Mengenal Kabupaten Kutai Kartanegara, Ibu Kota Baru Indonesia

Semenjak Presiden Jokowi memutuskan untuk memindahkan ibu kota, ada banyak pilihan tempat baru yang akan dijadikan ibu kota. Banyak faktor penyebab Indonesia pindah ibu kota. Calon ibu kota baru tersebut keseluruhan berada di Kalimantan. Bukan tanpa sebab pulau Kalimantan dipilih sebagai tempat ibu kota baru nanti. Pemerintah sendiri sudah melakukan pengkajian selama kurang lebih 3 tahun terhadap tempat – tempat yang mungkin akan menjadi calon ibu kota Indonesia ke depannya. Hingga akhirnya telah diputuskan bahwa ibu kota Indonesia baru berada di Kabupaten Penajem Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.

Mungkin sebagian besar dari kita masih belum mengetahui di mana letak dan krakteristik dari ibu kota Indonesia baru nantinya. Berikut ini akan dijelaskan salah satu kabupaten yang juga menjadi bagian dari wilayah ibu kota baru yakni Kabupaten Kutai Kartanegara. Mari kita simak!

Karakteristik Kabupaten Kutai Kartanegara

Mendengar nama Kutai mungkin sudah tidak asing di telinga kita. Mengingat bahwa Kutai pernah menjadi tempat kerajaan Hindu tetua di Indonesia pada abad 5 Masehi. Saat ini Kutai sudah berubah menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara yang terletak di Kalimantan Timur. Luas wilayah Kutai Kartanegara mencapai 27.263,10 km2 dan luas perairan 4.097 km2 dengan total populasi mencapai 655.167 jiwa di tahun 2015.

Secara astronomis Kabupaten Kutai Kartanegara berada di antara 115o26’28” BT – 117o36’43” BT dan 1o28’21” LU – 1o08’06” LS. Jika melihat sejarahnya, Kutai Kartanegara adalah pemekaran dari Kabupaten Kutai di tahun 1999. Kabupaten Kutai sendiri terdiri atas Balikpapan, Samarinda dan Bontang di mana semua wilayah tersebut adalah wilayah kekuasaan dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Pada masa kemerdekaan tepatnya sekitar tahun 1947, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura memiliki status Daerah Swapraja Kutai yang masuk ke dalam Federasi Kalimantan Timur yang tergabung bersama 4 Kesultanan antara lain Sambaliung, Bulungan, Gunung Tabur dan Pasir.

Batas – Batas Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara

Secara administratif, Kabupaten Kutai Kartanegara berbatasan dengan Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara di bagian utara. Sedangkan di bagian timur, Kabupaten Kutai Kartanegara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Timur, Kota Bontang dan juga Selat Makassar. Di bagian selatan, Kutai Kartanegara berbatasan dengan Kota Balikpapan dan juga Kabupaten Penajam Paser Utara. Dan untuk batas di bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat serta Kabupaten Mahakam Ulu.

Kondisi Bentang Alam Kabupaten Kutai Kartanegara

Jika diperhatikan, kondisi alam Kutai Kartanegara sebagian besar merupakan dataran yang bergelombang dan berbukit landai hingga curam. Tidak hanya itu saja, di beberapa tempat juga ditemukan dataran yang memiliki kemiringan cukup datar sampai dengan landai seperti yang terdapat pada wilayah pesisir atau pantai dan yang berdekatan dengan Sungai Mahakam. Untuk wilayah yang berada di pedalaman dan wilayah perbatasan biasanya memiliki kondisi alam yang berada di dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian antara 500 sampai dengan 2.000 m di atas permukaan laut.

Tidak hanya itu saja, di Kabupaten Kutai Kartanegara juga terdapat banyak danau – danau. Dan salah satu danau terbesar di sana bernama Danau Semayang dengan luar mencapai 13.000 ha. Danau ini berada di daerah aliran Sungai Mahakam tepatnya berada di sebelah kiri sungai Mahakam dan bersebelahan dengan Danau Melintang yang merupakan danau terbesar kedua di Kutai Kartanegara. Danau Semayang adalah salah satu kawasan lahan basah terbesar yang berada di Kalimantan. Tidak heran jika keanekaragaman hayati Dana Semayam sangat tinggi dan juga sumber air yang cukup melimpah dan banyak masyarakat memanfaatkannya.

Selain itu, terdapat pula Sungai Mahakam yang menjadi salah satu sungai terpanjang di Indonesia dan juga Kalimantan dengan alirannya berakhir pada Selat Makassar. Sungai Mahakam memiliki panjang sekitar 920 km dan alirannya melewati wilayah Kabupaten Kutai Barat di hulu, terus mengalir melewati Kabupaten Kutai Kartanegara dan berakhir di Kota Samarinda.

Kondisi Penduduk Kutai Kartanegara

Sebagian besar populasi penduduk yang tinggal di Kutai Kartanegara berasal dari suku – suku asli yang berasal dari Kalimantan, antara lain suku Kutai, suku Dayak Benuaq, suku Dayak Bahau, suku Dayak Tunjung dan lain sebagainya. Namun saat ini Kabupaten Kutai Kartanegara juga kedatangan suku dari luar pulau Kalimantan seperti suku Jawa, suku Banjar, suku Bugis, suku Madura, suku Buton, suku Timor dan suku Mandar. Sebagian besar persebaran penduduk mengikuti pola transportasi yang ada di Kutai Kartanegara.

Sungai Mahakam yang mengalir di Kutai Kartanegara menjadi jalur transportasi lokal yang sangat ramai. Tidak heran jika sebagian besar masyarakat tinggal di tepian sungai. Meskipun begitu, masih ada juga beberapa masyarakat yang hidup dan tinggal jauh dari tepi sungai dengan fasilitas berupa jalanan yang belum mendukung. Ada sekitar 75,7% penduduk Kutai Kartanegara tinggal di pedesaan, sedangkan sisinya berada di perkotaan dengan jumlah 24,3%. Untuk mata pencaharian masyarakat Kutai Kartanegara sebagian besar bekerja di sektor pertanian sebanyak 38,25%, kerajinan 18,37%, perdagangan 10,59% dan lain-lain sebesar 32,79%.

Fakta Kutai Kartanegara, Calon Ibu Kota Baru

Pemilihan Kutai Kartanegara sebagai ibu kota Indonesia yang baru sudah melalui berbagai macam pertimbangan, salah satunya yaitu mengenai sumber daya alamnya. Jika dilihat dari kondisi geografisnya, Kabupaten Kutai Kartanegara dialiri oleh Sungai Mahakam dan juga mempunyai wilayah pesisir. Sumber daya alam tersebut bisa ditemukan di Pantai Tanah Merah, Pulau Kumala di Tenggarong dan beberapa desa wisata.

Kutai Kartanegara berlokasi di antara kota Samarinda dan kota Balikpapan. Sudah tentu pemilihan ibu kota di sana merupakan pilihan tepat. Apa lagi saat ini sudah terdapat bandara yang terhubung melalui jalan tol sehingga kemungkinan pembangunan tidak akan memakan waktu lama.

Selain itu penduduk yang tinggal di kawasan Kutai Kartanegara cukup beragam. Baik yang berasal dari suku asli Kalimantan seperti Dayak, Kutai, Punah dan lain sebagainya juga terdapat suku – suku lain yang merupakan suku pendatang dari Jawa, Buton, Madura dan masih banyak lagi. Sehingga diharapkan tidak terjadi kesenjangan sosial secara budaya dan adat istiadat antara suku asli dan suku pendatang.

Demikian penjelasan mengenai Kabupaten Kutai Kartanegara yang perlu diketahui. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan berguna untuk mengetahui calon ibu kota Indonesia baru ini.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Sosial