6 Macam- macam Limbah Pertanian

Pertanian merupakan sektor terpenting yang ada di Indonesia sejak zaman dahulu. Bagaimana masyarakat Indonesia menggantungkan hidup mereka pada bidang pertanian (baca: sumber daya alam pertanian). Namun pertanian sebagai bidang mata pencaharian masyarakat ini ternyata juga menghasilkan limbah. limbah memang tidak bisa dipisahkan dari hidup manusia. dan salah satu jenis limbah yang ada di sekitar kita adalah limbah pertanian. Limbah pertanian merupakan bagian dari tanaman pertanian yang ada di atas tanah atau bagian pucuk, batang yang tersisa setelah dipanen atau diambil hasil utamanya. Dengan kata lain limbah pertanian merupakan sisa dari pertanian yang sudah diambil hasil utamanya. Dengan demikian kita bisa menyebut bahwa limbah (baca: pengolahan limbah rumah tangga) pertanian ini merupakan bahan- bahan yang dibuang di sektor pertanian.

Macam- macam Limbah Pertanian

Limbah pertanian merupakan limbah yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari- hari. Limbah pertanian jenisnya bermacam- macam (baca: jenis minyak bumi) dan dapat diklasifikasikan menurut beberapa kategori. Kategori pengklasifikasian limbah pertanian diantaranya meliputi waktu dan juga bentuknya. Supaya lebih jelas, berikut ini akan dijelaskan beberapa macam atau klasifikasi dari limbah pertanian.

  1. Menurut waktunya

Limbah pertanian dapat diklasifikasikan menurut beberapa kategori tertentu, salah satunya menurut waktunya. Berdasarkan waktunya, limbah pertanian dapat dibedakan menjadi limbah pra panen, panen dan pasca panen. Untuk mengetahui lebih jelas, berikut merupakan penjelasan dari masing- masing.

  • Limbah pertanian pra panen

Limbah pertanian pra panen merupakan materi- materi atau limbah yang terkumpul ketika sebelum atau sementara hasil utama sedang diambil. Beberapa contoh dari limbah pertanian pra panen antara lain daun, ranting serta buah yang tidak sengaja gugur.

  • Limbah pertanian panen

Seperti namanya, limbah pertanian panen merupakan limbah yang dihasilkan ketika panen sedang dilangsungkan. Beberapa contoh dari limbah pertanian panen antara lain adalah jerami, batang padi dan juga sekam padi.

  • Limbah pertanian pasca panen

Selain limbah pertanian pra panen dan limbah pertanian panen, selanjutnya ada limbah pertanian pasca panen. Limbah pertanian pasca panen merupakan limbah yang dihasilkan setelah panen. Beberapa contoh dari limbah pertanian pasca panen antara lain adalah

Itulah beberapa jenis atau klasifikasi limbah pertanian menurut waktunya. Limbah- limbah ini muncul sebelum, saat atau setelah panen dilakukan. Limbah- limbah pertanian semacam ini bersifat organik sehingga kita bisa memanfaatkannya lagi untuk kepantingan- kepentingan yang lainnya. Selain berdasar pada waktunya, limbah pertanian juga dapat diklasifikasikan berdasar pada bentuknya.

  1. Menurut bentuk atau wujudnya

Secara umum, limbah- limbah mempunyai bentuk yang sama apabila dilihat sari betiuknya. Tidak hanya limbh pertanian saja namun juga limbah yang lainnya. Berdasar pada bentuknya, limbah pertanian ini dibedakan menjadi tiga macam yaitu limbah padat, cair dan juga limbah gas. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai ketiga jenis limbah pertanian berdasarkan wujudnya, berikut merupakan penjelasan dari masing- masing :

  • Limbah padat

Limbah pertanian pertama berdasrkan wujudnya adalah limbah padat (baca: pengolahan limbah padat). Sesuai dengan namanya, yang dimaksud limbah pertanian padat adalah limbah pertanian dari limbah pra panen, panen dan pasca panen maupun industri pertanian yang mempunyai bentuk padat atau bisa dipegang. Limbah ini sangat banyak dihasilkan dari pertanian. Sebagai contoh adalah sisa batang, daun, ranting, maupun buah busuk yang tidak diambil manfaat atau hasil utamanya lagi. Limbah padat pertanian ini biasanya bersifat organik, maka seringkali dimanfaatkan untuk kepentingan- kepentingan tertentu seperti pakan ternak, pupuk kompos, dan lain sebagainya. Oleh karena limbah ini biasanya bersifat organik, maka untuk penanganannya sendiri tidak terlalu sulit karena lebih ramah lingkungan. Meski demikian, penangan yang tepat harus dilaukan mengingat limbah organik ini sangat mudah untuk busuk, sehingga jika tidak ditangani akan sangat mudah menimbulkan bau yang tidak enak.

  • Limbah cair

Selain limbah padat, pertanian juga menghasilkan limbah dalam bentuk cair. Sesuai dengan namanya pula, limbah pertanian cair merupakan limbah yang bentuknya cair. Ternyata bidang pertanian cukup banyak menghasilkan limbah cair (baca: pengolahan limbah cair). Limbah cair dalam pertanian biasanya dihasilkan oleh air yang digunakan untuk :

  • Membersihkan bahan pangan serta peralatan pengolahan
  • Menghanyutkan bahan- bahan yang tidak dikehendaki atau kotoran yang menempel pada sayuran/ hasil panen, dan lain sebagainya
  • Pupuk cair

Limbah cair yang dihasilkan dari pertanian banyak mengandung bahan- bahan organik seperti karbohidrat, lemak dan protein, sehingga sangat mudah membusuk serta menimbulkan masalah polusi udara atau bau dan juga polusi air. Dengan demikian limbah pertanian cair harus ditangani dengan tepat supaya tidak menimbulkan pencemaran udara maupun pencemaran air.

  • Limbah gas

Selain limbah pertanian padat dan juga limbah pertanian cair, selanjutnya ada limbah pertanian gas. Limbah pertanian gas merupakan limbah yang dihasilkan kegiatan dan pengolahan pertanian yang memiliki bentuk gas. Limbah gas (baca:pengolahan Limbah gas) ini dikeluarkan pada saat pengolahan hasil- hasil pertanian, misalnya gas yang timbul berupa uap air pada proses pengurangan kadar air selama proses pelayuan teh dan juga proses pengeringannya. Penanganan limbah pertanian gas ini harus hati- hati dan dilakukan dengan jeli supaya tidak menimbulkan pencemaran udara yang dekat dengan manusia, salah satu contohnya adalah dengan memasang cerobong asap.

Itulah beberapa macam limbah pertanian yang diklasifikasikan menurut waku dan juga wujud atau bentuknya. Selain limbah pertanian yang telah disebutkan di atas, ada pula limbah hasil industri pertanian. Limbah hasil industri pertanian merupakan limbah yang dihasilkan dari proses industri pertanian. Beberapa contoh limbah industri pertanian seperti molases pada pabrik gula dengan bahan baku tebu.

Dampak Limbah Pertanian

Limbah merupakan sesuatu yang tidak mempunyai nilai guna. Limbah mengandung zat- zat yang berbahaya dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem (baca: ekosistem darat, ekosistem danau, ekosistem sungai) alam. Semua jenis limbah mempunyai dampak yang tidak baik bagi lingkungan (baca: fungsi lingkungan) , termasuk juga limbah pertanian. Beberapa dampak limbah pertanian yang dapat ditimbulkan antara lain sebagai berikut:

  1. Gangguan terhadap kehidupan biotik

Di lingkungan tempat tinggal kita, terdapat dua komponen yakni komponen biotik dan komponen abiotik. Limbah pertanian merupakan zat pencemar yang dapat mengganggu kelangsungan hidup komponen biotik. Banyaknya zat pencemar yang ada di dalam limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen yang terlarut di dalam limbah tersebut. Menurunnya kadar oksigen ini akan menyebabkan kematian pada makhluk hidup dan juga organisme yang ada di dalam air (baca: ekosistem air). Selain menurunnya kadar oksigen, kematian kehidupan di dalam air juga disebabkan karena adanya zat beracu yang berada di dalam limbah tersebut. Air limbah yang panas dapat menyebabkan kematian semua organisme apabila tidak dilakukan pendinginan terlebih dahulu sebelum dibuang ke dalam saluran air limbah.

  1. Gangguan terhadap keindahan

Semua orang pasti setuju bahwa limbah menyebabkan terganggunya pemandangan yang indah. Limbah pertanian yang padat apabila dibiarkan dan terus menumpuk maka akan menyebabkan pemandangan yang tidak sedap dilihat. Terlebih lagi jika limbah itu sudah membusuk, maka tidak hanya pemandangan saja yang terganggu namun juga menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung.

  1. Menimbulkan bibit penyakit

Limbah juga merupakan faktor utama penyebab adanya penyakit tertentu. Baik limbah padat maupun limbah cair akan mudah menularkan bibit penyakit. Sampah- sampah yang membusuk dan dibiarkan akan menjadi sarang binatang yang menjijikkan. Hal ini berakibat pada penyebaran penyakit dari binatang- binatang menjijikkan tersebut. Selain itu, bau busuk yang keluar dari limbah yang juga akan membuat hidup menjadi sakit dan pernafasan akan terganggu. Limbah cair pertanian sangat berbahaya karena kebanyakan dari mereka dibuang melalui saluran air yang berpotensi tercampur dengan sumber air masyarakat. Banyak penyakit yang dapat ditularkan dari limbah cair ini. limbah cair ada yang berfungsi sebagai mendia pembawa penyakit kolera, radang usus, hepatitis infektiosa, serta skhistosomiasis. Selain sebagai pembawa penyakit, limbah cair juga mengandung banyak bakteri patogen penyebab bermacam- macam penyakit seperti polio myelitis, heptitid, kolera, disenti dan lain sebagainya.

Itulah sebagian kecil dari dampak yang bisa ditmbulkan oleh limbah pertanian. Jika kita amati maka dampak tersebut tidak hanya terhadap lingkungan saja, namun juga terhadap kesehatan manusia. Tidak hanya dampak yang telah disebutkan diatas, limbah industri pertanian juga merupakan limbah yang sangat berbahaya. limbah indistri pertanian dapat mempengaruhi keadaan lingkungan. Beberapa pengaruh limbah industri pertanian terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut:

  • Membahayakan kesehatan masyarakat karena merupakan pembawa penyakit.
  • Merusak atau membunuh kehidupan yang ada di dalam air seperti binatang dan tumbuhan yang habitatnya di air.
  • Merusak keindahan alam karena pemandangan yang tidak sedap dan ditambah bau busuk yang berasal dari limbah itu sendiri.

Itulah beberapa pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh limbah industri pertanian yang merupakan dampak buruk bagi lingkungan dan juga manusia. Dan itulah beberapa informasi yang bisa kami berikan mengenai limbah pertanian, semoga bermanfaat.