Penyebab Topan Hagibis dan Dampaknya serta Cara Penanggulangan

Alam memberikan segala macam sumber kehidupan yang sangat diperlukan oleh mahluk hidup termasuk manusia yang berada di Bumi. Seperti yang kita ketahui jika manusia merupakan makhluk hidup yang memberikan jasa paling banyak terhadap perubahan – perubahan yang terjadi. Namun perubahan – perubahan itu tidak selamanya memberikan dampak yang positif bahkan ada beberapa dampaknya lebih dikenal dengan istilah bencana alam. Bencana alam merupakan bahaya terbesar alam yang harus di hadapi oleh semua makhluk hidup terutama manusia. Tidak heran jika bencana alam akan selalu menimbulkan kerugian baik secara materi maupun jiwa.

Ada beragam jenis bencana alam yang umum dihadapi oleh seluruh makhluk hidup seperti banjir, gunung meletus, tsunami, gempa bumi, tanah longsor, hujan salju, kekeringan, hujan es, tornado, kebakaran dan masih banyak lagi. Dari beberapa contoh bencana alam tersebut ada yang sudah dapat diprediksi kejadiannya sehingga masyarakat yang tinggal di dekat kawasan bencana dapat mempersiapkan diri agar terhindar dari bencana alam tersebut. Namun beberapa bahkan dapat berlangsung secara tiba – tiba tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu seperti bencana alam gempa bumi.

Secara umum bencana alam terbagi atas bencana alam meteorologi, bencana alam geologi, wabah dan bencana alam dari luar angkasa. Bencana alam meteorologi atau hidrometeorologi adalah bencana alam yang memiliki hubungan dengan iklim, tidak terjadi pada tempat tertentu, seperti contoh ada beberapa tempat sedang mengalami kebanjiran tapi di tempat lain sedang kekeringan atau badai. Bencana alam geologi merupakan bencana alam yang terjadi pada permukaan bumi seperti gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus dan tsunami. Sedangkan wabah adalah penyakit menular yang dapat menyebar melalui populasi manusia pada ruang lingkup yang besar seperti antar negara dan benua. Bencana alam dari luar angkasa merupakan datangnya berbagai benda langit misal asteroid dan gangguan badai matahari.

Berbicara mengenai bencana alam meteorologi, baru – baru ini negara Jepang mengalami serangan dari topan besar yang bernama topan hagibis. Tentunya angin topan hagibis meluluhlantakan sebagian besar daerah yang ada di Jepang. Untuk yang belum mengetahui, pada kesempatan kali ini akan membahas lebih jauh tentang topan hagibis secara lebih mendalam. Mari disimak!

Pengertian Topan Hagibis dan Penyebab

Nama Hagibis berasal dari bahasa Tagalog yang merupakan bahasa dari negara Filipina yang memiliki arti kecepatan.Topan hagibis dapat dikatakan sebagai angin siklon tropis yang berukuran besar dan sangat kuat di dunia. Topan ini menjadi terkenal sejak menghantam Jepang tepatnya di wilayah Kanto pada tanggal 12 Oktober 2019. Sebelumnya wilayah ini juga sempat diterjang topan Ida di tahun 1958, namun tidak separah topan Hagibis. Topan Hagibis ini mulai terbentuk dari gelombang tropis yang berada di beberapa ratus mil di sebelah utara Kepulauan Marshall sekitar tanggal 2 Oktober. Secara bertahap gelombang tropis mulai berubah hingga menjadi badai tropis pada tanggal 5 Oktober dan di saat yang sama mulai bergerak ke arah barat.

Kemudian badai tropis ini memasuki tahap intensifikasi cepat hingga sampai pada puncaknya pada tanggal 7 Oktober. Sekitar tiga hari bertahan pada kondisi intensitas puncaknya, badai Hagibis mulai melemah akibat pengaruh lingkungan yang kurang baik. Pada tanggal 12 Oktober, Hagibis berhasil sampai ke daratan tepatnya di Semenanjung Izu dan masuk ke dalam kategori 2 – setara sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Tercatat jika kecepatan rata – rata badai Hagibis sekitar 225 km/jam  yang bergerak ke arah pantai timur pulau utama Jepang.

Japanase Meteorological Agency (JMA) menyatakan jika topan Hagibis termasuk badai ganas namun semakin melemah saat menghujam daratan dan berubah menjadi topan sangat kuat. Melemahnya Hagibis terjadi adanya udara yang lebih kering serta suhu permukaan laut yang lebih dingin. JMA juga mengatakan bahwa Hagibis masuk kategori 4 menuju kategori 5 menurut skala Saffir Simpson. Ukuran topan Hagibis sendiri mencapai 1.398 kilometer atau separuh dari Kepulauan Jepang.

Dampak Topan Hagibis

Topan Hagibis menimbulkan curah hujan dengan intensitas tinggi di hampir seluruh tempat di Jepang termasuk di Tokyo. Curah hujan yang tinggi ini mengakibatkan banjir bahkan menenggelamkan ratusan rumah di Tokyo hingga tanah longsor di beberapa daerah di Jepang. Angin yang kencang juga berhasil menghancurkan beberapa rumah, tidak heran akibat dari topan Hagibis ini lebih dari  1 juta warga Jepang melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Topan Hagibis ini juga menerjang Tokyo, tidak heran jika banyak pabrik menutup sementara sampai topan Hagibis mereda termasuk pabrik Honda dan Toyota. Tidak hanya itu saja Tokyo Disneyland juga ditutup untuk pertama kalinya sejak tahun 1984 akibat topan Hagibis. Dan untuk keamanan seluruh layanan transportasi seperti di Bandara Internasional Haneda dan Narita yang ada di Tokyo hingga pelayanan kereta cepat perluru menuju ke bandara, kereta dalam kota atau Tokyo Metropolitan Area yang dioprasikan oleh JR East diberhentikan sementara terkait dengan badai Hagibis yang sedang menerjang Jepang.

Tidak hanya itu saja, pada hari itu juga Jepang menjadi tempat untuk diselenggarakannya pertandiang rugbi tingkat dunia yaitu antara Inggris vs Prancis dan Italia vs Selandia Baru, terpaksa harus dibatalkan dan dianggap berakhir seri. Selain rugbi, babak kualifikasi balapan Formula 1 yang diadakan di Sirkuit Suzuka juga terpaksa harus dibatalkan. Selain itu, topan Hagibis juga menyebabkan ratusan korban luka, belasan korban hilang dan korban meninggal sebanyak 40 jiwa.

Penanggulangan Topan Hagibis

Sejak diketahui bahwa topan Hagibis akan melewati daratan Jepang, pemerintah Jepang mulai melakukan banyak persiapan salah satunya menghimbau seluruh masyarakat untuk membeli persediaan makanan dan minuman sampai topan Hagibis mereda. Tidak heran jika hampir sebagian besar supermarket yang di kawasan Tokyo kehabisan bahan makanan, air minum kemasan, baterai hingga benda – benda apapun yang berhubungan dengan bencana alam.

Demi keamanan selama topan Hagibis berlangsung, pemerintah memutus pasokan air dan juga aliran listrik di hampir seluruh bagian Jepang, temasuk di Tokyo sendiri. Tidak heran jika Tokyo sempat menjadi lumpuh untuk beberapa hari.

Untuk mempercepat proses penanggulangan bencana, Perdana Menteri Jepan, Shinzo Abe membentuk tim khusus penanggulangan bencana untuk mengatasi dampak buruk akibat topan Hagibis. Tim ini terdiri atas staf dari beragam kementerian dengan fokus utamanya yaitu menanggulangi dampak buruk dari Hagibis termasuk memulihkan kembali jaringan listrik dan saluran air bersih. Tidak hanya itu saja, tim juga harus memastikan bahwa pengungsi harus harus mendapatkan pelayanan yang baik.

Tidak hanya itu, lebih dari 100 ribu petugas penyelamatan termasuk 31 ribu personil militer melakukan penggalian untuk menemukan korban tanah longsor yang tertimbun. Di pastikan sebagian besar korban meninggal akibat topan Hagibis disebabkan olah tenggelam karena banjir dan tertimbun tanah longsor. Tim penyelamat juga mengevakuasi ribuan warga dari daerah banjir dengan menggunakan perahu karet dan helikopter. Di wilayah Kawagoe, petugas penyelamatan juga mengevakuasi ratusan lansia dari sebuah panti jompo di mana kondisi tempat tersebut hampir tenggelam banjir.

Demikian penjelasan dan dampak yang diakibatkan oleh topan Hagibis di Jepang. Semoga kita bisa belajar dari Jepang dalam menanggulangi bencana alam yang mungkin saja bisa terjadi di Indonesia.

, , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Bencana Alam