Categories
Biogeografi

7 Proses Pembuatan Minyak Goreng Kelapa Sawit

Bumi adalah planet dengan berbagai macam kekayaan alam (Baca: Pengertian Bumi dan Lapisannya). Hal ini karena permukaan bumi yang tidak rata, sehingga menghasilkan berbagai macam ekosistem. Ekosistem di bumi terbagi menjadi ekosistem darat dan air (Baca: Jenis-jenis Ekosistem Darat dan Air). Setiap ekosistem memiliki ciri khas masing- masing. Ekosistem daratan terdiri dari hutan hujan, sabana, padang rumput, gurun, hutan gugur, taiga, dan tundra. Sedangkan ekosistem air terbagi menjadi dua, dilihat dari jenis airnya. Yaitu ekosistem air tawar, dan ekosistem laut. Ekosistem air tawar antara lain ekosistem sungai, danau, dan rawa- rawa. Sedangkan ekosistem laut antara lain ekosistem pantai, terumbu karang, dan ekosistem laut dalam.

Selain ekosistem, bumi memiliki kekayaan flora- dan fauna. Indonesia adalah salah satu Negara dengan kekayaan flora dan faunanya (baca: Keanekaragaman Hayati di Indonesia Flora dan Fauna). Karena tanah Indonesia terkenal akan kesuburannya, banyak tanaman yang dapat di tanam di sini. Salah satunya adala kelapa sawit. Kelapa sawit adalah tanaman yang mampu menghasilkan minyak nabati yang sangat dibutuhkan untuk memasak. Untuk membuat membuat minyak goreng dari kelapa sawit, membutuhkan proses yang panjang, agar menghasilkan minyak goreng murni.

Tahap Pembuatan Minyak Goreng Kelapa Sawit

Minyak goreng adalah salah satu bahan yang wajib ada di setiap dapur. Minyak goreng biasa di pakai untuk menggoreng masakan. Banyak sekali jenis minyak goreng. Antara lain minyak zaitun, minyak jagung, minyak ikan dorang dan minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit adalah minyak yang paling umum di pakai, karena minyak kelapa sawit paling lama di kenal oleh masyarakat luas. Indonesia adalah salah satu Negara dengan jumlah perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Sehingga dapat dikatakan Indonesia adalah salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan jumlah yang dihasilkan 31,10 juta ton per tahun. Tanaman kelapa sawit sangat cocok dengan Indonesia yang beriklim tropis.

Bahan yang dipakai dalam pembuatan minyak goreng kelapa sawit adalah buah kelapa sawit. Buah kelapa sawit mengandung minyak, sehingga harus diperas untuk mengahasilkan minyak utuh yang jernih. Proses pembuatan minyak kelapa sawit membutuhkan mesin pres yang kuat serta air panas. Selain itu, dalam proses pembuatan minyak kelapa sawit, membutuhkan pemilihan buah kelapa sawit yang baik dan matang. Minyak goreng yang dihasilkan oleh kelapa sawit adalah jenis minyak goreng nabati, yang dianggap memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sehingga kebun kelama sawit dianggap membawa keuntungan yang tinggi. Dalam proses pembuatan minyak goreng kelapa sawit, membutuhkan 5 langkah. Mulai dari tahap pengambilan buah hingga penyimpanan minyak murni yang telah di saring. Langkah tersebt antara lain:

1. Pengumpulan Buah Kelapa Sawit

Pada tahap ini, kelapa sawit yang telah matang, di ambil. Proses pengambilan ini di sebut pengumpulan tandan buah segar atau TBS. Pemilihan buah sangat di perlukan untuk menciptakan minyak goreng dengan kualitas yang baik. Pengangkutan buah ini memakai truk, dan segera di bawa k pabrik. Pengolahan kelapa sawit sebaiknya di pabrik dengan memakai mesin yang memiliki kekuatan pres yang baik. Hal ini agar minyak yang di hasilkan juga berkualitas baik. Saat TBS telah masuk ke dalam pabrik, TBS kemudian di timbang untuk dapat dilihat kapasitas minyak yang akan di hasilkan.

2. Perebusan Buah Kelapa Sawit

Sesudah di timbang, lalu buah di rebus memakai uap air panas dengan tekanan 2,2 hingga 3 kg per cm. proses perebusan ini membutuhkan waktu selama 90 menit. Perebusan ini berguna untuk membunuh enzim yang akan merusak hasil jadi dari minyak tersebut. Selain itu, untuk memudahkan saat peremasan buah untuk di ambil minyaknya. Perebusan buah juga memudahkan perontokan inti buah dari cangkangnya. Buah yang telah direbus akan menghasilkan minyak dengan kadar 0,5 persen. Buah yang telah direbus, kemudian akan di bawa ke tahap berikutnya.

3. Perontokan Buah

Buah kelapa sawit yang di bawa ke dalam pabrik masih tertancap pada tangkai. Oleh karena itu, buah harus di rontokkan dari tangkainya terlebih dahulu. Buah telah di rebus, menjadi lebih mudah untuk di rontokkan dari tangkainya. Cara merontokkan buah dari tangkainya memakai metode bantingan. Setelah buah di rontokkan dari tangkainya, buah di masukkan ke dalam mesin therser. Mesin ini berfungsi untuk memisahkan buah dari brondongnya. Proses memakai mesih therser ini membutuhkan waktu dua kali pengolahan. Hal ini agar buah benar- benar bersih drai tangkai dan brondongnya. Hasil dari pengolahan ini adalah daging buah yang terkelupas dan dapat di peras pada tahap selanjutnya.

4. Pemerasan Daging Buah

Sebelum buah di peras, terlebih dahulu harus melepaskam biji buah dari daging buah. Hal ini memakai tekanan uap bersuhu antara 80 hingga 90 derajat. Setelah buah telah terlepas dari bijinya, maka buah dimasukkan ke dalam mesin pengompres. Pada tahap ini membutuhkan tambahan panas sekitar 10 hingga 15 persen dari kapasitas mesin pengompres. Hasil akhir dari pengomprean ini adalah minyak kasar yang masih bercampur dengan dagng buah atau ampas buah.

5. Penyaringan Minyak Kasar

Minyak yang di hasilkan oleh mesih pengompres adalah minyak yang kasar. Oleh karena itu, untuk menghasilkan minyak murni, minyak kasar ini harus di saring terlebih dahulu. Pada proses ini, minyak kasar di masukkan kedalam crude oil tank. Di dalam wadah ini, terdapat saringan pasir yang bertugas memisahkan ampas dan minyak. Ampas yang terkumpul pada saringan akan diolah lagi, karena masih mengandung minyak pada pengolahan ini memakai mesin depericarper. Pada proses ini, membutuhkan bantuan air panas untuk memudahkan pengolahan ampas menjadi minyak. Pada proses ini, karena memakai bantuan air, maka hasil yang keluar adalah air yang bercampur dengan minyak.

6. Pemisahan Minyak dengan Air

Pada proses ini, minyak yang telah tercampur dengan air haris dipisahkan. Proses pemisahan ini harus urut dan sesuai dengan kadar minyak yang ada. Selain itu harus sesuai dengan fase- fase minyak tersebut. Pada fase ringan, kandungannya adalah minyak, air, dan massa jenis minyak di tampung pada continuous setting tank. Lalu kandungan minyaknya akan di bawa ke oil tank. Sedangkan fase berat berisi minyak, air, dan massa berat di tampung pada sludge tank lalu di bawa ke sludge separator untuk di pisah minyak dan airnya. Hasil akhir pada kedua proses ini adalah minyak, yang kemudian akan di murnikan.

7. Pemurnian Minyak

Minyak yang telah terpisah dengan air tidak 100% benar- benar terpisah dengan air. Hal ini membutuhkan proses pemurnian untuk benar- benar menghilangkan air di dalam minyak. Untuk dapat memurnikan minyak, minyak di bawa ke dalam vacuum drier. Fungsi dari mesin ini adalah untuk membuang air yang terkandung di dalam minyak hingga nilai minimal atau di bawah ambang batas. Setelah melewati proses vacuum drier, minyak yang telah menjadi minyak murni, di masukkan ke dalam oil storage tank untuk di bawa ke bagian pengemasan.

Baca Juga: