7 Dampak Banjir Terhadap Ekonomi Masyarakat dan Negara

Bencana banjir memang membawa berbagai dampak bagi manusia, binatang, tumbuhan dan juga lingkungan. Ada berbagai hal yang bisa rasakan pasca bencana banjir air yang sering kita sebut sebagai dampak banjir. Dampak banjir bisa dilihat dari berbagai sisi, yaitu sisi kesehatan hingga perekonomian. Aspek- aspek tersebut merupakan aspek yang sangat berpengaruh bagi manusia dalam kehidupannya.

Sudah bukan berita baru lagi bahwa ketika bencana alam tiba, maka perekonomian di daerah tersebut mengalami lumpuh untuk sementara. Hal ini berlaku untuk segala jenis bencana alam, dan terkhusus banjir. Banjir sendiri terdiri atas berbagai macam, diantaranya banjir rob, banjir lahar dingin, banjir lumpur, banjir bandang dan lainnya. Perlu bagi kita untuk mengetahui apa saja dampak yang akan ditimbulkan dari banjir, dan khususnya pada bidang perekonomian. Kita akan mengetahui apa saja dampak banjir ini, khususnya di bidang perekonomian antara lain sebagai berikut:

1. Melumpuhkan kegiatan jual beli

Dampak di bidang perekonomian yang paling pertama kita rasakan ketika datang bencana banjir adalah lumpuhnya kegiatan jual beli. Kegiatan jual beli merupakan kegiatan perekonomian yang pasti ada di sekitar kita dan pasti dilakukan oleh setiap orang. Tempat jual beli pada umumnya adalah pasar, ataupun toko dan warung. Ketika bencana banjir tiba, pasar, toko dan warung-warung terendam maka tidak akan ada yang namanya kegiatan jual beli. Para penjual sibuk mengamankan isi rumah dan juga dagangan mereka sehingga tidak sempat untuk melakukan jual beli. Akibatnya kegiatan perdagangan akan lumpuh secara otomatis sementara waktu.

2. Melumpuhkan kegiatan produksi

Kegiatan perekonomian ada tiga macam yakni produksi, distribusi dan juga konsumsi. Produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan barang dan jasa yang akan dijual. Ketika bencana banjir tiba, maka kegiatan produksi, khususnya produksi barang tentu saja akan terhambat. Bagaimana orang melakukan produksi, sementara tempat mereka terendam air dan bahan baku pun belum tentu adanya.

Produksi barang juga pasti akan dihentikan sementara karena kegiatan jual beli belum aktif. Kegiatan produksi jasa mungkin yang tidak akan lumpuh, karena mengandalkan tenaga dan pikiran manusia. Namun ketika situasi tidak memungkinkan maka tidak akan ada orang yang akan menyewa jasa tersebut, kecuali jasa- jasa tertentu yang justru lahir ketika banjir datang.

3. Menghambat kegiatan distribusi

Kegiatan distribusi adalah kegiatan menghantarkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Ketika bencana banjir tiba, maka daerah yang terkena banjir menjadi daerah isolasi sehingga tidak akan ada mobil- mobil kontainer dari produsen yang akan menyetor barang ke swalayan grosir karena sedang kebanjiran. Demikian pula swalayan grosir tidak akan buka dan menjual dagangan mereka pada pedagang retail, karena sedang kebanjiran.

4. Menghambat kegiatan untuk bekerja

Banjir memang merugikan banyak pihak, tidak hanya pelaku jual beli saja, namun juga para pekerja baik pekerja mandiri maupun ikut perusahaan. Banyak orang yang akan sibuk mengurusi tempat tinggalnya dan hambatan dalam menyiapkan sarana dan prasarana untuk bekerja karena adanya banjir. Saat banjir ini maka akan banyak karyawan yang mengambil cuti atau justru diliburkan. Sementara untuk pekerja mandiri, seperti pedagang dan petani, mereka juga akan sibuk mengurusi tempat tinggal dan juga harta benda mereka.

5. Sulitnya mendapatkan barang-barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan

Ketika banjir tiba, maka akan sangat sulit bagi kita untuk menemukan barang-barang untuk memenuhi kehidupan sehari- hari maupun kebutuhan selama banjir tiba. Bahkan tidak sedikit orang yang justru kehilangan harta benda mereka. Karena kesulitan inilah biasanya muncul bantuan-bantuan seperti makanan, obat-obatan, pakaian, selimut dan lain sebagainya untuk meringankan beban mereka yang terkena banjir.

6. Banyak orang yang mengalami kerugian pada usaha dagangnya

Banyak orang yang akan mengalami kerugian akibat banjir, salah satunya adalah pedangan. Pedangan akan banyak mengalami kerugian karena tidak bisa berdagang untuk sementara. Kerugian ini terutama pada pedagang- pedagang yang menjual barang- barang yang basah atau yang mudah busuk seperti sayuran dan juga buah- buahan.

7. Banyak orang kehilangan lahan pekerjaannya

Hal ini terutama terjadi pada petani dan juga pedagang. Namun hal ini hanya akan bersifat sementara saja, bukan permanen.

Nah itulah beberapa dampak yang bisa timbul dari adanya bencana banjir. Apabila kita analisa dan cermati, maka dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir sebagai besar adalah dampak- dampak yang bersifat negatif. Namun ada pula dampak positif yang akan timbul, namun hanya bermanfaat bagi beberapa orang saja, yakni mendapatkan barang-barang yang tidak terduga yang berasal dari arus banjir, dan juga membuka jenis pekerjaan baru.

Adapun pekerjaan yang biasanya muncul ketika banjir ini adalah di bidang jasa, yaitu jasa membersihkan rumah dari air, lumpur dan kotoran ketika banjir telah surut. Oleh karena dampak negatifnya sangat banyak, maka perlu dilaksanakan upaya penanggulangan banjir.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan melalui artikel ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca pada umumnya, dan pihak- pihak yang membutuhkan pada khususnya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn