Categories
Hutan

Hutan Gugur : Pengertian, Letak dan Ciri-ciri

Bumi adalah salah satu anugerah yang luar biasa yang diciptakan oleh Tuhan. Bumi adalah salah satu planet yang sangat sempurna (baca: planet di tata surya). Bagaimana tidak? Bumi mempunyai segala sesuatu yang dibutuhkan oleh makhluk hidup, baik itu manusia, binatang, tumbuhan hingga mikroorganisme sekalipun. Bumi menyimpan segala kekayaan alam dengan baik agar dapat diolah oleh manusia demi memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak terbatas.

Sumber daya alam (baca: sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui) yang dimiliki oleh Bumi ini ada bermacam- macam, baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Segala bentuk kenampakan yang ada di Bumi ini adalah sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Sebagai contoh adalah macam- macam laut, macam-macam danau, sungai (baca: manfaat sungai), sawah, jenis- jenis hutan, gunung (baca: penyebab gunung berapi meletus), dan lain sebagainya.

Pembagian sumber daya alam

Dari beberapa sumber daya alam tersebut, ada salah satu sumber daya alam yang terletak di daratan (baca: ekosistem daratan). Sumber daya alam ini sangat bermanfaat bagi lingkungan (baca: manfaat lingkungan) yang ada di sekitarnya. Tidak hanya bagi lingkungan saja, namun juga bagi makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Sumber daya alam yang dimaksud adalah hutan. Hutan adalah salah satu kekayaan alam yang banyak sekali manfaatnya (baca: fungsi hutan).

Sebagian dari kita pun telah mengetahui itu. Itulah sebabnya mengapa banyak sekali media yang mengampanyekan kegiatan- kegiatan dengan tujuan melestarikan hutan (baca: cara menjaga kelestarian hutan). Daratan tanpa hutan bagaikan padang pasir yang tidak mempunyai oase. Akan terasa panas sekali apabila dunia tanpa hutan. Bahkan kita mungkin akan merasakan panas yang berlebihan apabila tidak ada hutan di sekitar kita (baca: pemanasan global). Inipun akan membahayakan kondisi Bumi untuk kedepannya. Maka dari itulah kita perlu mengenal tentang hutan ini.

Jenis- jenis Hutan

Bila kita ditanya mengenai apa itu hutan, maka kita akan menjawab bahwa hutan merupakan daratan luas yang ditumbuhi oleh banyak pepohonan dalam jumlah banyak dan letaknya saling berdekatan. Ya, memang benar. Pengertian hutan kurang lebih seperti itu. Namun tidak semua hutan ternyata ditumbuhi oleh pepohonan yang tinggi dan jumlahnya banyak. Ada pula hutan yang jarang ditumbuhi pohon (pohonnnya hanya sedikit), namun lebih banyak ditumbuhi oleh rerumputan sehingga menutupi tanah hutan tersebut. Hutan yang demikian dikenal sebagai hutan sabana. Oleh karena perbedaan hutan ini, maka hutan dibagi menjadi jenis- jenis yang berbeda- beda. Jenis- jenis hutan ini dibagi berdasar pada kategori- kategori tertentu. Beberapa jenis hutan berdasar pada masing- masing kategori  akan disebutkan di bawah ini.

Menurut jenis pohonnya, hutan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Hutan homogen
  2. Hutan heterogen

Menurut proses terjadinya, hutan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Hutan asli
  2. Hutan buatan

Menurut tempatnya, hutan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Hutan pantai
  2. Hutan pegunungan
  3. Hutan rawa gambut, dll.

Menurut Kegunaannya, hutan dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Hutan lindung
  2. Hutan suaka alam
  3. Hutan wisata
  4. Hutan produksi

Menurut iklimnya, hutan dibedakan menjadi sembilan jenis, yaitu:

  1. Hutan hujan tropis
  2. Hutan musim tropik
  3. Hutan iklim sedang
  4. Hutan pegunungan tropik
  5. Hutan gugur iklim sedang
  6. Hutan hujan iklim sedang yang selalu tampak hijau
  7. Taiga (baca: bioma taiga)
  8. Gurun (baca: bioma gurun)
  9. Sabana (baca: bioma sabana)

Itulah jenis- jenis hutan berdasar pada kategorinya masing- masing. Apabila kita baca, maka seperti ada banyak sekali kategori hutan. Namun sebenarnya suatu hutan bisa masuk kedalam beberapa kategori, tergantung kita memandangnya dari kategori yang mana. Dari sekian banyak kategori hutan, ada satu hutan yang akan menjadi topik pembahasan dalam artikel ini. Salah satu jenis hutan tersebut adalah hutan gugur.

Hutan Gugur

Kita mungkin sering membayangkan bahwa hutan gugur (baca: bioma hutan gugur) adalah hutan yang berisi pohon- pohon yang menggugurkan daunnya ketika musim tertentu. Dan hal itu memang benar. Daun- daun yang ada di hutan gugur akan menjatuhkan atau menggugurkan daunnya ketika musim tertentu. Maka dari itulah hutan ini disebut sebagai hutan gugur. Dan ketika daun- daun berguguran di hutan gugur ini kita akan menyaksikan keindahan yang sangat alami dari alam. Daun yang berguguran berwarna coklat kemerah- merahan yang akan menambah keindahan. Kita akan menyaksikan sensasi musim gugur yang menyenangkan. Tidak mengherankan banyak orang menantikan datangnya musim gugur ini hanya sekerad untuk mengabadikannya dalam dokumentasi berupa gambar (foto).

Pengertian hutan gugur 

Hutan gugur juga mempunyai nama lain yaitu hutan musim tropika atau disebut juga hutan monsun (monsoon forest). Hutan gugur ini merupakan salah satu bioma yang berupa hutan yang berada di wilayah yang mempunyai iklim tropis (baca: iklim di Indonesia) dan subtropis. Hutan gugur ini mempunyai iklim yang hangat sepanjang tahunnya. Ada salah satu ciri khas yang dimiliki oleh hutan musim ini, yakni memiliki musim kering atau musim kemarau yang panjang selama berbulan- bulan.

Meskipun sebenarnya wilayah hutan gugur ini dihujani oleh curah hujan (baca: proses terjadinya hujan) sebanyak beberapa milimeter, namun musim kering yang panjang akan tetap mengalahkan keberadaan curah hujan tersebut. Dan musim kering panjang inilah yang menjadi alasan mengapa pepohonan yang ada di hutan gugur ini menggugurkan daunnya. Hal ini karena pepohonan akan mengalami kekurangan air sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis dengan baik. Dan daun- daun yang gugur ini secara langsung maupun tidak akan mempengaruhi kehidupan makhluk yang ada di dalamnya.

Letak Hutan Gugur

Hutan gugur paling banyak kita temukan di daerah yang berada di garis lintang lebih tinggi daripada daerah yang mempunyai hutan hujan tropis. Hutan gugur akan dapat kita jumpai di sekitar antara 10ᵒ dan 20ᵒ LU dan 10ᵒ dan 20ᵒ LS. Di wilayah ini kita dapat dengan mudah menjumpau hutan gugur yang yang berselingan dengan hutan sabana dan juga padang rumput tropika. Hal tersebut adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor curah hujan yang rendah, kemampuan tanah wilayah tersebut untuk menahan air, dan juga kesuburan tanah.

Hutan gugur yang beraneka ragam paling banyak kita jumpai di wilayah Meksiko bagian selatan dan juga di dataran rendah Bolivia. Selain di kedua wilayah tersebut, kita juga dapat menemukan hutan gugur ini di daerah pesisir Pasifik di barat laut  Amerika Selatan, di wilayah sub- tropik Amerika Serikat, di Afrika bagian tenggara, di India Tengah, Indocina, Madagaskar, dan Kaledonia Baru. Lalu, bagaimana di Indonesia? Apakah juga dapat ditemui hutan gugur ini? Di Indonesia sendiri, hutan gugur dapat kita temui yang melitas kawasan Wallacea- yaitu dari Kepulauan Filliphina sebelah utara, kemudian melintasi Sulawesi dan juga sebagian Maluku, kemudian menyeberang ke arah selatan hingga mencapai wilayah Nusa Tenggara, Bali dan juga Jawa. Keringnya wilayah- wilayah ini disebabkan oleh angin monsun (baca: jenis angin) yang membawa perbedaan musiman yang sangat jelas dan bentuk jumlah curah hujan setiap bulannya.

Ciri- ciri Hutan Gugur

Sekilas kita melihat hutan gugur ini tidak ada bedanya sedangan hutan lain ketika sedang tidak tiba musim gugur. Namun ternyata hutan gugur ini mempunyai fakta- fakta informasi mengenainya yang tidak dimiliki oleh hutan lain. Maka dari itulah untuk membedakan hutan gugur ini dengan hutan lainnya kita dapat melihat dari ciri- ciri yang dimiliki oleh hutan gugur ini. Berikut ini merupakan ciri- ciri yang dimiliki oleh hutan gugur, yakni sebagai berikut:

  • Hutan gugur memiliki curah hujan sekitar 750 mm hingga 1.000 mm pertahunnya
  • Memiliki suhu yang sangat rendah pada saat musim dingin tiba hingga mencapai -30ᵒ C
  • Memiliki suhu yang panas sekali ketika musim panas tiba hingga mencapai 30ᵒ C, sehingga dapat dikatakan bahwa suhu di hutan gugur ini sangat ekstrim
  • Sebagian besar mempunyai empat musim, yaitu musim semi, musim gugur, musim panas dan musim dingin. Namun ada beberapa wilayah yang tidak memiliki empat musim namun memilki hutan gugur ini
  • Tumbuhan yang ada di dalam hutan akan menggugurkan daun- daunnya ketika musim dingin tiba. Namun bagi hutan yang berada di wilayah iklim tropis, pepohonan akan menggugurkan daunnya ketika musim panas tiba
  • Keanearagaman berbagai jenis tumbuhan yang ada di dalam hutan tidak terlelau banyak
  • Pohon- pohon yang hidup di hutan gugur ini rata- rata tinggi namun memiliki daun yang bentuknya tidak terlalu lebar
  • Pepohonan yang tumbuh di hutan ini umumnya hanya sedikit jenisnya dan juga tidak terlalu rapat. Hal ini karena unsur cahaya matahari (baca: lapisan- lapisan matahari) yang sangat dibutuhkan oleh pepohonan hanya terjadi pada musim panas atau musim semi saja
  • Memiliki tanah yang subur. Hal ini dikarenakan pohon- pohon yang menggugurkan daunnya di tanah. Daun- daun tersebut akan membusuk dan akan memberikan nutrisi pada tanah tersebut
  • Hutan gugur memiliki dua lapisan tanah, yaitu afisol dan juga utisol

Itulah beberapa ciri yang dimiliki oleh hutan gugur. Ciri- ciri yang telah disebutkan diatas akan cukup membantu kita untuk mengenal seperti apa hutan gugur itu. Ciri- ciri tersebut juga akan membedakan hutan gugur dengan hutan- hutan yang lainnya.

Flora dan Fauna Hutan Gugur

Kita telah mengetahui bahwa salah satu fungsi atau manfaat dari hutan adalah menjadi rumah atau tempat tinggal dari flora dan fauna. Hal ini juga sama terjadi dengan hutan gugur. Hutan gugur juga dihuni oleh jenis flora dan fauna khas hutan gugur. Penjelasan mengenai flora dan fauna hutan gugur ada dipaparkan di bawah ini.

  • Flora

Flora atau tanaman yang ada di hutan gugur ini pada umumnya setipe. Meskipun berbeda jenis, namun pepohonan tersebut setipe. Jenis flora atau tanaman yang hidup dan mendominasi di hutan gugur ini pada umumnya adalah tanaman tropofit, yakni tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan musim. Pohon- pohon yang hidup di hutan gugur ini juga mempunyai getah yang dapat digunakan untuk menjaga akar pohon membeku selama musim dingin.

Jenis flora atau tanaman yang ada di hutan gugur ini antara lain adalah pohon bunga sakura, pohon oak, pohon basswood, pohon maple, pohon jati, pohon cemara, pohon angsana, pohon pinus, pohon palem, pohon pakis, bambu, dan eucalyptus.

  • Fauna

Selain flora atau tumbuhan khas yang dimiliki oleh hutan gugur, hutan gugur juga dihuni oleh binatang atau fauna yang khas. Binatang atau fauna yang hidup di hutan gugur ini melakukan adaptasi berupa migrasi (yang dilakukan oleh jenis burung) dan juga hibernasi (yang dilakukan oleh mamalia). Adapun beberapa jenis fauna atau binatang yang hidup di wilayah hutan gugur ini antara lain adalah raccoon, harimau, rusa, babi hutan, panda, beruang, anjing hutan, musang, tupai, sigung, tikus kayu, singa gunung, dan bison. Di hutan gugur ini juga terdapat beberapa jenis serangga. Namun serangga- serangga ini pada umumnya tidak akan bertahan di musim dingin sehingga serangga- serangga tersebut akan bertelur sebelum serangga tersebut mati. Dan teleur- telur yang mereka hasilkan dapat bertahan di musim dingin dan akan menetas ketika musim dingin telah berlalu.

Itulah gambaran dari flora dan fauna yang hidup di hutan gugur. Dari penjelasan tersebut kita mengetahui bahwa flora dan fauna hutan gugur adalah flora dan fauna yang khas terdapat di hutan gugur ini.