Categories
Ilmu Sosial

Lumpur Hidup – Proses – Bahaya – dan Cara Mengatasinya

Sebagian besar dari kita mungkin mengenal apa itu lumpur (baca: banjir lumpur). Ya, lumpur adalah tanah yang sangat cair namun lebih kental daripada air (baca: jenis air di Bumi). Lumpur adalah tanah yang super becek hingga tidak dapat disebut sebagai tanah lagi. Lumpur ini terlihat seperti tanah liat namun sangat cair. Biasanya lumpur ini sifatnya licin dan berwarna coklat ataupun abu- abu tergantung jenis jenis tanah tanahnya. Lumpur dapat dengan mudah kita jumpai di berbagi sudut seperti di ekosistem sungai, sawah, macam- macam  danau, dan lain sebagainya.

Membicarakan mengenai lumpur sepertinya sudah bukan hal yang baru lagi, namun tahukah Anda tentang lumpur hidup? Membahas mengenai lumpur tidak lengkap rasanya apabila kita tidak mengenal tentang lumpur hidup. Orang- orang sangat mengenal lumpur hidup ini sebagai salah satu jenis pembunuh berdarah dingin. Lalu, apa sebenarnya lumpur hidup itu? Lalu mengapa lumpur hidup ini dikenal sebagai salah satu predator yang dapat menyebabkan kematian manusia? pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai lumpur hidup ini.

Lumpur Hidup dan Ciri- cirinya

Lumpur hidup merupakan lumpur, yakni campuran air, tanah liat dan juga pasir dalam komposisi yang pas sehingga membuatnya memiliki daya hisap yang sangat kuat terdapat benda- bedan yang berada di atasnya dan menimbulkan tekanan. Lumpur hidup ini seringkali kita lihat sebagai lumpur penghisap apa saja. Lalu, apa sih bedanya lumpur hidup dengan lumpur- lumpur pada umumnya? Lumpur hidup ini mempunyai ciri- ciri yang menonjol bila dibandingkan dengan jenis lumpur pada umumnya. Ciri- ciri lumpur hidup antara lain adalah sebagai berikut:

  • Biasanya terdapat di sekitar air, seperti di ekosistem pantai, di rawa- rawa maupun di sungai
  • Mempunyai densitas 2 gram per mililiter
  • Terdiri dari air, pasir, maupun tanah liat
  • Melaukan gerakan konvensional naik turuh sehingga seolah- olah mempunyai daya hisap

Itulah beberapa ciri- ciri yang dimiliki oleh lumpur hidup. Ciri- ciri diatas yang merupakan hal- hal yang tidak dimiliki oleh lumpur pada umumnya, sehingga menyebabkan lumpur ini disebut sebagai lumpur hidup. Sebenarnya nama lumpur hidup ini diambil karena kemampuan lumpur ini untuk menyedot  setiap benda yang ada diatasnya.

Proses Terjadinya Lumpur Hidup

Lumpur hidup ini merupakan sebuah lumpur yang mempunyai daya sedot yang sangat kuat. Sama- sama lumpur, lalu bagaimana bisa terjadi atau terbentuk lumpur hidup semacam ini? lumpur hidup ini sebenarnya merupakan koloid, yakni campuran dari air, pasir, dan juga tanah liat dengan komposisi yang tepat yang dapat menjadikan air mempu membuat pasir tidak stabil. Campuran air dan pasir inilah yang mampu membuat tubuh manusia menjadi terhisap.

Ketika lumpur hidup tersebut mendapatkan tekanan dari atas maka dengan segera campuran air dan pasir tersebut melakukan gerakan seperti gerakan konveksi, yaitu molekul yang ada di bagian bawah akan menaik dan molekul yang di bagian atas menjadi menurun. Gerakan seperti inilah yang membuat suatu benda terlihat seperti terhisap.

Bahaya Lumpur Hidup

Lumpur didup atau lumpur hisap ini sangat dikelan sebagi lumpur tang sangat berbahaya. lumpur hidup ini terlihat sangat berbahaya karena dapa menghisap manusia atau beda lain yang berada di dalamnya atau terjebak jatuh di dalamnya. Kumpur hidup ini memang tidak menghisap seluruh tubuh manusia. Densitas pasir yang terlalu tinggi atau jauh lebih tinggi daripada tubuh kita tidak akan pernah membuat tubuh mnausia terhisap lebih dalam.  Namun perlu diwaspadai pula karena lumpur hidup ini dapat menyebabkan pergerakan manusia menjadi terhenti. Manusia akan sulit untuk bergerak kemana- mana.

Resiko terjadinya dehidrasi dan juga radiasi sinar matahari (baca: lapisan-lapisan matahari) dapat mengancam orang- orang yang terlalu lama terjebak di dalam pasir atau lumpur hidup tersebut.  Lumpur hidup ini akan selalu ditemui ketika terdapat air da juga pasir, dimana air dapat menyusup ke dalam tumpukan pasir tersebut dalam jumlah yang cukup besar. Lumpur hidup ini biasanya terdapat di daerah pantai (baca: manfaat pantai) yang mempunyai hutan (baca: jenis hutan) lebat di sisinya.

Cara Keluar dari Lumpur Hidup

Lumpuh hidup memanglah seperti monster yang mengerikan, dimana kita seperti tidak dapat hidup kembali apabila terjebak di dalamnya. Banyak orang atau hewan yang kesusahan untuk keluar apabila sudah terjebak dalam lumpur hidup ini. Namun janganlah khawatir, ternyata harapan hidup masih ada apabila terjebak jatuh ke dalam lumpur hidup. Berikut ini merupakan tips atau cara agar kita bisa keluar dari lumpur hidup. Cara keluar dari lumpur hidup antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Jangan panik

Panik merupakan hal yang sangat salah apabila kita terjebak di dalam kubangan lumpur hidup. Walaupun faktanyanya memang lumpur hidup ini sangat membuat panik karena potensi mematikannya yang sangat besar, namun kita dilarang keras untuk panik. Disamping tidak akan menyelesaikan masalah, panik juga tidak bisa membuat kita untuk berfikir jernih.

Meronta- ronta ketika di tengah- tengah lumpur justru akan mempercepat proses penenggelaman, karena efek dari lumpur hisap ini yang dapat menarik kita semakin ke arah dalam. Ketika kita dalam keadaan berdiri, mungkin kita akan secara lambat tenggelam. Namun jika kita meronta maka hal ini akan menyebabkan sedimen (baca: batuan sedimen) dan juga air menjadi sedikit terpisah. Hal ini jelas akan mengakibatkan kita untuk tenggelam ke dalam titik yang lebih dalam atau titik kita tenggelam sepenuhnya. Maka dari itulah jagan sekali- kali tenggelam.

  1. Tanggalkan sesuatu yang melekat di diri Anda yang bersifat berat

Jika ketika kita terjebak dalam kubangan lumpur dan pada saat itu sedang mengenakan ransel misalnya, maka kita harus menanggalkan ransel tersebut. Hal ini karena benda- benda berat yang dicurigai dapat mendorong kita untuk semakin cepat tenggelam tersebut akan dengan mudah menarik kita kebawah. Kecuali jika ada benda yang melekat pada diri kita dimana benda tersebut  memiliki berat relatif terhadap volumenya vs massa dari lumpur hidup per satuan masih lebih ringan, maka benda tersebut tidak akan mungkin tenggelam di dalam lumpur hidup.

  1. Perlahan- lahan berbaringlah

Berbaring atau telungkup secara perlahan- lahan di atas lumpur akan membantu mengeluarkan kita yang terjebak di lumpur hidup. Berbaring atau telungkup perlahan- lahan dengan menempatkan tubuh di atas lumpur hidup ini akan membantu mengulur waktu untuk kita dapat keluar dari lumpur tersebut.

Hal ini karena berbaring maupun telentang tidak akan menenggelamkan kita. dengan berbaring kita kan mengapung secara signifikan. Kondisi seperti ini jauh lebih baik karena daya hisap lumpur hidup berbeda dengan air, sehingga kita tidak akan tenggelam selama kita tidak membuat gerakan secara tiba- tiba. Posisi berbaring sangat membantu kita untuk tidak tenggelam. Hal ini karena lumpur hidup jauh lebih padat daripada air (baca : ciri-ciri air tanah yang baik).

  1. Tarik kaki ke atas

Ketika kita sudah dalam posisi telentang atau telungkup, cobalah untuk menaikkan kaki ke atas. Angkatlah kaki secara pelan- pelan atau lembut ke atas. Lakukan hal seperti perlahan-lahan dengan gerakan yang lambat. Ketika kita melakukan hal ini kita harus mengingat bahwa kita tidak boleh panik, tidak boleh tergesa- gesa, dan jangan sekali- kali membuat gerakan yang tiba- tiba.

  1. Dayung tangan secara perlahan- lahan ke arah tepi

Setelah kita berhasil mengangkat kedua kaki dalam posisi berbaring, sekarang yang perlu kita lakukan adalah menggerakan tangan seperti sedang mendayung. Lakukan gerakan seperti ini dengan sangat lembut dan menggunakan kedua tangan secara sangat lambat menuju ke arah tepi. Perlu diingat sekali lagi bahwa semua ini harus dilakukan dengan sangat lambat.

Jangan sekali- kali mencelupkan tangan ke dalam lumpur. Cobalah untuk menjaga bagian dari lengan agar tetap berada di atas lumpur sehingga tidak akan mendayung dengan menggunakan seluruh lengan terlalu cepat. Kecepatan ini akan cenderung membuat sedimen dan air akan sedikit terpisah, sehingga akan membuat daya apung tubuh menjadi turun. Hal seperti ini akan sangat membahayakan . Maka dari itu, lakukanlah dayung ini dengan gerakan yang sangat lambat, maka kemungkinan Anda akan selamat lebih besar.

  1. Bercengkeramlah pada tongkat maupun tanah yang padat

Setelah kita berhasil mencapai tepian, maka kita secepat mungkin berpegang pada tanah (baca: tanah podsol  dan tanah grumusol) yang padat. Ketika kita masih sangat sulit unyuk keluar akibat efek penyedotan, maka satu hal yang dapat membantu kita adalah dengan berpegangan kepada tongkat. Apabila kita masih menggunakan sepatu mungkin kita perlu melepaskannya (namun jangan menggunakan tangaan, karena akan berbahaya), dengan menggunakan tongkat tersebut misalnya. Hal ini akan dapat kita lakukan secara perlahan- lahan hingga semua badan kita terbebas hari lumpur.

Itulah beberapa langkah penyelamatan yang bisa kita lakukan apabila kita sedang terjebak di tengah- tengah lumpur hidup. Sekali lagi ditekankan bahwa ketika melakukan langkah-langkah di atas, jangan seklai- kali gugup ataupun membuat gerakan yang tiba-tiba.