12 Bentuk Muka Bumi Pinggir Laut beserta Penjelasannya

Bumi adalah planet yang memiliki dua bagian besar, yaitu daratan dan lautan. Dua bagian besar bumi tersebut memiliki ekosistem yang berbeda- beda. Ekosistem darat adalah ekosistem yang terdapat di darat (Baca: Ekosistem Darat : Pengertian, Ciri- ciri, Jenis dan Manfaatnya). Sedangkan ekosistem air laut adalah ekosistem yang berada di dalam laut (Baca: Ekosistem Air Laut : Pengertian, Ciri-ciri dan Jenisnya). Kedua ekosistem ini, masing- masing masih memiliki ekosistem lain di dalamnya. Seperti pada ekosistem darat ada ekosistem gunung, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem rawa, ekosistem sungai, maupun ekosistem pantai. Sedangkan laut memiliki ekosistem yang dilihat berdasarkan kedalamannya. Salah satu ekosistem di laut adalah ekosistem terumbu karang. Banyak ekosistem di dalam bumi, akibat dari bentuk relief permukaan bumi, daratan maupun lautan yang berbeda- beda. Perbedaan relief muka ini, menyebabkan bentuk permukaan menjadi tidak rata (baca: Relief Permukaan Bumi Daratan dan Lautan). Hal ini terjadi akibat adanya dua tenaga pembentuk muka bumi (Baca: Tenaga Pembentuk Muka Bumi dan Akibatnya). Tenaga tersebut menghasilkan tekanan yang mempu mengubah bentuk permukaan bumi. Tenaga tersebut adalah tenaga eksogen dan tenaga endogen.

Bumi memiliki lapisan struktur yang membentuk bumi (Baca: Lapisan Kulit Bumi dan Penjelasannya). Lapisan ini terdiri dari banyak bagian salah satunya adalah batuan. Sedangkan tempat hidup makhluk hidup di bumi berada pada lapisan bumi yang paling luar, yaitu kerak bumi. Kerak bumi dapat dikatakan sebagai permukaan bumi (Baca: Kerak Bumi dan Penjelasannya). Bentuk permukaan bumi memiliki berbagai macam bentuk. Ada tonjolan, cekungan maupun lipatan. Bentuk permukaan bumi terjadi di semua bagian bumi, mulai dari daratan hingga lautan. Tenaga endogen dan eksogen adalah dua tenaga yang berperan dalam pembentukan permukaan bumi. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi (Baca: Macam-macam Tenaga Endogen dan Penjelasannya). tenaga ini terbentuk akibat panas bumi yang memberikan tekanan pada lapisan kulit bumi. sehingga setiap lapisam akan saling memberikan dorongan maupun tarikan pada lapisan kulit bumi, dan memberikan bentuk pada lapisan kulit bumi terluar. Tenaga endogen dapat berupa lipatan atau patahan. Tenaga endogen dapat berupa:

  • Tektonisme, yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi, akibat dari suhu panas pada inti bumi, yang memberi takanan pada lapisan bumi di atasnya. Tekanan inilah yang menyebabkan adanya patahan maupun lipatan di bumi (Baca: Pengertian Tektonisme dan Jenisnya).
  • Vulkanisme adalah tenaga yang di hasilkan oleh letusan magma yang berasal dari dalam bumi. Magma adalah cairan panas yang ada di dalam inti bumi. cairan ini keluar melalui terusan kepunden yang ada di dalam gunung (Baca: Pengertian Vulkanisme dan Contohnya).
  • Seisme adalah gempa bumi. Gempa bumi terjadi akibat adanya getaran yang berasal dari dalam bumi. Getaran ini diakibatkan adanya proses patahan maupun lipatan (Baca: Macam-macam Gempa Bumi dan Akibatnya). Getaran ini juga dapat berasal dari pergerakan lempeng bumi yang terjadi di dalam laut. Jika getaran yang terjadi sangat besar di laut, dapat berpotensi terjadinya tsunami.

Sedangkan tenaga eksogen adalah tenaga yang berasa dari luar bumi (baca: Jenis Tenaga Eksogen Pengubah Muka Bumi). Sumber kekuatan dari tenaga eksogen adalah air, angin, maupun gletser. Kekuatan endogen adalah kekuatan yang mampu membawa materi pelapukan dan mengikis permukaan bumi. dapat dikatakan bahwa tenaga eksogen adalah tenaga yang mengubah bentuk muka bumi akibat tenaga endogen. Contoh tenaga eksogen adalah:

  • Sedimentasi: Pada proses ini, tenaga angin, air maupun gletser membawa materi yang berasal dari proses pelapulan atau materi sedemen, lalu menumpuknya pada satu wilayah tertentu yang pada akhirnya mengubah relief wilayah tersebut (baca: Proses Sedimentasi – Jenis, Penyebab, dan Dampaknya).
  • Erosi: proses ini adalah pengikisan yang dilakukan oleh air, angin, mauoun gletser. Pada proses ini, permukaan bumi menjadi terkikis, dan berubah menjadi bentuk yang baru (baca: Macam- macam Erosi Berdasarkan Penyebabnya).

Akibat kedua tenaga tersebut, permukaan bumi menjadi tidak rata. Selain itu, tenaga ini menciptakan batas jelas antara daratan dan lautan. Daratan yang berada di antara darat dan lautan disebut pinggir laut.

Bentuk Muka Bumi Pinggir Laut

Bentuk permukaan bumi memiliki berbagai macam bentuk. Dan bentuk- bentuk tersebut memunculkan daerah serta ekosistem yang berbeda- beda. Bumi yang terbagi menjadi daratan dan lautan, memiliki daerah di daratan yang memiliki posisi yang paling dekat dengan laut. Daratan ini disebut pinggir laut. Daratan ini dapat dikatakan sebagai batas antara laut dan darat.

Selain itu, daratan pinggir laut juga sebagai salah satu aspek pembawa materi sedimen untuk di bawa ke laut. Daratan pinggir laut terbentuk, terutama kibat adanya tenaga eksogen. Karena di pinggir laut, daerah ini mendapatkan dua tenaga besar yang di pakai oleh tenaga eksogen, yaitu air dan angin. Air dan angin adalah salah satu alat pengangkut zat sedimen, selain itu air dan angin memiliki kekuatan untuk mengikiskan suatu daerah. Pada bentuk bumi pinggir laut, bentuknya dibedakan menjadi dua, yaitu karena adanya erosi dan karena adanya proses sedimentasi. Kedua tenaga ini terjadi secara bergantian dan terus menerus, sehingga menciptakan berbagai macam relief di pinggir pantai. Berikut adalah penjelasan dari Bentuk Muka Bumi Pinggir Laut :

1. Karena Proses Erosi

Daerah pinggir laut adalah daerah yang sangat dekat dengan laut, selain itu daerah ini adalah salah satu daerah di bumi yang memiliki perbedaan suhu antara daratan dan laut. Perbedaan suhu inilah yang menyebabkan daerah pantai memiliki angin yang cukup tinggi. Erosi adalah pengikisan permukaan bumi yang dilakukan oleh air, angin, maupun gletser. Pada daerah pinggir laut, proses pengikisan ini dilakukan oleh air laut dan angin. Pengikisan oleh angin disebut sebagai deflasi, sedangkan pengikisan oleh air laut disebut sebagai abrasi. Terdapat 7 macam relief pinggir laut yang terbentuk akibat oleh pengikisan. Yaitu:

  1. Tebing tinggi adalah, daerah yang berada di sekitar pinggir laut. Tebing tinggi berbetuk curam dan keras. Tebing tinggi adalah susunan batuan yang membentuk dataran tinggi. Susunan batuan ini kemudia terkikis oleh angin maupun air laut.
  2. Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Daratan ini terjadi akibat adanya pengikisan batuan yang lunak oleh air laut maupun angin. Daratan ini biasa di jadikan sebagai tempat rekresi, karena daratan ini membuat laut semakin dekat.
  3. Teluk adalah lautan yang menjorok ke daratan. Proses terjadinya tanjung, sama dengan yang terjadi pada tanjung. Yang membadakan adalah daratan menjadi semakin sempit. Teluk biasa dipakai sebagai tempat pelabuhan, pasar ikan, tempat pemukiman penduduk.
  4. Gua pinggir laut adalah ruangan besar atau kecil pada tebing yang mengalami pengikisan oleh air laut maupun angin. Tebing laut mengalami pengikisan, dan membentuk ruangan besar di dalam tebing laut. Ruangan ini dapat terus melebar ke dalam, jika terus menerus terkena pengikisan.
  5. Gerbang laut adalah dua buah gua di pinggir laut yang terus menerus mendapatkan pengikisan. Akibatnya, kedua gua menjadi bersatu, dan membentuk sebuah gerbang yang berada di dalam tebing.
  6. Batu tanggul adalah runtuhan gua yang terjadi akibat dari ketidak mampuan tebing untuk menopang goa tersebut. Tebing tidak mampu menahan goa, akibat pengikisan yang terus menurus terjadi. Pengikisan ini menyebabkan kaki tebing yang manahan goa menjadi tipis. Kaki yang tipis berakibat pada goa yang runtuh.
  7. Tanggul sisa adalah sisa- sisa dari batu tanggul. Tanggul sisa hanya dapat dilihat saat sedang surut. Saat sedang pasang, tanggul sisa tertutup oleh air laut.

2. Karena Proses Sedimentasi

Proses sedimentasi adalah proses yang terjadi akibat air, angin, maupun gletser membawa materi sedimen dan menumpuknya. Materi yang tertumpuk ini, menyebabkan pembentukan muka bumi. di daerah pinggir laut, tenaga yang membawa materi sedimen adalah air laut dan angin. Terdapat 5 bentuk pinggir laut yang terjadi akibat proses sedimentasi, yaitu:

  1. Pantai adalah daratan yang menjadi pembatas antara daratan dan lautan. Pantai adalah salah satu sumber materi sedimen yang terbawa ke laut.
  2. Spit adalah daratan panjang yang terjadi di sekitar pantai. Spit terjadi akibat adanya arus laut yang membawa pasir dan materi sedimen ke tengah laut. Akibatnya daratan menjadi memanjang.
  3. Tombolo adalah jembatan yang terbentuk melalui sedimentasi. Jembatan ini menghubungkan antara pulau utama dan pulau di tengah laut. Proses terbentuknya tombolo sama dengan spit.
  4. Penghalang pantai atau tanggul alam adalah tanggul yang terbentuk akibat proses sedimentasi. Tanggul ini terbentuk akibat dari spit yang memanjang dan mengitari pulau, sehingga membentuk pagar yang mengelilingi sebagian atau seluruh pulau.
  5. Nehrung adalah bukit pasir yang ada di sekitar pinggir pantai. Bukit pasir ini terjadi akibat adanya tenaga angin yang membawa pasir dan materi sedimen, serta menumpuknya di sekitar pinggir laut.

Baca Juga: