13 Alasan Indonesia Termasuk Negara Berkembang dan Solusinya

Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya alam melimpah, suku yang beragam dan kebudayaan yang tidak ada habisnya. Namun, kekayaan yang dimiliki Indonesia ternyata belum menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Hingga saat ini Indonesia masih tercatat sebagai negara berkembang. Lalu apa saja yang menyebabkan Indonesia termasuk dalam negara berkembang? Berikut ini merupakan beberapa alasan Indonesia termasuk negara berkembang di Asia Tenggara:

1. Tingkat Pertumbuhan Penduduk Tinggi

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terpadat ke-4 di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai kurang lebih 255,5 juta jiwa. Jumlah penduduk ini akan terus naik dari tahun ke tahun karena tingginya laju pertumbuhan di Indonesia. Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia sendiri tergolong tinggi yaitu mencapai 1,49 persen. Pertumbuhan penduduk yang tinggi memunculkan berbagai masalah dan dampak negatif bagi rakyat dan negara bila tidak segera ditindak lanjuti.

Peningkatan populasi di Indonesia menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap sandang, pangan dan papan, sayangnya penawaran terhadap barang-barang ini tidak dapat disuplai dalam jangka waktu pendek karena kurangnya faktor pendukung, seperti modal, bahan baku, tenaga kerja terlatih, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan harga barang naik, sehingga biaya hidup rakyat menjadi lebih mahal dan memunculkan kemiskinan.

2. Tingginya Angka Pengangguran

Tingginya angka pengangguran di Indonesia tidak lepas dari faktor pertumbuhan penduduk di Indonesia. Tingginya jumlah pencari kerja tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada bulan Februari 2017 mencapai 5,33 persen yang artinya jumlah pengangguran di Indonesia tercatat sebanyak 7,01 juta orang. Tingginya angka pengangguran tersebut dapat menjadi masalah bagi perekonomian Indonesia, karena akan berimbas pada produktivitas dan pendapatan masyarakat, sehingga menjadi penyebab utama timbulnya kemiskinan dan problematika sosial lainnya.

3. Pembangunan Infrastruktur yang Belum Merata

Kemajuan sebuah negara dapat dinilai dari pembangunan infrastruktur yang merata di setiap daerah. Pemerataan pembangunan berperan penting dalam keberhasilan perekonomian sebuah negara. Selain itu, pemerataan pembangunan juga berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Hingga tahun 2017 pembangunan infrastruktur di Indonesia secara umum belum bisa dikatakan merata, karena selama ini pembangunan infrastruktur hanya terpusat di Jawa, sangat minim pembangunan infrastruktur yang dilakukan di daerah luar Jawa yang terpencil dan daerah perbatasan. Kendati sudah ada peningkatan pembangunan infrastruktur berbagai sektor di daerah terpencil, seperti di Papua, Kalimantan, dan Sumatera, hal itu belum sepenuhnya bisa mendukung perekonomian nasional. Sebab, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah belum bisa dilakukan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

4. Tingginya Angka Kemiskinan

Angka kemiskinan di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 27,77 juta jiwa atau 10,6 persen dari total penduduk Indonesia. Tingginya angka kemiskinan di Indonesia menjadi pekerjaan rumah utama bagi pemerintah. Karena angka kemiskinan menjadi indikator perekonomian sebuah negara. Angka kemiskinan di Indonesia didasarkan pada tingkat ketidakmampuan penduduk dalam memenuhi kebutuhan pokok. Masalah kemiskinan di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor, beberapa diantaranya pendidikan yang rendah, kemampuan (skill) yang rendah, tingkat pertumbuhan yang tinggi, dan tidak meratanya pembangunan infrastruktur.

5. Pendidikan Berkualitas yang Belum Merata

Alasan Indonesia termasuk negara berkembang selanjutnya adalah dari segi pendidikan. Pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun karakter bangsa dan penggerak perekonomian suatu negara. Sayangnya, di Indonesia pendidikan yang berkualitas belum seluruhnya bisa diakses oleh masyarakat di Indonesia, terlebih masyarakat golongan tidak mampu dan masyarakat yang berada di daerah terpencil. Masalah ekonomi nampaknya menjadi permasalahan utama dalam akses untuk memperoleh pendidikan yang baik dan hambatan menjadi Indonesia sebagai negara dengan pendidikan terbaik. Kendati sudah ada program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), akses pendidikan yang berkualitas belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh seluruh siswa di Indonesia karena orang tua siswa masih harus membayar biaya-biaya lain setiap tahunnya.

Sejumlah sekolah unggulan yang berada di daerah perkotaan menampilkan kualitas pendidikan bertaraf nasional bahkan internasional dengan fasilitas yang lengkap. Hal itu berbanding terbalik dengan sekolah-sekolah pinggiran yang serba kekurangan, baik dari tenaga pengajar yang kurang hingga sarana dan prasarana yang belum memadai.


6. Maraknya Budaya KKN

Korupsi, Kolusi dan Neoptisme (KKN) merupakan faktor penting yang menjadikan Indonesia belum bisa menjadi negara maju. Budaya KKN di Indonesia agaknya menjadi hal yang sangat masif dan tidak kunjung hilang. Hal ini dibuktikan dengan data indeks persepsi korupsi dari Transparency International yang menempatkan Indonesia di posisi ke-90.

Budaya KKN secara langsung dapat mempengaruhi faktor perekonomian sehingga meningkatkan angka kemiskinan. Kendati sudah dilakukan upaya untuk memberantas budaya KKN melalui Instruksi Presiden (inpres) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, hal tersebut belum cukup untuk mengatasi permasalahan ini karena budaya KKN sudah mendarah daging di masyarakat, seperti pungutan liar (pungli) dan ‘uang pelicin’ atau sogokan.

7. Kualitas Hidup yang Rendah

Rendahnya tingkat penghasilan di Indonesia, menyebabkan masyarakat mengalami kendala dalam pemenuhan kebutuhan pokok, pendidikan berkualitas, kesehatan, dan sebagainya. Kurangnya pemenuhan terhadap kebutuhan-kebutuhan tersebut menyebabkan kualitas hidup masyarakat menjadi rendah. Hal ini mengakibatkan masyarakat semakin terbelakang karena tidak bisa baca tulis, semakin tingginya angka kekurangan gizi, dan rentan terkena penyakit. Hal semacam ini dapat menjadi faktor penyebab tingginya angka kematian dan menyebabkan Indonesia belum bisa dikatakan sebagai negara maju.

8. Lambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia dinilai masih lambat. Hal itu disebabkan oleh dominasi penggunaan teknologi yang diimport dari luar negeri, sedangkan karya IPTEK ilmuwan lokal masih dipandang sebelah mata. Lambatnya perkembangan IPTEK di Indonesia juga disebabkan oleh minimnya dukungan riset teknologi, khususnya dari segi pendanaan. Selain itu, lambatnya perkembangan IPTEK di Indonesia disebabkan oleh terbatasnya fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM).

9. Kurangnya Sikap Disiplin

Kedisiplinan menjadi modal awal bagi suatu negara agar menjadi negara maju. Sikap disiplin dapat menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar jika sikap disiplin dijadikan sebagai budaya. Sebaliknya jika sikap disiplin kurang dapat menjadi penghambat majunya bangsa Indonesia. Sebagai contoh dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari masih banyak masyarakat yang tidak disiplin dalam ketepatan waktu, tidak disiplin ketika bekerja, tidak disiplin ketika berkendara dan tidak disiplin ketika mengantri.

10. Sikap toleransi yang masih rendah

Selain permasalahan ekonomi, penyebab Indonesia masih menjadi negara berkembang adalah masih rendahnya sikap toleransi di masyarakat. Keragaman merupakan realitas yang dimiliki oleh Indonesia dan diperlukan toleransi yang tinggi untuk menyikapinya, maka tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan toleransi di Indonesia merupakan isu yang menjadi perhatian khusus. Rendahnya toleransi di Indonesia jika tidak segera ditindak lanjuti semakin lama akan menghancurkan bangsa Indonesia sendiri. Sebagai contoh coba kita tengok konflik-konflik yang terjadi di Indonesia, seperti konflik di Poso, Tolikara Papua, dan Aceh. Konflik-konflik tersebut terjadi karena rendahnya sikap toleransi sehingga sentimen SARA menjadi tidak terkendali.

Nah itulah beberapa alasan yang menyebabkan Indonesia masih jauh dari karakteristik negara maju. Faktor penyebab tersebut berasal dari faktor ekonomi, teknologi dan sosial.

Langkah Indonesia Menjadi Negara Maju

Hingga tahun 2017 pemerintah gencar melakukan berbagai upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Berikut ini merupakan langkah agar Indonesia menjadi negara maju:

1. Peningkatan Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Pendidikan dan kesehatan merupakan kunci keberhasilan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia tengah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Pemerintah memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan berbagai jenis beasiswa bagi siswa yang kurang mampu. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diberikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). KIP digunakan untuk menjamin anak usia sekolah agar mendapatkan peningkatan kualitas pendidikan, seperti bantuan pendidikan berjenjang hingga tingkat SMA/SMK/MA dan juga mendorong anak usia sekolah yang putus sekolah untuk kembali bersekolah.

Sementara dari segi kesehatan, pemerintah memberikan bantuan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIP) bagi masyarakat kurang mampu agar memperolah hak dalam pelayanan kesehatan. Adanya KIP memberi jaminan kepada masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan tidak membedakan masyarakat berdasarkan status sosial. Program peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat sehingga kualitas bangsa Indonesia akan terus meningkat pula.

2. Peningkatan Lapangan Pekerjaan

Tingginya angka pertumbuhan penduduk tentunya harus dibarengi dengan peningkatan lapangan pekerjaan. Pemerintah diharapkan bisa mencari solusi atas permasalahan yang berkaitan dengan pengangguran dan kemiskinan, misalnya dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat menciptakan kesempatan kerja baik dari pemerintah maupun swasta.

Selain itu, pemerintah diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang ada di masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan skill kepada masyarakat untuk memasuki dunia kerja, dan meningkatkan jumlah wirausaha di masyarakat melalui akses memperoleh pinjaman modal berupa kredit perbankan.

Peningkatan sektor lapangan pekerjaan diharapkan bisa membuat masyarakat semakin sejahtera dan terbebas dari pengangguran dan kemiskinan, sehingga ekonomi indonesia akan tumbuh dan Indonesia bisa bersanding dengan negara dengan ekonomi terbaik di dunia.

3. Pembenahan Moral dan Etika

Moral dan etika merupakan hal yang perlu diperhatikan agar Indonesia bisa menjadi negara maju. Pendidikan moral dan etika harus dimulai dari generasi muda, karena generasi muda merupakan aset penting yang akan meneruskan perjuangan bangsa Indonesia. Pendidikan moral dan etika bagi generasi muda harus digalakkan agar generasi muda Indonesia nantinya senantiasa menjaga nilai-nilai luhur bangsa, sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju dengan bangsa yang berwibawa dan dihargai oleh bangsa lain.

Itulah beberapa hal yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi negara maju. Selain langkah yang disebutkan diatas, masih banyak langkah lagi yang bisa dilakukan agar Indonesia menjadi negara maju, seperti peningkatan pendapatan per kapita, peningkatan IPTEK, pemberantasan korupsi, meningkatkan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah tertinggal, menstabilkan keadaan politik, dan masih banyak lagi. Semoga artikel ini bermanfaat.

, , , , , ,