7 Negara Yang Kesulitan Air Bersih

Air menjadi hal yang amat penting bagi semua makhluk hidup. Bahkan ada sekitar 70 persen bagian dari Bumi terdiri atas air, tidak heran jika planet ini mendapat julukan sebagai planet biru jika dilihat dari luar angkasa.

Meskipun jumlah air cukup melimpah, ada beberapa negara di dunia yang mengalami kesulitan air bersih. Negara mana sajakah itu berikut daftarnya!

Negara Djibouti

Negara Djibouti terletak di Benua Afrika tepatnya kawasan Afrika Timur. Negara ini mempunyai iklim yang amat panas sepanjang tahun, tidak heran jika air menjadi barang langka.

Negara ini tidak memiliki sumber air tawar seperti danau air tawar atau sungai. Sehingga bagi penduduk yang mampu mereka memilih untuk mengebor sumur atau menampung air hujan sebagai cadangan air.

Kelangkaan air menyebabkan banyak penduduk Djibouti meninggal dunia akibat kehausan serta tidak adanya persediaan makanan. Untuk itu organisasi dunia seperti UNICEF dan UNHCR selalu memberikan bantuan kepada negara Djibouti salah satunya dengan memberikan air bersih.

Negara Papua Nugini

Negara yang berbatasan dengan negara Indonesia ini menjadi negara berikutnya yang juga mengalami kasulitan air bersih. Tercatat jika sekitar lebih dari 60 persen penduduk Papua Nugini harus hidup tanpa air bersih.

Sebenarnya sumber daya air negara ini tersedia hanya saja sulit untuk menjangkaunya. Penduduk harus masuk ke dalam hutan dengan perjalanan yang panjang dan sulit untuk memperoleh air bersih.

Setidaknya setiap bulan sekitar 50% dari pendapatan penduduk negara ini dialokasikan hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Tidak heran kondisi ini membuat banyak penduduk Papua Nugini berada di bawah garis kemiskinan.

Republik Yaman

Selain mengalami konfik berkepanjangan serta menjadi tempat bagi para teroris, negara Yaman juga mengalami masalah lain yakni terbatasnya ketersediaan bahan pangan dan juga kurangnya sumber air bersih.

Setidaknya ada lebih dari 17 juta penduduk Yaman yang tidak dapat mengakses air bersih dan juga layanan pengairan. Kejadian ini berdampak ke beragam sektor hingga membuat PBB menyatakan bahwa negara Yaman merupakan negara paling miskin di dunia.

Tidak heran banyak penduduk Yaman terpaksa harus keluar dari wilayahnya demi bertahan hidup serta mendapatkan sumber air bersih.

Negara Libya

Negara Libya menjadi salah satu negara yang mengalami pergolakan politik dan berdampak pada terbatasnya ketersediaan air bersih bagi penduduknya. Adanya perubahan rezim di negara ini membuat akses akan air bersih diputus di beberapa wilayah termasuk di kawasan ibu kota, Tripoli.

Pemutusan penyaluran air ini bermula dari adanya penyerbuan oleh sekelompok bersenjata ke sebuah stasiun pengaturan air. Kelompok ini mengancam para pekerja di Proyek Sungai Great Man Made yang memasok hampir sebagian besar air di Libya.

Kesengsaraan penduduk Libya tidak hanya sekedar air bersih saja, banyak penduduk yang hidup tanpa makanan dan juga bahan bakar.

Negara Yordania

Negara yang menjadi tempat bagi munculnya Kerajaan Nabath dengan situs terbesarnya yakni Kota Petra, menjadi salah satu negara dengan tingkat perekonomian terendah di kawasan Timur Tengah.

Peningkatan populasi yang terjadi setiap tahunnya menjadi permasalahan bagi negara Yordania. Ditambah dengan ketersediaan sumber daya alam negara ini yang sangat terbatas termasuk sumber air bersihnya.

Oleh karena itu, negara ini harus mengadalkan ketersediaan air bersih yang berasal dari Laut Mati dan Sungai Yordan. Meskipun begitu ketersediaan air bersih tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan negara ini karena kondisi alam yang tidak menentu.

Negara Ethiopia

Hampir sebagian besar negara-negara yang berada di benua Afrika mengalami permasalahan yang sama yakni kesulitan akan tersedianya air bersih, termasuk negara Ethiopia.

Kondisi geografis yang berdampak pada rendahnya curah hujan membuat negara ini mengalami bencana kelaparan yang parah hingga banyak pula penduduknya yang meninggal dunia.

Air di negara ini seperti emas yang sulit untuk memperolehnya setiap hari. Setidaknya penduduk Ethiopia harus bekerja keras untuk mendapatkan air bersih. Jika dihitung membeli air untuk dua hari penduduk harus bekerja selama 3 hari.

Dengan keadaan demikian penduduk Ethiopia harus menggunakan air dengan sehemat mungkin bahkan untuk sekedar minum juga harus dibatasi.

Negara India

Salah satu negara yang berada di benua Asia ini menjadi negara yang mengalami kesulitan dalam hal ketersediaan air bersih, terutama bagi penduduk yang tinggal di kawasan terpencil dan hidup di bawah garis kemiskinan.

Bagi penduduk miskin, sekitar 20 persen pendapatan setiap bulannya harus digunakan untuk membeli beberapa liter air bersih. Bahkan dengan terpaksa banyak penduduk yang harus mengkonsumsi air kotor.

Ada sekitar 75 juta penduduk India harus hidup dengan air kotor bahkan setiap tahunnya ada sekitar 140.000 anak kecil di India meninggal akibat diare akut.

fbWhatsappTwitterLinkedIn