Sponsors Link

5 Akibat Letak Geologis Indonesia

Sponsors Link

Letak geologis adalah letak suatu wilayah yang dilihat dari jenis-jenis batuan yang berada di permukaan bumi. Dari letak geologis itulah nantinya akan diketahui tentang kondisi pegunungan, daratan serta lautan yang sering terjadi pada suatu negara tertentu dan hal tersebut nantinya akan menjadi sebuah ciri dari peristiwa alam yang tidak akan berubah. Berdasarkan kondisi geologinya, kepulauan yang terdapat di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 daerah, yaitu daerah dangkalan Sunda, daerah dangkalan Sahul dan daerah antara dangkalan Sunda dan Sahul.

Artikel terkait : Manfaat Letak Geologis Indonesia

Bagian Barat Indonesia masuk bagian dari Benua Asia, bagian Timur Indonesia masuk bagian dari Benua Australia, sedangkan wilayah Indonesia bagian tengah merupakan peralihan antara bagian timur dan barat yang disebut sebagai daerah Wallace. Jika dilihat dari pegunungan yang ada di Indonesia, kepulauan di Indonesia berada diantara 2 rangkaian pegunungan muda. Pada bagian Barat pegunungan Indonesia adalah bagian dari rangkaian pegunungan Sirkum Mediterania sedangkan pada bagian Timur merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik. Letak geologis ini nantinya akan mengakibatkan beberapa dampak yang perlu diwaspadai, akibat dari letak geologis Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Banyak Gunung Aktif

Hal ini terjadi karena Indonesia berada dalam rangkaian pegunungan Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik yang menyebabkan banyak gunung aktif. Dimana Sirkum Mediterania ini alurnya bermula dari Pegunungan Alpen yang berada di Eropa yang kemudian berlanjut ke pegunungan Himalaya di Asia lalu masuk ke Indonesia melalui Pulau Sumatera. Adapun jalur Sirkum Mediterania di Indonesia terbentang dari Pulau Sumatera, kemudian masuk ke Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan kemudian Maluku. Di Indonesia, Sirkum Mediterania ini terbagi menjadi 2 busur, yaitu busur dalam vulkanik dan busur luar non vulkanik. Busur dalam vulkanis adalah rangkaian dalam dari rangkaian Sirkum Mediterania yang bersifat vulkanis, artinya wilayah yang dilalui akan menyebabkan banyaknya gunung api yang aktif.

Contohnya disini adalah Gunung Kerinci dan Gunung Leuseur. Sedangkan busur luar non vulkanik adalah rangkaian luar dari Sirkum Mediterania yang tidak bersifat vulkanis, artinya wilayah yang dilalui tidak menimbulkan banyaknya gunung api. Wilayah yang dilalui oleh busur luar Sirkum Mediterania antara lain adalah pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawan serta pantai selatan Kepulauan Nusa Tenggara. Lalu selanjutnya Sirkum Pasifik bermula dari pegunungan Andes yang berada di Amerika Selatan yang kemudian berlanjut ke pegunungan Rocky di Amerika Utara, kemudian masuk ke negara Jepang, Filipina dan masuk ke Indonesia melalui pulau Sulawesi. Sirkum Pasifik ini nantinya akan sampai ke pulau Halmahera dan di wilayah Papua.

Perlu diketahui bahwa pada 2 jalur yang terbentang ini terdapat gunung api yang siap untuk mengeluarkan abu vulkanik kapan saja. Dan apabila dilihat, sebagian besar wilayah Indonesia dilalui oleh kedua jalur ini dan hanya pulau Kalimantan yang sebagian saja, hal ini menyebabkan tidak banyak gunung api yang aktif di wilayah tersebut dan juga wilayah tersebut akan aman dari gempa bumi.

Artikel terkait : Ciri-ciri Gunung Api Akan Meletus

2. Pembagian Laut

Akibat dari letak geologis Indonesia juga berpengaruh terhadap pembagian lautnya. Dimana pada laut bagian Barat dan Timur Indonesia dasar lautnya begitu dangkal sedangkan pada laut bagian tengah Indonesia dasar lautnya sangat dalam. Di beberapa titik laut di Indonesia juga terdapat palung laut yang dalam, diantaranya adalah palung Jawa, palung Bali, palung Weber, palung Ternate dan palung Makassar.

Akan tetapi pembagian laut di Indonesia ini juga menyebabkan adanya keanekaragaman hayati laut yang indah dan tidak kalah dengan laut yang berada di luar negeri. Contohnya adalah laut bagian selatan Jawa yang kaya akan keindahan alam bawah lautnya juga pada sekitaran pulau Karimun Jawa yang juga memiliki keindahan alam bawah laut.

Artikel terkait : Macam-macam Laut – Manfaat Laut


3. Memiliki Tambang Mineral

Dikarenakan berada dalam jalur Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania maka Indonesia memiliki elemen serta lapisan tanah yang didalamnya dapat menghasilkan berupa tambang mineral dan gas alam yang menimpah. Hal ini tentunya sebisa mungkin untuk dimanfaatkan dengan baik agar kebutuhan negara tetap tercukupi serta dapat melestarikan atau memanfaatkan tambang mineral dan gas alam tersebut.

Artikel terkait : Cara Melestarikan Sumber Daya Alam di Bumi

4. Sering Terjadi Gempa

Sebagian wilayah Indonesia sering terjadi gempa bumi berupa jenis vulkanik maupun tektonik ini disebabkan karena Indonesia berada di wilayah laut yang memiliki kedalaman tertentu dengan lempengan-lempengan yang mudah bergeser sehingga menyebabkan terjadinya gempa bumi tersebut. Apabila gempa tersebut terjadi secara berkala maka struktur tanah dan bangunan akan bergeser sehingga menyebabkan terjadinya tanah longsor ataupun timbulnya keretakan pada sebuah bangunan yang apabila tidak segera ditangani maka bangunan tersebut perlahan akan roboh.

Artikel terkait : Akibat Gempa Bumi


5. Tanah yang Subur

Karena berada di wilayah yang dilalui oleh Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania yang menyebabkan banyak gunung api aktif di Indonesia inilah yang dapat menyebabkan tanahnya menjadi subur. Mengapa demikian ? Hal ini karena gunung api yang aktif tersebut tentunya akan mengalami erupsi dalam jangka waktu tertentu dan mengeluarkan abu vulkanik beserta material yang ada didalamnya. Abu vulkanik dan material tersebut yang nantinya akan menjadikan tanah yang dilaluinya tersebut menjadi subur dan tentunya akan menjadikan tanaman yang tumbuh di daerah tersebut menjadi tumbuh secara lebat.

Artikel terkait : Erupsi Eksplosif dan Efusif

Letak Astronomis Indonesia

Setelah mengetahui akibat letak geologis Indonesia, alangkah baiknya juga mengetahui tentang letak astronomis Indonesia.

Secara astronomis Indonesia berada di titik 6 derajat Lintang Utara – 11 derajat Lintang Selatan, yang menyebabkan Indonesia termasuk dalam negara yang memiliki iklim tropis. Dan juga berada di titik 95 derajat Bujur Timur – 141 derajat Bujur Timur yang menyebabkan Indonesia memiliki 3 zona waktu yang berbeda, yaitu WIB, WITA dan WIT. Pembagian zona waktu tersebut adalah :

  • WIB (Waktu Indonesia Barat) – Wilayah yang masuk WIB antara lain adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, wilayah ini memiliki perbedaan waktu 7 jam lebih awal dengan GMT
  • WITA (Waktu Indonesia Tengah) – Wilayah yang masuk WITA antara lain adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, NTT, NTB, Timor Timur dan Sulawesi, wilayah ini memiliki perbedaan waktu 8 jam lebih awal dengan GMT
  • WIT (Waktu Indonesia Timur) – Wilayah yang masuk WIT antara lain adalah Maluku dan Papua. wilayah ini memiliki perbedaan waktu 9 jam lebih awal dengan GMT

Artikel terkait : Arti Letak Astronomis dan Geografis – Manfaat Letak Astronomis Indonesia

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Bumi