Categories
Ilmu Sosial

Negara Monako: Karakteristik – Ekonomi – Fakta

Negara Monako dengan nama resmi Kepangeranan Monako di mana pemerintahannya dipimpin oleh seorang pangeran, memiliki warna bendera yang sama dengan negara Indonesia yakni merah putih. Monako bisa dikatakan sebagai negara kota yang berdaulat, berada di Cote d’Azur, Eropa Barat.

Menurut sejarah, nama Monako sudah ada sejak abad ke-6 SM tepatnya saat kolonial Yunani Phokaia. Nama tersebut berasal dari bahasa Liguria Monoikos yakni bahasa Yunani yang memiliki arti satu rumah, atau jika dijelaskan memiliki makna orang-orang baik tinggal di satu tempat atau hidup berpisah dari orang lain.

Karakteristik Negara Monako

Negara Monako memiliki luas wilayah sekitar 2,02 km persegi ini termasuk sebagai negara terkecil di dunia urutan kedua setelah Vatican City. Meskipun termasuk negara kecil, negara ini mempunyai batas wilayah berupa batas daratan sepanjang 4,4 km dan batas perairan atau garis pantai 1,7 km.

Secara geografis negara Monako berbatasan wilayah dengan negara Prancis pada sisi barat, utara dan timur, sedangkan di sisi bagian selatan Monako berbatasan dengan Laut Merah. Sedangkan titik tertinggi negara Monako berupa jalur sempit bernama Chemin des Revoires dengan ketinggian 161 meter di atas permukaan laut.

Hampir sebagian besar daratannya merupakan hasil dari reklamasi, tidak heran jika luas daratan Maroko telah bertambah hingga 20%. Bahkan proyek reklamasi terus berlangsung salah satunya di distrik Fontvieille yang diperluas sekitar 0,08 km persegi.

Beribukotakan di Monako, menurut konstitusi 1911 negara ini terbagi menjadi tiga kotamadya:

  1. Monaco-Ville, yakni kota tua yang berada di tanjung berbatu, membentang ke Mediterania dan dikenal dengan nama Rock of Monaco atau The Rock.
  2. Monte Carlo, merupakan kawasan perumahan serta resort terkenal bernama Kasino Monte Carlo yang terletak di timur dan timur laut.
  3. La Condamine, daerah pelabuhan di bagian barat daya, Port Hercules.

Kemudian setelah kotamadya digabung menjadi satu di tahun 1917, Monako terbagi lagi dengan memberikan status bangsal atau Quartiers menjadi:

  1. Fontvieille, menjadi bangsal keempat dan baru dibangun serta diklaim dari laut pada 1970.
  2. Moneghetti, bangsal kelima yang berasal dari La Condamine.
  3. Larvotto, bangsal keenam berasal dari Monte Carlo.
  4. La Rousse atau Saint Roman termasuk Le Tenao, bangsal ketujuh yang juga berasal dari Monte Carlo.

Selanjutnya dibuat lagi tambahan ruang:

  1. Saint Michel, berasal dari bagian Monte Carlo.
  2. La Colle, berasal dari bagian La Condamine.
  3. Les Revoires, bagian dari La Condamine.

Penduduk Negara Monako

Jumlah penduduk Monako mencapai 39 ribu dan termasuk negara dengan tingkat kelahiran terendah. Penduduk asli Monako yakni Monegasques menjadi kelompok minoritas di negaranya, sedangkan penduduk terbanyak berasal luar wilayah seperti:

  • Perancis
  • Italia
  • Inggris
  • Belgia
  • Jerman
  • Amerika Serikat
  • Swiss

Istilah penduduk Monako yang lahir atau naturalisasi Monako disebut Monegasque. Dalam kehidupan sehari-hari penduduk menggunakan bahasa resminya yakni bahasa Prancis, sedangkan bahasa lain seperti bahasa Italia hanya dituturkan oleh komunitas Italia.

Secara tidak langsung penggunaan kedua bahasa tersebut telah mengganti bahasa Monegasque yang tidak diakui secara resmi. Untuk bahasa lainnya seperti bahasa Inggris banyak dituturkan oleh penduduk Amerika, Inggris, Irlandia dan Angl-Kanada.

Sebagian besar penduduk Monako beragama Katolik meskipun ada pula agama lain yang sama-sama mendapat jaminan dari konstitusi. Keuskupan di Monako telah ada sejak abad ke-19 dan bisa ditemukan di katedral di sana. Adapun agama terbesar kedua di Monako yakni Kristen Protestan, kemudian disusul oleh agama Anglikanisme, Ortodoks Yunani, Yahudi, kemudian Islam.

Kekayaan Alam dan Ekonomi Negara Monako

Negara Monako memang tidak memiliki sumber daya alam yang dapat diandalkan akan tetapi negara ini terkenal sangat makmur. Hal ini didukung dengan adanya tarif pajak penghasilan dan pajak perusahaan yang sangat rendah, tidak heran jika di Monako banyak milyader dari seluruh dunia memiliki rumah dan vila yang mewah di sini.

Akibat pajak yang rendah tersebut, banyak milyader mengunjungi negara ini untuk menghabiskan uang mereka. Hal ini benar-benar dimanfaatkan oleh pemerintah setempat sebagai sumber pendapatan negara. Setiap tahunnya negara Monako memperoleh pendapatan per kapita sebesar US$30.000.

Sadar akan keterbatasan sumber daya alamnya, sektor pariwisata menjadi sektor unggulan Monako untuk mendatangkan para wisatawan asing dari berbagai negara. Bahkan hal tersebut telah dilakukan sejak tahun 1893 dengan dibukanya kasino di Monte Carlo.

Tidak hanya itu saja, La Condamine menjadi tempat favorit bersandarnya kapal pesiar dan yacht dari berbagai negara. Bisa dikatakan jika Monako memang menjadi negara tujuan turis mancanegara yang ingin liburan mewah.

Fakta Menarik Negara Monako

  1. Meskipun terkenal sebagai negara yang maju dan kehidupan penduduknya sangat makmur, akan tetapi Monako tidak memiliki bandara. Hal ini disebabkan ukuran negaranya yang terbilang kecil dan membutuhkan lahan luas. Oleh karena itu, untuk wisatawan yang berkunjung ke Monako mereka dapat menggunakan kapal pesiar, yacht atau menggunakan mobil dari Kota Nice di Prancis.
  2. Negara Monako memang mempunyai kasino terbesar di negaranya, namun pemerintah setempat melarang penduduk Monako untuk berjudi. Mereka tahu jika berjudi memberikan efek buruk sehingga warga Monako tidak diizinkan masuk ke dalam kasino.
  3. Setiap tahunnya, Monako menyelenggarakan Monaco Yacht Show di Port Hercules. Pada acara tersebut akan ada lebih dari 125 kapal pesiar dan yacht yang dipamerkan selama empat hari.
  4. Monako menjadi salah satu negara penyelenggaraan Formula 1 setiap tahunnya di Circuit de Monaco. Tidak heran jika ajang balapan mobil ini banyak menarik wisatawan baik dalam maupun luar negeri.
  5. Jumlah tentara yang dimiliki Monako sedikit yakni sekitar 255 prajurit saja. Hal ini disebabkan karena  jumlah penduduknya tidak terlalu banyak, tidak heran jika Monako berada di urutan ketiga dengan jumlah tentara paling sedikit di dunia.