9 Dampak Tektonisme Terhadap Kehidupan

Tektonisme adalah salah satu dari tenaga endogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen terjadi akibat adanya suhu panas pada inti bumi. Suhu ini menyebabkan tekanan pada batuan yang berada di selubung bumi. Akibat selubung bumi yang tertekan, maka selubung ini menekan bagian kerak bumi. Akibat tekanan ini, kerak bumi menjadi patah atau terlipat (Baca: Macam-macam Tenaga Endogen: Vulkanisme, Tektonisme dan Gempa Bumi).

Patahan dan lipatan ini menyababkan bumi menjadi tidak rata. Dan mengahasilkan relief bumi dengan bentuk yang berbeda-beda. Relief bumi adalah perbedaan tinggi rendah kulit bumi, yang terjadi di lapisan bumi yang paling luar, yaitu litosfer. Bumi memiliki banyak lapisan (baca:Struktur Lapisan Bumi dan Penjelasannya). Tekanan dari dalam bumi, berawal dari lapisan dalam bumi, atau dapur magma. Tekanan ini mendorong lapisan bumi diatasnya, yaitu selubung bumi. Selubung bumi pada akhirnya juga menekan lapisan bumi diatasnya, yaitu kerak bumi.

Tektonisme juga bisa disebut sebagai tenaga tektonik. Tektonisme terjadi akibat adanya gerakan di dalam bumi. Gerakan itu, menghasilkan tekanan yang bersifat menarik, mendorong, horizontal maupun vertikal. Gerakan tektonisme, menyebabkan terjadinya lipatan dan patahan pada permukaan bumi. Gerakan tektonisme biasanya terjadi pada daerah batuan. Batuan adalah salah satu elemen pembentuk struktur bumi (Baca:Jenis-jenis Batuan Penyusun Lapisan Bumi – Beku, Sedimen, Metamorf). Pergeseran batuan inilah, yang menyebabkan perubahan pada relief bumi. Tektonisme memiliki dampak pada permukaan bumi, maupun mahkluk yang berada di atas bumi.

Pada Pembentukan Relief Bumi

Tektonisme adalah salah satu tenaga pembentuk muka bumi. Akibat adanya tektonisme, bumi menjadi tidak rata. Dampak tektonisme pada relief permukaan bumi, dibagi berdasarkan geraknya. Yaitu gerak epirogenesa dan orogenesa.

1. Gerak Epirogenesa

Gerak epirogenesa adalah gerakan perubahan bentuk darat yang diakibat adanya tekanan naik atau turun. Tekanan ini menyebabkan perubahan tinggi daratan terhadap air laut. Gerakan ini mengekibatkan daratan naik atau turun. Perubahan tinggi daratan, dapat dilihat dari perubahan letak garis pantai. Gerakan ini adalah salah satu penyebab munculnya pulau. Gerakan ini menyebabkan garis pantai yang bertingkat- tingkat. Tingkatan pada garis pantai, akibat perubahan tinggi daratan yang terjadi terus menerus.

2. Gerakan Orogenesa

Gerakan orogenesa adalah gerakan yang menimbulkan terjadinya lipatan atau patahan. Lipatan adalah bentuk muka bumi yang terjadi akibat adanya tenaga tektonik.  Tenaga tersebut, menekan lapisan bumi. Tenaga ini bersifat lambat dan lama. Tenaga ini menekan bumi pada bagian yang lunak, sehingga kerak bumi menjadi terlipat. Sedangkan patahan adalah bentuk bumi yang terjadi akibat tekanan pada bagian bumi yang keras (baca: Jenis jenis Patahan beserta Penjelasannya).

Tekanan ini bersifat cepat. Tekanan ini mengakibatkan bumi menjadi kaget, dan tidak sempat untuk melipat. Dampaknya, kulit bumi menjadi patah. Gerakan ini, menyebabkan munculnya pegunungan lipatan, serta memunculkan perbukitan maupun lembah. Selain itu, gerakan orogenesa menyebabkan munculnya dataran tinggi maupun ngarai. jika gerakan ini terjadi di laut, maka dapat membentuk palung laut. Palung laut adalah salah satu bentuk muka bumi di laut (Baca: Bentuk Muka Bumi Lautan dan Penjelasannya).

Pada Kehidupan

Tektonisme tidak hanya berdampak pada pembentukan kulit bumi. Tektonisme juga memiliki dampak pada makhluk yang hidup diatasnya. Perbedaan relief bumi, membuat makhluk hidup, terutama manusia, dapat mengambil keuntungan atau bahkan mendapatkan kerugian dari adanya tektonisme. Dampak tektonisme dibagi menjadi 2, yaitu dampak positif dan negatif.

1. Dampak Positif Tektonisme Pada Kehidupan

Tektonisme yang mengubah relef bentuk bumi, memiliki dampak positif pada kehidupan, terutama pada manusia. Perbedaan relief bentuk bumi, dimanfaatkan oleh manusia, untuk memenuhi kebutuhan mereka. dampak positif dari tektonisme adalah:

  1. Tektonisme adalah salah satu pembentuk gunung di bumi. Salah satu gunung di bumi adalah gunung api. Gunung api, memuntahkan tanah yang subur. Hal ini dimanfaatkan oleh manusia, untuk berkebun. Sedangkan gunung yang lain adalah gunung kapur. Gunung kapur yang bersifat menyerap air, berfungsi sebagai spon yang menyerap dan menyimpan air bagi manusia. Sehingga banyak mata air yang ditemukan disekitar gunung kapur. Akan tetapi, banyak gunung kapur yang sekarang dieksploitasi untuk pertambangan. Tanpa melihat efek samping, kurangnya air bagi manusia.
  2. Gunung adalah salah satu penghasil bahan tambang. Seperti emas, berlian, timah, atau batu bara. Selain itu, gunung juga penghasil bahan yang dipakai untuk membuat bangunan yang berguna bagi manusia.
  3. Lipatan serta patahan yang terjadi akibat tektoisme, manghasilkan lokasi- lokasi tempat penyimpanan minyak bumi dan gas alam. Minyak bumi dan gas alam adalah bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar yang berasal dari pelapukan makhluk hidup yeng terjadi berjuta- juta tahun yang lalu. Bahan bakar fosil dimanfaatkan oleh manusia di segala bidang (Baca: Kekurangan dan Kelebihan Bahan Bakar Fosil). Kondisi minyak bumi serta gas alam yang berada di lipatan dan patahan alami ini, berkualitas baik. Kondisi tanah yang telah berlubang akibat lipatan maupun patahan, memudahkan manusia mengambil minyak bumi dan gas alam.
  4. Panorama yang dihasilkan oleh tektonisme sangat indah, sehingga biasa dijadikan sebagai tempat wisata oleh manusia. Salah satu tempat wisata yang terkenan di Indonesia adalah Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah, atau Wisata Pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur (Baca: Daftar Gunung Tertinggi di Indonesia – Ketinggian dan Letaknya).

2. Dampak Negatif Tektonisme Pada Kehidupan

Tidak hanya dampak positif atau manfaat yang didapat oleh manusia. Tektonisme juga menghasilkan dampak negatif bagi kehidupan manusia. Dampak negatif tektonisme pada manusia adalah:

  1. Gerakan tektonisme berasal dari tekanan panas yang berasal dari dapur magma. Dapur magma yang tertekan, akan menyebabkan magma berusaha keluar, dan mencari tekanan yang lebih rendah. Magma yang keluar, menyebabkan ledakan serta awan panas. Daerah yang dialiri oleh lava akan mati. Ditambah semburan awan panas yang terjadi menjelang ledakan, dapat membunuh semua makhluk yang dilewatinya. Saat status gunung api sudah mulai berbahaya, pemerintah biasanya akan mengungsikan penduduk yang hidup disekitar gunung api. Sehingga roda perekonomian menjadi terhenti (baca: Dampak Letusan Gunung Berapi terhadap Lingkungan).
  2. Lereng yang terbentuk melalui patahan, berbentuk sangat terjal. Sehingga tidak dapat dipakai sebagai perkebunan. Selain itu, membangun rumah di atas lereng juga sangat berbahaya. Karena beresiko terjadinya longsor (baca: Proses Terjadinya Longsor dan Penyebabnya).
  3. Selain itu, bencana alam adalah salah satu dampak dari tektonisme. Adanya gempa tektonik dapat menimbulkan kerusakan pada manusia. Selain itu, gempa tektonik yang terjadi di dalam laut, dapat berpotensi tsunami. Tsunami terjadi akibat pergerakan dua lempengan, yang menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan di dalam laut yang sangat cepat (baca: Penyebab Tsunami dan Akibatnya). Perbedaan itu, menyebabkan, air menjadi naik secara cepat, dan menjadi tsunami. Tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 adalah salah satu tsunami terparah di dunia.

Baca Juga: