Categories
Ilmu Sosial

10 Ciri – Ciri Negara Maju dan Contohnya

Negara – negara di dunia memang sangat beragam. Secara garis besar negara – negara dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu negara maju, negara berkembang, dan negara terbelakang. Pembagian tersebut ditelisik berdasarkan faktor ekonomi dan non ekonomi. Faktor ekonomi sebagai contoh adalah tingkat pendapatan per kapita, tingkat pengangguran, tingkat kelahiran bayi, dan banyak lainnya. Sedangkan faktor non ekonomi dapat diambil dari tingkat kedisiplinan, tingkat korupsi, dan lain lain.

Kemajuan sebuah bangsa tidak dapat ditentukan dari lokasi negara ataupun kekayaan alamnya. Jika dulu negara maju didominasi oleh negara – negara Eropa dan Amerika Serikat, saat ini beberapa negara di Asia sudah tergolong negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Kekayaan alam juga tidak menjamin kemajuan sebuah negara. Banyak negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah namun berujung miskin karena manajemen yang buruk.

Kali ini kita akan bahas satu persatu ciri – ciri negara maju di dunia berikut penjabarannya.

  1. Rendahnya angka pengangguran

Tingkat pengangguran di negara maju tergolong rendah. Hal ini dikarenakan penduduknya memiliki skill yang mumpuni dan dibutuhkan oleh industri. Skill yang baik didukung oleh sistem pendidikan yang bagus sehingga menghasilkan para alumni yang siap bekerja. Para penduduk negara maju memiliki mental pantang menyerah dengan mobilitas yang tinggi. Faktor ini mendorong para pemudanya dengan mudah mendapatkan pekerjaan dan menekan angka pengangguran di negaranya. Walaupun sempat didera krisis keuangan global pada tahun 2008 /2009, saat ini angka pengangguran di negara maju masih dalam taraf stabil bahkan menurun.

Di Jepang misalnya, tingkat pengangguran mencapaai titik terendah selama 20 tahun dengan persentase 2.8% di tahun 2017. Jumlah ini jauh menurun karena pada tahun 2010 tingkat penganggurannya mencapai 5,5%. Peran pemerintah untuk meningkatkan perekonomian membantu Jepang untuk menyediakan lapangan kerja bagi para lulusan baru universitas.

  1. Pendapatan per kapita tinggi

Pendapatan per kapita adalah cara yang paling mudah untuk menentukan kategori maju atau tidaknya sebuah negara. Pendapatan per kapita adalah rata-rata pendapatan para penduduk sebuah negara. Untuk sebuah negara maju pendapatan per kapita minimal berada dalam taraf $ 11 ribu. Pendapatan per kapita yang tinggi didorong dari hasil industri dan jasa yang menyumbang pundi – pundi pendapatan negara. Negar maju memiliki banyak industri yang hasilnya digunakan dalam negeri dan diimpor ke negara lain. Tak pelak pendapatan per kapitanya terus melesat dari tahun ke tahun.

Jika ingin masuk ke dalam kategori negara maju, para penduduk Indonesia harus memiliki pendapatan Rp 12,2 juta per bulan (berdasarkan data tahun 2017). Di tahun 2017 Indonesia baru mencapai 30 persen dari batas minimum pendapatan per kapita negara maju. Diperlukan upaya sinergis antara pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan cita – cita tersebut.

  1. Angka kelahiran rendah

Tingkat kelahiran di negara maju tergolong rendah. Bahkan di beberapa negara maju sudah memasuki tahap kritis dengan tingkat kelahiran mendekati nol. Angka kelahiran ditentukan berdasarkan banyak kelahiran bayi yang hidup setiap 1000 penduduk dalam 1 tahun. Hal itu terjadi karena para anak muda yang lebih senang mengejar karir dan tidak memiliki ketertarikan pada pernikahan. Selain itu para pekerja yang sudah menikah merasa cukup dengan hanya satu anak dalam keluarga. Permasalahan yang timbul adalah kurangnya tenaga kerja yang produktif untuk menggerakkan roda perekonomian negara. Masalah ini sudah menjadi pekerjaan rumah negara – negara maju beberapa tahun ke belakang.

Beberapa negara maju bahkan mulai melibatkan pemerintah untuk mendorong para penduduknya agar segera berkeluarga. Di Jerman misalnya para orang tua memiliki gaji yang lebih tinggi dibandingkan para bujangan yang mencapai Rp 340 juta pertahun yang dimulai sejak tahun 2007. Cara ini bertujuan agar para pemuda tertarik untuk menikah dan memiliki anak untuk menyelesaikan masalah demografi negara tersebut. Di Jepang sedang terjadi krisis kelahiran dengan tingkat lansia yang sangat tinggi. Cara untuk menyelesaikan masalah ini dengan melakukan program kencan buta untuk menjodohkan para anak muda. Selain itu dengan adanya cuti melahirkan bagi para ayah diharapkan mampu membujuk mereka untuk memiliki anak.

  1. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju

Ilmu pengetahuan yang maju adalah dasar untuk menciptakan terobosan baru di dunia teknologi. Negara maju adalah negara yang banyak menghasilkan inovasi dan penemuan bagi permasalahan manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh pada tingkat ekonomi. Tidak ada negara maju tanpa kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Sebagai contoh negara Amerika Serikat yang sudah unggul dalam teknologi sejak abad ke-19. Banyak penemu peradaban manusia yang berasal dari Amerika Serikat seperti Thomas Alva Edison penemu lampu pijar, Wright bersaudara penemu pesawat, dan sebagainya. Saat ini pun negara adidaya ini memiliki teknolgi militer yang canggih dibandingkan negara lainnya di dunia. Sillicon Valley di Amerika diklaim sebagai ibukota teknologi dunia. Disana adalah markas para perusahaan teknologi informasi yang menguasai dunia seperti Facebook, Youtube, hingga Apple.

  1. Sistem pendidikan yang baik

Kualitas sumber daya manusia sebuah negara bergantung kepada sistem pendidikannya. Untuk menciptakan insan unggul dan cerdas diperlukan guru dan sistem yang mendukung. Di negara maju pendidikan adalah yang nomor satu. Para siswa diarahkan untuk menekuni pelajaran yang disukai dan menjadi ahli di bidangnya. Para guru di negara maju juga sangat dihormati dan dihargai dengan pendapatan yang tinggi.

Pada tahun 2016, The Social Progress Imperative merilis tingkat pendidikan di dunia dan menghasilkan 20 negara dengan tingkat pendidikan paling maju di dunia. Peringkat satu diduduki oleh Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan memiliki anggaran pendidikan hingga 11 miliar dolar di tahun 2014. Tingkat melek huruf mencapai 97.9%.

  1. Sektor perekonomian ditopang oleh industri dan jasa

Industri negara maju dikenal dengan istilah industri padat modal. Yang artinya adalah mereke menggunakan alat canggih dan modern dalam proses produksinya. Negara – negara maju memproduksi kebutuhan mereka sendiri dan mengimpornya ke negara lain. Selain itu mereka memiliki modal yang banyak tanpa harus menunggu investasi dari luar. Teknologi modern yang dipakai oleh penduduk dunia dihasilkan oleh perusahaan dari negara maju. Di bidang laptop misalnya, merk terkenal seperti Samsung berasal dari Korea Selatan, Apple berasal dari Amerika Serikat, dan Sony yang berasal dari Jepang.

  1. Memiliki budaya disiplin dan tepat waktu

Penduduk negara maju sangat menghargai waktu, sebut saja quote time is money. Kutipan tersebut terkenal karena di luar sana waktu itu sangat berharga layaknya uang. Para pekerja di negara maju memiliki mobilitas tinggi, mereka terbiasa menggunakan transportasi umum seperti kereta yang selalu tepat waktu untuk berpergian. Budaya disiplin didapatkan dari kerja keras bukan turun temurun dan bisa diciptakan. Sebagai contoh di Singapura, sebagai negara maju Singapura memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Kita tidak akan menemukan sampah berceceran di jalanan karena semua masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Budaya disiplin adalah contoh yang harus ditiru oleh bangsa Indonesia agar bangkit menjadi negara maju.

  1. Tingginya angka harapan hidup

Penduduk negara maju memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan. Hal ini berakibat pada tingginya harapan hidup para penduduk. Negara maju rata-rata memiliki populasi dengan para lansia berumur panjang. Faktor-faktor yang menentukan umur panjang ditentukan oleh jenis kelamin, ras, riwayat kesehatan, lingkungan, sosial ekonomi, dan demografi. Pada tahun 2017, Imperial College London dan WHO merilis studi harapan hisup di 35 negara maju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang tua di negara maju akan hidup lebih lama tahun 2030 dan adanya kesenjangan yang menipis antara laki-laki dan perempuan.

Di Australia peningkatan harapan hidup didorong oleh menurunnya konsumsi tembakau para penduduknya. Pemerintah turut mendukung dengan membatasi iklan rokok, membuat area bebas rokok, dan desain bungkus rokok yang menakutkan. Hasilnya penyakit kardiovaskular dan kanker yang biasa diidap para perokok menurun drastris dibandingkan sebelumnya.

  1. Angka kriminalitas rendah

Angka kriminalitas di negara maju sangatlah rendah. Hal ini timbul karena kesejahteraan penduduk rata-rata sudah makmur dan berkecukupan. Coba Anda tengok di Amerika Serikat rata-rata rumahnya tidak memiliki pagar dan berbatasan langsung dengan tetangganya. Pagar hanya menjadi ornamen penghias rumah saja. Berbeda dengan di Indonesia , setiap rumah memiliki pagar yang bahkan menjulang tinggi karena takut kemalingan.

Dirilis dari survei oleh Numbeo.com di tahun 2016, negara paling aman di dunia diduduki oleh negara Austria di nomor satu. Angka kejahatan paling rendah berada di level 20 hingga 40 dan indeks kejahatan di negara maju ini berada di tingkat 24,06. Jepang juga termasuk negara dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Ini disebabkan oleh budaya Jepang yang anti kekerasan yang menguat setelah Perang Dunia 2. Selain itu penggunaan dan kepemilikan senjata api sangat dibatasi dengan regulasi yang ketat.

  1. Memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal

Sumber daya alam bukan menjadi jaminan kemajuan suatu bangsa. Banyak negara maju yang tidak memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Bahkan kebutuhan dalam negeri harus diimpor dari negara lain. Meskipun begitu mereka mampu mengolah kekayaan alam yang sedikit menjadi keunggulan negara tersebut. Sebagai contoh mari kita tengok negara tetangga kita Singapura. Singapura adalah negara kecil yang memiliki luas wilayah hampir sama dengan provinsi DKI Jakarta. Bahkan pada zaman dahulu Singapura harus mengimpor air bersih dari Singapura untuk pemenuhan air bersih para penduduknya. Namun saat ini Singapura mampu bangkit dan menjadi macan Asia. Singapura mampu mengekspor makanan dan minuman, bahan kimia, obat-obatan ke negara lain. Ekspor Singapura merupakan hasil olahan ulang yang mencapai 48 persen.

Contoh lainnya adalah Swiss. Swiss dikenal dengan biaya hidupnya yang tinggi. Lokasi negara Swiss diapit oleh negara industri seperti Jerman dan Perancis. Wilayahnya yang sempit mengakibatkan Swiss memiliki sumber daya alam terbatas. Untuk mengatasinya pemerintah Swiss mengembangkan industri pengolahan makanan dan jam mewah seperti Rolex.

 

Sekian pembahasan kali ini mengenai ciri – ciri negara maju. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai rujukan.