Categories
Geologi

Pengertian Awan Panas Aliran, Hembusan, dan Jatuhan

Bumi adalah planet yang terdiri dari berbagai macam lapisan (Baca: Lapisan Kulit Bumi dan Penjelasannya). Lapisan bumi yang paling dalam disebut sebagai inti bumi (Baca: Inti Bumi : Pengertian, Material, Suhu, dan Peranannya). sedangkan lapisan bumi yang paling atas disebut kerak bumi (baca: Kerak Bumi dan Penjelasannya). kerak bumi atau permukaan bumi memiliki relief yang tidak rata. Hal ini dikarenakan adanya 2 tenaga yang membentuk dan mengubah relief bumi. dua tenaga itu menyebabkan bumi mengalami patahan dan lipatan. Patahan adalah tekanan yang berasal dari dalam bumi, yang terjadi dengan cepat sehingga permukaan bumi menjadi patah (baca: Bentuk-bentuk Patahan dan Penjelasannya).]

Sedangkan lipatan adalah tekanan dari dalam bumi, yang menekan permukaan bumi dengan waktu yang lama, sehingga bumi menjadi terlipat (Baca: Macam – Macam Lipatan Kulit Bumi). Selain itu, tenaga ini juga menyebabkan bumi memiliki bentuk cekungan dan tonjolan pada reliefnya. Tenaga yang mempengaruhi bentuk permukaan bumi adalah eksogen dan endogen. Eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi seperti proses sedimentasi dan erosi (Baca: Jenis Tenaga Eksogen Pengubah Muka Bumi). Sedangkan endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi (Baca: Macam-macam Tenaga Endogen dan Penjelasannya). tenaga ini berupa tektonisme, seisme, dan vulkanisme. Vulkanisme adalah salah satu tenaga pembentuk muka bumi, yang kejadianya dapat diprediksi.

Pengertian Vulkanisme

Vulkanisme adalah proses pembentukan muka bumi melalui tenaga gunung api (Baca: Pengertian Vulkanisme dan Contohnya). gunung api meletus dan mengeluarkan magma. Magma adalah cairan panas yang ada di dalam bumi (Baca: Pengertian Magma – Proses dan Pergerakannya). proses meletusnya gunung api dikarenakan adanya tekanan dan panas pada dapur magma. Magma yang mendapatkan tekanan akan bergerak ke atas, untuk menuju ke tempat dengan tekanan yang lebih besar. Pergerakan magma dapat berupa instrusi dan ekstrusi magma (baca: Pengertian Intrusi Magma beserta Ekstrusi Magma).

Intrusi magma adalah pergerakan magma ke atas, dan masuk ke sela- sela bebatuan (baca: Proses Intrusi Magma beserta Penjelasannya). Intrusi magma memiliki tekanan yang tidak begitu besar, sehingga magma tidak sampai keluar dari dalam bumi. sedangkan ekstrusi magma adalah gerakan magma keatas, dan keluar melalui celah- celah yang ada di bumi (Baca: Ekstrusi Magma : Pengertian, Klasifikasi dan Dampaknya). ekstrusi magma memiliki tekanan yang lebih kuat daripada intrusi magma, sehingga magma mampu keluar menuju permukaan bumi. magma yang keluar dalam bumi inilah yang biasa disebut sebagai letusan gunung api. vulkanisme atau gunung yang akan meletus dapat diprediksi melalui beberapa tanda- tanda berikut ini (baca: Gejala Vulkanisme Gunung Berapi):

  1. Temperatur di sekitar kawah meningkat
  2. Mata air di sekitar puncak gunung mengering
  3. Semakin sering terjadi gempa kecil
  4. Turunnya binatang dari gunung menuju kaki gunung
  5. Munculnya suara gemuruh dari gunung

Saat gunung api meletus, banyak material yang di muntahkan. Material tersebut berasal dari dalam gunung. Material tersebut berupa magma, kerikil, dan pasir. Letusan gunung api tergantung dari kedalaman dapur magma. Semakin dalam dapur magma, maka letusan akan semakin kuat. Sedangkan jika dapur magma yang dangkal, maka letusan akan semain kecil. Selain magma, materi panas yang dikeluarkan oleh gunung api adalah awan panas.

Pengertian Awan Panas

Pengertian awan panas adalah aliran suspensi dari batu, kerikil, pasir, dan abu vulkanik yang keluar bersamaan dengan gas vulkanis. Aliran ini disebut sebagai awan panas, dikarenakan pasir, abu dan kerikil yang saling bergerak dengan gas vulkanik, membentuk gulungan yang terlihat seperti awan yang jatuh. Awan panas mengandung gas vulkanik, oleh karena itu awan panas memiliki suhu yang sangat panas. Temperatur hawa panas dapat mencapai 100 hingga 1000 derajat celcius.

Awan panas bergerak dari pucak gunung menuju kebawah. Pergerakan awan panas ditentukan oleh aliran- aliran sungai yang ada di sekitar gunung api. selain itu daya luncur awan panas tergantung dari besaran daya dorong gas kepada kepundan. Jarak jangkauan awan panas tergantung pada tekanan gas, sehingga mempengaruhi kecepan, juga oleh hembusan angin dan kemiringan lereng gunung. Jika angin semakin kencang, maka awan panas dapat bergerak hingga beberapa kilometer. Awan panas dapat keluar dari sisi mana saja dari puncak gunung. Hal ini karena kubah gunung lebih dari satu. Sehingga ilmuwan sulit memprediksi dimana awan panas akan meluncur.

Dampak Awan Panas

Awan panas adalah salah satu material yang dikeluarkan oleh gunung api. Karena berasal dari gunung api, awan panas memiliki suhu yang tinggi dan mampu menghanguskan sekitar. Akan tetapi ada dampak lain yang ditimbulkan oleh awan panas. Yaitu:

  1. Suhu yang tinggi dari awan panas mampu menghanguskan apapun yang dilewatinya.
  2. Karena berisi material batuan, maka awan panas mampu menghancurkan daerah sekitarnya.
  3. Debu dan abu vulkanik dapat terbang kemana- mana, dan berbahaya jika terus menerus dihirup oleh manusia.
  4. Awan panas dapat terjadi berhari- hari jika msih ada sisa tekanan dan gas vulkanik.
  5. Abu yang terbawa oleh angin, mampu menggelapkan suatu daerah. Selain itu pasir yang berterbangan, dapat mengotori satu kota.

Awan panas sendiri tebagi menjadi 3, yaitu awan panas aliran, awan panas guguran, dan awan panas jatuhan.

Pengertian Awan Panas Aliran

Awas panas aliran adalah awan panas yang terbentuk akibat letusan gunung api yang besar. Awan pans aliran adalah awan panas yang mengalir turun ke bawah, dan materialnya mengendap di sekitar lembah. Awan panas ini dapat mengalir dengan kecepatan 150 hingga 250 kilometer per jam. Awan panas ini berasal dari letusan gunung api yang besar, selain itu letusan gunung api ini mengarah atau keluar di satu arah.

Kekuatan dari alisan awan panas ini bergantung pada kekuatan letusan dari gunung api itu sendiri. Jarak dan kecepatan awan panas ini juga bergantung dari curamnya lereng gunung. Semakin curam, maka awan panas akan semakin cepat menuju ke bawah. Pengendapan awan panas terbagi menjadi dua, yaitu awan panas atas dan awan panas bawah.

  • Awan panas bawah adalah endapan material yang berisi meterial kasar dan berada di dasar sungai atau lembah
  • Awan panas atas adalah endapan material yang berisi abu vulkanik dan pasir.

Semakin banyak awan panas yang jatuh, maka endapan material akan semakin menebal. Material pasir yang berada di endapan awan panas, memiliki jenis pasir yang sangat halus dan baik. Oleh sebab itu, pasir dari endapan awan panas sering di pakai sebagai bahan bangunan.

Pengertian Awan Panas Hembusan

Pengertian awan hembusan adalah awan panas yang terbentuk melalui letusan gunung api yang tidak besar. Letusan ini cenderung kecil, sehingga tekanan untuk menggerakkan awan panas tidak begitu besar. Awan panas hembusan memanfaatkan hembusan angin untuk menggeakkan awan panas ini. Awan panas ini menyebar sesuai dari arah datangnya angin. material yang di bawa oleh awan panas ini sam dengan awan panas lainnya, yaitu pasir, kerikil, batu, dan abu.

Karena memanfaatkan angin, awan panas ini mampu membawa abu vulkanik ke bagian bumi yang jauh. Abu vulkanik adalah abu yang tipis. Abu ini sangat membahayakan manusia jika dihirup terlalu lama. Selain itu, abu vulkanik mampu menggelapkan sebuah daerah, jika jumlah abu yang terbawa oleh angin sangat banyak dan pekat, hingga mampu menutupi matahari. Kecepatan awan panas ini hanya sekitar 90 km per jam.

Pengertian Awan Panas Jatuhan

Pengertian awan panas jatuhan juga bisa disebut sebagai awan panas guguran. Awan panas ini berasal dari runtuhnya kubah di puncak gunung. Kubah yang runtuh mengakibatkan longsor. Longsor ini terjadi akibat kubah yang tidak stabil. Kubah yang tidak stabil akibat adanaya tekanan gas yang tinggi, tekanan gas ini berada di dalam gunung. Tekanan gas yang tinggi memicu gas naik keatas dan saling berguguran menuju keluar gunung melalui terusan kepundan.

Gas yang berjatuhan dan gugur, menyebabkan kubah mendapat tekanan, yang pada akhirnya memicu terjadinya longsor yang berasal dari kubah yang gugur. Salah satu jenis gunung di Indonesia yang awan panasnya bertipe ini adalah gunung merapi di Yogyakarta. Awan panas guguran ini memiliki suhu antara 500 hingga 600 derajat celcius. Sehingga awan panas ini sangat berbahaya. Karena memicu longsor, materi yang terbawa oleh awan panas ini juga mengangkut batu- batuan yang besar. Sehingga daya rusak dari awan panas ini cukup besar.

Baca Juga: