4 Perbedaan Terusan Suez Dan Terusan Panama

Tentu kita semua tidak asing dengan Terusan Suez dan Terusan Panama. Keduanya memiliki peran yang amat penting terutama bagi jalur pelayaran skala dunia, khususnya perdagangan yang bergerak di bidang ekspor dan impor.

Layaknya jalan tol, jika melewati keduanya mampu memberikan waktu tempuh pelayaran menjadi lebih singkat serta menghemat biaya perjalanan jika dibandingkan menggunakan jalur lain. Tentunya saat melewati Terusan Suez atau Terusan Panama harus dikenakan biaya transit, namun itu sebanding dengan waktu perjalanan yang ditempuh nantinya.

Meskipun kedua terusan tersebut sama-sama penting bagi pelayaran, ternyata keduanya memiliki perbedaan. Berikut ini adalah perbedaan antara Terusan Suez dan Terusan Panama yang perlu diketahui!

Sejarah Pembangunan

Terusan Suez

Gagasan pembangunan Terusan Suez dilakukan oleh penjelajah dan juga insinyur Perancis bernama Linant de Bellefonds pada tahun 1830-an. Dia menemukan jika Laut Merah dan Laut Tengah memiliki ketinggian yang sama.

Terusan Suez dibuka pada 17 November 1869 dengan kapal pertama yang melintasi adalah yacht Ratu Perancis Eugenie, L’Aigle. Akan tetapi menurut HMS Newport kapal Angkatan Laut Inggris merupakan kapal pertama yang masuk melewati Terusan Suez.

Terusan Panama

Pembangunan Terusan Panama dimulai sejak setelah selesainya Terusan Suez. Pembangunan ini dilakukan oleh Prancis yang dipimpin oleh Ferdinand de Lesseps pada 1 Januari 1880 akan tetapi harus berhenti pada tahun 1893 akibat para pekerja yang banyak terserang penyakit.

Kemudian pembangunan Terusan Panama diteruskan kembali oleh Amerika Serikat di bawah pimpinan Theodore Roosevelt di tahun 1904 setelah Amerika membantu Panama merdeka dari negara Kolombia dengan imbalan berupa kontrol daerah terusan.

Terusan Panama dibuka pada tanggal 15 Agustus 1914 dengan kapal pertama bernama kapal Ancon. Sebelumnya Terusan Panama berada di bawah kekuasaan Amerika Serikat sampai dengan 31 Desember 1999. Dan saat ini Terusan Panama dikontrol oleh Otoritas Terusan Panama, negara Panama.

Cara Kerja

Terusan Suez

Cara kerja pada Terusan Suez sangat mengandalkan kondisi pasang surut permukaan air laut yang berada di masing-masing sisi, yakni Pelabuhan Alexandria yang berada di Laut Mediterania dan Pelabuhan Said di Laut Merah. Sehingga jika kondisi permukaan laut sedang dalam kondisi pasang, tidak masalah berapa banyak kapal besar yang melintasi Terusan Suez.

Justru sebaliknya jika dalam kondisi surut, Terusan Suez hanya dapat dilalui oleh kapal-kapal berukuran kecil atau bahkan tidak dapat dilewati oleh kapal tergantung seberapa banyak surut permukaan air laut.

Terusan Panama

Untuk dapat dilewati oleh kapal-kapal, Terusan Panama harus memanfaatkan kedua sisi air laut yang berasal dari Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Perlu diketahui jika kanal pada Terusan Panama merupakan air tawar yang dibendung.

Untuk dapat melewati Terusan Panama, mesin kapal harus dimatikan. Sebagai penggantinya kapal dituntun oleh kapal tundra atau lokomotif yang berjalan di atas rel, tepat di sisi kanal air.  Tidak heran jika cara kerja Terusan Panama lebih rumit dibandingkan dengan Terusan Suez.

Selain itu, Terusan Panama tidak dapat dilintasi oleh kapal besar berukuran di atas 14.000 TEUs. Hal ini disebabkan karena jumlah volume air yang dibutuhkan sangatlah besar untuk dapat mengangkat kapal di sisi lainnya.

Jarak Dan Biaya

Terusan Suez

Dahulu sebelum Terusan Suez dibangun, kapal-kapal dari Teluk Persia yang ingin berlayar ke Eropa Utara atau sebaliknya harus berlayar selama sekitar 24 hari dengan jarak tempuh mencapai 21.000 km mengitari benua Afrika.

Dan saat ini dengan adanya Terusan Suez tentu menyingkat waktu perjalanan kapal dari lokasi yang sama dengan waktu tempuh selama 14 hari. Hal ini disebabkan jarak pelayaran telah dipangkas menjadi sekitar 12.000 km saja.

Biaya yang dikeluarkan untuk melewati Terusan Suez tentu disesuaikan dengan jenis kapal, berat kapal, barang yang dibawa dan lainnya. Tentunya kapal-kapal yang melewati Terusan Suez sebagian besar merupakan kapal berukuran besar seperti kapal kargo, kapal pengangkut bahan bakar, dan lainnya.

Meskipun begitu dengan melewati Terusan Suez biaya perjalanan kapal menjadi lebih hemat sekitar 40% dibandingkan jika harus mengitari benua Afrika.

Terusan Panama

Terusan Panama sangat membantu kapal-kapal yang ingin berlayar dari Samudera Pasifik ke Samudera Atlantik atau sebaliknya menjadi lebih singkat yakni dengan jarak tempuh sekitar 13.000 km. Lebih rinci lagi adanya Terusan Panama membuat waktu tempuh kapal dari New York ke Los Angeles dan sebaliknya hingga 60 persen.

Terusan Panama sama seperti jalan tol, setiap kapal yang akan melewati Terusan Panama harus mendepositkan sejumlah dana. Tidak hanya itu saja, kapal juga dikenakan biaya keamanan dan biaya pemakaian ruang lebih.

Apabila uang yang didepositkan nominalnya melebihi biaya yang ditarifkan atau ditentukan, maka uang akan dikembalikan 2 hingga 3 minggu setelah tanggal transit kapal. Dengan catatan tidak ada biaya luar biasa.

Besarnya deposit kapal tergantung dari panjang kapal dengan satuan feet (kaki) yakni mulai dari US$ 1.875 sampai dengan US$ 4.275.

Cara Masuk

Terusan Suez

Kapal-kapal yang melewati Terusan Suez cukup sederhana. Jika persyaratan dokumen telah terpenuhi kapal dapat masuk melewati Terusan Suez dengan mengatur jarak antara kapal satu dengan kapal lainnya agar tidak terjadi tabarakan.

Terusan Panama

Kapal yang ingin memasuki  Terusan Panama harus melewati celah sempit  di setiap sisinya secara bergantian. Karena lokasi Terusan Panama berada di atas bukit, setiap kapal yang masuk atau keluar akan dinaikkan atau diturunkan secara bertahap kemudian ditarik menggunakan kapal tunda.

Tentunya hal ini membuat kapal-kapal yang akan melewati Terusan Panama harus antre. Akan tetapi Terusan Panama memiliki danau air tawar di bagian tengah lintasan yang banyak dimanfaatkan sebagai kawasan untuk bersandar kapal-kapal selama menunggu antrean.

fbWhatsappTwitterLinkedIn