Patahan Fleksur: Pengertian dan Ciri-cirinya

Jenis- jenis patahan yang ada di Bumi (baca: inti bumi) ada beberapa macam, dan salah satu jenis patahan adalah patahan vertikal. Patahan vertikal merupakan patahan yang arah gerakan permukaan Buminya (baca: bentuk permukaan Bumi) menuju ke atas ataupun ke bawah. Patahan vertikal ini mempunyai bentuk beberapa macam. Dengan kata lain ada beberapa hasil bentukan dari patahan vertikal ini. bentukan- bentukan yang merupakan hasil dari patahan vertikal ini diantaranya adalah horst, graben, fleksur, dan juga pegunungan patahan. Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjt mengenai semuanya, berikut ini merupakan uraiannya.

  1. Horst

Salah satu bentukan dari petahan vertikal adalah horst. Horst merupakan dataran yang mengalami kenaikan akibat adanya tenaga endogen. Kenaikan dataran ini diakibatkan oleh adanya gerakan tektogenesa vertikal. Jika dilihat di permukaan Bumi maka horst ini akan tampak seperti bukit karena wilayahnya yang lebih tinggi daripada dataran- dataran (baca: pengertian dataran tinggi) yang ada di sekitarnya, termasuk juga kanan dan kiri dari horst tersebut.

  1. Graben

Greben juga disebut dengan Slenk atau Terban. Graben merupakan salah satu bentuk dari patahan vertikal. Graben merupakan dataran yang mengalami penurunan akibat adanya tarikan tenaga endogen yang berasal dari dalam Bumi. Penurunan ini terjadi secara cepat. Graben ini terbentuk karena akibat dari gerakan tektogenesa yang semakin memusat, dan menarik sesar atau patahan ke arah bawah yang mempunyai dua titik. Graben ini apabila dibiarkan tersisi oleh air, maka bisa menjadi sebuah danau (baca: macam-macam danau). Beberapa contoh graben yang ada di Indonesia adalah Danau Toba dan juga Danau Tempe.

  1. Fleksur

Bentuk patahan vertikal yang ketiga adalah Fleksur atau yang disebut dengan Fault Scrap. Fleksur merupakan bentuk patahan yang terjadi oleh akibat dorongan dari salah satu sisi. Dorongan satu sisi ini menyebabkan salah satu bagian sesar atau patahan menjadi naik sehingga membentuk sebuah dinding yang terjal yang mana memiliki posisi lebih tinggi daripada di daerah yang ada di sekitarnya. Patahan yang satu ini dapat disebut dengan tebing atau cliff.

  1. Pegunungan patahan

Bentuk patahan vertikal yang terakhir adalah pegunungan patahan. Pegunungan patahan disebut juga dengan step faulting, yakni bentuk patahan yang menyerupai tangga. Bentukan ini terjadi akibat adanya gerakan penurunan oleh beberapa sesar dengan tempo dan juga gerakan yang hampir sama.

Itulah beberapa jenis dari patahan vertikal. Jenis- jenis patahan ini penting untuk kita pelajari sebagai pengetahuan kita mengenai peristiwa geologi Bumi. Diantara keempat patahan vertikal tersebut, kita akan mempelajari lebih dalam mengenai salah satunya. Jenis patahan vertikal yang akan kita pelajari lebih dalam lagi adalah patahan fleksur.

Patahan Fleksur atau Fault Scrap

Salah satu jenis patahan vertikal yang kita kenal ialah patahan fleksur atau fault scrap. Karena termasuk patahan vertikal maka pergerakan yang terjadi adalah ke atas atau ke bawah. Patahan fleksur atau fault scarp merupakan bentuk patahan yang terjadi akibat dari dorongan dari satu sisi saja. Dorongan ini akan menyebabkan salah satu bagian sesar menjadi naik, sehingga membentuk dinding terjal yang mana posisinya lebih tinggi daripada daerah yang ada di sekitarnya. Patahan fleksur atau fault scrap ini juga biasa disebut tebing atau cliff.

Secara lebih singkat, yang dimaksud dengan patahan fleksur atau fault scrap merupakan dinding terjal atau cliff yang dihasilkan patahan dengan salah satu blok bergeser ke atas menjadi lebih tinggi (baca: pengertian dataran tinggi). apabila kita melihat secara nyata, bentukan dari patahan fleksur ini adalah sebuah tebing yang terjal dan tingginya lebih daripada daerah yang ada di sekitarnya.

Ciri Patahan Fleksur atau Fault Scrap

Jenis- jenis patahan memang ada banyak sekali, dimana masing- masing mempunyai pengertian serta karakteristik yang berbeda- beda, bahkan sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Patahan- patahan ini menyebabkan bentuk permukaan Bumi menjadi sangat tidak rata karena mempunyai ketinggian dan kerendahan yang tidak sama. Seiring dengan aktivitas alam yang semakin lama semakin tua, maka patahan ini dimungkinkan akan terus bertambah. Maka dari itulah tidak perlu heran jika kiranya menjumpai lembah baru atau bukit baru atau bentukan- bentukan dari patahan yang lainnya.

Berbicara mengenai patahan Fleksur atau Fault Scrap maka kita bisa membicarakan mengenai ciri- cirinya. Dari pengertian yang sudah dijabarkan di atas, kita akan mengetahui bahwa ciri- ciri dari patahan fleksur antara lain:

  1. Berupa dinding yang terjal, dan semacam tebing
  2. Dihasilkan oleh patahan dengan salah satu blok yang bergeser
  3. Merupakan bentuk patahan horizontal
  4. Lebih tinggi dari permukaan tanah (baca: jenis tanah) yang ada di sekitarnya

Nah, itulah beberapa ciri yang dimiliki oleh patahan fleksur atau fault scrap. Memang tidak banyak informasi yang bisa diberikan mengenai patahan fleksur ini, namun semoga artikel ini tetap bermanfaat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn