Categories
Ilmu Sosial

10 Dampak Globalisasi di Bidang Ekonomi dan Contohnya

Pengaruh globalisasi di dunia akan terus menumbuhkan inovasi di berbagai bidang dan dapat membantu dalam mempermudah pekerjaan manusia. Seperti halnya dampak globalisasi di bidang teknologi yang memacu diciptakannya mesin-mesin canggih yang dapat membantu pekerjaan manusia, selain itu dampak globalisasi di bidang pendidikan juga menyebabkan diciptakannya metode pembelajaran berbasis teknologi. Dilihat dari dampak globalisasi di bidang tersebut, globalisasi nampaknya telah memberikan pengaruh besar di berbagai bidang kehidupan, termasuk di bidang ekonomi.

Salah satu dampak globalisasi di sektor ekonomi yang paling menonjol adalah semakin bebasnya pasar internasional. Kebebasan pasar internasional ini membuka peluang kerja yang semakin lebar, meningkatkan sumber pendapatan suatu negara dan memberikan dampak baik lainnya, namun dibalik dampak positif tersebut selalu ada dampak negatif yang merugikan. Lalu apa saja dampak yang ditimbulkan globalisasi di sektor ekonomi? Dalam artikel kali ini akan diulas secara detail tentang beberapa dampak globalisasi di bidang ekonomi, baik dampak positif maupun dampak negatif

Dampak Positif Globalisasi di Bidang Ekonomi

  1. Bebasnya Pasar Internasional

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, dampak globalisasi paling menonjol di bidang ekonomi adalah terciptanya kebebasan di pasar internasional. Pasar internasional sendiri merupakan pasar jual beli produk/jasa yang berasal dari beberapa negara. Kehadiran pasar internasional ini dapat dimanfaatkan oleh sebuah perusahaan yang penjualan produk/jasanya sudah melampaui kebutuhan dari konsumen di wilayah domestik perusahaan tersebut, sehingga perusahaan tersebut bisa terjun ke pasar internasional dan mencari konsumen di pangsa pasar yang lebih luas. Namun demikian adapula perusahaan yang langsung menargetkan konsumen di pasar internasional karena adanya peluang di pasar tersebut. Biasanya perusahaan-perusahaan yang menargetkan pasar internasional adalah perusahaan impor, perusahaan ekspor dan perusahaan multinasional.

  1. Kemudahan dalam Kegiatan Ekspor dan Impor

Hadirnya pasar internasional akibat globalisasi di sektor ekonomi menciptakan adanya kemudahan dalam kegiatan ekspor dan impor. Kegiatan ekspor dan impor yang dilakukan oleh sebuah negara dengan negara lain merupakan manfaat dari globalisasi yang terjadi di era modern ini. Kegiatan ekspor dapat memberi manfaat bagi sebuah negara untuk meningkatkan pendapatan negara, mengenalkan produk suatu negara di pasar global, membuka lapangan pekerjaan, dan memperluas produksi. Sementara kegiatan impor bermanfaat untuk menstabilkan harga, mempermudah memperoleh bahan baku, dan memudahkan pemenuhan kebutuhan akan suatu barang atau jasa yang tidak ada dalam negara tersebut. Selain itu, manfaat yang dihadirkan dari kegiatan ekspor dan impor adalah menciptakan terjalinnya kerjasama antar negara.

  1. Masuknya Perusahaan Asing ke Sebuah Negara

Pesatnya arus globalisasi di bidang ekonomi otomatis membuat sebuah negara menjadi terbuka. Akibatnya, perusahaan-perusahaan yang berasal dari luar negeri dapat leluasa masuk ke sebuah negara dan membuka peluang produk-produk yang berasal dari pasar global masuk ke pasar domestik. Hal semacam ini juga terjadi di beberapa negara berkembang di asia tenggara seperti Indonesia, seperti masuknya perusahaan dari pelbagai negara dengan ekonomi terbaik di dunia yang masuk ke Indonesia. Menjamurnya perusahaan asing di Indonesia seperti McDonald, Starbucks, KFC, Nike, dan sebagainya merupakan indikator dari mudahnya perusahaan asing yang masuk ke Indonesia. Masuknya perusahaan-perusahaan asing ke sebuah negara dapat memberikan manfaat seperti memperluas lapangan kerja bagi masyarakat di negara tempat perusahaan tersebut beroperasi dan memberikan kemudahan akses investor dari luar negeri.

  1. Terciptanya Bisnis E-commerce

Perkembangan dunia bisnis yang cukup pesat memunculkan bisnis baru yaitu bisnis e-commerce. Bisnis e-commerce merupakan bisnis yang berbasis di dunia internet. Bisnis e-commerce merupakan bisnis yang potensial di dunia yang serba modern ini karena didukung oleh perkembangan teknologi serta industri telekomunikasi dan informasi. Internet yang sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang merupakan pemicu menjamurnya bisnis e-commerce saat ini, karena dengan adanya internet kegiatan apa saja bisa dipermudah termasuk kegiatan bisnis. Bisnis e-commerce memiliki beberapa jenis, diantaranya e-commerce customer to customer (C2C), e-commerce bussiness to bussiness (B2B), dan e-commerce bussines to customer (B2C). Contoh dari bisnis e-commerce jenis customer to customer adalah marketplace seperti eBay, Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Contoh dari bisnis e-commerce bussiness to bussiness adalah bisnis dari dua perusahaan yang saling melakukan kegiatan jual beli, sementara bisnis e-commerce bussiness to customer adalah Shoping Mall online. Manfaat dari adanya bisnis e-commerce adalah kemudahan dalam memperoleh produk, menghemat waktu dan biaya, dapat diakses secara fleksibel, dan kemudahan dalam sistem pembayaran.

  1. Meningkatnya Sektor Pariwisata

Manfaat lainnya yang ditimbulkan dari adanya globalisasi di bidang ekonomi adalah meningkatnya sektor pariwisata di suatu negara. Pariwisata merupakan sektor penting yang bisa menjadi tumpuan ekonomi bagi suatu negara, oleh karena itu dengan adanya globalisasi dapat menjadi ajang antar negara untuk mempromosikan wisatanya. Hadirnya media sosial dapat dimanfaatkan oleh sebuah negara sebagai media promosi pada sektor pariwisatanya, sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Meningkatnya jumlah wisatawan dapat meningkatkan pendapatan suatu negara serta dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakatnya.

Dampak Negatif Globalisasi di Bidang Ekonomi

1. Terhambatnya Pertumbuhan Industri Lokal

Pasar internasional yang hadir memberikan pelbagai manfaat di bidang ekonomi ternyata disisi lain dapat menimbulkan dampak yang merugikan yaitu menghambat laju pertumbuhan industri lokal. Arus globalisasi yang pesat pada bidang ekonomi menyebabkan ketergantungan pada perusahaan-perusahaan multinasional, akibatnya laju sektor industri lokal tidak bisa berkembang dengan baik. Hal semacam ini biasanya terjadi di negara berkembang di dunia yang diakibatkan oleh kemajuan industri dari negara maju yang mendominasi. Industri yang dibawa oleh perusahaan multinasional menyebabkan budaya konsumsi bagi konsumen lokal, sehingga dapat mematikan unit usaha yang berasal dari lokal. Sebagai contoh menjamurnya pusat perbelanjaan modern yang dikuasai oleh asing dan menyebabkan pusat perbelanjaan yang dikelola oleh lokal perlahan mati.

2. Kegiatan Impor yang Melebihi Kegiatan Ekspor

Pengaruh globalisasi di sektor ekonomi selanjutnya adalah meningkatkan kegiatan impor di sebuah negara tetapi kegiatan ekspor cenderung menurun. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan sebuah negara akan suplai produk dari luar negeri, sehingga negara tersebut tidak mampu bersaing dalam mengembangkan kegiatan ekspornya. Akibatnya, industri produk yang berasal dari dalam negeri akan kalah bersaing dan menghilangkan kecintaan terhadap produk lokal, sehingga perlahan mematikan perusahaan-perusahaan di dalam negeri. Selain itu, kecenderungan terhadap impor produk dari luar negeri yang berlebihan akan berdampak buruk pada neraca pembayaran di sebuah negara. Tentu hal ini harus ditindak lanjuti oleh pemerintah negara setempat dengan mengurangi kegiatan impor dan menekankan kegiatan ekspor, sehingga neraca pembayaran di negara tersebut menjadi stabil dan produksi barang atau jasa yang berasal dari industri lokal bisa berkembang.

3. Kesenjangan Sosial Meningkat

Pengaruh globalisasi di bidang ekonomi juga berimbas pada meningkatnya kesenjangan sosial di masyarakat. Persaingan bebas di pasar internasional menyebabkan industri negara maju akan semakin berkembang dan menghambat pertumbuhan industri di negara berkembang. Akibatnya pasar lokal di sebuah negara akan dikuasai oleh industri asing, sehingga menyebabkan industri lokal perlahan mati. Hal ini juga memicu banyaknya tenaga kerja asing yang dipekerjakan di sebuah negara dan menyingkirkan tenaga kerja lokal, akibatnya angka pengangguran semakin meningkat dan memicu bertambahnya kemiskinan. Hal ini juga merupakan salah satu alasan Indonesia termasuk negara berkembang.

4. Tumbuhnya Kapitalisme

Tumbuhnya kapitalisme merupakan salah satu dampak negatif dari globalisasi di bidang ekonomi. Kapitalisme sebenarnya berhubungan dengan bidang ekonomi dan politik, namun dalam pembahasan kali ini kapitalisme ditekankan dalam bidang ekonomi. Kapitalisme sendiri merupakan sistem ekonomi yang dikuasai oleh pemilik swasta dengan tujuan mencari keuntungan dalam ekonomi pasar. Kapitalisme terjadi ketika pihak swasta menguasai sektor perdagangan, industri dan produksi.

Dalam sistem ekonomi kapitalisme ini pihak yang diuntungkan adalah pemegang saham, karena harga saham dan dividen akan terus meningkat. Akibatnya keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan hanya dapat dinikmati oleh pihak pemegang saham, sementara di sisi lain kesejahteraan karyawan atau buruh tidak ikut meningkat karena karyawan dan buruh di sebuah perusahaan bukan merupakan pegawai tetap dan hanya dikontrak selama enam atau dua belas bulan.

5. Gaya Hidup Westernisasi

Derasnya arus globalisasi di beberapa negara timur termasuk Indonesia dapat memberikan dampak negatif yaitu gaya hidup masyarakat yang meniru budaya barat atau westernisasi. Gaya hidup atau lifestyle nampaknya sudah menjadi kebutuhan sekunder dari manusia itu sendiri. Sebenarnya pengaruh budaya barat dapat menjadi hal menguntungkan jika disikapi dengan bijak, namun kebanyakan budaya barat dapat merugikan sebuah negara karena bisa melunturkan rasa nasionalisme warga negara terhadap negaranya. Contohnya di Indonesia sekarang sedang gencar pengaruh musik elektronik yang berasal dari barat. Hal ini tentu bisa mengikis kecintaan terhadap musik tradisional jika tidak disikapi dengan bijak, oleh karena itu diperlukan langkah-langkah untuk menjaga eksistensi dari musik tradisional Indonesia seperti memperbarui musik tradisional Indonesia dengan mengkolaborasikan musik tradisional Indonesia dengan musik elektronik.

Dari penjabaran diatas dapat diketahui bahwa globalisasi di bidang ekonomi dapat memberikan dampak positif yang menguntungkan sekaligus memberikan dampak negatif yang sangat merugikan. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang hidup di era modern ini harus bisa menyikapi perkembangan zaman dengan bijak. Semoga artikel ini bermanfaat.