Patahan Normal: Pengertian, Ciri- ciri dan Contohnya

Patahan atau yang dikenal dengan sesar merupakan satu kondisi yang ada di dalam Bumi (baca: inti Bumi). Patahan memang tidak terlihat tampak di permukaan (baca: kerak Bumi), namun hasil dari patahan ini yang akan kita lihat di permukaan (baca: bentuk permukaan bumi). Patahan terbentuk apabila suatu batuan mengalami retakan terebih dahulu dan berkaitan erat dengan tekanan dan kekuatan batuan sehingga menimbulkan retakan atau fracture. Patahan mempunyai beberapa jenis yang berbeda- beda. Beberapa jenis dari patahan yang kita kenal ada sekitar empat macam, yakni sebagai berikut:

  1. Patahan Normal atau Normal Fault

Patahan normal atau sesar normal merupakan patahan yang mempunyai arah gerak blok batuan yang mengikuti arah gaya berat batuan yang menuju ke arah bawah sepanjang bidang patahan.

  1. Patahan Berlawanan atau Reverse Fault

Jenis patahan yang selanjutnya adalah patahan berlawanan atau yang dikenal dengan sesar berlawanan atau reverse fault. Jenis patahan ini adalah patahan yang blok batuannya mempunyai arah gerak berlawanan dengan arah gerak patahan normal, yakni mengarah ke atas. Sehingga dapat diketahui bahwa patahan berlawanan merupakan lawan dari patahan normal.

  1. Patahan Celah Lurus atau Strike- Slip Fault

Jenis patahan atau sesar yang ketiga adalah patahan celah lurus atau disebut dengan strike slip fault. Patahan celah lurus ini merupakan patahan yang terjadi pada batuan (baca: jenis batuan) yang mana arah patahannya adalah horizontal. Bagian yang bergerak menjauhi bagian kanan bidang disebut dengan left fault. Sementara bagian yang bergerak menjauhi bagian sebelah kiri disebut dengan right fault. Patahan ini terjadi karena adanya gaya yang mengenai sebuah batuan yang berasal dari samping atau gaya melintang.

  1. Patahan Celah Miring atau Oblique- Slip Fault

Jenis patahan yang keempat disebut dengan patahan celah miring atau yang disebut dengan oblique slip fault. Patahan jenis celah miring merupakan jenis patahan kombinasi, yakni kombinasi dari normal fault dan strike slip fault. Sehingga pergerakan batuan terjadi secara naik atau turun dan mengalami pergerakan horizontal ke kanan ataupun ke kiri. patahan ini terjadi karena disebabkan adanya gaya tekan dari atas maupun bawah dan juga gaya samping yang diberikan pada batuan (baca: batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf).

Nah, itulah beberapa jenis patahan yang dapat kita ketahui. Jenis- jenis patahan yang telah dijelaskanl lebih tepatnya dilihat dari pola utamanya.; ique slip fault. patahan mpak di permukaan,

Patahan Normal

Salah satu jenis patahan yang ada di Bumi adalah jenis patahan normal. Apa yang dimaksud dengan patahan normal? Sebelumnya juga telah diutarakan secara singkat. Namun tidak ada salahnya apabila kita membahas lebih dalam lagi mengenai jenis patahan normal, supaya kita mengenalnya lebih jauh lagi.

Patahan normal atau yang disebut dengan normal fault merupakan patahan yang terjadi pada batuan dimana salah satu bagiannya mengalami pergerakan ke bawah dari keadaan asalnya. Arah gerak blok buatan dari patahan normal ini mengikuti arah gaya berat batuan yang menuju ke bawah sepanjang bidang patahan tersebut. Sehingga dapat pula dikatakan bahwa patahan dikatakan masuk ke dalam kategori normal fault apabila patahan tersebut memungkinkan satu blok, misal bagian bawah foot wall memiliki lapisan yang bergerak searah namun relatif naik terhadap blok lainnya, yakni hanging wall.

Ciri- ciri dan Hasil Patahan Normal

Patahan normal merupakan jenis patahan yang mempunyai bidang posisi saling sejajar satu sama lain. Patahan normal ini mempunyai ciri khusus yang sangat mudah ditemukan, yakni memiliki tingkat kemiringan hampir 90 derajat. Bagian bidang patatahan yang berada di bawah dikenal dengan graben. Kemudian apabila ada salah satu dari dua bidang tersebut mengalami pergerakan tunggal maka dinamakan dengan half graben atau half horst, hal ini tergantung pada situasi yang terjadi. Patahan normal ini dapat mengakibatkan terbentuknya beberapa danau (baca: macam-macam danau). Selain itu patahan atau sesar normal ini juga dapat membantu menentukan adanya cadangan minyak dan juga gas yang ada di daerah sekitar patahan tersebut atau tidak melalui celah dari patahan yang terjadi.

Contoh Patahan Normal

Membicarakan mengenai satu jenis patahan kurang lengkap rasanya apabila kita menyertakan contohnya. Indonesia merupakan negara yang mempunyai letak diapit oleh dua lempeng (baca: lempeng tektonik), maka dari itulah Indonesia mempunyai banyak sekali lempeng. Lempeng di Indonesia tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan mempunyai jenis yang berbeda- beda. Salah satu lempeng di Indonesia yang termasuk ke dalam jenis patahan normal adalah patahan Semangko, yang mempentang di Pulau Sumatera, dari mulai Aceh hingga ke Jambi. Akibat adanya patahan Semangko ini maka memicu terbentuknya beberapa danau di dalamnya karena cekungan dari patahan tersebut. Karena patahan normal juga dapat membantu menentuka letak minyak dan gas yang merupakan barang tambang, maka tidak heran apabila di Pulau Sumetera mempunyai beberapa tambang gas alam.

Nah, demikian informasi yang dapat diberikan, khususnya mengenai patahan atau sesar normal atau Normal Fault. Semoga informasi ini dapat menambah dan memperluas ilmu pengetahuan yang kita miliki.