Karakteristik Laut Baltik Atau Laut Timur Hingga Fakta Menariknya

Sebagai satu – satunya planet di sistem tata surya yang memiliki air, membuat planet Bumi terkenal sebagai planet istimewa. Sebab sejauh ini hanya Bumi sajalah yang memiliki kehidupan di dalamnya. Hal ini tidak terlepas dari komponen terpenting pendukung kehidupan makhluk hidup, apa lagi jika bukan air. Jumlah air yang dimiliki oleh planet Bumi sekitar lebih dari 70% dan itu termasuk jenis perairan darat dan lautan. Namun sebagian besar air tersebut dalam bentuk lautan dan samudra, tidak heran jika dilihat dari luar angkasa, planet Bumi akan tampak berwarna biru.

Hingga saat ini, beberapa samudra dan laut yang ada di Bumi sudah memiliki nama. Samudra di dunia yang harus kita ketahui setidaknya terdapat 5, antara lain Samudra Pasifik atau Lautan Teduh, Samudra Hindia, Samudra Atlantik, Samudra Antartika, dan Samudra Arktik. Sedangkan untuk laut sendiri berjumlah ratusan dengan luas dan kedalaman yang berbeda – beda, terbentang di seluruh dunia. Hampir setiap benua yang ada di seluruh dunia memiliki laut sebagai batas alam antara negara atau benua satu dengan lainnya, termasuk laut yang berada di benua Eropa.

Beberapa laut – laut yang berada di Benua Eropa yakni Laut Mediterania, Laut Irlandia, Laut Celtic, Laut Hitam dan lain sebagianya. Namun ada satu laut lagi yang juga cukup terkenal di Benua Eropa yaitu Laut Baltik. Mungkin bagi sebagian besar masih belum mengetahui tentang laut yang satu ini. Padahal menurut sejarah, laut ini ikut berperan dalam dalam perkembangan sejarah di Benua Eropa. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang karakteristik dari Laut Baltik serta beberapa fakta menariknya, mari disimak penjelasannya di bawah ini.

Karakteristik Laut Baltik

Jika diperhatikan secara seksama, ternyata Laut Baltik termasuk ke dalam laut mediterania yang bermuara di Samudra Atlantik. Laut Baltik termasuk laut yang cukup unik sebab dikelilingi oleh beberapa negara seperti Jerman bagian timur laut, Denmark, Swedia, negara Finlandia, Rusia, Estonia, Latvia, Lithuania, Kaliningrad (Rusia), dan Polandia. Selain itu juga terdapat pulau – pulau kecil lainnya yang terdapat di Laut Baltik seperti Pulau Alamd, Hiiumaaa, Saaremaa, Gotland, Bornholm, dan Zealand.

Laut Baltik berada di sebelah timur laut dari Benua Eropa, memiliki batasan lain yaitu dengan semenanjung Skandinavia, daratan dari Eropa Tengah dan Eropa Timur (Denmark). Perairan dari laut Baltik sendiri mengalir ke arah Kattegat dan juga Laut Utara menyusuri Öresund, Sabuk Kecil dan Sabuk Besar. Sebelum sampai ke Samudra Atlantik, Laut Baltik dihubungkan terlebih dahulu ke Laut Utara pada terusan Kiel dan juga Laut Putih dengan terusan Laut Putih. Laut ini juga memiliki nama lain dalam bahasa Jerman yakni Ostsee atau Laut Timur. Laut Baltik memiliki luas permukaan mencapai kurang lebih 377.000 km persegi dengan panjang maksimal sekitar 1.601 km dan lebar maksimal 193 km. Sedangkan untuk volume dari Laut Baltik sendiri sekitar kurang lebih 21.700 km3 dan kedalaman maksimal mencapai 459 m.

Berdasarkan letak geografis serta iklim yang mendukung, Laut Baltik terkenal sebagai salah satu bagian perairan yang masuk dalam kategori air payau terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan air pada Laut Baltik berasal dari Atlantik di bagian timur laut serta air tawar yang berasal dari sungai – sungai yang memiliki ukuran aliran empat kali lebih besar dari laut itu sendiri. Tidak heran jika ekosistem di Laut Baltik memiliki keberagaman flora dan fauna yang unik.

Masalah Laut Baltik

Setidaknya ada sekitar 9 negara yang berasal dari Benua Eropa mengelilingi Laut Baltik. Tidak heran jika wilayah Baltik menjadi bukti bahwa terjadi hubungan yang amat krisis antara EU dan juga Federasi Rusia. Karena lokasinya yang dikelilingi oleh berbagai negara, sudah tentu ada beragam tantangan yang harus dihadapi oleh setiap negara terutama dalam hal membuat keputusan untuk menghadapi masalah misalnya perlindungan lingkungan, penggunaan hingga manajemen yang dilakukan secara berkelanjutan. Alhasil, negara – negara yang berada di dekat pantai atau berbatasan langsung dengan Laut Baltik sulit untuk menyeimbangkan ekonomi dan sosial terutama dalam hal perlindungan laut.

Fakta – Fakta Menarik Laut Baltik

  1. Laut Baltik termasuk jenis perairan yang tertutup di mana bagian keluarannya termasuk perairan dangkal. Tidak heran jika air yang terdapat pada Laut Baltik termasuk air segar. Terdapat dua sungai terpanjang yang bermuara di Laut Baltik yakni sungai Oder dan Vistula di mana kedua sungai tersebut berasal dari daerah beriklim benua sedang. Akibatnya sungai – sungai ini mempunyai tingkat penguapan rendah dan akan mengalami peningkatan debit air ketika salju mencair di musim semi dan itu berdampak pada pengurangan salinitas di Laut Baltik. Diketahui jika tingkat salinitas tertinggi berada di Laut Baltik sebelah barat yaitu sekitar 10 per seribu di bagian permukaannya dan 15 per seribu untuk bagian yang berada di bagian bawah. Sedangkan untuk kandungan salinitas terendah berada di kepala Teluk Bothnia yaitu sekitar kurang dari sepertiga dari total keseluruhan.
  2. Bentuk dari Laut Baltik memanjang serta mempunyai beberapa bagian yang menjorok ke arah daratan yang dikenal dengan sebutan Teluk Finlandia dan Teluk Bothnia. Karena dikelilingi oleh beberapa negara, tidak heran juga Laut Baltik memiliki panjang garis pantai sekitar 8.000 km.
  3. Menurut sejarah, Laut Baltik pertama kali diberikan oleh seorang sejarawan bernama Adam dari Bremen. Namun hingga kini masih belum pasti dari mana asal usul nama Baltik. Beberapa orang beranggapan jika kata Baltik berasal dari kata belt yang artinya sabuk, hal ini mungkin karena bentuk dari Laut Baltik mirip seperti sabuk.
  4. Ada banyak sejarah yang berkaitan dengan Laut Baltik. Di abad Pertengahan terdapat Pedagang Norse yang berasal dari Skandinavia membuat jalur perdagangan kekaisaran di sekitar Baltik. Terjadi perebutan kekuasaan atas Laut Baltik dengan Suku Wendish. Suku Norse yang mendominasi wilayah Baltik sehingga dikenal dengan Zaman Viking. Zaman Viking ini mereka menyebut Laut Baltik dengan nama Ausmarr atau Eastern Sea. Di saat yang sama Laut Baltik mendukung perekonomian di sekitar sebagai sumber ikan dan mutiara. Tidak hanya itu saja, negara yang berbatasan dengan Baltik memanfaatkan lintasan tersebut untuk melakukan ekspor seperti kayu, bulu domba, flak dan hemp.
  5. Di tahun 1945, Laut Baltik pernah menjadi kuburan masal bagi pengungsi dan tentara di mana kapal yang mereka naiki karam akibat ditembak oleh torpedo. Ada sekitar 9000an orang tewas dalam peristiwa tersebut dan di tahun 2005 para ilmuwan dari Rusia berhasil menemukan ribuan potong dari pesawat dan kapal perang yang tenggelam berasal dari Perang Dunia II.

Demikian penjelasan Laut Baltik yang perlu Anda ketahui. Ternyata dibalik keindahan dari Laut Baltik ternyata menyimpang banyak sejarah peradaban di dunia. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.

, , ,
Oleh :
Kategori : Laut