Hujan Siklonal : Pengertian, Karakteristik, Proses dan Manfaatnya


Air merupakan salah satu jenis sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup yang berada di Bumi. Baik itu manusia, binatang, maupun tumbuh- tumbuhan. Tanpa adanya air, makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup lama. Air ini menjadi sumber daya alam yang sangat vital dan sangat berharga, sehingga keberadaannya sungguh harus dilestarikan. Sebagai sumber daya alam yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, air ini mempunyai sebuah siklus yang berputar di Bumi.

Maka dari itulah air termasuk ke dalam sumber daya alam yang dapat diperbarui (baca: sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui) karena ketika persediaan air ini habis atau menipis, dapat digantikan dengan yang baru dengan waktu yang tidak terlalu lama. Wujud siklus air ini salah satunya dalam bentuk hujan. Proses terjadinya hujan yang dimulai dari penguapan air laut (baca: macam- macam laut), kemudian menjadi awan (baca: proses terjadinya awan), dan menjadi hujan ini  merupakan wujud dari siklus air.

Beberapa Macam Jenis Hujan

Berbicara mengenai hujan. Seringkali yang kita dapati adalah hujan air seperti biasanya. Namun, ternyata hujan ini tidak hanya berbentuk satu jenis saja. Tahukah Anda bahwa hujan ini terdiri dari beberapa macam? Beberapa macam jenis hujan ini antara lain adalah hujan salju atau hujan es, hujan asam (baca: proses terjadinya hujan asam), hujan siklonal, hujan orografis, hujan frontal, hujan muson (baca: angin muson, proses terjadinya angin muson barat, proses terjadinya angin muson timur), hujan konveksi/ zenithal, hujan meteor, dan hujan buatan. Dalam kesempatan ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai salah satu jenis hujan. Artikel ini akan membahas secara lebih dalam tentang hujan siklonal, yakni meliputi pengertian, proses terjadinya, manfaat, serta dampak yang ditimbulkannya.

Pengertian hujan siklonal

Hujan siklonal merupakan suatu jenis hujan yang terjadi atau terbentuk karena disebabkan adanya udara panas, suhu lingkungan yang tinggi dan juga sisertai dengan angin besar yang berputar- putar. Hujan siklonal ini bisanya terjadi di daerah yang berada di tengah- tengah Bumi atau yang dilewati oleh garis khayal khatulistiwa atau equator. Penyebab hujan siklonal tersebut dapat terjadi karena adanya pertemuan antara dua jenis angin, yakni angin pasat timur laut dan juga angin pasat tenggara. Setelah kedua angin itu bertemu, kemudian angin tersebut naik dan menggumpal di atas awan yang berada pada garis equator. Dan setelah awan tersebut mencapai titik jenuh, maka baru terjadi proses turunnya hujan siklonal tersebut.

Karakteristik Hujan Siklonal

Meskipun yang namanya hujan merupakan proses turunnya air dari awan yang berupa rintik- rintik, namun ternyata hujan ini mempunyai beberapa jenis (baca: jenis- jenis hujan), dan setiap jenisnya mempunyai karakteristik masing- masing. Demikian halnya dengan hujan siklonal ini. Hujan siklonal memiliki beberapa karakteristik khusus. beberapa karakteristik yang dimiliki oleh hujan siklonal antara lain adalah:

  • Terjadi setelah teraca cuaca yag sangat panas
  • Terjadi setelah adanya angin yang berputar- putar
  • Diawali dengan mendung yang sangat gelap
  • Terjadi di daerah yang dilalui oleh garis khatulistiwa atau garis ekuator
  • Biasanya hujan yang turun merupakan hujan yang sangat deras dan disertai dengan angin
  • Bisanya tidak berlangsung dalam waktu yang lama, atau hanya berlangsung dalam waktu yang sebentar saja

Nah, itulah beberapa karakteristik khusus yang dimiliki oleh hujan siklonal ini. Karakteristik khusus yang dimiliki oleh hujan siklonal tersebut merupakan karakteristik yang tidak dimiliki oleh jenis hujan lainnya.

Proses Terjadinya Hujan Siklonal

Terjadinya hujan siklona ini mengalami suatu proses, seperti halnya proses terjadinya hujan asam. Sebenarnya, yang menonjol dan menjadikan mengapa hujan ini dinamakan sebagai hujan sikllonal adalah karena sebab trejadinya. Jadi, proses terjadinya hujan siklonal ini pertama diawali dari pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara di daerah yang dilalui oleh garis khatulistiwa atau garis ekuator.

tropical-cyclone(1) (1)Kemudian angin tersebut naik ke atas dan menggumpal menjadi sebuah awan yang berada di garis ekuator atau khatulistiwa pula. Kemudian awan yang di atas tersebut mengalami sutu titik kejenuhan, dan terjadilah hujan. Proses terjadinya hujan sklonal ini akan lebih jelas apabila dituliskan dalam bentuk kronologi sebagai berikut:

  1. Di daerah yang dilalui oleh garis khatulistiwa atau garis ekuator, terjadi pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara.
  2. Kedua angin pasat yeng bertemu tersebut naik ke atas dan menggumpal menjadi sebuah awan. Hal ini juga terjadi di daerah yang dilalui oleh garis khatulistiwa atau garis ekuator tersebut,
  3. Awan yang terjadi tersebut kemudian menglami suatu titik jenuh ketika berada di atas sana.
  4. Awan yang mengalami kejenuhan tersebut berubah menjadi mendung yang sangat gelap .
  5. Terjadilah hujan segar dan dinantikan oleh sebagain besra makhluk.

Nah, itulah lima langkah proses terjadinya hujan siklonal ini. Proses terjadinya hujan siklonal ini merupakan proses yang khas dimana proses ini yang menunjukkan perbedan antara hujan siklonal dengan jenis hujan yang lainnya. Untuk lebih jelas memahami, gambar disamping merupakan visualisasi dari proses terjadinya hujan siklonal ini.

Manfaat Hujan Sikonal

Hujan merupakan sebuah peristiwa alam yang mendatangkan banyak sekali manfaat. Hujan bahkan sering dikatakan sebagai sebuah Rahman Tuhan. Hal ini karena memang hujan ini meiliki banyak sekali manfaat, tidak hanya bagi manusia, namun juga bagi makhluk hidupmlainnya, seperti binatang dan tumbuhan, dan juga lingkungan sekitar atau alam raya ini. Seperti halnya hujan pada umumnya, hujan siklonal ini pu merupakan sebuah hujan yang mendatangkan banyak manfaat. Beberapa manfaat dari hujan siklonan ini kita temui sebagai manfaat hujan sehari- hari. Beberapa manfaat dari hujan siklonal antara lain adalah:

  1. Menetralkan cuaca panas yang terjadi akibat pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara

Angin pasat timur laut yang bertemu dengan angin pasat tenggara memberikan dampak cuaca yang panas yang dirasakan oleh manusia. Nah, terjadinya hujan ini merupakan suatu bentuk atau wujud dari penetralan suhu yang panas tersebut. Suhu yang panas akan dinetralisir oleh hujan yang turun dengan derasnya, sehingga cuaca berubah menjadi segar.

  1. Menghilangkan awan yang hitam dan gelap

Hujan siklonal merupakan  hujan yang diawali dengan adanya awan hitam yang sangat gelap terlebih dahulu. Guyuran air hujan hujan siklonal ini akan cepat mengusir keberadaan awan hitam tersebut. Hal ini karena awan tersebut terlalu banyak mengandung uap air. Ketika air hujan turun maka air yang turun tersebut akan mengurangi uap air yang terkumpul di awan gelap sebelumnya, sehingga awan yang gelap tersebut lama- kelamaan akan berkurang kegelapannya, lalu berubah menjadi cerah kembali.

  1. Sebagai penetralisir udara di Bumi

Hujan siklonal ini juga sangat bermanfaat sebagai penetralisir udara yang ada di Bumi. Udara di Bumi belakangan ini sudah sangat tercemar oleh gas- gas yang tidak bermanfaat. Di daerah perkotaan justru dipenuli oleh polusi dari asap- asap yang tidak dipertanggungjawabkan. Salah hal yang dapat menetralisir polusi udara tersebut adalah dengan turunnya air hujan. Hujan siklonal ini biasanya turun dengan intensitas yang deras atau lebat, sehingga guyuran dari hujan yang lebat ini bisa bermanfaat sebagai pentralisir polusi udara yang beterbangan dimana- mana.

  1. Menyirami tanaman yag ada di Bumi

Hujan siklonal merupakan hujan yang sangat bermanfaat untuk menyirami tanaman yang ada di Bumi. Guyuran air hujan ini akan membarikan kesegaran dan juga memberikan kesururan bagi tanaman. Terlebih tanaman ini berhadapan dengan cuaca atau suhu panas sebelumnya.

Itulah beberapa manfaat yang akan kita peroleh dari hujan siklonal ini. Manfaat-  manfaat yang disebut di atas merupakan manfaat khusus yang dimiliki oleh hujan siklonal. Sebenarnya masih ada manfaat lain yang dimiliki oleh hujan siklonal ini sebagai manfaat air hujan pada umumnya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai manfaat hujan untuk kehidupan sehari- hari baca manfaat air hujan.

Dampak Negatif Hujan Siklonal

Semua hal yang mempunyai manfaat, pastilah sedikit banyak menyimpan kekurangan ataupun dampak negatif tertentu. meski secara umu hujan ini memberikan manfaat yang sangta banyak, namun bukan berrati bahwa hujan ini tidak mempunyai dampak negatif, termasuk pula jenis hujan siklonal. Hujan siklonal mempunyai dampak negatif sebagai berikut:

  1. Menimbulkan kerusakan

Hujan siklonal ini merupakan hujan yang beresiko menimbulkan banyak kerusakan. Hal ini karena terjadinya hujan siklonal ini diawali dengan adaya angin yang berputar- putar sehingga angin yang berputar ini dikawatirnkan menimbulkan banyak kerusakan.


  1. Menghalangi aktivitas di luar ruangan

Hujan siklonal merupakan hujan yang turun dengan sangat deras, bahkan lebih deras daripada jenis hujan lainnya. Hal ini tentu saja akan menghalangi aktibitas manusia di luar ruangan karena saking derasnya.

  1. Menimbulkan banyak genangan air

Hujan siklonal merupakan jenis hujan yang berpotensi menimbulkan banyak genangan air, terlebih di jalan yang berlubang. Genangan- genangan air ini dapat terbentu karena saking banyaknya air hujan yang diturunkan sehingga dapat dengan mudah mengisi area jalan- jalan yang terlah berlubang meskipun durasi terjadinya tidak terlalu lama.

Itulah beberapa dampak negatif dari terjadinya hujan siklonal ini. Dampak buruk yang telah disebutkan di atas merupakan damapak khusus dari terjadinya hujan siklonal ini.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Sunday 22nd, May 2016 / 00:22 Oleh :
Kategori : Fenomena Alam, Ilmu Bumi