Proses Pembentukan Muka Bumi oleh Tenaga Endogen dan Eksogen

Bumi memiliki banyak struktur dan lapisan (Baca: Struktur Lapisan Bumi dan Penjelasannya). Salah satu lapisan bumi adalah kerak bumi. kerak bumi adalah lapisan terluar dari bumi (Baca: Kerak Bumi dan Penjelasannya). Makhluk hidup yang berada di bumi, tinggal dan membentuk ekosistem pada bagian bumi yang paling luar. Ada banyak sekali ekosistem yang ada di bumi. ekosistem tersebut terbentuk akibat adanya interaksi antara unsur biotik dan unsur abiotik.

Selain itu ekosistem juga terpengaruh oleh letak  ekosistem itu berada. Bumi memiliki permukaan yang tidak rata. Tidak ratanya permukaan bumi melahirkan ekosistem- ekositem yang berbeda- beda.  Tidak ratanya permukaan bumi diakibatkan adanya tenaga yang menyebabkan perubahan bentuk relief permukaan bumi (baca: Tenaga Pembentuk Muka Bumi dan Akibatnya). Perubahan itu menyebabkan bumi memiliki tonjolan atau cekungan. Tenaga yang dapat mengubah bentuk muka bumi berasal dari dalam dan dari luar bumi. Pembentukan muka bumi dapat terjadi dalam waktu lama ataupun dalam waktu singkat. Akan tetapi, proses perubahan muka bumi akan terus terjadi secara berulang- ulang.

Proses Pembentukan Permukaan Bumi

Permukaan bumi memiliki dua tenaga utama yang menjadi penggerak dan penyebab perubahan pada muka bumi. Proses pembentukan oleh kedua tenaga ini dapat terjadi secara cepat, atau terjadi dengan proses yang lama dan panjang. Kedua tenaga pembentuk muka bumi ini adalah tenaga eksogen dan tenaga endogen. Di setiap proses pembentukan permukaan bumi, tenaga endogen adalah pembentuk muka bumi yang paling awal. Selanjutnya pembentukan bumi dengan tenaga eksogen mengubah bentuk bumi yang telah di buat oleh tenaga endogen. Proses pembentukan muka bumi oleh tenaga endogen berbeda dengan tenaga eksogen.

Oleh Tenaga Endogen

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi (baca: Macam-macam Tenaga Endogen dan Penjelasannya). Tenaga ini tercipta akibat adanya tenaga di dalam bumi. Dalam proses pembentukan muka bumi, tenaga endogen dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme

1. Tektonisme

Tenaga tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi (baca: Pengertian Tektonisme dan Jenisnya). Tektonisme adalah gerakan yang berupa gerakan mendorong dan menarik secara vertikal maupun horizontal. Tektonisme terjadi akibat adanya tekanan dari panas yang ada di dalam inti bumi. Inti bumi adalah bagain terdalam dari bumi. Suhu panas yang ada di dalam inti bumi, menciptakan tenaga yang mendorong atau menarik lapisan batuan yang ada di dalam bumi.

Lapisan bumi yangg tertarik dan terdorong, akan kebali menarik atau mendorong bagian lapisan di atasnya, hingga menyebabkan perubahan pada bentuk permukaan bumi. akibat dari tektonisme, bumi mengalami lipatan atau patahan. Lipatan adalah bentuk muka yang terjadi pada daerah yang lunak. Proses terjadinya lipaan pada permukaan bumi berjalan lambat dan menyebabkan bumi menjadi berkerut. Sedangkan patahan adalah proses perubahan muka bumi yang terjadi pada daerah yang keras dan cepat. Pada proses ini, kulit bumi tidak sempat menyeimbangkan kekuatan yang keluar dari bumi, sehingga permukaaan bumi menjadi patah. Tektonisme adalah salah satu penyebab terbentuknya gunung dan lembah.

2. Vulkanisme

Vulkanisme adalah gerakan magma yang ada di dalam bumi (baca: Pengertian Vulkanisme dan Contohnya). magma adalah cairan panas yang berasal dari inti bumi (Baca: Proses Terjadinya Magma – Suhu dan Kandungannya). Magma yang panas, mendapatkan tekanan. Magma yang ditekan ini, akan keluar mencari tempat dengan tekanan yang lebih rendah. Magma biasanya keluar melalui pipa alami yang ada di dalam bumi. pipa tersebut bernama terusan kepunden. Magma yang keluar dari dalam perut bumi akan meletus dan menjadi lava. Kedalaman dari kantong magma yang menyimpan magma mempengaruhi kekuatan letusan dari gunung api.

Semakin dalam kantong magma, akan semakin besar letusan yang dihasilkan. Dalam proses pembentukan muka bumi, lava yang membeku adalah kunci pembentukannya. Lava yang keluar dengan letusan yang kecil dan cair, akan membentuk dataran tinggi yang luas disebut plato. Selain itu, magma yang encer juga dapat menyebabkan bentuk gunung api menjadi semakin landai. Selain mengubah bentuk gunung api menjadi landai, magma yang keluar dengan kekuatan yang besar lalu kecil, lalu kembali menjadi besar, menyebabkan gunung menjadi semakin runcing pada puncaknya. Vulkanisme juga sebagai penyebab terbentuknya danau atau kaldera serta dataran tinggi atau plato.

3. Seisme

Seisme adalag gempa bumi. gempa bumi adalah getaran yang terjadi akibat dari proses patahan dan lipatan (baca: Macam-macam Gempa Bumi dan Akibatnya). Pada gerakan ini, menyebabkan timbulnya gelombang yang menyebabkan bumi bergetar. Selain akibat dari patahan dan lipatan, seisme juga dapat terjadi akibat pergerakan lempangan yang ada di bumi. seisme adalah salah satu pembentukan muka bumi.

Dimana dalam prosesnya, seisme dapat menyebabkan munculnya cekungan atau retakan pada permukaan bumi. Selain itu, gempa bumi besar yang terjadi di dalam laut, berpotensi dalam menciptakan tsunami. Gempa bumi tidak hanya terjadi akibat proses lipatan, patahan, atau gerakan lempeng bumi. gempa bumi juga terjadi akibat adanya aktivitas vulkani. Sebelum meletus, gunung api akan menghasilkan gempa bumi yang kecil namun sering. Dan saat meletus, gempa yang dihasilkan bisa sangat besar.

Oleh Tenaga Eksogen

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga eksogen adalah tenaga yang mengubah bentuk bumi yang telah di buat oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen memakai bantuan angin, air, maupun gletser dalam proses pembentukannya. Tenaga eksogen yaitu air, angin, ataupun gletser akan mengikis permukaan bumi serta membawa materi yang lapuk, lalu menumpknya, sehingga membentuk permukaan yang baru. Pada proses pembenukan muka bumi melalui tenaga eksogen, dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

1. Sedimentasi

Sedimentasi adalah proses pembentukan muka bumi memalui pengendapan materi- materi sedimen (baca: Proses Sedimentasi – Jenis, Penyebab, dan Dampaknya). Materi sedimen berasal dari pelapukan batuan, pelapukan sisa- sisa mahkluk hidup, maupun pasir. Tenaga yang membawa materi sedimen ini adalah air, angin, maupun gletser.  Sedimentasi oleh tenaga air, terjadi di sungai dan laut.

Dalam prosesnya, air membawa materi sedimen lalu mengendapkannya. Dalam proses pengendapan ini lah tercipta daerah baru. Seperti pembentukan danau tapal kuda. Terbentuknya danau ini akibat pengendapan materi yang terjadi di satu sisi sungai, yang menyebabkan sungai menjadi terputus dan membentuk danau tapal kuda. Selain itu, materi sedimen yang terbawa oleh angin, dan terendap, akan menjadi bukit pasir. Bukit pasir banyak ditemukan di sekitar pantai maupun gurun.

2. Erosi

Erosi adalah proses pengikisan yang terjadi di permukaan bumi (baca: Macam- macam Erosi Berdasarkan Penyebabnya). Air, angin, maupun gletser memiliki kekuatan untuk mengikis permukaan bumi. Hasil pengikisan itulah yang menjadi materi sedimen. Erosi sendiri terbagi menjadi 4 yaitu ablasi, abrasi, eksarasi, dan deflasi.

  • Ablasi adalah pengikisan yang dilakukan oleh air. Air yang mengalir menyebabkan timbulnya gesekan pada tanah maupun batuan. Akibatnya tercipta jurang atau air terjun. Pada proses ini, semakin kuat aliran airnya, maka proses pengkisan semakin cepat terjadi. Materi yang terkikis, kemudian akan terbawa oleh air menuju tempat pengendapan materi sedimen
  • Abrasi adalah proses pengikisan oleh air laut. Proses pengikisan ini bergantung pada kuat lemahnya gelombang. Semakin kuat gelombangnya, maka semakin besar pengikisan yang terjadi. Abrasi sering menyababkan pengikisan pada pantai. Akibat dari abrasi terbentuklah tanjung atau teluk.
  • Eksarasi adalah proses pengikisan oleh gletser. Proses ini terjadi akibat salju yang menumpuk oada lembah. Akibat salju yang menumpuk pada lembah membeku, menyebabkan lembah tidak kuat menahan beban. Akibatnya terjadi longsor es yang menyebabkan lembah tersebut menjadi terkikis
  • Deflasi adalah pengikisan yang dilakukan oleh angin. Batuan yang besar akan terus menerus diterjang oleh angin yang membawa materi berupa pasir dan kerikil. Pasir dan kerikil yang menghantam batuan besar, akan mengikis batuan tersebut, sehingga batuan tersebut akan lebih tipis.

Baca Juga:

fbWhatsappTwitterLinkedIn