Categories
Geografi Teknik

Prinsip- prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Penjelasannya

Manusia adalah makhluk hidup yang bergantung kepada alam dan juga makhluk hidup lainnya. Disebut bergantung kepada alam karena manusia memenuhi keutuhannya dengan mengandalkan apa saja yang berada di alam. Sebagai contoh, manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, yaitu makanan dengan mengambil dari tumbuhan dan juga daging binatang. Semua itu bisa didapatkan dari alam. Selain kedua contoh tersebut, udara dan juga air adalah salh satu yang paling dibutuhkan oleh manusia. Keduanya bisa kita dapatkan di alam. Barang- barang tambang yang ada di dalam planet Bumi, seperti di inti bumi atau kerak bumi juga merupakan salah satu hal yang dibutuhkan oleh manusia. Ada banyak jenis barang tambang seperti biji besi, timah, nikel, emas dan lain sebagainya. Semua barang- barang yang kita dapatkan dari alam ini disebut sebagai sumber daya alam. Sumber daya alam sendiri ada yang memiliki sifat dapat diperbaharui ada yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam merupakan kekayaan alam yang harus kita jaga bersama. Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai prinsip- prinsip dalam mengelola sumber daya alam.

Prinsip- prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah salah satu hal yang sangat penting bagi manusia. Sumber daya alam harus kita jaga dan kita rawat sebaik mungkin supaya keberadaannya tetap lestari sehingga tetap bisa memenuhi kehidupan manusia dan juga makhluk lainnya, termasuk menjaga kelangsungan hidup di Bumi. Dalam merawat sumber daya alam, setidaknya kita perlu memperhatikan beberapa prinsip. Prinsip- prinsip pengelolaan sumber daya alam dilakukan oleh pemerintah dan juga masyarakat. Prinsip- prinsip dari penegelolaan sumber daya alam secara umum menekankan pada prinsip optimal dan juga efisien. Kita akan mengenal lebih jauh dan lebih dalam mengenai prinsip optimal dan juga efisien ini.

  1. Prinsip Optimal

Salah satu prinsip dari pengelolaan sumber daya alam adalah digunakan secara optimal. Telah tertuang dalam Undang- Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 3 bahwa “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar- besarnya kemakmuran rakyat”. Berdasarkan apa yang tertuang dalam Undang- Undang tersebut, berarti optimalisasi pengelolaan sumber daya alam memang harus dilakukan. Optimalisasi pengelolaan suberdaya alam ini boleh berati sumber daya alam dimanfaatkan secara menyeluruh, memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian demi kemakmuran rakyat seutuhnya, namun tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam tersebut di masa depan.

Meskipun optimal, bukan berarti penggunaan sumber daya alam ini isa maksimal dan seenaknya sendiri. Penggunaan sumber daya alam ini tetap harus memperhatikan berbagai hal seperti menerapkan asas pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masa kini, namun tidak mengorbankan hak penemuhan kebutuhan generasi masa mendatang. Hal ini memiliki arti bahwa dalam mengeksploitasi kekayaan alam, selain untuk memenuhi kebutuhan masa kini, juga tidak mengorbakan kebutuhan generasi mendatang. Maka dari itulah pengelolaan sumber daya alam ini harus dilakukan secara arif dan bijaksana. Jika kita menggunaka sumber daya alam secara arif dan bijaksana maka anak cucu kita juga akan mewarisi sumber daya alam yang kita miliki, sehingga tidak berdampak buruk bagi mereka.

2. Prinsip Lestari

Prinsip pengelolaan sumber daya alam yang kedua adalah prinsip lestari. Lestari sendiri artinya keadaan yang seimbang dan utuh. Maksud lestari disini adalah upaya pengelolaan sumber daya alam beserta dengan ekosistemnya dengan tujuan mempertahankan sifat asli dan juga bentuknya. Dengan demikian kita bisa menyatakan bahwa prinsip lestari disini merupakan berbagai upaya yang dilakukan untuk menjaga sumber daya alam yang ada supaya tetap ada, baik itu dilihat dari sifatnya maupun dari bentuknya.

Untuk prinsip lestari sendiri, kita akan menyajikan beberapa contoh konsep mengenai prinsip lesatri dalam pengelolaan sumber daya alam. Beberapa contoh konsep dalam prinsip lestari antara lain sebagai berikut:

  • Penggunaan pupuk organik atau pupuk alami

Salah satu contoh konsep prinsip lestari dalam pengelolaan sumber daya alam adalah dengan menggunakan pupuk organik atau pupuk alami. Penggunaan pupuk organik atau pupuk alami ini merupakan pilihan yang paling tepat karena dapat menyuburkan tanah sevara alami tanpa menghilangkan zat- zat asli yang terkandung di dalam tanah. Selain itu kesuburan tanah juga akan terjaga karena selalu mengalami regenerasi akibat kandungan dari pupuk organik tersebut. Pupuk organik menjadi salah satu penyumbang mikroorganisme yang dapat menyuburkan tanah. Meskipun secra umum pupuk kimia juga menyuburkan tanah, namun kandungan zat kimianya terkadang dapat menyebabkan stuktur tanah malam menjadi rusak.

  • Penggunaan pestisida sesuai dengan kebutuhan

Selain itu penggunaan pestisida yang terkontrol dan sesuai dengan kebutuhan juga menjadi salah satu contoh dari konsep lestari dalam pengelolaan sumber daya alam. Kita tahu bahwa pestisida merupakan sebuah obat yang digunakan untuk membasmi hama dalam pertanian, supaya tanaman tidak rusak. Namun perlu diingat bahwa dalam menggunakan pestisida, tidak boleh berlebihan karena residu yang diendapkannya apabila terlalu banyak akan bisa menjadi racun bagi tanah, dan mempengaruhi kesuburan tanah.

  • Pelestarian tanah

Pelestarian tanah juga merupakan salah satu contoh konsep dari prinsip lestari dalam pengelolaan sumber daya alam. Pelestarian tanah ini bisa dilakukan dengan melakukan berbagai kegiatan yang dapat membuat tanah menjadi lebih baik. Beberapa contoh upaya pelestarian tanah antara lain adalah melakukan reboisasi atau penanaman hutan kembali, pembangunan terasering pada tanah yang miring dan lain sebagainya.

Selain contoh- contoh yang telah dipaparkan tersebut, masih banyak lagi contoh konsep dari prinsip lestari. Hal yang paling inti adalah prinsip lestari ini adalah upaya- upaya untuk membuat alam selalu dalam kondisi yang baik.

3. Prinsip Efisien

Selain prinsip optimal dan juga prinsip lestari, prinsip dalam pengelolaan sumber daya alam lainnya adalah prinsip efisien. Efisien merupakan nama lain dari hemat. Hemat atau efisien disini merupakan penggunaan sumber daya alam yang tidak berlebih- lebihan atau disesuaikan dengan kebutuhan rakyat. Benar sekali ,bahwa optimal merupakan penggunaan sumber daya alam yang sebesar- besarnya, namun perlu diketahui bahwa dalam menggunakan sumber daya alam ini tetap harus memperhatikan kelangsungan hidup generasi masa depan. Maka dari itulah ini juga disebut dengan efisien.

Prinsip efisisne harus dilakukan tidak hanya kita sebagai masyarakat namun juga bagi pemerintah. Sebagai suatu contoh adalah ketika terjadi musim kemarau yang panjang, maka sumber daya alam yang mulai langka adalah jenis- jenis air. Nah dalam penggunaan air ini tidak boleh berlebihan karena yag membutuhkan adalah orang banyak. Jadi yang biasanya mandi 3x sehari, maka ketika air mulai langka kita bisa mengurangi jatah mandi kita  menjadi sehari satu kali dan lainnya.

Nah itulah berbagai prinsip yang dapat kita lakukan dalam pegelolaan sumber daya alam. Perlu kita ingat bersama bahwa sumber daya alam merupakan kekayaan alam yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Dengan demikian maka sumber daya alam ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak ada yang boleh memperlakukan sumber daya alam dengan seenaknya sendiri, baik itu pemerintah maupun rakyat. Hal ini karena yang membutuhkan sumber daya alam adalah keduanya.Hal ini berarti menjadi tanggung jawab semuanya. Selain itu, di Undang- Undang Dasar negara Tahun 2017 juga telah memberikan suatu pernyataan. Jika ada orang yang melanggarnya maka boleh dipidanakan. Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai prinsi- prinsi pengolaan sumber daya alam, semoga bermanfaat untuk kita semua.