Tanah Gambut: Ciri-ciri, Proses Terbentuk, Jenis dan Persebarannya

Planet Bumi adalah sebuah planet yang sangat kaya. Tidak hanya kaya akan kehidupan manusia, namun juga kaya alamnya, sehingga makhluk hidup seperti manusia, binatang dan tumbuhan dapat hidup dengan baik. Bumi memiliki sumber daya alam yang luar biasa untuk makhluk hidup. Tidak hanya udara, sinar matahari (baca: bagian-bagian matahari), namun juga ada air. Ada satu lagi sumber daya alam yang tidak kalah penting berperang, ialah tanah. Tanah adalah tempat berpijak atau rupa daratan (baca: ekosistem darat). Tanah di bumi terdiri atas berbagai jenis. Jenis- jenis tanah tersebut banyak yang bisa kita temukan di Indonesia. Salah satu jenis tanah tersebut adalah tanah gambut. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari tentang tanah gambut ini, meliputi pengertian, proses terbentuk, ciri- ciri, keadaan saat ini serta pemanfaatannya,

Pengertian Tanah Gambut

Apabila kita telah mempelajari mengenai penguraian dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains, tentu kita tahu bahwa ada jenis sampah yang bisa membusuk dan terurai oleh bakteri. Ya, sampah- sampah organik merupakan jenis sampah yang dapat membusuk. Sampah- sampah organik yang menumpuk dan termakan waktu maka lambat laut akan membusuk dan bisa membentuk sebuah tanah. Nah tanah yang sebagian besar terdiri dari bahan- bahan organik yang telah membusuk disebut sebagai ciri- ciri tanah gambut. Lebih tepatnya lagi tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari penumpukan sisa dari tumbuhan yang setengah membusuk atau mengalami dekomposisi yang tidak sempurna. Tanah gambut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi karena bahan bakunya tersebut adalah sisa- sisa dari tumbuhan, seperti lumut dan pepohonan serta sisa- sisa dari binatang yang telah mati.

Ciri- ciri Tanah Gambut

Bumi ini kaya akan sumber daya alam, dan tanah merupakan salah satu bentuk dari sumber daya alam yang ada di bumi. Karena faktor geografis dan juga faktor alam yang berbeda- beda, maka tanah yang ada di berbagai belahan dunia antara satu dengan yang lainnya juga berbeda. Ada jenis tanah yang subur dan tidak subur (baca: ciri tanah yang subur dan tidak subur), ada jenis tanah yang keras atau lunak, ada jenis tanah yang becek dan tidak, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimna agar kita mengetahui mengenai satu jenis tanah tersebut? Kita dapat mengenalnya melalui ciri- ciri dari tanah tersebuut. Beberapa ciri yang dimiliki oleh tanah gambut antara lain sebagai berikut:

  • Merupakan tanah basah atau banyak terdapat pada lahan basah
  • Memiliki warna gelap
  • Memiliki sifat asam yang tinggi
  • Kurang subur
  • Lembek atau lunak
  • Banyak terbentuk di wilayah rawa

Nah, itulah beberapa ciri yang dimiliki oleh tanah gambut. Dari ciri- ciri yang telah disebutkan di atas, kita dapat mengetahui bahwasannya tanah gambut ini meruapakan tanah yang basah sekali dan banyak menyimpan zat asam, sehingga memiliki tanah gambut bukan merupakan tanah yang mudah untuk bercocok tanam.

Proses Terbentuknya Tanah Gambut

tanah gambutTanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari sisa- sisa binatang atau tumbuhan baik yang tengah dalam keadaan layu maupun tidak layu yang telah mengalami proses dekomposisi yang tidaksempurna. Proses dekomposisi yang tidak sempurna ini dikarenakan jumlah bakteri yang kurang dan dalam kondisi yang terbatas oksigen atau anaerob. Proses terbentuknya tanah gambut di Bumi sudah terjadi sangat lama, yakni sekitar 5000 hingga 10000 tahun yang lalu. Sehingga dapat dikatakan bahwa tanah gambut di muka bumi ini sudah sangat tua. Lalu bagaimana cara kita untuk mengetahui apakah tanah gambut tersebut tua atau belum? Mudah saja bagi kita untuk mengetahuinya, yakni dengan melihat kedalaman pada tanah gambut tersebut. Karena tanah gambut ini selalu menumpuk, maka dapat dikatakan bahwa tanah gambut yang semakin dalam, maka usianya akan semakin tua. Tanah gambut sangat sering kita jumpai di daerah yang basah dan lembab. Bahkan tanah gambut juga seringkali membentuk suatu hutan(baca: hutan hujan tropis). hutan gambut sendiri sudah ada di bumi ini dari sejak ribuan tahun yang lalu dan tersebar di penjuru- penjuru wilayah bumi.

Proses pembentukan tanah gambut terjadi dengan peranan tanaman- tanaman air, yakni tanaman air yang tumbuh pada danau yang dangkal akan mati. Kemudian tanaman itu akan tenggelam ke dasar laut dan mengalami pelapukan disana, sehingga terbentuklah lapisan- lapisan organik. Perlu diketahui tanah yang telah menupuk di dasar laut ini kaya akan lapisan organik namun sifatnya tidak terlalu subur.

Kandungan Tanah Gambut

Tanah gambut merupakan tanah yang kaya akan bahan- bahan organik, bahkan sangat kaya. Hal ini karena tanah gambut sendiri terbentuk karena sisa- sisa dari makhluk hidup baik tumbuhan maupun binatang, seperti sisa pepohonan, lumut, rerumputan dan binatang- binatang yang telah mata. Sisa- sisa makhluk hidup tersebut telah diuraikan oleh dekomposer atau pengurai. Kendati dalam proses pelapukan tersebut ada sesuatau kekurangan dalam bahan, yakni kekurangan oksigen, maka proses penguraian tersebut menjadi tidak sempurna. Nah karena proses penguraian yang tidak sempurna inilah yang membentuk suatu tanah gambut. Jika mengetahui dan memahami proses pembentukan tanah gambut maka kita dapat mengatakan bahwa tanah gambut ini bukan merupakan tanah yang subur.

Tanah gambut merupakan jenis tanha yang mampu menyimpan banyak sekali karbon. Sehingga tidak jarang kita temukan di hutan- hutan gambut mengandung banyak karbon. Selain karbon, tanah gambut juga dapat menyimpan air dalam jumlah yang besar atau berkali- kali lipat dibandingkan dengan jenis tanah lainnya. Karena kemampuannya menyimpan banyak air berkali- kali lipat, maka tanah atau hutan gambut ini sangat efekyif dalam mencegah terjadinya bencana banjir (baca: jenis banjir). Maka tidak mengherankan apabila di daerah yang dekat dengan aliran air banyak kita jumpai lahan- lahan gambut. Hal ini ternyata bertujuan untuk mencegah terjadinya bencana banjir sehingga tidak merugikan orang- orang yang berada di dekatnya.

Jenis- jenis Tanah Gambut

Kita mengetahui bersama bahwa di dunia ini permukaan bumi terdiri atas daratan dan juga perairan. Daratan di bumi ini ditutupi oleh yang namanya tanah. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa jenis tanah yang ada di bumi ini ada banyak sekali dan sangat bervariasi. Ternyata tidak hanya jenis tanah saja yang bervariasi melainkan salah satu dari jenis tanah tersebut dapat dipecah emnjadi beberapa jenis lagi. Sebagai contoh adalah tanah gambut ini. tanah gambut ternyata dibedakan ke dalam beberapa jenis lagi.  Beberapa jenis tanah gambut antara lain sebagai berikut:

  1. Gambut Topogen

Jenis tanah gambut yang pertama adalah gambut Topogen. Gambut Topogen merupakan jenis tanah gambut yang terdapat pada bagian atas tanah mineral yang terdapat pada dasar danau. Karena terdapat pada dasar danau, maka tanah gambut ini dapat mengendap dan bertumpuk- tumpuk di dasar danau sehingga lama kelamaan dasar danau dapat dipenuhi oleh tanah gambut ini. Di dasar laut yang dipenuhi oleh lapisan tanah gambut topogen ini tumbuhan masih bisa tumbuh dan berkembang dengan baik serta subur. Untuk ketebalan lapisan tanah topogen ini, bahwa tanah topogen memiliki kedalaman hingga 4 meter. Di kedalaman 2 meter ini sifat lapisan tanah gambut topogen ini subur dan memiliki tingkat keasaman yang rendah. Selain itu lapisan tanah topogen ini memiliki kandungan unsur hara yang berasal dari mineral yang ada di dasar danau (baca: macam-macam danau). Keberadaan tanah gambut topogen ini tidak terlalu banyak, dasar danau dengan lapisan tanah topogen ini jarang ditemui.

  1. Gambut Ombrogen

Jenis tanah gambut yang kedua adalah tanah gambut ombrogen. Tanah gambut ombrogen ini seperti tanah gambut sekunder. Mengapa demikian? Karena tanah gambut ombrogen ini merupakan tanah gambut yang berkembang di atas tanah gambut topogen. Jadi tanah gambut ombrogen ini berada di atas dan bisa menutupi lapisan tanah gambut topogen. Karena letaknya di atas, maka lapisan tanah gambut ombrogen ini tebalnya bisa sampai melebihi permukaan danau. Tebalnya lapisan baru oleh tanah gambut ombrogen ini akan terlihat seperti lapisan tanah gambut yang menyerupai kubah. Dalam pembentukan lapisan tanah gambut ombrogen ini melibatkan elemen yang penting, yakni berupa air hujan. Air hujan memiliki peranan yang cenderung banyak, salah satu peranannya adalah sebagai pencuci. Efek yang ditimbulkan oleh air hujan adalah sebagai pencuci atau pembersih lapisan tanah ini sehingga membuat unsur hara dalam lapisan tanah gambut ombrogen menjadi berkurang sehingga akan miskin zat hara.

Itulah jenis- jenis dari tanah gambut. Jenis dari tanah gambut ini hanya ada dua macam yakni tanah gambut topogen dan juga tanah gambut ombrogen. Kedua lapisan tanah gambut tersebut beriringan, yakni lapisan bawah adalah tanah gambut topogen dan yang berkembang di atasnya adalah tanah gambut ombrogen. Dari penjelasan di atas, kita juga mengetahi bahwasannya jenis tanah gambut yang subur adalah tanah gambut topogen.

Persebaran Tanah Gambut

Tanah gambut adalah tanah yang lembab, biasanya tanah gambut ini masih berbentuk hutan gambut yang di dalam hutan tersebut terdapat bermacam- macam spesies binatang dan tumbuhan. Tanah gambut ini biasnya terdapat pada lahan yang lembab dan basah atau jenuh air, seperti halnya cekungan, lembah maupun rawa- rawa. Tanah gambut ini apabila kita lihat maka seperti tanah yang sangat becek. Biasanya tanah gambut apabila diinjak maka akan amblas seperti ingin menyedot apa yang telah menginjaknya. Tanah gambut sangat dalam dan kedalamannya bisa mencapai 10 meter.

Keberadaan tanah gambut ini sangat mudah dijumpai di berbagai belahan dunia. Ada banyak negara yang memiliki tanah gambut, diantaranya adalah:

  • Irlandia
  • Finlandia
  • Skotlandia
  • Belanda
  • Jerman
  • Skandinavia
  • Amerika utara
  • Ukraina
  • Estonia
  • Rusia
  • Belarusia
  • California
  • Minesota
  • Michigan
  • Florida
  • Patagonia
  • Selandia Baru, dan lain sebagainya

Nah itulah beberapa negara atau wilayah yang merupakan persebaran tanah gambut. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Indonesia juga merupakan salah satu negara yang mempunyai tanah gambut. Hutan (baca:

Taman hutan raya) gambut di Indonesia juga banyak jumlahnya karena hampir semua negara di dunia ini memiliki lahan gambut. Bahkan separus dari lahan basah yang ada di Bumi merupakan lahan gambut. Lahan gambut dapat dengan mudah ditemukan di berbagai belahan dunia baik di negara yang memiliki iklim tropis, iklim sub tropis bahkan iklim kutup sekalipun.

Persebaran lahan gambut di dunia meliputi hampir semua negara di dunia. Di wilayah Asia yang memiliki iklim tropis, lahan gambut ini banyak terdapat di Rusia. Lahan gambut tropis ini juga terdapat di wilayah benua lain, meskipun jumlahnya tidak terlalu luas. Lahan gambut yang tidak terlalu luas terdapat di Afrika, Karibia dan juga di Amerika Latin. Lebih sempit lagi kita melihat di wilayah Asia Tenggara. Di wilayah Asia Tenggara sendiri, lahan gambut memiliki prosentasi sebanyak 76% atau sekitar 27 juta hektar. Dari luas sekian, sebanyak 83%nya berada di wilayah Indonesia.

Persebaran tanah atau lahan gambut di Indonesia meliputi semua wilayah di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah di Sumatera, Papua dan juga Kalimantan. Tanah atau lahan gambut yang yang berada di masing- masing wilayah ini memiliki ketebalan yang berbeda- beda. Ketebalan lahan gambut ini mulai dari 1 meter hingga 12 meter, bahkan ada yang sampai mecapai 20 meter. Dan untuk sebutan tanah yang terbentuk pada lahan basah adalah peak. Perlu kita ketahui bersama bahwa lahan atau tanah gambut ini ternyata memiliki nama lain di berbagai belahan dunia. Beberapa sebutan bagi tanah gambut antara lain muskeg, pocsin, mire, moor dan bog.

Pemanfaatan Tanah Gambut

Tanah gambut adalah tanah yang dapat kita jumpai di tempet- tempat yang lembek, basah, becek, dan sejenisnya. Hal ini tidak lepas dari tanah gambut yang mengandung banyak air. Ciri yang paling mudah untuk mencari tahu apakan suatu tanah adalah tanah gambut antara l ain terasa lunak apabila kita tekan, mudah ditekan, serta air yang ada di dalamnya dapat dengan mudah untuk dikeluarkan. Dengan ciri demikian ini maka tanah gambut jelas bukanlah tanah yang bisa digunakan untuk hunian. Seperti yang kita ketahui sebelumnya pula, bahwa tanah gambut merupakan tanah yang tidak subur, sehingga bukan merupakan tanah yang cocok untuk bercocok tanam. Lalu, untuk apakah tanah gambut ini dimanfaatkan?

Pemanfaat tanah gambut ini ternyata bisa untuk sebagai sumber energi atau bahan bakar. Pemanfaatan tanah gambut sebagai sumber energi atau bahan bakar ini bisa diperoleh dengan cara mengeringkannya. Banyak negara- negara yang sering memanfaatkan lahan gambut ini sebagai sumber energi. Beberapa negara yang memanfaatkan lahan gambut ini antara lain Skotlandia dan juga Irlandia. Jika kita berada di kedua negara tersebut maka kita tidak akan menjumpai banyak pepohonan. Oleh karena alasan itulah maka kedua negara tersebut memanfaatkan lahan- lahan gambut. Selain sebagai sumber energi dan juga bahan bakar, tanah gambut juga bisa dmanfaatkan untuk hal lain. Secara tradisional lahan gambut ini dimanfaatkan sebagai pemanas rumah- rumah dan juga untuk masak. Semakin lama zaman semakin modern dan gambut mulai dimanfaatkan secara berbeda. Di zaman modern, tanah gambut ini dipanen secara khusus untuk dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Gambut atau PLTG. Dan negara yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Gambut terbesar di dunia adalah Finlandia. Pembangkit Listrik Tenaga Gambut di negara ini memiliki kekuatan sebesar 190 Mega Watt. Tenaga listrik gambut yang terbesar ini dinamakan Toppila Power Station.

Keadaan Gambut saat Ini

Lahan gambut bukan merupakan lahan yang tetap lestari. Seiring dengan perkembangan zaman banyak sekali lahan- lahan gambut yang telah rusak. Rusaknya lahan gambut ini disebabkan oleh berbagai hal, dan penyebab yang paling banyak adalah karena ulah manusia. Banyak manusia yang mulai melirik lahan gambut untuk dijadikan lahan pertanian atau perkebunan. Mengapa bisa seperti ini sedangkan tanah gambut bukan merupakan tanah yang subur? Tentunya hal ini melibatkan suatu proses yang panjang. Tanpa disadari usaha- usaha manusia tersebut malah menimbulkan banyak bencana alam. Untuk melihat proses perusakan lahan gambut hingga menjadi lahan yang diinginkan manusia, kita akan menjelaskannya secara detail langkah demi langkah. Proses yang dilakukan oleh manusia antara lain sebagai berikut:

  1. Perusakan lahan gambut diawali dengan menebangi pepohonan yang ada dan tumbuh di atas lahan gambut tersebut.
  2. Kedua, lahan gambut tersebut dikeringkan. Pengeringan lahan gambut ini dilakukan dengan cara membuat saluran air supaya air yang ada di dalam gambut ini keluar mengalir.
  3. Proses pengeringan tersebut akan memberikan dampak pada permukaan tanah gambut menjadi turun.
  4. Keadaan tanah yang demikian (turun) akan memberikan dampak berupa tertariknya akar- akar pohon sehingga keluar atau tercabut dengan sendirinya dan menyebabkan pohon- pohon menjadi tumbang. Hal yang demikian juga dengan mudah menyebabkan erosi tanah.
  5. Lahan gambut yang sudah kering akan bersifat kering permanen atau tetap. Dengan demikian keadaan lahan gambut tidak bisa kembali seperti sedia kala.
  6. Tanah gambut yang telah kering tidak akan bisa menyimpan air secara maksimal, dan justru akan rentan mengalami kebakaran terlebih ketika musim kemarau datang. Hal ini seperti sifat asli tanah gambut yang mudah untuk terbakar.
  7. Kebakaran lahan ini akan menyebabkan lepasnya banyak karbon ke lapisan atmosfer dan menyebabkan matinya banyak tumbuhan dan hewan yang hidup di hutan gambut tersebut.
  8. Dan ketika musim penghujan datang, tanah gambut yang sudah mengering tadi tidak akan mampu menyimpan banyak air hujan atau penyimpanannya sudah tidak optimal. Hal ini tentu saja akan menyebabkan terjadinya banjir (baca: banjir rob).

Nah, kira- kira itulah beberapa tahapan atau proses yang bisa dijelaskan untuk menggambarkan proses rusaknya lahan gambut karena perbuatan manusia yang ingin membuka lahan- lahan pertanian atau perkebunan baru. Perlu diketahui bahwa kandungan karbon pada lahan gambut ini bisa dua kali lipat lebih banyak daripada tanah- tanah yang lainnya. Dengan demikian, dampaknya pun juga lebih besar. Beberapa dampak yang ditimbulkan karena rusaknya lahan gambut antara lain sebagai berikut:

  • Terjadinya perubahan iklim
  • Beralihnya fungsi lahan gambut menjadi lahan pertanian atau perkebunan dengan berbagai cara jahat, seperti membabat pepohonan, membakar pepohonan, dan lainnya.
  • Pengalihan lahan gambut menjadi lahan pertanian ini juga akan berpengaruh pada proses dekomposisi. Hal ini karena pertanian menyebabkan emisi karbon yang ada di dalam tanah tersebut mudah terlepas.

Beberapa dampak di atas merupakan dampak dari rusaknya lahan gambut. Sebagai tambahan informasi, di wilayah Asia ini bagian yang yang memiliki kerusakan lahan gambut paling banyak adalah di Asia tenggara, termasuk di Indonesia ini. Lahan gambut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, maka dari itukah sebaiknya lahan gambut dimanfaatkan dengan baik. Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai lahan gambut beserta hal- hal yang berkaitan, semoga bermanfaat bagi pembaca.

, , ,
Oleh :
Kategori : Tanah