Categories
Biogeografi

14 Upaya Menjaga Keseimbangan Lingkungan Hidup

Lingkungan yang kita tinggali ini terdiri dari berbagai macam ekosistem (baca : Keanekaragaman Ekosistem). Ekosistem dapat diartikan sebagai suatu lingkup atau kawasan yang di dalamnya terdapat komponen- komponen ekosistem yang mempunyai hubunganan timbal balik. Komponen biotik yang meliputi semua makhluk hidup di dalam ekosistem saling berinteraksi dengan komponen abiotik yang terdiri dari benda mati seperti air, udara, tanah dan cahaya matahari.

Keduanya saling ketergantungan satu sama lain sehingga harus dijaga keseimbangannya. Lingkungan juga mempunyai peran penting bagi kehidupan makhluk di bumi, yakni sebagai tempat tinggal dan tempat mencari makan bagi makhluk hidup. Begitu pentingnya peran lingkungan sehingga harus dijaga dari kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan hidup ada yang disebabkan oleh faktor alam seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Ada pula yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti perusakan hutan, pemburuan hewan secara berlebihan, kegiatan pembangunan dan pencemaran lingkungan (baca : Pencemaran yang Mengakibatkan Perubahan Alam).

Perlu dilakukan berbagai upaya untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup ini. Upaya menjaga keseimbangan lingkungan adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap dampak negatif yang muncul akibat suatu kegiatan. Upaya tersebut dilakukan agar kekayaan lingkungan hidup dapat berlanjut selama mungkin sehingga kekayaan tersebut juga dapat dinikmati oleh generasi- generasi yang akan datang. Berikut adalah beberapa kegiatan positif yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari- hari sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan. (baca : Pelestarian Lingkungan)

Di Lingkungan Rumah

Beberapa kegiatan Upaya Menjaga Keseimbangan Lingkungan dapat dilakukan di lingkungan rumah adalah :

  1. Mengurangi penggunaan bahan kimia pencemar lingkungan

Ada banyak bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan seperti detergen rumah tangga dan plastik yang membutuhkan waktu lama agar bisa terurai. Contoh nyata yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan adalah menggunakan detergen ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan kantong plastik pada saat berbelanja dengan cara membawa kantong/tas belanja dari rumah yang dapat digunakan berkali- kali.

  1. Mengurangi produksi sampah rumah tangga

Produksi sampah rumah tangga dapat dikurangi dengan berbagai cara. Misalnya, mengurangi sampah kemasan produk dengan membeli produk berukuran besar yang dapat digunakan per bulan dan membeli produk yang dapat diisi ulang.

  1. Memilah sampah

Kegiatan memilah sampah dapat dilakukan dengan cara memisahkan sampah menjadi 3 kategori yakni organik, anorganik, dan logam/ kaca. Setelah dipilah, sampah organik dapat dijadikan pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik jika memungkinkan dapat didaur ulang (recycle) atau digunakan kembali (reuse). (baca : Cara Pemanfaatan Sampah)

  1. Menghemat penggunaan air

Penghematan air dapat dilakukan dengan cara  mematikan kran air yang sedang tidak digunakan, mencuci pakaian atau peralatan makan apabila jumlahnya sudah memenuhi, serta mandi dengan air secukupnya. (baca : Cara Menjaga Kelestarian Air)

  1. Menghemat penggunaan listrik

Penghematan listrik dapat dilakukan dengan cara beralih menggunakan barang- barang elektronik yang mempunyai daya rendah misalnya lampu LED atau TEL, mematikan lampu ketika tidak memerlukan cahaya penerangan seperti saat di siang hari dan mematikan lampu jika hendak tidur. Selain itu kita juga dapat mengurangi atau menghindari penggunaan listrik yang tidak diperlukan pada jam 5 sore sampai jam 10 malam. Hal itu dikarenakan pada jam- jam tersebut penggunaan listrik global sedang meningkat lebih banyak dari pada siang hari.

  1. Menghemat penggunaan kertas

Kertas merupakan bahan lunak yang dihasilkan dari serat- serat pepohonan. Penggunaan kertas harus dilakukan secara efektif dan efisien karena akan berdampak pada banyaknya pohon di hutan yang harus ditebang. Dalam kehidupan sehari- hari manusia sangat sering menggunakan kertas kemudian menghasilkan tumpukan kertas bekas yang tidak terpakai lagi. Lebih baik melakukan daur ulang terhadap kertas bekas tersebut sehingga dapat dimanfaatkan lagi dan mengurangi produksi kertas baru.

  1. Menghindari pemborosan bahan bakar

Bahan bakar seperti bensin merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Untuk itu penggunaannya juga harus hemat. Kegiatan menghemat bahan bakar diantaranya adalah membiasakan jalan kaki atau bersepeda jika tempat tujuan dekat, menggunakan kendaraan pribadi seperlunya, membiasakan naik kendaraan umum, memanaskan motor seperlunya dan menghindari bepergian pada jam- jam macet karena kemacetan juga menjadi salah satu penyebab pemborosan BBM. (baca : Kekurangan dan Kelebihan Bahan Bakar Fosil)

  1. Menghindari penggunaan alat-alat yang terdapat kandungan CFC di dalamnya

CFC merupakan salah satu penyebab menipisnya lapisan ozon yang berdampak pada pemanasan global. Penggunaan CFC harus segera dihentikan. Hal tersebut dapat dipraktikkan dengan berbagai cara, misalnya membeli AC mobil tanpa CFC, menggunakan kulkas yang tidak ber-CFC dan menggunakan spraiyer tanpa CFC. (baca : Bahaya Pemanasan Global dan Akibat Pemanasan Global)

Di Lingkungan Masyarakat

Berikut ini adalah beberapa Upaya Menjaga Keseimbangan Lingkungan yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat.

  1. Melakukan reboisasi

Kerusakan hutan di Indonesia sudah sangat parah. Perlu kesadaran dari masyarakat untuk melakukan penanaman kembali hutan yang gundul. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggalakan program ‘one men one tree’ atau setiap orang menanam minimal satu pohon. Program tersebut tentu memerlukan peran aktif masyarakat dan juga pemerintah Indonesia. (baca : Manfaat Hutan)

  1. Menjaga kelestarian hutan

Masyarakat dapat menjaga kelestarian hutan dengan program penanaman sejuta pohon, tidak menebang pohon secara sembarangan, turut serta dalam pengawasan illegal loging, tidak membuka lahan baru dan membakar hutan, serta mencegah kegiatan sewa hutan. Sewa hutan atau kontrak hutan sudah dilakukan sejak lama oleh investor asing. Masyarakat perlu memahami hal tersebut agar tidak terjadi lagi eksploitasi hutan oleh pihak asing. (baca : Manfaat Hutan Bagi Manusia)

  1. Melindungi satwa langka

Masyarakat harus ikut serta dalam melindungi satwa langka dengan cara menjaga kelestarian habitat alaminya yakni hutan lindung,  tidak melakukan dan mengawasi perburuan hewan, serta tidak melakukan dan melaporkan kegiatan jual beli berbagai spesies hewan langka. (baca : Flora dan Fauna yang Dilindungi di Indonesia)

  1. Bijak dalam bercocok tanam

Dalam kegiatan bercocok tanam, masyarakat harus menerapkan sistem yang memperhatikan faktor ekologi atau aspek lingkungan. Pengendalian hama tanaman sebisa mungkin menggunakan metode biological control yakni memanfaatkan musuh alami dari hama tersebut. Masyarakat juga harus bisa menggunakan pestisida berbahan kimia secara bijak dan menerapkan sistem rotasi tanaman agar  ekosistem di daerah lahan persawahan tetap terjaga keseimbangannya. Jika ekosistem tidak seimbang maka akan menyebabkan gagal  panen dan merugikan masyarakat sendiri.

  1. Mengkonsumsi hasil pertanian dan peternakan dalam negeri

Dengan mengkonsumsi hasil peternakan dan pertanian lokal atau dari dalam negeri, maka akan mengurangi impor daging dan buah- buahan yang bisa saja membawa telur hama yang belum ada di Indonesia. Pemerintah juga harus turut aktif dalam menggalakan program cinta produk Indonesia tersebut.

  1. Melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Salah satu contoh kegiatan pembangunan yang bersifat wajib AMDAL yakni memperhatikan konsekuensi kemungkinan kerusakan lingkungan lebih lanjut ketika melakukan pembangunan jalan yang membelah hutan. (baca : Prinsip Etika Lingkungan)