10 Usaha Pemerataan Pembangunan di Desa dan Kota di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar di dunia. Hal ini memberikan banyak keuntungan berupa kekayaan sumber daya alam dan keindahan pemandangan alam di Indonesia. Namun, hal ini juga memberikan tantangan baru yang harus dihadapi, yaitu sulitnya akses yang dapat menjangkau ke seluruh daerah di Indonesia. Hal ini menyebabkan pembangunan di Indonesia kurang merata. Di Pulau Jawa saja, di mana ibu kota Indonesia berada dan pembangunan dipusatkan, masih ada kurang meratanya pembangunan antara di desa dengan pembangunan di kota. Oleh karena itu penting bagi pemerintah untuk turut memperhatikan faktor interaksi desa kota agar sinergi keduanya dapat sejalan.

Daerah perkotaan memang biasanya mendapatkan porsi untuk pembangunan fasilitas yang lebih besar dibandingkan dengan daerah pedesaan. Hal ini membuat daerah pedesaan semakin sulit untuk dijangkau dan memiliki fasilitas yang kurang memadai. Pembangunan yang tidak merata ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Salah satunya adalah masalah urbanisasi. Kurangnya pembangunan di daerah pedesaan membuat banyak penduduk desa pindah ke kota (urbanisasi). Sayangnya, terkadang hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lapangan kerja di kota. Akibatnya penduduk di daerah perkotaan semakin padat, serta meningkatnya tingkat pengangguran dan juga kriminalitas.

Dampak ini perlu diatasi supaya tidak semakin parah dan mengganggu kehidupan masyarakat Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meratakan pembangunan di desa dengan di kota. Berikut adalah contoh upaya yang telah dilakukan dan dapat dilakukan terkait 10 usaha pemerataan pembangunan di desa dan kota di Indonesia:

1. Pembangunan Infrastruktur

Infrastruktur merupakan salah satu faktor penting untuk pembangunan. Dengan adanya infrastruktur yang baik, akses antara satu daerah dengan daerah lain akan lebih cepat dan mudah. Pemerintah telah menaikkan anggaran yang diperlukan untuk pembangunan infrastruktur. Dengan hal ini diharapkan akses antar daerah akan menjadi semakin mudah, sehingga memicu kegiatan ekonomi agar semakin aktif dan tumbuh.

2. Menyeimbangkan pembangunan

Pembangunan fasilitas tidak hanya dilakukan di daerah perkotaan, namun juga diperlukan di daerah pedesaan. Setiap daerah memiliki dana desa sendiri yang dapat dimanfaatkan untuk membangun fasilitas penting. Dengan adanya fasilitas yang memadai seperti rumah sakit, sekolah yang bagus, serta pelayanan masyarakat yang terjangkau akan membuat masyarakat pedesaan meningkat taraf hidupnya sehingga dapat menekan angka urbanisasi. Selain itu pemerintah telah mempelajari faktor pendorong mobilitas penduduk melalui program transmigrasi di Indonesia, yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita juga perlu memetakan daerah tujuan transmigrasi di Indonesia sehingga dapat dipantau perkembangannya dan menjadi percontohan untuk daerah lain.

3. Memberikan kemudahan bagi rakyat untuk mendapatkan modal usaha

Banyak orang, termasuk masyarakat pedesaan yang ingin memiliki taraf hidup yang baik dan memajukan daerahnya dengan membuat usaha sendiri. Sayangnya hal ini sering terbentur dengan kurangnya modal yang diperlukan. Pemerintah memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan modal untuk usaha, misalnya dengan pemberian kredit usaha rakyat yang mudah didapatkan bahkan oleh rakyat yang kurang mampu.

4. Memperhatikan dan mengembangkan wilayah perbatasan

Wilayah perbatasan merupakan wilayah Indonesia yang berdekatan atau berbatasan dengan negara lain. Wilayah ini sangat penting, namun terkadang kurang mendapatkan perhatian. Hal ini perlu diatasi dengan memberikan perhatian lebih bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di perbatasan. Hubungan dengan negara tetangga juga harus dijaga agar tetap harmonis demi ketenangan masyarakat yang ada di perbatasan.

5. Mempercepat proses pembangunan

Salah satu kendala yang sering dijumpai di masa pembangunan adalah lambatnya pembangunan yang dilakukan. Hal ini dapat menyebabkan kerugian baik di sisi dana maupun dari sisi kenyamanan masyarakat. Pembangunan, terutama di daerah yang tertinggal perlu dipercepat dengan cara menambah sumber daya manusia berkualitas dan membuat proses yang lebih efektif. Semakin cepat pembangunan dilakukan, maka pemerataan antara desa dan kota juga akan menjadi semakin cepat.

6. Mempermudah perizinan dan birokrasi untuk menarik investor

Adanya investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia dapat memberikan berbagai keuntungan, dapat membantu mempercepat pembangunan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan jumlah lapangan kerja. Apabila regulasi untuk perizinan terlalu rumit dan panjang akan membuat investor enggan untuk menanamkan modalnya. Oleh karena itu, pemerintah telah mempermudah dan memangkas birokrasi yang harus dilalui (baca : upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi)


7. Mengirimkan tenaga ahli ke daerah pedesaan

Selain fasilitas yang kurang memadai, terkadang di daerah pedesaan juga kekurangan adanya tenaga ahli. Pemerintah berusaha untuk mengirimkan tenaga ahli yang diperlukan seperti tenaga pendidikan atau guru, tenaga kesehatan atau dokter, dan lain sebagainya. Bagi tenaga ahli yang dikirimkan ke daerah terpencil juga mendapatkan fasilitas dan tunjangan yang memadai sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk mengabdi di daerah pedesaan yang terpencil.

8. Mengembangkan sektor pariwisata terutama di daerah pedesaan

Karena kekayaan alamnya yang indah dan beragam, banyak daerah di Indonesia memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata. Jika suatu daerah menjadi kawasan wisata yang layak, tentu akan mendatangkan berbagai pengunjung, adanya pembangunan infrastruktur yang layak, serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi penduduk setempat. Hal ini akan membuat penduduk pedesaan di kawasan wisata mengalami peningkatan ekonomi dan kesejahteraan, serta menurunkan tingkat pengangguran. Dengan hal ini, diharapkan pembangunan akan menjadi lebih merata dan dapat menurunkan tingkat urbanisasi.

9. Memenuhi pemerataan kebutuhan pokok rakyat

Kebutuhan pokok rakyat mencakup sandang, pangan, dan papan. Bahkan disebutkan juga bahwa pelayanan kesehatan dan pendidikan sudah seharusnya menjadi kebutuhan pokok bagi setiap warga negara. Di daerah perkotaan tentunya hal ini tidak terlalu sulit untuk dipenuhi. Sayangnya di beberapa daerah terpencil masih banyak rakyat yang kurang gizi, memiliki fasilitas yang kurang memadai misalnya sulitnya akses terhadap air bersih. Hal ini perlu diperhatikan misalnya dengan menyalurkan sumber makanan bergizi ke daerah yang memiliki tingkat gizi buruk tinggi.

10. Pemerataan kesempatan kerja di desa dengan di kota

Indonesia memiliki tingkat urbanisasi yang tinggi. Banyak penduduk dari desa yang pindah ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Pembangunan yang hanya terpusat di perkotaan membuat lapangan kerja di pedesaan menjadi kurang. Untuk mengatasi hal ini, perlu adanya pemerataan kesempatan kerja di desa dengan di kota. Pemerintah banyak memberikan beasiswa untuk masyarakat pedesaan yang berprestasi. Dengan adanya hal ini, setelah lulus diharapkan ia akan kembali ke desanya dan membantu masyarakat sekitar untuk mengembangkan kehidupan perekonomian desanya. (baca : klasifikasi desa)

Demikian penjelasan mengenai 10 usaha pemerataan pembangunan di desa dan kota di Indonesia. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah membaca.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Sosial