Categories
Udara

8 Penyebab Polusi Udara dan Cara Mengatasinya

Setiap hari kita menghirup udara berupa gas oksigen. Udara di pegunungan terasa sejuk dan menyegarkan, berbeda dengan udara di perkotaan. Banyaknya asap hasil pembakaran bahan bakar kendaraan dan juga hasil pembakaran kegiatan industri menyebabkan udara di perkotaan terasa pengap dan menyesakkan dada. Pengapnya udara di perkotaan dikarenakan tercemarnya udara oleh senyawa- senyawa kimia (baca : Sifat-sifat Udara). Tercemarnya udara yang awalnya bersih ini lah yang disebut dengan polusi udara (baca : Polusi Udara : Penyebab, Dampak, dan Upaya Menanggulanginya). Apa saja yang menjadi penyebab polusi udara? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

  1. Sisa pembakaran kendaraan bermotor

Volume kendaraan bermotor terus bertambah setiap tahunnya. Banyaknya kendaraan bermotor berbanding lurus dengan banyaknya asap yang dihasilkan oleh pembakaran kendaraan bermotor. Asap kendaraan bermotor mengandung gas karbon dioksida yang menjadi salah satu penyebab tercemarnya udara (baca : Pengertian Pencemaran Udara)  atau polusi udara .

Polusi udara karena sisa pembakaran kendaraan bermotor ini bisa kita lihat jelas perbedaannya ketika berada di kota dan di desa. Penduduk desa masih banyak yang berjalan kaki atau memanfaatkan kendaraan umum yang tidak terlalu banyak jumlah. Hal ini lah yang menyebabkan udara desa masih bersih (baca : Ciri-Ciri Udara yang Bersih Dan Sehat). Sementara itu, kota dipenuhi dengan kendaraan bermotor di sepanjang jalan. Maka tak heran jika tingkat polusi udara di kota lebih besar dari pada di desa.

  1. Kegiatan industri

Kegiatan industri sederhana sampa industri modern tak luput dari sisa prosuksi berupa asap. Misalnya saja, industri sederhana pembuatan genteng rumah. Ketika proses pembakaran tanah liat berlangsung maka akan menghasilkan asap pekat berwarna hitam yang sangat mengganggu penduduk di sekitarnya. Selain itu, industri modern di kota- kota besar juga mempunyai cerobong- cerobong yang mengeluarkan asap hasil proses produksi industri tersebut. Asap- asap tersebut akan naik ke lapisan atmosfer dan dapat menimbulkan terjadinya hujan asam yang berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup.

  1. Asap rokok

Setiap hari prabrik rokok memproduksi rokok. Setiap hari pula para pecandu rokok menghasilkan asap rokok. Apalagi jika ada orang yang merokok di dalam kendaraan atau tempat- tempat umum. Udara di dalam kendaraan akan menjadi sangat pengap dan dapat menyebabkan mual. Merokok di tempat umum juga mengganggu banyak orang di tempat tersebut.

Asap rokok ini selain menyumbang polusi udara juga berbahaya bagi kesehatan. Sudah banyak sekali himbauan tentang efek samping rokok,bahkan setiap kemasan rokok diberi keterangan tentang bahaya merokok. Tetapi masih saja banyak orang yang merokok. Padahal asap rokok mengandung banyak sekali zat- zat berbahaya. Zat- zat tersebut tidak hanya berbahaya bagi perokok itu sendiri tetapi juga membahayakan orang lai

  1. Sisa pembakaran pembangkit listrik

Terdapat pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai sumber tenaganya. Pembakaran batu bara ini terjadi secara tidak sempurna sehingga mengasilkan beberapa gas yang menyumbang polusi udara. Beberapa gas hasil pembakaran batu bara diantaranya adalah gas karbon dioksida, gas nitrogen dan sulfur oksida. Gas- gas yang disebutkan tadi berpotensi menjadi penyebab pemanasan global.

  1. Meletusnya gunung berapi

Indonesia mempunyai banyak gunung berapi yang masih aktif. Gunung- gunung yang masih aktif itu akan meletus beberapa tahun sekali (baca : Dampak Letusan Gunung Berapi). Diantara bentuk material letusan gunung berapi yaitu awan panas dan abu vulkanik. Abu vulkanik ini dapat mengotori udara dan berbahaya jika terhirup oleh makhluk hidup. Kandungan logam berupa timah, besi dan seng dapat merusak paru- paru dan meyebabkan iritasi pada mata. Jika letusan gunung berapi sangat dahsyat, efeknya bisa mempengaruhi iklim global (baca : Akibat Pemanasan Global). Bahkan abu vulkanik yang beterbangan di udara dapat menghalangi sinar matahari dan memperpendek jarak pandang.

  1. Penggunaan amonia

Seperti yang kita tahu, amonia mempunyai bau yang sangat menyengat. Penggunaan amonia pada bidang pertanian dan aktivitas lain dapat menyebabkan polusi udara jika penggunaannya berlebihan. Apabila gas amonia terhirup dalam jumlah banyak maka dapar mengakibatkan penyakit pernapasan seperti bronkitis dan gangguan paru- paru. Karena hal itu, penggunaan amonia harus dibatasi.

  1. Kebakaran hutan

Kebakaran hutan di Indonesia terjadi di setiap tahunnya. Selain merusak hutan, kebakaran hutan juga menjadi penyebab polusi udara (baca juga : Penyebab Pencemaran Udara). Kayu- kayu pohon di hutan yang terbakar menghasilkan asap yang pekat. Asap tersebut terbawa angin dan mengganggu penduduk yang tinggal di daerah sekitar hutan. Bahkan negara tetangga juga terkena dampak kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera.

Asap dari kebakaran hutan menyebabkan terjadinya kabut asap tebal yang mengganggu pernapasan. Masyarakat harus senantiasa memakai masker ketika terjadi kabut asap. Selain itu, kabut asap mengurangi jarak pandang dan mengganggu kelancaran aktivitas warga. Begitu banyak kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan (baca : Pencegahan Kebakaran Hutan).

  1. Kegiatan rumah tangga

Diantara aktivitas rumah tangga yang dapat menyebabkan polusi udara yakni memasak menggunakan kayu bakar. Kegiatan tersebut menghasilkan asap yang tidak hanya membuat batuk orang- orang di sekitar, tapi juga membuat mata pedih. Di zaman modern ini memang hanya sedikit orang yang menggunakan kayu untuk memasak. Tapi kemudian muncul penyebab polusi udara yang lain yakni penggunaan peralatan rumah tangga yang ber- CFC, misalnya kulkas dan AC.

Selain menyebabkan polusi udara, CFC menjadi penyebab utama pemanasan global dan menipisnya lapisan ozon. Tidak hanya peralatan ber-CFC, cat yang digunakan untuk mewarnai tembok rumah juga mengeluarkan bau menyengat yang dapat menyebabkan polusi udara. Beberapa gas yang dihasilkan cat tembok terkadang juga berbahaya jika terhirup oleh anak- anak.

Cara Mengatasi Polusi Udara

Untuk mengatasi polusi udara, diperlukan peran aktif dari pemerintah, organisasi dan semua elemen masyarakat. Hal itu perlu dilakukan agar polusi udara tidak semakin parah. Jika tingkat polusi udara tinggi, maka kita semua yang akan menerima dampaknya. Karena itu kita perlu melakukan beberapa kegiatan beirikut untuk mengatasi terjadinya polusi udara (baca juga : Cara Menjaga Kelestarian Udara).

  • Memfilter asap hasil kegiatan industri.
  • Mengurangi penggunaan batu bara sebagai bahan bakar.
  • Mencegah terjadinya kebakaran hutan (baca : Cara Menjaga Kelestarian Hutan).
  • Menggunakan peralatan rumah tangga yang ramah lingkungan.
  • Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi dan beralih ke kendaraan umum atau membiasakan jalan kaki.
  • Mengeksplorasi bahan bakar yang ramah lingkungan.
  • Melakukan penanaman pohon yang dapat mengurangi kadar karbon dioksida di udara.
  • Mengurangi penggunaan pupuk atau pestisida yang mengandung amonia.
  • Mengurangi kebiasaan merokok dan tidak merokok di tempat umum.

Baca juga : Solusi Pencemaran Udara