14 Contoh Ekosistem Laut dan Darat

Bumi adalah planet yang ada di dalam tatasurya (Baca: Planet di Tata Surya dan Penjelasannya). Bumi sendiri terdiri dari berbagai macam lapisan. Lapisan- lapisan tersebut ada yang terdiri dari batuan- batuan (Baca: Jenis-jenis Batuan Penyusun Lapisan Bumi – Beku, Sedimen, Metamorf). Lapisan bumi yang paling atas di sebut kerak bumi. kerak bumi memiliki permukaan yang tidak rata. Hal ini karena adanya tenaga yang mengubah permukaan bumi, sehingga permukaan bumi memiliki tonjolan maupun cekungan. Dua tenaga tersebut adalah tenaga eksogen dan endogen (Baca: Tenaga Endogen dan Eksogen Pembentuk Muka Bumi). Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. tenaga ini memanfaatkan tekanan panas bumi, yang menekan lapisan- lapisan bumi. akibat dari tenaga ini, bumi pengalami bergai bentuk- bentuk patahan serta lipatan. Tenaga endogen adalah tektonisme, vulkanisme, dan seisme.

Sedangkan eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga ini memanfaatkan tenaga air, angin, dan gletser sebagai tenaga pengangkutnya. Pada dasarnya tenaga eksogen adalah tenaga yang mengubah bentuk bumi yang telah dibentuk oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen terbagi dua yaitu, proses sedimentasi serta macam- macam erosi. Setiap tonjolan maupun cekungan yang ada dibumi, mewakili ekosistem. Bumi sendiri terbagi menjadi dua wiilayah besar, yaitu daratan dan lautan. Sehingga ekosistem di bumi juga terbagi menjadi ekosistem daratan dan ekosistem lautan.

Ekosistem Laut

Ekosistem laut adalah ekosistem yang ada di lautan. Berbeda dengan daratan, ekosistem laut memiliki jumlah yang sedikit. Hal ini karena, jumlah mahkluk hidup yang dapat hidup di air, hanya jenis hewan laut dan tumbuhan laut. Selain itu, semakin besar tingkat kedalaman laut, semakin sedikit makhluk hidup yang dapat tinggal di dalamnya. ekosistem air laut terbagi manjadi 4 yaitu ekosistem pantai, ekosistem estuari, terumbu karang, dan laut dalam. Berikut adalah beberapa  Contoh Ekosistem Laut :

1. Ekosistem Pantai

Ekosistem pantai adalah daerah yang berada di tepi laut. Pantai adalah bagian terdekat daratan dengan laut. Akan tetapi ekosistem pantai menjadi ekosistem laut, karena makhluk hidup yang ada di pantai, juga dapat tinggal di dalam laut seperti kepiting dan kerang.

2. Ekosistem Estuari

Ekosistem estuari adalah ekosistem yang menjadi tempat bertemunya air tawar dan air laut. Dalam ekosistem ini, tanaman yang bisa ditemukan adalah jenis tanaman mangrove. Sedangkan hewan yang bisa ditemukan adalah beberapa jenis kepiting, maupun monyet yang tinggal disekitar pantai.

3. Terumbu Karang

Terumbu karang adalah ekosistem tanaman di dalam laut dangkal. Terumbu karang termasuk dalam tumbuhan, sehingga berfotosintesis untuk menghasilkan makanan. Ikan yang hidup disekitar terumbu karang lebih bervariasi, karena ada hubungan simbiosis metualisme antara beberapa terumbu karang dengan ikan- ikan.

4. Ekosistem Laut Dalam

Ekosistem laut dalam adalah ekosistem yang berada pada kedalaman lebih dari 2000 m dari permukaan laut. Akibat tidak adanya sinar matahari, suhu air di kedalaman ini dapat mencapai 2 derajat celsius. Makhluk hidup yang dapat hidup pada kedalaman ini adalah makhluk hidup yang mampu beradaptasi dari suhu yang ekstrim. Selain itu, hewan yang hidup di sini umumnya hewan karnivora atau hewan pemakan bangkai. Salah satu hewan yang dipercaya tinggal pada kedalaman ini adalah hiu megoladon dan cumi- cumi raksasa.

Ekosistem Darat

Ekosistem darat adalah ekosistem yang berada di darat. Ekosistem darat memiliki lebih banyak variasi, karena di darat, jumlah makhluk yang hidup memiliki variasi yang lebih banyak. Ekosistem darat memiliki peranan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain itu, ekosistem ini adalah ekosistem yang paling sering di rusak oleh manusia. Ekosistem darat memiliki 11 macam, antara lain:

1. Hutan Gugur

Hutan gugur berada pada daerah sub tropis. Curah hujan di hutan gugur berkisar antara 75 hingga 100 cm setiap tahun. Karena berada pada daerah dengan 4 iklim, hutan gugur memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan musim. Saat suhu udara menjadi dingin, dan air di sekitar hutan mulai membeku, maka pohon- pohon di hutan gugur akan mengubah warna daunnya menjadi merah.

Saat iklim menjadi benar-benar dingin, maka pohon akan menggugurkan daunnya. Sedangkan pada musim panas, daun pohon akan kembali menghijau dan lebat. Jenis pohon di hutan ini sekitar 10 hingga 20 jenis pohon saja. Jenis pohon di hutan ini tidak besar dan tidak rindang. Hewan yang bisa ditemukan di hutan ini adalah beruang, hamster, atau hewan yang berhibernasi selama musim dingin.

2. Hutan Hujan Tropis

Ekosistem hutan hujan tropis berada pada daerah yang memiliki iklim tropis. Hutan hujan tropis adalah hutan dengan curah hujan yang tinggi. Curah hujan di hutan hujan tropis bisa mencapai 200 hingga 225 cm pertahun. Akibat dari curah hujan yang tinggi, rata- rata suhu di hutan hujan tropis kurang lebih sekitar 25 derajat celcius. Jenis- jenis pohon yang ada di hutan ini berjenis besar dan tinggi. Tinggi rata- rata pohon di hutan hujan tropis bisa mencapai 20 hingga 40 meter. Hewan yang biasa di temukan di hutan hujan tropis adalah jenis- jenis kera, harimau, jenis- jenis burung, badak ataupun babi.

3. Hutan Sabana

Hutan sabana adalah daratan yang diisi oleh rumput dan sedikit pohon. Sabana terletak pada daerah yang beriklim tropis. Curah hujan yang ada di saban berkisar antara 95 hingga 150 cm per tahun. Karena curah hujan yang lumayan, maka sabana memiliki beberapa jenis pohon yang mampu hidup hanya dengan jumlah air yang terbatas. Jenis hewan yang hidup di sabana antara lain gajah, kuda, macam tutul, singa, atau jenis- jenis hewan pengerat.

4. Ekosistem Padang Rumput

Ekosistem padang rumput dapat ditemukan di daerah dengan iklim tropis maupun sub tropis. Curah hujan di padang rumput cenderung rendah. Hanya berkisar antara 25 hingga 50 cm per tahun. Rata- rata tanaman yang hidup di padang rumput adalah rumput atau pohong- pohon yang berjenis pendek. Curah hujan di padang rumput tidak merata, membuat sebagian daerah di padang rumput ada yang sangat subur, ada yang tidak subur. Daerah yang sangat subur, mampu menumbuhkan rumput hingga ketinggian 3 m. Hewan yang hidup di padang rumput adalah kangguru, singa, jerapah, jaguar, zebra, atau jenis- jenis ular.

5. Ekosistem Tundra

Ekosistem tundra adalah ekosistem di daratan yang berada pada daerah terdingin di bumi, yaitu antartika dan artik. Musim dingin di daerah tundra sangat panjang, bisa berlangsung hingga 9 bulan. Selain itu selama musim dingin, tidak ada cahaya matahari yang masuk. Pada musim panas, cahaya matahari mulai masuk, dan membuat sebagian tanaman berbunga dan berbuah. Jenis tanaman yang paling kuat bertahan di daerah tundra adalah jenis lumut- lumutan. Sedangkan jenis hewan di daerah ini adalah rubah, rusa kutup, atau bison.

6. Ekosistem Taiga

Hutan taiga adalah jenis hutan yang hidup di daerah beriklim sub tropis serta daerah dengan iklim dingin. Karena berada di daerah yang dingin, jenis pohon pada hutan ini adalah pohon- pohon berjenis daun jarum. Pohon- pohon yang berada di daerah ini antara lain cemara, alder, dan jenis pohon berdaun harum lainnya. Hewan yang berada di hutan ini adalah beruang hitam, lynx, atau serigala.

7. Ekosistem Gurun

Ekosistem gurun adalah ekosistem yang berada di daerah yang panas. Curah hujan di daerah ini sangat sedikit, bahkan nyaris tidak ada. Sehingga daerah ini adalah dataran tandus berpasir. Curah hujan di daerah ini, kurang dari 25 cm per tahun. Temperatur udara di gurun, dapat berubah dengan sangat ekstrim. Pada siang hari, suhu di daerah ini bisa mencapai 60 derajat, dan pada malam hari turun drastis menjadi 0 derajat celsius. Jenis tanaman yang dapat tumbuh di daerah ini adalah kaktus, yang mampu menyimpan cadangan air.

8.Ekosistem Sungai

Ekosistem sungai adalah aliran air yang ada di permukaan bumi. Aliran sungai mengalir dan berhenti di laut. Bentuk lekukan sungai terbentuk akibat adanya proses sedimentasi. air sungai termasuk air tawar, sehingga ikan yang dapat hidup di sungai adalah ikan air tawar seperti ikan nila, ikan gurami, atau ikan lele.

9.Rawa- Rawa

Rawa- rawa adalah salah satu ekosistem perairan yang tenang. Rawa adalah genangan air yang terjadi di dataran yang cekung. Genangan air ini dapat bersifat musiman, akibat hujan dan luapan air sungai, atau akibat adanya air pasang dan surut lautan. Hewan yang dapat hidup di rawa- rawa adalah hewan air tawar.

10.Ekosistem Karst

Karst adalah daerah dengan bukit dan gunung yang terbuat dari batu gamping. Karst berbeda dengan ekosistem lain, karena mamiliki keunikan tersendiri. Karst adalah daerah yang rentan terhadap erosi dan tanah longsor. Akan tetapi, gunung karst sering ditambang, karena kandungan batu gamping di dalamnya. akan tetapi akibat penambangan, fungsi karst sebagai peresap air mulai hilang. Sehingga banyak mata iar di sekitar karst mengering.

itu tadi, 14 macam contoh ekosistem laut dan darat. salah satu cara menjaga keseimbangan ekosistem adalah dengan berhenti mengotori lingkungan. Serta tidak mencemarkan darat dan laut, sehingga ekosistem dapat terus ada. Dan keseimbangan lingkungan menjadi semakin baik.

fbWhatsappTwitterLinkedIn