permukaan laut, contohnya Gunung Krakatau di Selat Sunda dan Gunung Manua Loa di Hawai. (baca : Bahaya Gunung Api Bawah Laut)

  1. Laut dangkal

Laut dangkal dalah laut yang memiliki kedalaman kurang dari 200 meter. Conyohnya Laut Jawa, Laut Arafuru Selat Karimata dan Laut Cina Selatan. (baca : Macam Macam Laut)

  1. Laut dalam

Laut dalam merupakan laut yang memiliki kedalaman lebih dari 200 meter. Contohnya Laut Banda dengan kedalaman 7.440 meter, Laut Flores dengan kedalaman 5.140 meter dan Laut Sulawesi dengan kedalaman 5.590 meter. (baca : Pembagian Laut)

  1. Pulau karang

Pulau karang adalah pulau yang terdiri dari batuan karang baik sebagian atau pun seluruhnya. Munculnya pulau karang ini adalah akibat dari terumbu karang yang telah mati dan kemudian bertumpuk- tumpuk. Ada bermacam- macam jenis pulau karang, diantaranya adalah:

  1. Pulau karang atol, yakni pulau karang yang berbentuk melingkar seperti gelang dengan bagian tengah yang di sebut laguna.
  2. Pulau karang pantai, adalah sebuah pulau yang dikelilingi oleh rumah karang, dimana antara daratan dan karang terdapat laut sempit yang dangkal.
  3. Pulau karang datar, yaitu pulau yang muncul akibat binatang karang yang membuat rumah karang pada beting- beting di dalam laut.
  4. Pulau karang barriere, merupakan batu karang panjang yang berjarak 100 sampai 2000 meter dari pantai dan berfungsi sebagai penghalang laut. (baca : Manfaat Pantai)

Contoh dari pulau karang di Indonesia adalah Pulau Tukang Besi di Sulawesi Tenggara, Pulau Karang Barriere di Selat Makasar dan pulau karang yang terletak di sebelah selatan Pulau Aru di Kabupaten Maluku Tenggara.

  1. Submarine Canyon

Submarine canyon atau ngarai bawah laut ialah bekas daratan yang berupa sungai dan lembah yang kemudian tenggelam karena dampak dari kenaikan air laut. Pada umumnya ngarai ini berada pada 2000 meter di bawah permukaan laut. Alur ngarai yang terletak pada permukaan paparan benua ini dapat ditemui di laut Jawa dan selat Karimata yang berada di paparan Sunda dan merupakan bekas daratan dari benua Asia.

  1. Pegunungan tengah samudera

Igir atau pegunungan di tengah samudera adalah jalur gunung api di tengah- tengah samudera dengan arah memanjang. Jalur gunung api bawah laut ini lebih dikenal dengan  ring of fire atau cincin api. Igir memiliki bentuk panjang atau memanjang di daerah pemisah dua lempeng samudera yang disebut zona divergensi.

Bentuknya hampir sama dengan ambang laut, akan tetapi pegunungan tengah laut memiliki ciri khusus yaitu dapat mengeluarkan magma sehingga membentuk deretan gunung api bawah laut. Hal tersebut menyebabkan daerah cincin api sering mengalami gempa bumi. Pegunungan tengah samudera yang terkenal adalah Cincin Api Pasifik yang mengelilingi cekungan Samudera Pasifik. (baca : Samudera di Dunia).