Karakteristik Republik Ekuador, Negara yang Dilewati Oleh Garis Khatulistiwa

Berbicara mengenai benua Amerika tentunya tidak berbeda jauh dengan banua Asia di mana kedua benua tersebut terbentang dari utara hingga selatan bumi. Maka tidak heran jika iklim dari kedua benua tersebut sangat beragam, mulai dari iklim tropis yang terkenal akan dua musimnya serta iklim sedang yang identik dengan empat musim dalam satu tahun. Benua Amerika sendiri terbagi atas beberapa bagian dan salah satunya masuk ke dalam wilayah Amerika Selatan. Amerika Selatan adalah satu – satunya bagian dari Amerika yang dilewati oleh garis khatulistiwa, maka tidak heran jika kawasan ini banyak ditemukan hutan hujan tropis dan salah satunya cukup terkenal di seluruh dunia, apa jika bukan Hutan Amazon yang berada di Brazil.

Sama halnya di belahan bumi lainnya, secara politik Amerika Selatan juga terbagi menjadi beberapa wilayah administrasi negara, seperti Brazil, Chili, Argentina, Colombia, Ekuador, Peru, Suriname, Venezuela, dan masih banyak lainnya. Seperti yang telah disinggung di atas jika Amerika Selatan merupakan bagian dari Benua Amerika yang dilewati oleh garis khatulistiwa dan garis ini tepat berada di Republik Ekuador. Cukup menarik memang, sehingga tidak heran jika nama negara tersebut diambil dari nama garis ekuator atau ecuador dalam bahasa Spanyol yang artinya khatulistiwa. Untuk mengetahui lebih lanjut dari Republik Ekuador ini, berikut pembahasannya.

Karakteristik Republik Ekuador

Republik Ekuador atau bisa kita sebut juga sebagai Ekuador merupakan salah satu negara yang berada di Amerika Selatan bagian barat laut. Berbatasan negara Colombia di bagian utara, negara Peru untuk bagian timur dan selatan, dan juga memiliki batasan dengan Samudra Pasifik di bagian barat. Salah satu kepulauan terkenal di dunia yang memiliki fauna langka, Kepulauan Galapagos yang berjarak 965 km sebelah barat dan berada di Samudra Pasifik juga merupakan bagian dari Republik Ekuador.

Republik Ekuador memiliki luas wilayah mencapai 283.560 km2 dengan jumlah populasi mencapai 15.223.680 jiwa di tahun 2011. Ibu kota dari Republik Ekuador berada di Quito dan menurut sejarah negara ini merupakan salah satu dari tiga negara yang muncul sebagai akibat jatuhnya Gran Colombia di tahun 1830. Republik Ekuador terbagi lagi menjadi beberapa bagian atas wilayah Lautan Pasifik yakni La Sierra (Sierra artinya gergaji) yang merupakan kawasan pegunungan termasuk Pegunungan Andes, La Costa yang berada di sepanjang pantai, El Oriente (timur) termasuk Hutan Hujan Amazon dibagian timur yang dihuni oleh 5% penduduk Ekuador, serta Kepulauan Galapagos dengan luas wilayah mencapai 1.000 km2 berada di sebelah barat yang dikelilingi oleh Samudra Pasifik. Ibu kota yang terletak di Quito berada di Sierra dengan kota terbesar bernama Guayaquil dekat dengan pantai Cotopaxi.

Sejarah Singkat Republik Ekuador

Pada abad ke 15 Ekuador merupakan bagian dari Kerajaan Inka. Salah satu anak dari Raja Inka saat itu Huayna Capac yang bernama Atahualpa lahir di Quito, namun dia tidak terima kekuasaan pemerintah Inka. Sedangkan saudaranya yang bernama Huasar lahir di Cusco yang saat itu merupakan ibu kota dari Kerajaan Inca. Namun kedua saudara tersebut berperang dan timbullah perang saudara yang menewaskan Huascar sehingga Atahualpa di angkat menjadi Raja Inka.

Saat pemerintahan Atahualpa, Kerajaan Inka kedatangan bangsa Spanyol yang dipimpin oleh Francisco Pizarro. Singkat cerita Atahualpa ditangkap oleh pihak Spanyol hingga akhirnya bangsa Spanyol berhasil menguasai Kerajaan Inka. Republik Ekuador sendiri mengalami kemerdekaan beberapa kali, pertama diumumkan pada tanggal 10 Agustus 1809, kemudian mendapatkan kemerdekaan dari bangsa Spanyol pada tanggal 24 Mei 1822, kemerdekaan ketiga diperoleh dari Kolombia Raya di tanggal 13 Mei 1830 namun telah diakui kemerdekaannya pada 16 Februari 1830.

Penduduk Republik Ekuador

Ada sekitar 68% penduduk di Ekuador beragama Katolik Roma namun di wilayah pedalaman tidak sedikit penduduknya yang mencampur adukan kepercayaan lama dengan agama Kristen. Agama Islam juga berkembang di negara ini namun dengan jumlah yang sedikit, sedangkan untuk agama lain seperti Yahudi juga dianut oleh sekitar 1.000 penduduk dan sebagian besar dari mereka berasal dari Jerman dan Italia.

Untuk sistem pendidikan di Ekuador, anak – anak diwajibkan untuk sekolah mulai dari usia 5 sampai dengan 14 tahun. Namun fasilitas sekolah di sini belum bisa dikatakan layak, ada beberapa kelas masih memiliki jumlah murid lebih dari standar dan juga untuk keluarga miskin masih harus membayar sekolah. Republik Ekuador memiliki setidaknya 61 universitas namun dengan 87% staff pengajar bergelar Master dan kurang dari 1% memiliki gelar Doktor (PhD).

Fakta Republik Ekuador

  1. Ibu kota Republik Ekuador yang bernama Quity menjadi salah satu ibu kota yang dilewati oleh garis khatulisitwa. Di tahun 1979 dibangun sebuah monumen yang menjadi tanda bawa di titik tersebut adalah tempat dilewatinya garis khatulistiwa. Monumen tersebut memiliki tinggi sekitar 30 meter dan terdapat globe di bagian puncaknya. Terdapat garis kuning yang memisahkan antara Bumi bagian utara dengan Bumi bagian selatan. Seiring berkembangnya teknologi, ternyata garis kuning tersebut cukup jauh posisinya dari garis khatulistiwa yang sebenarnya yaitu sekitar 240 meter. Posisi garis masih tetap berada di kota Quity namun berada di tanah berupa jurang yang cukup terjal.
  2. Republik Ekuador termasuk negara yang unik yaitu mengalami pergantian presiden sebanyak enam kali dalam kurun waktu empat tahun. Hal ini disebabkan Ekuador menerapkan ajaran neo – liberal yang didesak oleh Amerika Serikat. Negara ini juga mengalami perekonomian yang buruk bahkan sempat mengalami inflasi hingga mencapai 60%. Bahkan di tahun 1999 kas negara sempat kosong dan Ekuador dinyatakan bangkrut. Meskipun hampir mengalami kebangkrutan kembali di tahun 2008, seiring berjalannya waktu, PDB Republik Ekuator mengalami peningkatan hingga mencapai 4,2% di tahun 2014.
  3. Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, tenyata di Ekuador terdapat festival unik yang bernama El Viejo yaitu membakar sebuah boneka berbentuk tokoh pahlawan super atau tokoh politik berukuran raksasa pada malam tahun baru. Hal tersebut bertujuan untuk membuang kenangan atau hal – hal buruk yang sudah terjadi dan siap untuk menyambut datangnya harapan baru.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai Republik Ekuador. Semoga dapat menambah pengetahuan Anda.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Sosial