5 Unsur Unsur Geosfer

Secara umum geosfer merupakan lapisan bumi yang terletak pada permukaan atau di bawahnya yang berpengaruh terhadap kehidupan di bumi baik secara langsung maupun tidak langsung. Geosfer juga sering dianggap sebagai bagian dari sistem bumi yang meliputi bagian dalam bumi seperti mineral, bebatuan, bentang alam, serta proses-proses yang membentuk bumi.

Pengertian lain dari geosfer adalah suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi di permukaan bumi. Hal tersebut meliputi lapisan atmosfer, litosfer, biosfer, hidrosfer, serta antroposfer. Geosfer berasal dari kata geo yang berarti wilayah serta spere yang berarti yang menanungi atau yang mengelilingi.

Bumi memiliki beberapa lapisan utama, yaitu :

  •  Barisfer- Merupakan lapisan inti bumi berupa bahan padat yang terdiri dari lapisan nikel dan ferum besi (lapisan nife). Barisfer memiliki jari-jari sekitar 3.470 km.
  • Lapisan antara (lapisan asthenosfer mautle)- Merupakan lapisan bumi yang terletak di atas lapisan nife dan memiliki tebal sekitar 1.700 km. Lapisan ini terdiri dari bahan cair yang memiliki suhu tinggi dan berpijar dengan berat jenis sekitar 5 gr/cm.
  • Lithosfer- Merupakan lapisan terluar dari kulit bumi yang terletak di atas lapisan antara yang memiliki ketebalan sekitar 1.200 km dengan rata-rata berat jenis 2,8 gr/cm.

Selain bumi lapisan utama, bumi juga memiliki unsur-unsur geosfer yang membantu geosfer untuk melindungi bumi. Berikut adalah penjelasan mengenai unsur-unsur geosfer :

1. Litosfer

Litosfer merupakan bagian bumi yang terluar, atau biasa disebut sebagai kulit bumi. Pengertian lain dari bagian bumi ini adalah bagian terluar dari lapisan kerak bumi berupa batuan. Batuan di sini  sebenarnya bukan saja berupa benda keras seperti batu yang biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi bisa dalam bentuk tanah liat, pasir, kerikil, abu gunung berapi, dan lain sebagainya. Adapun batuan pembentuk lithosfer tersebut adalah :

a. Batuan beku

  • Batuan beku dalam seperti batu granit
  • Batuan beku luar seperti batu andesit.

b. Batuan sedimen

  • Batuan sedimen klastik yang berupa campuran batuan beku yang hancur. Seperti batu pasir, breksi, serta konglomerat
  • Batuan sedimen kimiawi yang berupa endapan dari suatu proses pelarutan seperti batu kapur serta batu giok.
  • Batuan sedimen organik yang terjadi akibat adanya endapan dari sisa-sisa tumbuhan serta hewan yang ada di laut. Contohnya batu koral, batu gamping

c. Batuan metamorf

Batuan metamorf merupakan batuan yang mengalami perubahan bentuk. Misalnya batu marmer yang terjadi akibat perubahan dari batu kapur (kalsit).

Litosfer berasal dari bahasa Yunani lithos yang berarti berbatu, serta spere yang berarti lapisan. Pada dasarnya kulit bumi memiliki ketebalan yang tidak merata, misalnya daratan memiliki kulit bumi yang lebih tebal daripada daerah di bawah samudra. Lapisan Litosfer memiliki rata-rata ketebalan mencapai  30 km dan ia sering disebut dengan lapisan silikat, karena lapisan bumi ini terdiri atas senyawa kimia yang sarat akan kandungan Si02.

Litosfer terdiri atas dua bagian, yaitu :

  1. Lithosfer bagian atas yang berupa daratan dengan luasan mencapai 1/3 bagian atau sebesar 35%.
  2. Lithosfer bagian bawah yang berupa lautan dengan luasan mencapai 2/3 bagian atau sekitar 65%.

Berdasarkan jenis logam penyusunnya, lithosfer juga terbagi menjadi 2 bagian, yaitu :

1. Lapisan Sial (Silisium Alumunium)

Merupakan lapisan kulit bumi yang terdiri atas logam alumunium serta silisium. Di lapisan ini terdapat batuan sedimen, batuan granit, dan lain sebagainya. Lapisan sial sering disebut sebagai lapisan kerak yang memiliki karakteristik yang padat serta terdapat batu-batu yang bertebaran di atasnya.

2. Lapisan Sima (silisium magnesium)

Merupakan lapisan kulit bumi yang tersusun dari logan silisium (SiO2) serta magnesium (MgO) yang memiliki berat jenis yang lebih besar daripada lapisan sial, karena lapisan ini mengandung besi serta magnesium (mineral ferro magnesium serta batuan basalt). Lapisan sima memiliki karakteristik yang elastis dengan rata-rata ketebalan 65 km.

Lithosfer adalah salah satu bagian bumi yang dapat memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi secara langsung. Adapun manfaat dari lapisan ini adalah :

  • Lithosfer bagian atas merupakan tempat bagi manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, serta organisme lainnya untuk hidup.
  • Tempat manusia dan makhluk hidup yang lain dalam melakukan aktivitas
  • Kandungan bahan mineral atau bahan tambang seperti minyak bumi, batu bara, emas, nikel, gas, timah dan juga besi yang ada di bagian bawah lithosfer yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

2. Atmosfer

 Permukaan bumi maupun planet-planet yang lain diselimuti oleh suatu lapisan gas yang disebut atmosfer yang membentang mulai dari permukaan bumi hingga jauh ke luar angkasa. Gas yang membentuk lapisan atmosfer adalah udara yang merupakan kombinasi atau percampuran berbagai macam unsur seperti :

  • Nitrogen (N2) sebesar 78%
  • Oksigen (O2) sebesar 21%
  • Argon (Ar) sebesar 1%
  • Air (H2O) sebesar 0 hingga 7%
  • Ozon (O) sebesar 0 hingga 0,01%
  • Karcondioksida (CO2) sebesar 0,01 hingga 0,1%

Gejala yang terdapat di lapisan ini terdiri dari berbagai macam unsur cuaca seperti angin, suhu, awan, hujan, kelembaban udara, serta udara.

Lapisan atmosfer antara lain adalah :

1. Troposfer

Merupakan lapisan atmosfer terdekat dari bumi. Lapisan ini terletak pada level terendah, yaitu pada ketinggian antara 0 hingga 15 km. Lapisan troposfer memiliki kombinasi gas yang dianggap paling baik untuk mendukung kehidupan di bumi, lebih dari 80% kandungan gas atmosfer terdapat di lapisan ini.  Suhu pada lapisan troposfer berkisar antara 17 hingga 52° Celcius. Di lapisan ini, kita dapat merasakan berbagai macam peristiwa cuaca seperti hujan, musim dingin, kemarau, musim salju, dan lain sebagainya.

2. Stratosfer

Lapisan stratosfer terletak di atas lapisan troposfer, yaitu pada ketinggian 15 hingga 40 km. Antara troposfer dan stratosfer terdapat sebuah lapisan yang membatasi antara kedua lapisan atmosfer tersebut, yaitu tropopause.

Meskipun bagian paling bawah lapisan stratosfer memiliki suhu yang relatif stabil, namun suhu di lapisan ini bisa menjadi sangat dingin yaitu sekitar -70°F atau sekitar -57°C. Pola suhu di lapisan stratosfer dari bagian tengah ke atas akan mengalami perubahan, yaitu semakin bertambah ketinggiannya maka suhu akan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena semakin bertambah ketinggian lapisan, maka konsentrasi ozon akan bertambah. Pada ketinggian 40 km, suhu bisa mencapai 18°C.

Beberapa fenomena bisa terjadi di lapisan atmosfer ini seperti :

  • Pola aliran angin relatif teratur dengan hembusan angin yang sangat kencang.
  • Sebagai ruang untuk lalulintas udara seperti pesawat.
  • Kadang-kadang muncul awan jenis cirus
  • Pemblokiran sinar ultraviolet oleh lapisan ozon.

3. Mesosfer

Lapisan ini terletak di atas lapisan stratosfer, yaitu 25 mill atau sekitar 40 km dari permukaan bumi, dimana sebelum lapisan ini terdapat suatu lapisan yang menjadi pemisah antara stratosfer dan mesosfer yang dinamakan tratopause.

Pada lapisan ini, suhu dapat kembali mengalami penurunan terutama pada saat ketinggian semakin bertambah. Pada ketinggian sekitar 81 km dari permukaan bumi, suhu bisa mencapai -143°C.

Karena memiliki tingkat suhu yang sangat rendah dan dingin, ini dapat menimbulkan fenomena seperti timbulnya awan yang terbentuk dari kristal-kristal es (awan noctilucent).

4. Thermosfer

Lapisan ini terletak di atas lapisan mesosfer, yaitu pada ketinggian 75 hingga 650 km di atas permukaan bumi, dan ketinggian 81 km merupakan transisi antara mesosfer ke termosfer.

Pada lapisan ini terjadi perubahan suhu yang sangat signifikan dimana temperature udara mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu sekitar 1982°C. Perubahan tersebut disebabkan oleh adanya serapan radiasi sinar ultra violet.

Terjadinya radiasi sinar ultraviolet dapat menyebabkan timbulnya reaksi kimia yang membentuk lapisan ionosfer, yaitu lapisan yang bermuatan listrik serta dapat memancarkan gelombang radio.

5. Ionosfer

Lapisan ini terbentuk dari reaksi kimia dari radiasi sinar ultraviolet. Lapisan ini mempunyai ketebalan antara 50 hingga 100 km. Ionosfer menjadi lapisan pelindung bumi dari berbagai benda sistem tata surya luar angkasa seperti batu meteor. Selain itu, lapisan ini juga menjadi tempat terjadinya fenomena aurora yang juga dikenal dengan sebutan cahaya utara atau cahaya selatan. Ionosfer dibagi menjadi 3 lapisan, yaitu :

  • Lapisan ozon yang terletak antara 80 – 150 km. Suhu udara di lapisan ini berkisar antara -70°C hingga +50°C.
  • Lapisan udara F yang terletak antara 150 – 400 km
  • Lapisan udara atom yang terletak antara 400 – 800 km. Suhu udara di lapisan ini bisa mencapai 1200°C, karena lapisan ini menerima panas langsung dari matahari.

6. Eksosfer

Ini merupakan lapisan terluar dari atmosfer bumi. Lapisan ini memiliki ketebalan yang berkisar antara 500 hingga 700 km, dimana suhunya bisa mencapai -57°C. Salah satu fenomena yang terjadi pada lapisan ini adalah terjadinya cahaya zodiakal, yaitu refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik.

3.  Hidrosfer

Merupakan bagian dari permukaan bumi yang terdiri dari lapisan air. Hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air serta spere yang berarti lapisan. Beberapa element dari hidrosfer bumi antara lain adalah sungai, danau, laut, gletser, air tanah, serta uap air yang berada di lapisan udara.

Hidrosfer memiliki siklus yang dinamakan sebagai siklus hidrologi, dimana ada 3 jenis siklus hidrologi, yaitu :

  1. Siklus pendek, dimana air laut mengalami proses penguapan menjadi uap air yang nantinya akan mengalami proses terjadinya hujan kondensasi menjadi awan. Melalui sebuah proses, awan akan diubah menjadi embun atau air hujan yang pada akhirnya akan kembali ke laut.
  2. Siklus sedang, dimana uap air yang berasal dari proses penguapan air laut akan menuju daratan oleh bantuan angin. Uap air tersebut nantinya akan berubah menjadi awan yang selanjutnya akan kembali ke daratan dalam bentuk air hujan. Air hujan tersebut pada akhirnya akan kembali ke lautan melalui aliran sungai dan yang lainnya.
  3. Siklus panjang, dimana uap air dari lautan akan dibawa ke daratan oleh perantara angin. Di ketinggian tertentu, uap tersebut akan mengalami proses pendinginan hingga mencapai titik beku yang mengakibatkan timbulnya awan dengan kandungan kristal es yang nantinya akan kembali ke bumi dalam jenis-jenis hujan dalam bentuk es atau salju di daerah pegunungan. Es tersebut nantinya akan mengalir dalam bentuk gletser menuju ke lautan kembali.

4. Biosfer

Secara harfiah, biosfer merupakan bagian bumi terluar yang mencakup daratan, air, serta udara yang menjadi faktor pendukung utama dari keberlangsungan kehidupan serta proses biotik. Sedangkan menurut geofisiologi, biosfer merupakan sistem ekologi global yang menyatukan seluruh makhluk hidup serta hubungan yang terjadi di antara mereka termasuk interaksinya terhadap unsur litosfer, hidrosfer, dan atmosfer bumi. Beberapa anggapan telah menyatakan bahwa biosfer telah berlangsung sekitar 3,5 milyar tahun dari 4,5 milyar tahun usia bumi. Jadi, selisih antara usia bumi denagn berlangsungnya proses biosfer adalah sekitar 1 milyar tahun lamanya.

5. Antroposfer

Antroposfer merupakan bagian dari permukaan bumi yang menjadi tempat hidup bagi manusia. Antroposfer berasal dari kata antropos yang berarti manusia, dan spaira yang berarti lingkungan. Dengan kata lain, antroposfer merupakan bagian dari geosfer yang menjadi tempat hidup bagi manusia serta memiliki fungsi lingkungan hidup bagi manusia. Contoh dari antroposfer adalah wilayah pedesaan, wilayah perkotaan, lokasi pemukiman, dan lain sebagainya.

Nah, diatas adalah penjelasan mengenai unsur-unsur geosfer beserta pengertian dan dampak yang terjadi di bumi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Baca juga artikel lainnya mengenai ilmu geografi yang lainnya :

fbWhatsappTwitterLinkedIn