23 Flora dan Fauna yang Dilindungi di Indonesia

Keanekaragaman hayati yang ada di dunia harus dijaga kelangsungan hidupnya supaya keseimbangan kehidupan di muka bumi ini harus selalu terjaga. Tanpa adanya keseimbangan dengan terjaganya flora dan fauna yang ada akan dapat membuat alam menjadi rusak. Ironisnya, saat ini terdapat beberapa flora dan fauna asli Indonesia yang sudah terancam punah kelangsungan hidupnya. Punahnya flora dan fauna ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Untuk menghindari hal ini maka setiap negara di dunia ini membuat peraturan mengenai perlindungan flora dan fauna yang sudah hampir punah keberadaannya.

Perkembangan beberapa spesies flora dan fauna beberapa dekade ini sudah sangat memprihatinkan dengan jumlah yang menurun drastis. Di Indonesia sendiri juga mengalami hal yang sama terutama untuk spesies flora dan fauna yang tidak dijadikan konsumsi dan unik. Biasanya tumbuhan dan hewan yang terancam punah ini memiliki keunikan tersendiri dan merupakan flora dan fauna endemic pada daerah tertentu sehingga diperlukan cara untuk cara melestarikan flora dan fauna Ada beberapa macam flora dan fauna yang dilindungi di Indonesia yang saat ini karena hampir punah.

Flora

Masih banyak jenis flora yang tersebar di seluruh dunia, namun tak banyak keberadaan flora yang masih mendapatkan perlindungan, banyak orang yang memanfaatkan flora sebagai kepentingan umum yang membuat punah flora atau flora yang sudah tidak memiliki bibit dari hasil perkembangbiakkannya dan bergantung juga dengan jenis flora menurut ketinggian dan iklim yang bisa juga membuat flora punah serta harus dilindungi di dalam cagar alam.

Berikut adalah penjelasan mengenai flora yang di lindungi di Indonesia :

1. Pohon jelutung – Pohon jelutung (Dyera costulata) tumbuh hingga mencapai ketinggian 60m dengan diameter meter. Kayunya kuat dan ulet dan tersebar di Kalimantan dan sumatera.

2. Pohon damar – Pohon damar yang memiliki nama latin (Agathis labillardieri) merupakan pohon yang menghasilkan getah. Getah damar ini sangat berguna dan memiliki banyak manfaat. Namun keberadaannya sudah sangat memprihatinkan karena banyak ditebang oleh pembalak liar.

3. Pohon ulin – Pohon ulin (Eusiderxylon zwageri) juga dikenal sebagai pohon besi karena memiliki kayu yang keras hingga menyerupai besi. Komoditas kayu ini sangat laku dipasaran karena kualitas kayunya yang sudah tidak perlu diragukan lagi kekuatannya dan keawetannya. Pohon ulin banyak ditemukan di daerah Kalimantan namun saat ini sudah sangat langka Karena tidak ditanam lagi setelah ditebang.

4. Pohon bayur – Pohon bayur yang bernama latin Pterospermum sp. Lagi-lagi memiliki kayu yang kuat dan awet sehingga banya dicari orang dan menjadikannya langka bahkan hampir punah.

5. Pohon balam suntai – Pohon balam suntai atau Palaquium walsurifolium merupakan tanaman khas Indonesia yang memiliki kualitas kayu premium. Pohon ini sekarang sudah mulai langka Karena banyak dicari orang dan hargaya yang sangat mahal.

6. Pohon cendana – Pohon cendana (Santalum album) merupakan kayu yang fenomenal karena memiliki aroma yang khas. Kayunya juga menghasilkan minyak yang sangat wangi dan dapat dijadikan parfum dengan harga yang sangat mahal. Kayunya juga bisa digunakan untuk rempah-rempah dan sebagai bahan dupa. Kayu cendana juga dipercaya bisa mendekatkan kepada Tuhan ketika dijadikan benda untuk berdoa. Pohon cendana tumbuh sebagai parasit di pohon lain oleh karena itulah pohon cendana susah untuk dikembangbiakkan.

Fauna

Fauna yang ada di Indonesia hampir mengalami kepunahan akibat ulah manusia yang memanfaatkan fauna sebagai pemuas kebutuhan atau semacam untuk di jadikan cindera mata, banyak sekali fauna yang membutuhkan perlindungan agar manusia yang tidak bertanggung jawab tidak memanfaatkan fauna untuk kepentingannya sendiri.

Berikut adalah penjelasan dari fauna yang harus dilindungi :

1. Jalak bali – Jalak bali (leucopsar rostchildi) burung eksotik dari bali ini yang juga dikenal dengan nama Bali starling saat ini sudah menjadi salah satu satwa yang dilindungi di indonesia karena populasinya yang mulai kritis berkisar pada tidak lebih dari 1000 hingga 2449 ekor saja menurut survey yang dilakukan oleh Birdlife tahun 2001.

2. Celepuk siau – Celepuk siau (otus siaoensis), menurut survey dari Birdlife tahun 2000 mengemukakan bahwa populasi dari hewan ini tidak kurang dari 500 ekor. Jumlah ini sangat kritis dan perlu dilakukan konservasi untuk melindunginya.

3. Elang flores – Elang flores (Nisaetus floris) atau yang juga dikenal dengan flores hawk eagle merupakan burung endemic dari pulau flores dan beberapa pulau disekitarnya. Saat ini populasinya hanya berkisar 150 hingga 300 ekor saja.

4. Rusa Bawean – Rusa Bawean (Axis kuhlii) hanya terdapat di daerah bawean jawa timur. Populasi rusa bawean ini hanya berkisar pada 250 hingga 300 ekor. Rusa bawean selain diburu juga dijadikan bahan dagangan gelap.

5. Tokhtor sumatera (Carpococcyx viridis) – Hewan unik ini hanya ada di daerah sumatera saja dan saat ini populasinya sangat memprihatinkan karena hanya berjumlah sebesar tidak lebih dari 70 hingga 400 ekor.

6. Katak merah – Katak merah (leptophryne cruenta) hanya bisa ditemukan di gunung salak dan gunung gede pangrao jawa barat. Bahkan populasinya ini tidak diketahui berapa ekor dan sangat memprihatinkan. Katak merah memiliki tubuh yang unik dan bewarna merah bertutul hijau, biru bahkan putih. Kombinasi warna ini sangat indah hingga mendapatkan nilai jual yang sangat mahal.

7. Tarsius siau – Tarsius siau (tarsius tumpara) sudah berada pada titik hampir punah kelangsungan hidupnya dengan populasi sebesar 1.300 ekor saja pada tahun 2009.

8. Beruk mentawai – Beruk mentawai (macaca pagensis) sejenis kera ini hanya ada di daerah mentawai pulau sumatera. Akibat eksploitasi hutan sebagai tempat tinggal mereka kini populasi beruk mentawai sudah sangat menghawatirkan berkisar pada 2.700 hingga 3.400 saja.

9. Gajah sumatera – Gajah sumatera (Elepas Maximus ssp sumatranus) sudah banyak diburu oleh manusia karena diambil gadingnya yang kemudian dijual dengan harga mahal. Populasinya saat ini sudah memperihatinkan.

10. Orang utan sumatera – Orang utan sumatera (pongo abelli) merupakan hewan endemik dari pulau sumatera yang bertempat tinggal di hutan. Karena terjadi perusakan hutan membuat orang utan sumatera terkikis jumlahnya berkisar pada 6000 ekor saja pada tahun 2007.

11. Simakobu – Simakobu (simias concolor) menurut survey yang dilakukan oleh IUCN, populasinya tidak lebih dari 7500 ekor saja dan perlu dilindungi.

12. Kura-kura hutan Sulawesi – Kura-kura hutan Sulawesi (Leucocephalon yuwonoi) merupakan hewan khas dari pulau Sulawesi ini bahkan terdaftar menjadi salah satu jenis kura-kura yang paling indah di dunia. saat ini diperkirakan populasinya hanya berkisar pada angka 250 ekor saja.

13. Macan tutul jawa – Macan tutul jawa (panthera pardus melas) ada di pulau jawa saja dan saat ini dengan kepadatan pulau jawa membuat hewan yang satu ini sudah sangat kritis dan biasanya hanya terdapat di daerah gunung saja yang masih banyak hutan. Menurut survey dari IUCN tahun 2008 mendaftar bahwa populasi macan tutul jawa hanya berkisar pada angka 250 ekor saja.

14. Badak sumatera – Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) hewan yang merupakan ikon dari pulau sumatera ini. badak sumatera memiliki dua cula dan cula inilah yang menjadi incaran para pemburu untuk diperjual belikan di pasar gelap.

15. Pesut Mahakam – Pesut Mahakam (Orcaella brevirostis) terdapat di sungai Mahakam Kalimantan dan jumlahnya sangat kritis kurang dari 100 ekor. Ikan ini sangat unik karena hidup di air tawar sedangkan biasanya hidup di air asin. Ikan ini karena unik sehingga menjadi incaran oleh banyak para pemburu.

16. Kanguru pohon – Kanguru pohon (Dendrolagus dayri) merupakan hewan endemik dari pulau papua saja dan jumlahnya hanya 50 ekor saja. jumlah tersebut sangat menghawatirkan kelangsungan hidupnya dan perlu dilindungi.

17. Badak jawa – Badak jawa atau badak bercula satu hanya ada di suaka marga satwa ujung kulon provinsi banten. Jumlahnya sangat kritis hanya berkisar 35 hingga 45 ekor saja. penjagaan badak jawa ini diketatkan karena sudah sangat hampir punah.

Masih banyak lagi jenis flora dan fauna yang sudah ditetapkan rentan punah dan harus dilindungi antara lain komodo, kelinci liar, ikan hiu, paus, kambing hutan, ayam hutan, beruk, bajing, trenggiling, burung cendrawasih, anoa, bekantan, ular endemik Indonesia, luwak, macan kumbang, beruang madu, peusing, sing puar, macan dahan kuwuk, landak semut irian, siamang, tapir, ikan duyung, pohon jati, burung maleo, musang, bavian jambul, tikus berkantung, musang berkantung, burung kakaktua, burung kasuari, sapi hutan, kuskus, banteng, dewata raja, bunga raflesia, pohon kamfer, pohon menyan, pohon rasamala.

Penyebab Flora dan Fauna Punah

Saat ini sudah ada beberapa jenis flora dan fauna baik di dunia maupun di Indonesia yang sudah ditetapkan punah. Punahnya flora dan fauna tersebut dipatenkan setelah sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dari mereka. Apa saja yang bisa menyebabkan punahnya flora dan fauna?.

Berikut adalah penjelasannya dari penyebab flora dan fauna punah :


1. Proses evolusi

Dalam perkembangan tumbuhnya makhluk hidup selalu disertai dengan proses perkembangan dari bentuk yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sempurna. hal ini menyebabkan ada beberapa jenis flora dan fauna yang sudah berkembang menjadi bentuk yang lebih baik dalam ruang publik untuk kehidupan sehingga bentuk awalnya sudah tidak ada lagi. Jadi, dalam kasus ini sebenarnya flora dan fauna tidak punah melainkan berubah menjadi wujud yang baru.


2. Seleksi alam

Dalam proses seleksi alam ini flora dan fauna mengalami perubahan kondisi lingkungan baik suhu, angin, curah hujan dan lainnya yang menyebabkan hanya flora dan fauna yang bisa bertahanlah yang bisa hidup hingga kini sedangkan yang lainnya yang tidak bertahan akan punah dengan sendirinya sesuai dengan kondisi alam.


3. Adaptasi

Flora dan fauna harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya supaya tetap bisa bertahan hidup di daerah tersebut. Contohnya saja kucing tropis yang memiliki bulu tipis mungkin tidak bisa hidup di kutub begitupun dengan kucing kutub yang berbulu tebal mungkin tidak bisa bertahan hidup di daerah tropis maupun panas


4. Kondisi alam

Pada hal kondisi alam ini lebih mengarah kepada penyesuaian tempat, jadi misalnya untuk flora dan fauna di bawah air biasanya akan banyak terdapat pada yang dekat dengan permukaan air hingga ke kedalaman yang masih bisa ditembus oleh sinar matahari. Jadi apabila ada kondisi alam dan lapisan atmosfer yang berubah dimana bagian yang mendapatkan sinar matahari semakin menurun akan membuat flora dan fauna yang ada di dalam sana tidak akan bertahan.


5. Perusakan hutan

Hutan merupakan tempat tinggal bagi flora dan fauna bahkan menjadi tempat sumber daya makanan bagi manusia. Hutan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan seluruh makhluk di muka bumi ini. karena adanya perkembangan zaman dan meledaknya populasi manusia, hutan seringkali dirusak dan dijadikan lahan untuk perumahan. Perusakan hutan ini sudah pasti akan menggusur kehidupan yang ada di dalamnya. Pembakaran hutan misalnya juga sangat merugikan karena bisa dibayangkan berapa banyak spesies flora dan fauna bahkan sampai cacing yang ada di dalam tanah juga mati? Jadi perusakan hutan merupakan hal yang perlu diwaspadai dan menjadi masalah yang sangat serius.


6. Perusakan alam karena untuk lahan pertanian

Pemasok punahnya flora dan fauna yang bisa dilakukan oleh manusia lainnya adalah karena manusia mengubah alam menjadi tempat melakukan cocok tanam baik sebagai perkebunan maupun persawahan. Biasanya hutan akan dibabat habis dan digantikan dengan lahan kebun atau sawah yang mengakibatkan dampak akibat hutan gundul. Meskipun sama-sama ditanam tumbuhan namun akan menjadi berbeda karena adanya beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh tanaman perkebunan atau persawahan. Contoh misalnya fungsi hutan lindung yang dijadikan lahan jagung, pohon jagung tidak kuat dan tidak bisa menyerap banyak air sehingga dapat menimbulkan potensi tanah longsor atau banjir pada daerah sekitarnya.


7. Pemupukan

Kegiatan ini juga menjadi salah satu hal yang bisa membuat flora dan fauna punah. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? hal ini terjadi jika pupuk yang digunakan berupa pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan. Mungkin pupuk akan membuat tanah subur atau hama hilang namun hal itu hanyalah semu belaka karena pada kenyatannya di dalam tanah akan mengandung bahan kimia. Tanah yang mengandung bahan kimia mungkin akan dapat ditumbuhi tumbuhan namun hewan tidak bisa memakannya karena bisa membuat dirinya sakit dan mati. Begitu juga dengan tumbuhan lambat laun juga akan mengalami perusakan atau mutasi sel di dalamnya sehingga hal ini sangatlah berbahaya.


8. Perburuan liar

Kegiatan yang satu ini sangatlah tidak terpuji dan menjadi faktor yang paling menentukan punahnya flora dan fauna di dunia. Perburuan liar yang dilakukan oleh para pemburu serakah dilakukan terhadap terutama pada flora dan fauna yang sudah ditetapkan langka. Hal tersebut dilakukan karena harganya yang mahal. Misalnya perburuan gajah dilakukan karena untuk mendapatkan gading gajah, berburu hiu untuk mendapatkan siripnya dan masih banyak kasus lainnya.


9. Lemahnya hukum

Di Indonesia mungkin hal ini menjadi hal yang sangat besar menyumbang punahnya flora dan fauna. Lemahnya hukum yang ditetapkan untuk menghukum para pelaku baik pelaku pembalakan liar, perburuan hewan liar dan praktik jual beli flora dan fauna yang hampir punah ini membuat tidak ada efek jera dan para pelaku tersebut akan mengulangi hal yang sama lagi di kemudian hari.



Cara melestarikan flora dan fauna

Cara melesetarikan flora dan fauna harus dilakukan bersama baik oleh pemerintah atau oleh masyarakat secara keseluruhan. Semua warga harus ikut mengawasi terhadap kegiatan yang merusak lingkungan sehingga tidak membuat flora dan fauna punah dan memanfaatkan fungsi lingkungan hidup dengan baik. Jadilah manusia yang bijak terhadap diri sendiri dan juga terhadap lingkungan. Tidak bertindak serakah dan hanya ingin menjadikan pemuas kesenangan diri saja tanpa menghiraukan keseimbangan alam.

Berikut adalah penjelasan dari cara melestarikan flora dan fauna :


1. Penetapan status rentan punah bagi flora dan fauna

Pemerintah saat ini sudah membuat daftar apa saja jenis flora dan fauna yang sudah sangat rentan punah karena populasinya yang sangat sedikit. Dengan ditetapkannya status ini akan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat flora dan fauna apa saja yang perlu dilindungi. Namun bak pisau bermata dua ternyata kebijakan ini juga malah membuat perburuan terhadap flora dan fauna yang terancam punah semakin gencar. Hal ini disebabkan karena jika hewan dan tumbuhan sudah hampir punah maka secara otomatis akan membuat harganya semakin mahal jadi praktik jual beli illegal ini semakin besar. Solusi untuk menghindari hal ini adalah dengan memberikan sanksi tegas dan berat kepada siapa yang melanggar sehingga memberikan efek jera serta tidak dilakukan lagi oleh orang lain.


2. Membuat balai konservasi

Membuat tempat perlindungan bagi flora dan fauna yang hampir punah sangat penting dilakukan seperti dengan membuat cagar alam, suaka alam, dan suaka marga satwa. Dengan membuat tempat khusus ini jenis flora dan fauna yang sudah rentan punah akan semakin terlindungi dan semakin mudah menangkap pelaku yang melakukan perburuan terhadap mereka. Balai konservasi ini juga bisa memberikan pendidikan kepada masyarakat dan bisa menjadi tempat penelitian bagi para peneliti.


3. Pendidikan sejak dini

Memberikan pendidikan sejak dini mengenai pentingnya kelestarian flora dan fauna merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah punahnya flora dan fauna. Semakin dini anak diberikan pendidikan tersebuta akan semakin efektif hasilnya di masa depan. Pendidikan ini juga bisa mengajarkan penetapan hukum yang kuat supaya para pelaku mendapatkan hukuman yang berat Karena masyarakat sudah banyak yang sadar hukum.


4. Menerapkan peratutan yang ketat

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa salah satu cara untuk melestarikan flora dan fauna supaya tidak punah adalah dengan menerapkan hukum yang ketat terhadap para pelaku kejahatan lingkungan ini seperti orang yang melakukan penggundulan hutan, penggantian fungsi lahan tanpa ijin, perburuan liar dan lainnya.


5. Melakukan pembangunan yang berwawasan lingkungan

Pembangunan yang dilakukan harus berwawasan lingkungan atau yang memperhatikan keadaan lingkungan sekitar. Tidak membuat pembangunan sesuka hati karena bisa menimbulkan bencana sebagai contoh jika di dalam lingkungan tersebut tidak ada lahan hijau maka bisa membuat penyerapan air terganggu dan pada akhirnya bisa menimbulkan banjir atau tanah longsor. Jadi setiap pembangunan harus menyediakan tempat hijau supaya keseimbangan alam tetap terjaga.


Manfaat flora dan fauna

Meningkatnya jumlah jenis flora dan fauna yang rentan punah tentu menjadi perhatian banyak pihak saat ini mengingat sangat besar manfaat yang bisa didapatkan dari tumbuhan dan hewan.

Berikut adalah penejelasan dari manfaat flora dan fauna :

1. Penyedia oksigen – Tumbuhan sangat berguna bagi manusia dan lingkungan karena merupakan produsen utama pembuat oksigen. Iklim di Indonesia sendiri terdapat hutan hujan tropis yang sangat subur, lebat dan hijau bahkan menjadi paru-paru dunia. bisa dibayangkan jika hutan yang sarat akan makhluk hidup ini rusak? Ya kehidupan lainnya juga akan kehilangan hidupnya hutan juga dapat digunakan sebagai cara mencegah tanah longsor dan banjir karena mampu mengendalikan air dengan baik di dalam tanah.

2. Flora sebagai pengikis ombak – Pada vegetasi hutan bakau di tepi pantai dapat mengikis atau memecah ombak yang datang dari laut dengan adanya manfaat pasang surut air laut.  Fungsi hutan bakau juga berfungsi sebagai penangkal banjir yang disebabkan oleh hujan rob atau peristiwa naiknya air laut ke daratan.

3. Flora dan fauna sebagai sumber makanan manusia – Manusia mendapatkan asupan makanan dan minuman dari tumbuhan dan hewan. Manusia makan nasi, jagung, kentang, ayam, sapi, kambing dan lainnya. Oleh karena itu jika flora dan fauna punah maka sumber makanan pun akan semakin sedikit.

5. Flora dan fauna sebagai sarana pendidikan – Manusia juga bisa mempelajari flora dan fauna untuk perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih baik. Saat ini juga sudah banyak dikembangkan balai konservasi sebagai tempat untuk melindungi flora dan fauna terutama pada jenis tertentu yang sudah hampir punah.

, , ,
Oleh :
Kategori : Biogeografi